Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
237


__ADS_3

Kiki mengeluarkan makanan dan minuman dari box yang dibawanya ketika berkunjung ke restauran milik mereka tadi.


Raline, Kenshin dan Miyuki menatap heran pada semua makanan dan minuman yang terhidang di atas meja di hadapan mereka saat ini.


"Bapak Kepala Sekolah ke mana Pi? Kok ruangannya bisa kita pakai?" tanya Kenshin pada Aydin sambil meminum minumannya.


"Papi suruh makan di luar dengan guru-guru yang lain," jawab Aydin.


Sontak saja Kenshin tersedak minumannya sendiri ketika dia mendengar jawaban dari Aydin.


"Beneran Pi?" tanya Kenshin kembali.


"Iya lah. Semua ini salah Papi. Ruangan yang dulunya untuk Papi, kini dipakai untuk kepala sekolah. Kalau begini, Papi harus membuat ruangan sendiri agar tidak meminjam ruangan kepala sekolah kalian lagi," jawab Aydin sambil melihat sekeliling ruangan tersebut.


"Apa gak terlalu berlebihan mengumpulkan kami semua di sini dengan mengusir pemilik ruangannya dari tempat ini?" Kenshin kembali bertanya pada Aydin.


"Kenapa keterlaluan? Kita hanya ingin-"


"Papi gak ada kerjaan ya mangkanya main-main ke sini?"


Seperti biasanya, Miyuki mengatakan apa yang ada di pikirannya.


"Husss... ngawur kamu. Mana ada bos yang nganggur," jawab Aydin sambil melotot pada Miyuki berniat untuk menakut-nakutinya.


Miyuki tertawa melihat Aydin yang masih saja bertingkah seperti itu ketika berbicara padanya pada saat Miyuki melakukan kesalahan.


"Ini semua ide Mami," ucap Aydin kemudian.


"Pantas saja. Gak mungkin banget kalau Papi yang mempunyai ide seperti ini."


Kenshin terkekeh ketika mengatakannya dan hal itu membuat Aydin menjadi kesal.


"Papi udah ngasih duit buat mereka makan siang di luar. Jadi kita bisa memakai ruangan ini untuk makan siang bersama sekarang."


Aydin berkata dengan senangnya dan menatap istrinya yang memandangnya dengan penuh cinta.


"Kenapa bukan kita aja yang makan di luar?" Kenshin kembali bertanya pada Mami dan Papinya.


"Mami yang meminta makan bersama di sini," jawab Aydin kembali.

__ADS_1


"Kenapa? Apa Tuan Muda Ken yang terhormat ini marah pada Mami? Apa Mami salah ingin makan siang bersama dengan anak-anak Mami?"


Kiki bertanya pada Kenshin dengan menatapnya dengan tatapan manis namun seketika menjadi horor di indera pendengaran Kenshin.


"Bu-bukan Mi, Mami gak salah kok. Hanya saja gak terbiasa aja makan siang di ruangan kepala sekolah seperti sekarang ini? jawab Kenshin dengan tersenyum kaku.


"Mami hanya ingin merayakan hari pertama Raline mengajar di sekolah ini. Apa itu salah? Apa kalian semua keberatan?"


Kiki menatap satu persatu diantar ketiganya. Kenshin yang merasa tidak enak membuat Maminya bersedih, dia kembali berucap.


"Mami hebat deh. Ide Mami cemerlang. Kapan lagi kita bisa makan bersama seperti ini? Hanya ide Mami yang bisa begini. Iya gak?"


Kenshin mengatakannya dengan ragu-ragu. Dan benar saja Raline dan Miyuki hanya menatap dia tanpa mau menjawab pertanyaannya.


"Udah, yuk mulai makan," ucap Aydin sambil mendekat ke arah meja yang berisikan banyak sekali jenis makan untuk melihat semua menu yang ada.


"Kakak cantik ngajar di sini mulai hari ini?" tanya Miyuki pada Raline.


Raline pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Miyuki padanya.


"Gak ngajar di kelasnya Kak Kenshin kan?" tanya Miyuki kembali pada Raline.


"Emangnya kenapa kalau ngajar di kelasku?" tanya Kenshin pada Miyuki.


"Sayangnya itu udah terjadi," celetuk Raline.


Aydin, Kiki dan Miyuki bersamaan melihat ke arah Kenshin. Kini Kenshin lebih mirip seperti terdakwa di hadapan mereka.


"Enggak, gak diapa-apain kok. Tanya aja sama Bu guru cantik itu."


Kenshin menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda jika dia tidak melakukan apa-apa pada Raline.


"Beneran Kakak cantik gak diapa-apain sama Kak Kenshin?" tanya Miyuki yang kini sudah menoleh pada Raline.


"Tadi itu-"


"Siapa yang gak kaget kalau tiba-tiba Bu guru cantik ini masuk ke dalam kelas Ken. Ya udah, Kenshin keceplosan deh manggil dia kayak biasanya. Eh semuanya pada liatin Ken sama bisik-bisik. Lagian kenapa sih Mami sam Papi gak kasih tau Ken saat di rumah tadi?"


Kenshin mengeluarkan semua pertanyaan yang ada di kepalanya. Dia tidak mau dituduh macam-macam di hadapan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Kan kita memang mau kasih kejutan buat kamu. Hebat ya ide ini bisa berjalan dengan baik. Good deh buat Papi."


Kiki menjawab sambil memuji Aydin yang telah merencanakan ini semua. Kiki tidak mengetahui apa yang sedang direncanakan oleh Aydin. Hanya saja dia sangat senang ketika Aydin menyampaikan keinginannya untuk memasukkan Raline ke dalam sekolah tersebut sebagai guru pengganti.


"Coba aja kalau Ken tahu Bu guru cantik ini akan ngajar di sini pagi tadi, pasti tadi-"


"Kenapa? Kamu mau apa?" tanya Kiki pada Kenshin dengan tatapan menyelidik.


"Akan Ken siapkan karpet merah untuk Bu guru cantik," jawab Kenshin sambil terkekeh.


"Kamu pikir acara red carpet?" tanya Raline pada Kenshin nada kesal.


"Orang cantik, spesial kan harus disambut dengan karpet merah pada saat datang ke suatu tempat. Benar gak Pi?"


Kenshin menjawab dengan entengnya dan mencari dukungan dari Aydin.


"Iya bener lah. Benar kan Mi? Kan kita berdua selalu disambut pakai karpet merah kalau sedang kunjungan ke suatu tempat."


Aydin malah ikut menjelaskan pikiran absurd dari Kenshin yang sebenarnya menurun darinya.


"Aduh... embohlah, gak tau aku. Kalian itu sebelas dua belas. Selalu saling mendukung dalam hal apapun," ucap Kiki yang sudah tidak mengambil pusing hal itu.


Tanpa sadar, makanan mereka di meja pun telah habis. Mereka makan sambil berbicara sehingga tidak terasa bila semua makanan di meja tersebut sudah habis tak tersisa.


Kenshin dan Miyuki kembali ke kelas mereka masing-masing dan pelajaran pun kembali diterima oleh murid-murid setelah mereka beristirahat.


Raline mengajar di kelas lainnya setelah jam istirahat selesai. Namun kelas yang diberikan pelajaran olehnya adalah kelas yang berada di samping persis kelas Kenshin.


Tet... Tet... Tet...


Suara bel pelajaran telah usai. Dan kini Kenshin bergegas keluar dari dalam kelas dan berlari sehingga bisa berjalan di sampingnya.


"Hai cantik, pulang yuk!"


Kenshin menggandeng tangan Raline untuk berjalan seperti biasanya. Banyak pasang mata melihat pada mereka.


Tentu saja seketika hal itu menjadi bahan pembicaraan oleh semua siswa yang melihat mereka.


" Eh itu guru barunya? Kok bikin contoh kayak gitu sih sama murid-muridnya?"

__ADS_1


" Gak ngerti deh apa yang diharapkan oleh pihak sekolah dengan mempekerjakan guru muda yang menggoda muridnya sendiri."


"Wah, muridnya aja digodain, apalagi gurunya"


__ADS_2