
Reflek Riri memukul lengan Aldo yang berada di belakangnya.Riri dan Renita terkaget,namun baby Raline merasa terhibur,dia tertawa lebar memperlihatkan gusinya yang belum tumbuh gigi.
"Lagi ngobrolin apaan sih,kayaknya seru?" tanya Aldo sambil bermain ci luk ba bersama baby Raline yang berada dalam gendongan Renita.
"Eh kamu dari mana,kok gak pulang bareng Raditya? Terus kenapa semalam gak balik?" Riri memberondong Aldo dengan beberapa pertanyaan.
"Sabar,nanyanya satu-satu,nafas dulu,saking khawatirnya sama Abang ya?" goda Aldo sambil menaik turunkan alisnya.
"Dih mana ada? Buruan jawab!" seru Riri memerintah Aldo bak seorang istri uring-uringan ketika suaminya tidak pulang semalam.
"Semalam kita ketiduran semua di depan TV pas liat pertandingan bola.Terus nih tadi aku sama Raditya pulang bareng kok.Cuma Raditya duluan masuk ke dalam,aku masih pengen di luar,enak banget di sini pagi-pagi udaranya sejuk",jawab Aldo,matanya masih melihat pemandangan sekitar.
"Ooh....Eh,beneran Kiki udah nikah sama Bang Aydin?" lanjut Riri bertanya.
Aldo menatap Riri,kemudian menganggukkan kepalanya.
"Kamu juga baru tau?" tanya Aldo.
"Tadi dikasih tau Renita",Riri mengarahkan dagunya pada Renita yang berada di sampingnya.
"Aa' yang ngasih tau tadi pas pulang",jawab Renita yang mengerti arti tatapan Aldo padanya.
"Kok bisa sih?" tanya Riri kembali pada Aldo.
"Kamu tanya Kiki aja deh biar jelas",Aldo melambaikan tangannya ke atas,ternyata jarak 1 meter di depan mereka terdapat rombongan Kiki dan teman-teman Kevin.
Riri jadi teringat akan rekamannya.Dia melihat ponselnya dan aaah.... rekaman itu ternyata sudah terkirim ke nomer Kiki.Dan parahnya Sudah diterima oleh Kiki,jadi sia-sia jika mau dihapus dari chat rekaman tersebut.
Riri melongo tidak percaya bahwa jarinya tadi sudah menekan tombol 'send'.Tangannya memukul-mukul lengan Aldo yang berada di sampingnya.
"Aw...aw...apaan sih Ri mukul-mukul? Kamu gak usah cemburu,aku cuma melambai sama Abang-abang yang di sana bukan sama cewek,lagian ceweknya cuma ada Kiki doang.Sejak kapan kamu cemburu sama dia?" Aldo mengaduh kesakitan,tubuhnya dipukuli oleh Riri.
"Sembarangan.Nih gara-gara kamu,jadi terkirim kan pesannya!" jawab Riri sambil menunjuk ponselnya.
"Pesan apaan sih?" tanya Aldo bingung.
"Ah udah ah,percuma,udah terkirim",sewot Riri tidak mau menjawab pertanyaan Aldo.
"Ngapain kalian diam disini? Jalan yuk cari sarapan",ajak Kiki yang kini sudah berjarak dekat dengan mereka bertiga yang diikuti oleh lainnya.
"Cieeee yang udah halal gandengan mulu", goda Aldo pada Kiki dan Aydin.
"Iya dong,emangnya situ nembak aja gak berani",ejek Kiki yang matanya mengkode ke arah Riri.
"Bukannya gak berani",jawab Aldo menggantung perkataannya.
"Terus?" sahut Kiki.
__ADS_1
"Takut ditolak", sambung Aldo kemudian.
"Hahahaha......",tawa semua orang menjadikan suasana pagi yang ceria,baby Raline pun ikut tertawa senang.
"Cemen lu Bro!" ejek Kenan.
"Sama kayak yang ngomong",sahut Kevin.
"Hahahaha.......",semua tertawa mengejek Kenan,bahkan mereka memukul-mukul pundak Kenan bergantian.
Merasa jadi bahan ejekan dan ditertawakan teman-temannya,Kenan mencari perlindungan.
"Kata siapa? Nih pasangan gue",Kenan berada disamping Renita dan merangkul pundaknya.
"Nih potret keluarga bahagia,udah ada hasilnya",tangan Kenan masih merangkul pundak Renita dan tangan kirinya menunjuk baby Raline.
Renita bergeser sedikit dan melepaskan tangan Kenan dari pundaknya.
"Sehat Bang?" tanya Renita,matanya menatap Kenan ragu.
"Gila", sahut Kenan merasa di sindir oleh Renita.
Sontak semua orang di sana tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Kenan.
"Ah udah yuk laper nih,jalan sekarang aja sekalian cari sarapan", ajak Kiki pada semuanya
"Boleh Bang.Tapi Raditya dan Linda masih di dalam",jawab Aldo yang kini tangannya mencari kesempatan menggandeng tangan Riri.
"Awas tangane....",seru Kiki meledek Aldo sambil dagunya menunjuk ke arah tangan Aldo.
Seketika tangan Aldo dihempaskan oleh Riri.
Dan lagi-lagi Aldo menjadi bahan tawa mereka semua.
Linda sudah selesai mandi dan dia sudah berada dalam kamar,sudah lengkap dengan pakaiannya,hendak pergi keluar menyusul baby Raline.Namun belum dia melangkah keluar,masuklah Raditya ke dalam kamar.
Linda mematung melihat suaminya yang berjalan memasuki kamar.
"Kok bengong,kenapa? Maaf ya semalam gak ngabarin,kita semua ketiduran di depan TV pas liat pertandingan bola.Sampai-sampai TV nya aja masih nyala pas kita bangun tadi.Kamu marah? Maaf yaaa....", Raditya meraih tubuh istrinya itu dan memeluknya beberapa detik,kemudian dia mengurai pelukannya dan mengelus pipi istrinya itu juga memberikan senyuman manisnya.
Linda menggeleng lemah,matanya berkaca-kaca,tidak kuat menahan gejolak yang ada di dadanya.Ingin dia berontak,marah dan menampar pipi suaminya ini,namun apa daya,dia begitu cinta dan sayang pada suaminya ini,dan rasanya dia juga tak ada tenaga yang tersisa untuk melakukan semua itu.Perasaannya begitu terobrak-abrik oleh kenyataan yang ada.
"Hei,kenapa?" Raditya membelai lembut pipi istrinya itu dan menatap dalam matanya mencari tahu apa yang terjadi.
Luluh sudah benteng pertahanan air mata Linda,kini air matanya tiba-tiba keluar dan menetes di pipinya.
"Sayang,kenapa? Ada masalah?" tanya Raditya khawatir.
__ADS_1
Dia menghapus jejak air mata di pipi Linda.
Linda menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.Ditatanya hati dan perasaannya,karena dia yakin suaminya tidak sejahat seperti yang ada dipikirannya.Lalu dia memutuskan bertanya pada suaminya itu.
"Boleh aku tanya?" Linda mengeluarkan suara untuk pertama kalinya semenjak mereka berada di dalam kamar saat ini.
Raditya mengernyit bingung dengan pertanyaan istrinya itu,namun setelah itu dia mengangguk dan tersenyum.Senyuman yang bisa membuat hati Linda trenyuh,tidak mau melepaskan sosok di depannya ini.
"Nanya apa hm?"
"Apa Aa' cinta sama Linda?" tanya Linda menatap dalam mata Raditya,mencari jawaban dari mata itu.
Raditya kembali mengernyitkan dahinya,merasa aneh dan bingung akan pertanyaan istrinya itu.
"Kamu meragukan suamimu ini? Apa perlakuan,kasih sayang dan perhatianku selama ini buat kamu dan anak kita masih kamu ragukan?" tanya Raditya yang masih menatap mata Linda,istrinya itu.
Air mata Linda kembali luruh,hatinya tidak kuat,rasanya ingin bertanya tentang apa yang dilihatnya tadi,namun dia takut akan jawaban yang nantinya keluar dari mulut suaminya itu jika memang kenyataannya seperti yang dia lihat dan dengar tadi.
Linda menundukkan wajahnya,berharap kebahagiaan keluarga kecilnya saat ini tidak berakhir.
Raditya menaikkan dagu istrinya agar menatap wajahnya.
"Jangan pernah kamu meragukan aku sebagai seorang suami.Disaat aku mengucap ijab di hari pernikahan kita,pada saat itu juga aku sadar akan kewajiban aku sebagai seorang suami dan ayah dari anak-anak kita.Mohon maafkan aku jika aku salah dan tolong ingatkan lah aku agar aku tidak salah arah", Raditya memeluk erat tubuh istrinya itu,air matanya pun menetes ,perasaannya beradu jadi satu antara sadar akan tindakan dan perasaan yang tak seharusnya pada Kiki dan kesedihannya atas keadaannya saat ini yang tidak bisa membuat dirinya dan Kiki yang jelas-jelas dari dulu saling mencintai namun tidak bisa bersatu.
Linda merasa di punggungnya sedikit basah,Linda mengurai pelukannya.Dia mengusap air mata Raditya.Lagi-lagi seorang Raditya menang karena seorang wanita yang bernama Kiki.Dan ini sudah menjadi kedua kalinya setelah Kiki bernyanyi di panggung waktu itu.
"Aa' jangan nangis,maafin aku jika pertanyaanku membuat Aa' jadi sedih",kemudian Linda berjinjit dan mengecup singkat bibir Raditya.
Hanya kecupan singkat,namun melihat Raditya yang terkejut dengan kecupannya,membuat Linda mencium kembali bibir suaminya itu,kini Linda yang memimpin ciuman itu.
Sebagai seorang pria yang normal,Raditya pun mengikuti Linda.Mereka saling menyesap,mengulum dan menjelajah dalam mulut lawannya,hingga mereka bertukar saliva.
Namun,disaat bibir mereka sudah terlepas,yang dilihat Raditya malah wajah Kiki yang dihadapannya,bukan wajah Linda.
Bibir Raditya reflek tersenyum begitu yang dilihatnya adalah wajah Kiki.Namun sedetik kemudian Raditya sadar bahwa yang di depannya dan melakukan ciuman dengannya tadi adalah Linda,istrinya.
Dengan perasaan yang bercampur aduk antara marah dan tidak terima dengan kenyataan,Raditya meraup kembali bibir Linda dengan sangat menuntut,melampiaskan kekesalannya,dan dia menuntun tubuh Linda ke tempat tidur dengan tidak melepaskan ciumannya meskipun mereka sedang berjalan.
Dihempaskannya tubuh Linda ke tempat tidur.
Linda terduduk dan melihat kobaran api mata suaminya itu.Raditya menatap Linda penuh nafsu,namun yang dilihatnya tetaplah wajah Kiki yang ada dihadapannya.
Pikiran Raditya hilang kendali.Dirinya dikuasai nafsu dan amarah pada Kiki.
Baru saja Raditya merebahkan tubuh Linda pada tempat tidur,namun ketukan pintu menghentikan niatannya itu,karena suara Aldo terdengar keras di depan pintu kamar memanggil-manggil namanya dan Aldo mengetuk-ketuk pintu kamar Raditya berulang-ulang.
Karena merasa terganggu,Raditya pun menghentikan kegiatannya itu,dia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kenyataan yang ada,bukan Kiki yang kini berada di hadapannya melainkan Linda,istrinya sendiri.
__ADS_1
Dia beranjak kearah pintu dan membukanya.