
Aydin membawa Kiki ke dalam kamar.Pintu kamar di tutup dan dikunci dari dalam oleh Aydin.
"Sayang,kok keluar kamar pakai baju dinas sih?" Aydin memperhatikan tubuh istrinya dari atas sampai bawah.
"Abisnya Bang Ay dipanggil gak datang-datang.
Lagian mana aku tau kalau ada mereka di sana",bibir Kiki mengerucut,tidak mau disalahkan.
Tadi pada saat tubuh Kiki didekap Aydin dan didorong untuk berjalan masuk ke dalam kamar,dia sempat melirik di depannya ternyata ada teman-teman Aydin beserta Raditya dan Aldo.Gara-gara mata Kiki setengah merem,dia jadi tidak tahu kalau disitu ada mereka.
"Sayang,ini semuanya jadi pada tau kalau kita udah nikah,kamu gapapa?" Aydin mengelus pipi Kiki dan tersenyum lembut padanya.
"Ya gapapa Bang,udah sah juga,ngapain diumpet-umpetin? Lama-lama yang lain juga pada tau setelah kita ngadain pesta pernikahan",bibir Kiki tidak lagi mengerucut,ngambeknya sudah luntur gara-gara dibelai pipinya sama kang mas.
Kiki tersenyum menatap lembut mata suaminya itu.Begitu senang,nyaman dan damai ternyata dicintai oleh seorang Aydin,Kiki merasa sangat beruntung memutuskan menikah dengan suaminya ini.Dia merasakan cinta yang teramat dalam dari suaminya itu,dan dia mendapatkan bonus yaitu Kiki sudah diberi mandat dari Ayah untuk mengurus rumah sakit keluarga Permana yaitu keluarga Aydin setelah Kiki menjadi dokter.
"Dih senyum-senyum",Aydin mencubit gemas pipi Kiki.
"Iiih....mulai deh",bibir Kiki mengerucut kembali.
Melihat itu,seketika Aydin menyambar bibir Kiki yang mengerucut itu dan menuntunnya ke tempat tidur.Aydin tidak memberi celah Kiki untuk menolak,namun Aydin tetap memperlakukannya dengan lembut.
Aydin melepaskan pakaian Kiki satu persatu,
begitupun Kiki melakukan hal yang sama pada Aydin.Buaian demi buaian diberikan oleh Aydin pada istrinya itu,hingga akhirnya terjadilah penyatuan yang sebenarnya malam ini.
Raditya dan Aldo tertidur di ruang tamu villa Aydin bersama dengan yang lainnya.Mereka semua ketiduran di depan TV dengan layar TV yang masih menyala.Mata Raditya mulau mengerjap,dikeluarkannya ponsel dari celananya,dan dilihatnya jam pada ponselnya itu menunjukkan angka 04.25. Dia mengucek-ucek matanya,membiarkan dirinya tersadar seutuhnya.Dilihatnyanpesan dari Linda,istrinya itu menanyakan kepulangannya.
Raditya lupa semalam tidak mengabari kalau dia tidak kembali ke villa nya karena memang mereka semua ketiduran.
__ADS_1
Dibalasnya pesan dari istrinya itu,dan dia bilang bahwa dia akan pulang setelah Aldo bangun.
Kemudian Raditya bangkit dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.Setelah itu dia melaksanakan sholat subuh di musholla kecil yang terdapat di sebelah deretan kamar yang ada disitu.
Mata Kiki terbuka ketika dia merasakan tenggorokannya kering.Dilihatnya gelas di atas nakas sudah kosong.Diturunkannya kakinya dari tempat tidur,dan dia memunguti pakaiannya dan memakai pakaiannya semalam sebelum berganti dengan lingerie.
Rasanya masih begitu nyeri dan sakit untuk berjalan.Namu,ditahannya agar tidak diketahui oleh yang lainnya.Jalannya agak tertatih-tatih,digigitnya bibir bawahnya itu untuk menahan rasa sakit yang dirasakannya.
Kiki berjalan menuju mini bar untuk mengambil minum.Namun pada saat Kiki sedang meminum minumannya dengan posisi berdiri di dekat mini bar tersebut,kebetulan Raditya keluar dari musholla.
Raditya melihat Kiki yang sedang minum disana.Dihampirinya Kiki,dengan senyum dia menatap Kiki.Tersedaklah Kiki pada saat melihat Raditya senyum padanya.Segera Raditya mendekat dan mengelus punggung Kiki untuk meredakannya,namun Kiki segera menjauhkan tangan Raditya dari tubuhnya.
"Maaf.Bolehkah kita bicara berdua sebentar? Aku mohon Ki.Banyak hal yang harus kita bicarakan.Sejak kita bertemu lagi,kita belum pernah bicara semuanya",pinta Raditya memohon.
"Tapi aku mau mandi dulu",Kiki meletakkan gelasnya di tempat cuci piring.
"Gak usah Ki,bentar aja kok,kita bicara di taman depan.Aku juga harus cepat pulang,semalam kita semua ketiduran di depan TV ruang tamu",
" Ok ",Kiki berjalan mendahului Raditya menuju taman depan dengan berjalan pelan dan sedikit menahan nyeri dari bawah tubuhnya.
Dia berusaha keras untuk menahan rasa sakit itu agar tidak berjalan tertatih-tatih.
Raditya melihat jalan Kiki yamg sedikit berbeda,
dia tersadar dan tersenyum getir menerima kenyataan bahwa dipikirannya saat ini Kiki bukan seorang gadis lagi dan dia teringat perkataan Kiki semalam yang membicarakan masalah unboxing dengan Aydin.Apa lagi melihat tanda merah disekitar leher Kiki membuatnya begitu sesak di dada.
Membayangkan gadis yang dicintainya kini dimiliki lelaki lain.
Huuuuh....
__ADS_1
Raditya menghela nafas panjang dan menyalurkan rasa sakit di dadanya.Kemudian dia mengikuti Kiki berjalan di belakangnya menuju taman depan.
"Ki,boleh tau kenapa kamu tiba-tiba pindah sekolah dan menghilang tanpa kabar pada saat itu? Dan mengapa setelah kamu kembali tidak memberi kabar juga?" Raditya mengawali pembicaraan mereka yang kini sudah berdiri di taman yang dikelilingi beraneka macam bunga dan rerumputan hijau,suasana disekitar begitu sejuk dengan pepohonan hijau yang begitu rindang,udara pagi yang menyegarkan dan matahari yang baru muncul menemani pembicaraan mereka.Begitu indah,layaknya sepasang kekasih yang menyaksikan datangnya matahari terbit.
"Gak usah dibahas lagi.Udah masa lalu",jawab Kiki dengan mendekapkan tangannya di depan dadanya dan memandang ke arah matahari yang baru terbit.
"Tapi aku berhak tau Ki",Raditya menoleh pada Kiki.Dia menatap wajah Kiki dengan penuh kerinduan.
"Berhak? Punya hak apa?" kini Kiki menoleh ke arah Raditya.
"Sejak pertama kita duduk sebangku,dihari pertama kita masuk kelas X MIPA 1,aku sudah menyukaimu,kamu tau itu bukan? Pasti kamu bisa merasakannya.Dan aku tau jika kamu mempunyai rasa yang sama padaku",Raditya memegang pundak Kiki menghadapkannya pada dirinya.
Kiki melepaskan tangan Raditya dari kedua pundaknya.
"Tapi itu dulu,sekarang kita sudah memiliki pasangan masing-masing.Lupakan saja semua itu"
"Aku tidak bisa Ki.Sudah dari dulu sejak kamu pindah sekolah menghilang tanpa kabar,aku sudah mencoba melupakanmu,tapi apa,malah kerinduan itu semakin mendalam,setiap saat aku teringat akan kebersamaan kita",Raditya memotong perkataan Kiki.
"Kita sudah menikah Di.Hargai pasangan kita masing-masing.Mereka tidak pantas untuk dilukai",sahut Kiki dengan nada emosi.
"Apa kamu mencintainya?" pertanyaan Raditya membuat Kiki merasa geram.
"Aku sangat mencintai suamiku,dan aku yakin kamu pun sangat mencintai istrimu.Ingat,jangan sampai berbuat hal yang konyol karena akan berdampak buruk untuk baby Raline",Kiki berbalik hendak berjalan meninggalkan tempat itu,namun tangan Raditya mencekalnya.
"Aku ngerti Ki,tapi kamu harus tau bahwa aku sudah dijodohkan oleh kakekku sewaktu aku menjadi santri dulu.Dan aku tidak mau mengecewakannya Ki.Aku tau kamu tiba-tiba menghilang dan pindah sekolah karena kamu melihat aku bersama Linda membicarakan masalah pertunangan waktu itu kan?" Raditya seolah dikuasai emosi untuk memaksa Kiki mengaku.
"Sudahlah Di.Aku gak mau bahas soal itu .Kamu sudah memilih Linda dan kalian harus bahagia.Dan aku juga pasti akan bahagia dengan pernikahanku bersama Bang Ay",Kiki berbalik hendak meninggalkan tempat itu,dan lagi-lagi Raditya menghentikannya dengan memegang tangannya.
Kiki mengibaskan tangan Raditya yang mencekal tangannya sampai pegangan tangan Raditya terlepas dari tangannya.
__ADS_1
"Ki,bolehkah aku memelukmu sekali saja? Aku mohon",pinta Raditya setelah tangannya dilepaskan oleh Kiki.