Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
45


__ADS_3

"Ehem...gak usah gandengan terooooos.... Sok romantis-romantisan,sok pamer.Mau bikin kita ngiri?" seloroh Kenan menyambut kedatangan pengantin baru yang sudah lama menikah ini.


"Ck iri !" Dion menyumpal mulut Kenan dengan cabe rawit yang diambilnya dari acar yang tersaji di meja makan di depannya ini.


"Pedes dodol !!!" Kenan melempar cabe rawit itu pada piring Dion.


Kevin menggelengkan kepalanya,heran dengan kelakuan teman-temannya yang tidak berubah.


"Udah...udah makan,katanya lapar !" perintah Kevin langsung diangguki mereka semua.


Kiki mengambilkan makanan untuk suaminya. Sedangkan Raditya hanya meliriknya saja karena lagi-lagi dia merasa seperti orang bodoh disini melihat kemesraan Kiki dan Aydin yang kini sudah menjadi suaminya.Raditya memakan makanannya dengan cepat meskipun tidak bernafsu,sampai-sampai dia tersedak.Tujuannya adalah agar dia cepat selesai makannya dan kembali ke villa nya.


Kiki hanya sesekali melirik Raditya yang tersedak,dia yakin bahwa Raditya makan dengan tidak nyaman.Dia menyadari bahwa sikap Raditya tidak seperti biasanya setelah dia mengetahui Kiki sudah menikah dengan Aydin dan Kiki menolaknya ketika di taman pagi itu.Namun Kiki bisa apa,toh di sebelahnya juga ada Linda istrinya yang bisa melayaninya dan juga Kiki hanya berteman dengannya,tidak lebih,dan sekarang yang lebih penting lagi,dia sudah bersuami,dia tidak ingin suaminya berpikir macam-macam tentang hubungannya dengan Raditya.


"Kalian besok jadi pulang?" tanya Aydin pada mereka yang ada di sana disela-sela makannya.


"Iya,sesuai rencana.Pengen lama sih disini,tapi kapan-kapan aja kita balik lagi kesini liburan bareng lagi",Kevin menjawab mewakili yang lainnya.


"Bro,pulang besok juga?" Kevin menoleh pada Raditya.


"Iya Bang,kasihan Abah sama Ambu kelamaan ditinggal cucunya,pasti kangen",Raditya menjawab dengan senyum yang dipaksakan.


"Uhuk...",Kiki tersedak mendengar jawaban Raditya.Entah kenapa mendengar kata cucu reflek membuat Kiki tersedak.Padahal Kiki sudah menetapkan hatinya pada Aydin,suaminya.


"Pelan-pelan makannya",Aydin memberikan minum pada Kiki dan mengelus-elus punggung Kiki untuk meredakan rasa sakit akibat tersedak tadi.


Kiki meminum minuman yang diberikan Aydin,dan dia tersenyum,"Makasih,gak tau nih sambelnya tiba-tiba nyangkut aja di tenggorokan,rasanya sakit sampai hidung",Kiki memberi alasan untuk pembelaan dirinya agar tidak ada yang berpikir Kiki tersedak karena mendengar ucapan dari Raditya tadi.


Raditya melirik dan kembali membatin, "Biasanya aku Ki yang nolongin kamu kalau kamu tersedak",tatapan sendu Raditya tak luput dari pandangan Linda dan Aldo.


Linda merasa getir,sedangkan Aldo merasa kasihan pada sahabatnya itu,karena Aldo tahu bagaimana perasaan Raditya dan perjalanan cintanya.Namun Aldo tidak mau mendukung sahabatnya itu jika sewaktu-waktu dia akan meninggalkan istrinya demi cintanya pada wanita lain.


"Besok kalian pulang aja duluan.Aku sama Kiki nyusul belakangan.Kiki minta foto-foto dulu di perkebunan katanya,tadi gak sempat foto-foto,keburu hujan",kemudian Aydin meneruskan makannya.


"Lah udah dapat foto-foto yang super duper romantis masih mau foto-foto yang gimana lagi sih",Kenan bersuara disela kunyahan makannya.


"Foto-foto rantis?Mana ada,orang kita belum foto-foto sama sekali kok.Iya kan Bang Ay?" Kiki menjawab ketika mendengar ucapan Kenan,dan dia menghentikan makannya karena bingung dengan apa yang dibicarakan Kenan barusan.


"Ya mana sempat,wong main sosor mulu",sindir Kenan.


"Uhuk...",kini Aydin yang tersedak makanan yang di makannya.


Kiki mengambilkan minum dan meminumkannya.Aydin tersenyum manis pada Kiki,senang akan perhatian istrinya itu.


Kemudian Aydin menatap tajam pada Kenan.


"Kalian belum melihat di grup chat baru kita?" tanya Kenan setelah mendapat tatapan tajam dari Aydin.


"Grup apaan?" tanya heran Aydin.


"Coba deh periksa! " suruh Kenan.


Kiki dan Aydin mengambil ponselnya dan memeriksa aplikasi chat mereka.Begitu terkejutnya mereka setelah melihat foto-foto mereka di perkebunan tadi ada di grup baru yang entah kapan mereka masuk di grup tersebut.


Kiki dan Aydin saling menoleh,mereka bertatapan heran.


"Kok bisa?" tanya heran Kiki.


"Kevin yang ambil,mendadak dia jadi paparazi.Tapi hasil jepretannya oke loh",Kenan mengacungkan jempolnya.


"Kak Kevin!!! " Kiki melotot pada kakaknya itu.Aydin pun menatap tajam Kevin.


"Gak sengaja lewat,eh disuguhi pemandangan yang luar biasa,ya udah harus diabadikan kan?!" jawab enteng Kevin sambil menyendok kan makanan ke mulutnya.


"Masih mending Kevin bisa lihat secara live,lah kita cuma disuguhi fotonya aja.Harusnya ambil videonya juga bro,kan masih mending video lebih seru.Iya gak bro?" Kenan meminta persetujuan teman-temannya.


"Yoi bro,harusnya Kevin telepon kita biar kita bisa langsung ke sana,biar bisa lihat secara live",jawab Sofyan dan diangguki oleh Dion.


Disini rombongan Raditya hanya diam,karena mereka mengerti akan perasaan Raditya.Linda mengalihkan perhatiannya dengan menyuapi baby Raline.

__ADS_1


"Lagian kalian kayak gak ada tempat lain,main nyosor aja ditempat terbuka",sindir Kenan yang kelihatan iri kata teman-temannya.


"Suasananya mendukung,gimana lagi",jawab Aydin acuh tak merasa sungkan sama sekali pada yang lain.


"Mentang-mentang yang punya tempat,bebas euy",sindir Kenan kembali.


"Kalau iri,besok-besok bawa pacarmu ke gunung,sosor-sosor deh di sana,kan katamu gunung yang kelihatan di sana tadi milik nenek moyangmu",ledek Dion yang disambut tawa oleh yang lainnya.


"Ngawur.Kalau aku bilang pohon di depan itu milikku berarti pacarku tak bawa nangkring di pohon itu dong",ucapan nyleneh Kenan menambah gelak tawa mereka.


"Mbak kunti dong",seru Kevin dan memperparah tawa merek semua.


Tengah malam Raditya keluar kamar setelah menidurkan baby Raline dan melihat Linda tertidur dengan pulas.Dia mencari udara segar di teras villa,mencoba merefresh otak,pikiran dan juga hatinya.Dia tidak pernah merasa sesakit ini selama hidupnya.Baru kali ini dia merasakan rasa sakit yang tercampur aduk.


Aldo melihat Raditya keluar ke teras pada saat dia mengambil minum,kemudian dia mengikutinya.Namun ketika dia melihat raut wajah Raditya yang sedih,sendu dan galau bercampur jadi satu,maka dia kembali ke dalam dan mengambil sebuah gitar.


"Nih,keluarin semuanya lewat lagu,biar plong gak pakai nangis",gurau Aldo sambil memberikan gitar pada Raditya.


Raditya kaget tiba-tiba Aldo ada dihadapannya dan menyodorkan gitar padanya.Raditya mendongak dan mengambil gitar itu.Aldo mengangkat kursi yang berada disebelah Raditya dan meletakkannya di depan Raditya.Dia duduk disitu seperti layaknya penonton yang sedang melihat pertunjukkan live music.Dikeluarkannya ponselnya ketika Raditya mulai mencari nada dan direkamnya ketika Raditya sudah mulai bernyanyi.


🎶


I'm jealous of the rain


That falls upon your skin


It's closer than my hands have been


I'm jealous of the rain


I'm jealous of the wind


That ripples through your clothes


It's closer than your shadow


Oh, I'm jealous of the wind, cause


I wished you the best of


All this world could give


And I told you when you left me


But I always thought you'd come back, tell me all you found was


Heartbreak and misery


It's hard for me to say, I'm jealous of the way


You're happy without me


I'm jealous of the nights


That I don't spend with you


I'm wondering who you lay next to


Oh, I'm jealous of the nights


I'm jealous of the love


Love that was in here


Gone for someone else to share


Oh, I'm jealous of the love, cause


I wished you the best of

__ADS_1


All this world could give


And I told you when you left me


But I always thought you'd come back, tell me all you found was


Heartbreak and misery


It's hard for me to say, I'm jealous of the way


You're happy without me


As I sink in the sand


Watch you slip through my hands


Oh, as I die here another day


Cause all I do is cry behind this smile


I wished you the best of


All this world could give


And I told you when you left me


But I always thought you'd come back, tell me all you found was


Heartbreak and misery


It's hard for me to say, I'm jealous of the way


You're happy without me


It's hard for me to say, I'm jealous of the way


You're happy without me


🎶


Setelah selesai,Aldo mengirimkan video itu pada grup chat mereka yang beranggotakan Raditya,Aldo,Riri dan Kiki.


Kiki membuka ponselnya ketika dia mendengar notifikasi pada ponselnya.Saat ini,Aydin sedang berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.Kiki membuka grup chat mereka dan dia memutar video yang dikirimkan oleh Aldo di grup tersebut.


"Raditya? Kenapa baru sekarang dia seperti ini? Disaat aku sudah menemukan sandaran hatiku",Kiki membatin dan terenyuh menyaksikan video Raditya bernyanyi dengan sepenuh hati,sangat menghayati hingga membuat Kiki merasa bersalah.


Di pause nya video itu ketika Aydin sudah keluar dari kamar mandi.


"Sayang,air hangatnya udah aku siapin.Atau mau sekalian dibantuin di dalam biar cepat?" goda Aydin sambil mengelap rambutnya yang masih basah dengan handuk.


"Yakin biar cepat? Yang ada malah molor jadi berjam-jam mainan air di dalam",Kiki menjawab sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


Aydin tertawa mendengar jawaban dari istrinya. Ada suara notifikasi dari ponsel Kiki.Tadi Kiki lupa untuk mengunci ponselnya ketika melihat Aydin keluar dari kamar mandi.Kiki hanya menekan pause video Raditya yang sedang bernyanyi,kemudian dia membalik ponselnya dan diletakkannya di atas nakas tanpa mengunci ponselnya.


Aydin melihat sekilas cahaya ponsel Kiki yang terbalik dan mengeluarkan bunyi notifikasi di atas nakas.Jiwa kepo Aydin meronta sejak dia menjadi bucin pada istrinya itu,dia ingin tahu apa yang sedang dilakukan istrinya dengan ponselnya tadi sewaktu dia berada di dalam kamar mandi.Ternyaya Riri mengirimkan video Raditya dan Kiki menyanyi saat acara hari ulang tahun kampus pada saat itu,totalnya ada tiga video.Raditya menyanyi untuk Kiki,kemudian Kiki menyanyi untuk Raditya dan setelah itu mereka bernyanyi duet bersama.Ada rasa iri,cemburu,dan marah ketika melihat video-video mereka,dan di scroll nya ke atas,semakin membuat Aydin terbakar rasa cemburu.


Kiki keluar dari kamar mandi menggunakan lingerie warna lilac,warna kesukaannya yang dibelikan oleh Aydin seminggu yang lalu khusus untuk acara liburan mereka berdua sesuai dengan yang direncakan Aydin.Kiki mendekat ke arah suaminya.Memang sengaja Aydin masih memegang ponsel Kiki,karena rasa cemburu yang menguasai dirinya,dia ingin istrinya itu tahu bahwa dia mengetahui isi dari ponselnya itu.


"Sayang,sedang apa?" tanya Kiki mendekati suaminya.


"Suara kamu indah,sayang nyanyinya bukan buat aku",Aydin mengarahkan layar ponsel itu pada Kiki.Namun diluar dugaan Aydin,dikiranya Kiki akan marah jika dia membuka ponselnya dan Kiki akan memberikan bermacam-macam alasan padanya.Ternyata Kiki malah tersenyum dan duduk di atas pangkuan Aydin.


"Kamu cemburu? Mau dinyanyiin juga? Kita itu berempat udah jadi teman dekat semenjak SMA,jadi wajar aja kita masih deket banget sampai sekarang.Apalagi sekarang kita juga satu kampus",Kiki menjelaskan dengan memandang wajah Aydin dan membelai pipi suaminya itu.


Aydin tidak bisa berkata-kata.Ingin sekali dia melarang Kiki dekat dengan Raditya,namun dia tidak boleh seegois itu.


"Sayang janji kan enggak akan ninggalin aku?" saking takutnya Aydin kehilangan istrinya ini,sampai-sampai dia bertanya hal seperti ini pada istrinya.


Kiki tersenyum manis dan menatap dalam mata suaminya, "Aku janji,asal kamu juga tidak akan pernah meninggalkan aku",jawab Kiki meyakinkan suaminya.

__ADS_1


Aydin mengangguk,kemudian dia membungkam bibir indah Kiki dengan bibirnya. Rasa cemburu yang Aydin rasakan berganti dengan indahnya malam di peraduan dua insan manusia yang sedang memadu kasih,menyalurkan rasa dan hasrat yang mereka pendam selama ini.


__ADS_2