Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
95


__ADS_3

Ayah, Bunda, Mama dan Papa memandang heran dengan anak dan menantunya yang dengan nyenyak nya tidur saling berpelukan di bed pasien.


"Ehem...," Ayah berdeham untuk membangunkan sepasang suami istri itu.


Mereka berempat sampai malu sendiri karena yang dibangunkan malah saling mempererat pelukan mereka.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu di sofa sambil menggendong Baby Ken yang sedang tidur nyenyak di box bayi.


Suara tawa dan kekehan terdengar di telinga Aydin dan Kiki membuat mata mereka yang terpejam menjadi terbuka.


Mereka mengurai pelukannya dan duduk bersandar di kepala bed untuk mengumpulkan kesadaran mereka.


"Ayah, Bunda, Mama, Papa, kalian semua ada disini? Sejak kapan?" tanya Aydin dengan mengusap-usap matanya yang baru terbangun.


"Sudah sejak tadi kami disini. Kalian dibangunkan malah tambah kenceng main peluk-pelukannya," ucap Bunda menyindir anaknya.


Kiki malu, dia kembali menurunkan badannya dan menutupi tubuh dan kepalanya dengan selimut.


"Gak usah malu gitu Ki, kita semua udah tau kalian tadi ngapain aja," goda Mama yang semakin membuat Kiki malu.


"Udah sana kalian mandi dulu, biar Baby Ken kita yang urus," ucap Ayah.


"Eh tapi apa Baby Ken udah diberikan ASI?" tanya Bunda.


"Udah tadi, mangkanya kita sampai ketiduran, semalam Baby Ken bolak balik minta ASI," jawab Aydin yang sudan bangun dari ranjang.


"Bagus itu, habiskan semua, jangan kasih Papamu jatah," ucap Ayah sambil memain-mainkan tangan cucunya.


"Eits, gak bisa dong, Papanya harus tetap dapat jatah," sahut Aydin tidak terima.


"Jatah... jatah... itu hitung mi instant dulu satu karton," sahut Bunda memarahi anaknya.


"Yaaa... lama dong...," seru Aydin tidak terima.


"Udah, sana kalian mandi, cepetan," seru Mama pada Aydin dan Kiki.


"Ayo sayang bangun, kita mandi dulu mumpung Baby Ken banyak yang ngurus," Aydin menyibak selimut Kiki dan mengulurkan tangannya.


"Bang Ay mandi duluan sana, aku setelah Bang Ay aja," jawab Kiki lirih setengah berbisik.


"Gak usah malu, kita tungguin disini," ucap Papa sambil terkekeh.


Aydin menggendong Kiki ke dalam kamar mandi, mereka buru-buru mandi secepat kilat karena malu jika terlalu lama di dalam kamar mandi, apalagi kini mereka sedang mandi berdua.


Setelah selesai mandi mereka berdua keluar dengan malu-malu.

__ADS_1


"Loh Baby Ken mana Yah?" tanya Aydin pada Ayahnya.


"Dimandikan sama suster. Bunda sama Mama ikut kesana," jawab Ayah sambil membaca koran.


"Papa sama Ayah gak kerja?" tanya Kiki pada Papanya dan Ayah Aydin.


"Kita sengaja libur, ingin berkumpul dengan cucu," jawab Papa Kiki yang tetap sibuk dengan ponselnya.


"Tapi, nanti semuanya pada pulang kan?" tanya Aydin menyelidik.


Ayah melipat korannya dan menatap Aydin dengan tajam.


"Kamu ngusir kita?" tanya Ayah dengan tegas.


"Takut keganggu ya," ledek Papa yang kini sudah meletakkan ponselnya.


Kiki memukul punggung suaminya dengan gemas dan berkata,


"Itu mulut lemes banget sih, malu tau gak."


"Aww... sakit sayang," rengek Aydin sambil mengelus punggungnya yang dipukul oleh istrinya.


"Udah jadi pengantin lama masih aja pengennya berduaan gak mau kalah sama pengantin baru," ledek Papa Kiki.


"Papa juga gitu kan sama Mama," sahut Kiki.


Setelah itu Bunda dan Mama masuk ke dalam ruangan dengan membawa Baby Ken yang sudah wangi dan berganti pakaian. Mereka memberikan Baby Ken pada Kiki untuk meminum ASI sebelum menjadi bahan rebutan nenek dan kakeknya.


Di suatu kamar kos-kosan, terdapat dua manusia yang sedang memadu kasih hingga mereka lupa tentang situasi dan kondisi. Kini yang ada dibenak mereka hanya memenuhi keinginan mereka berdua.


Orang suruhan Raditya memberikan bukti berupa foto dan video Linda yang berada di kamar kos-kosan bersama Riko yaitu rekan kerjanya di divisi marketing sama seperti Linda dan sekarang hubungan mereka tidak hanya rekan kerja melainkan sepasang kekasih.


Dalam keadaan seperti ini Linda lupa jika dia memiliki Raline, sang buah hatinya bersama Raditya yang kini berada di rumah. Sang anak yang masih berusia lima tahun itu harus memendam kerinduannya pada sang Ibu karena jarang sekali bertemu.


Kadang Linda pulang pada saat Raline sudah tertidur, dan pada saat paginya mereka hanya bertemu sebentar saja, kemudian Linda berangkat kerja. Bahkan untuk mengantar Raline ke sekolah pun dia tidak ada waktu.


Raditya sungguh muak dan marah dengan perubahan sikap Linda setelah bekerja. Padahal Raditya tidak menyuruhnya untuk bekerja, dan dia selalu memberikan uang yang bisa dibilang lebih dari cukup untuk tiap bulan, dan keperluan Raline pun selalu Raditya yang membelikan.


Abah dan Ambu mengerti kesedihan anaknya, namun mereka hanya bisa memberikan doa dan semangat serta amanat untuk anaknya.


Ranjang milik Riko yang biasanya dingin, kini menjadi panas. Pergulatan yang bercampur peluh antara dirinya dan Linda menjadikan kamar Riko yang sunyi sepi itu menjadi lebih hidup.


"Love you sayang," ucap Riko disela aktifitasnya menuju puncak klimaksnya.


"Love you too Riko," ucap Linda sambil tersenyum puas.

__ADS_1


Mereka menikmati setiap sentuhan dan pergulatan mereka hingga mencapai titik *******.


Setelah itu mereka tumbang bersamaan dan tidur saling berdekapan tanpa memikirkan apapun.


Raditya menerima laporan dari orang suruhannya yang dia tugaskan untuk membuntuti istrinya. Dadanya terasa terbakar dan teriris pisau tajam. Rasanya amarahnya itu sampai memuncak di kepalanya.


Bukti berupa foto dan video antara Linda dan Riko yang sedang bersama disertai tanggal di sudut foto tersebut, seta rekaman suara mereka di dalam kamar Riko kini ada di tangan Raditya.


Sungguh hancur hati Raditya melihat dan mendengar semua bukti yang kini ada di tangannya.


Dulu dia harus meninggalkan orang yang sangat dicintainya demi perjodohannya dengan istrinya. Namun kini istrinya itu telah mengkhianatinya meskipun mereka sudah memiliki seorang anak.


Kini Raditya mulai berandai-andai,


Seandainya dulu aku bersama dengan Kiki, pasti tidak akan ada kejadian seperti ini. Seandainya aku lebih memperjuangkan cintaku pada Kiki, pasti kami sekarang berbahagia layaknya keluarga yang harmonis. Karena aku tau, Kiki tidak akan melakukan hal seperti yang dilakukan Linda.


Raditya meremas kaleng bekas minumannya dan melempar sekuat tenaga kaleng itu ke tempat sampah di meja kerjanya yang ada di sebelah kamarnya.


"Aaaaaargh....," teriaknya sekuat tenaga diiringi isakan tangisnya.


Sungguh dirinya yang sekarang seperti seorang pecundang yang kalah dalam mempertahankan miliknya.


Ambu dan Renita menangis mendengar suara teriakan dan tangisan Raditya dari dalam ruang kerjanya. Mereka mengerti perasaan Raditya karena Abah meminta bantuan orang yang disuruh Raditya tadi untuk melaporkan hasilnya pada Abah juga.


Kini masalah keluarga kecil Raditya menjadi masalah keluarga besarnya. Renita tidak tahan melihat kakak yang disayanginya menjadi lemah hanya karena istrinya yang berselingkuh.


Namun Abah dan Ambu tidak bisa ikut campur urusan mereka jika Raditya sendiri tidak meminta bantuan Abah dan Ambu.


"Ante... ante... Papa kenapa?" tanya Raline yang mendengar suara Raditya dari luar pintu ruang kerjanya.


"Ante ama nenek juga nangis kenapa?" tanya Raline kembali.


Tanpa menjawab, Renita dan Ambu membawa Raline ke lantai bawah untuk bermain.


Di malam harinya Linda pulang seperti biasa. Tanpa curiga apapun dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang setelah mandi.


Di ranjang itu sudah ada Raditya yang pura-pura tidur dengan membelakangi istrinya.


Tanpa mengucapkan selamat tidur ataupun menyapa suaminya, Linda langsung memejamkan matanya dan membelakangi suaminya.


Ponselnya sering mengeluarkan bunyi notifikasi pesan. Sialnya Linda tidak tahu jika ponselnya sudah diretas oleh Raditya sehingga semua pesan dan telepon yang masuk bisa diketahui dengan mudah olehnya.


Raditya membayar mahal untuk jasa peretasan tersebut demi mendapatkan bukti perselingkuhan istrinya.


Linda tidak segera tidur, melainkan dia berbalas pesan dengan Riko, bahkan dia tidak sadar jika Raditya kini sudah berada di belakangnya dan melihat isi pesannya.

__ADS_1


"Kamu sedang apa?" tanya Raditya mengagetkan Linda.


Linda yang merasa kaget menoleh ke belakang dan tidak sadar jika ponselnya kini sudah berada di tangan suaminya.


__ADS_2