
Sepulang dari warung bubur ayam,Aydin mengajak Kiki untuk mengunjungi peternakan dan perkebunan miliknya.Sedangkan yang lainnya lebih memilih untuk berkeliling melihat-lihat daerah disitu dan pemandangan sekitar.
Aydin mengajak Kiki untuk melihat peternakan milik Aydin.Setelah berkeliling melihat-lihat kondisi peternakannya,Aydin mengambil kuda pribadinya yang berada di peternakan tersebut untuk mengajak Kiki berkuda ke perkebunan teh miliknya.Tentu saja Kiki sangat antusias dan senang sekali.
Tiba di perkebunan teh milik Aydin,Kiki merasa takjub dengan pemandangan yang ada,ditambah berkuda dengan dengan pria tampan yang dicintainya dan sekarang sudah menjadi suaminya tentu membuat Kiki merasa sangat diberkahi.
"Bang Ay,kita difoto pas berkuda gini pasti bagus deh.Bang Ay mau gak?" kepala Kiki menoleh ke belakang dan mendongak ke atas melihat wajah suaminya yang kini berada di belakangnya.Kiki berada di depan Aydin,mereka berkuda bersama memakai satu kuda dan kuda dijalankan dengan sangat santai.Pelan-pelan saja.
"Hmm....",Aydin memperhatikan setiap tanaman teh yang mereka lewati dan mengangguk setiap pekerja menyapanya.
"Sayang....denger gak?" rengek Kiki yang masih pada posisi mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah suaminya itu.
Aydin melihat ke bawah,tepatnya wajah Kiki yang berada di dadanya.
Cup...
Kecupan singkat diberikan Aydin pada bibir Kiki.Dengan keadaan kaget,pipi Kiki memerah,dia tersenyum malu.
Betapa bahagianya dia,di tempat seindah ini berkuda pelan-pelan dengan pria tampan dan dicium di atas kuda.Wooow....seperti di drama-drama,hati Kiki bersorak kegirangan.
"Sayang,kok bengong senyum-senyum sendiri gitu sih?" Aydin menghentikan kudanya.Dia mendongakkan dagu Kiki keatas melihat wajah Kiki yang bersemu merah karena malu.
" Malu ",Kiki menundukkan kepalanya,kemudian menempelkan pucuk kepalanya pada dada Aydin.Sebenarnya punggung Kiki agak sakit sih,pegel juga karena berlama-lama dia dalam posisi badannya menghadap depan,namun kepalanya menoleh ke belakang.
"Gak usah malu,tempat ini milik kita",Aydin mendongakkan kembali dagu Kiki.Dan mata Aydin terkunci pada bibir pink yang kenyal dan manis menurutnya dan sudah menjadi candunya akhir-akhir ini setelah dia menikah dengan Kiki.
Aydin menundukkan kepalanya,mendekatkan wajahnya dan mengunci bibir Kiki dengan bibirnya.Tangan Aydin yang semula berada di dagu Kiki,kini berpindah ke tengkuk Kiki agar ciuman mereka semakin dalam.Aydin semakin larut akan perasaannya,hingga dia tidak sadar bahwa mereka di antara para pekerja yang masih ada di kebun teh.
Adegan itu menjadi adegan yang sangat romantis,mereka berciuman di atas kuda ditengah indahnya pemandangan panorama alam yang rata-rata berwarna hijau.
Semua pekerja yang berada di sana seperti mendapatkan tontonan segar di tengah indahnya pemandangan kebun teh.Mereka tersenyum geli karena selama ini yang mereka lihat dan mereka tahu adalah bos mereka seorang Aydin yang cuek,kaku,bertampang dingin dan irit bicara.Aydin selalu berbicara seperlunya saja.Dan sekarang mereka melihat bosnya itu,seorang Aydin berkuda dengan gadis dan selalu tersenyum kepadanya serta menyuguhkan adegan romantis itu pada mereka.
Tak sengaja di sana ada Kevin yang memang sedang menyusul Aydin dan Kiki ke perkebunan.Dia mengambil foto Aydin dan Kiki yang sedang beradegan romantis itu.Beberapa jepretan foto berhasil diambil oleh Kevin dengan berbeda pose.Kevin sudah puas dengan beberapa hasil jepretannya,dia tersenyum dan mengedarkan pandangannya pada sekitar.Ternyata di sudut yang berbeda terdapat Raditya yang terbengong melihat Aydin dan Kiki,sampai-sampai dia tidak menyadari Kevin sudah berada di sampingnya. Kevin menepuk pundak Raditya.
"Bro sedang apa?" pertanyaan Kevin mengagetkan Raditya.
Raditya tersadar dan menoleh ke samping.
"Eh Abang,kok bisa disini?" tanya Raditya kikuk.
"Sengaja nyusulin Aydin sama Kiki mau nanyain masalah makan malam nanti", jawab Kevin yang matanya tidak lepas menatap ke arah Kiki dan Aydin yang masih berciuman,kemudian Kevin menatap Raditya,melihat ekspresi wajahnya.
"Kamu udah bahagia dengan istri dan anak kamu.Sekarang doakan saja agar Kiki berbahagia dengan Aydin yang sekarang menjadi suaminya.Entah apa yang terjadi pada kalian dulu,aku masih belum tau,tapi aku harap hubungan kalian tidak akan berubah.Tetap menjadi sahabat baik seperti dulu.Aku harao kamu juga bisa menjaga Kiki ketika berada di kampus sebagai sahabat baiknya",Kevin menghela nafas panjang merasakan kesenduan di mata Raditya.
__ADS_1
Raditya hanya mengangguk,tidak sanggup berkata-kata,yang dia rasakan dadanya begitu sesak dan hatinya begitu hancur,sakit melihat Kiki dan Aydin saat ini.
"Yuk balik ke villa",ajak Kevin sambil merangkul pundak Raditya.Dan Raditya pun hanya bisa menurut,dia berjalan lemas tak bertenaga.
"Oh iya,kamu kok bisa sampai sini,jalan-jalan sendirian atau mau cari sesuatu?" jiwa kepo Kevin mulai berontak.
"Lagi lihat-lihat perkebunan teh milik Abah Bang.Tadi disuruh Abah ke sana sekalian lihat kondisi dan keuangan di sana",jawab lemah Raditya.
"Semangat dong Bro,jangan lemes gitu.Baru aja jalan segini doang,belum terlalu jauh",canda Kevin untuk memberi semangat Raditya yang Kevin tahu dia sedang bersedih,mungkin juga patah hati karena Kiki dengan Aydin.
Raditya hanya tersenyum getir dan terpaksa.
"Ehmmm...",Kiki kesulitan melepaskan ciuman Aydin.
Puk puk puk....
Kiki memukul-mukul dada Aydin agar Aydin melepaskan ciumannya.
Semua mata tertuju pada mereka.
"Oh romantis sekali...." ucap beberapa dari pekerja yang ada di sana dan diangguki yang lainnya.
"Ehmmm....",Kiki kembali bersuara,protes karena tak kunjung di lepaskan ciumannya oleh Aydin.Hingga akhirnya dia menggigit bibir Aydin dan mendorong dada Aydin.Akhirnya Aydin tersadar dan melepas ciumannya.
"Maaf ya,abisnya Abang kecanduan sama ini kamu",tangan Aydin yang semula membelai pipi Kiki,kini menyentuh bibir Kiki dan membersihkan sisa air liur yang menempel pada bibir Kiki.
"Ya tapi banyak orang Abang...malu",Kiki kini menghadap ke arah depan dan menutup matanya dengan telapak tangannya karena malu.
Aydin tersenyum,kemudian memeluk erat pinggang Kiki dari belakang,dan....cup...Aydin mengecup singkat pipi Kiki.
Sang kuda yang ditungganginya anteng banget makan rumput sedari tadi,padahal yang ada diatasnya sedang romantis-romantisan.
"Udah yuk ikut Abang",Aydin kembali menjalankan kudanya,mereka menuju ke arah pabrik pengolahan teh milik Aydin juga.Disana Aydin berbicara dengan manager yang diberi tugas untuk mengolah perkebunan miliknya.
Kiki terpana takjub melihat suaminya itu.Tidak disangkanya,teman kakaknya ini yang biasanya adu mulut dengannya bahkan tidak pernah akur,kini menjadi suaminya,lelaki yang dicintainya,menggantikan rasa yang dulu ada untuk Raditya.Ah,mengingat Raditya jadi ingat rasanya sakit hati dan sekarang dia merasa sangat bahagia karena dicintai.Memang benar lebih baik dicintai dari pada mencintai,toh nantinya cinta juga bakal tumbuh dengan sendirinya.Ternyata cara Aydin beda untuk mendekati Kiki.Disaat yang lainnya sibuk merayu dan mendekati cewek yang ditaksirnya,Aydin malah sering berdebat dan menjadi musuh setiap mereka berdekatan.Kiki tersenyum mengingat setiap momen yang dulu dia dan Aydin juga teman-teman kakaknya yang lain tiap kali bersama.
"Sayang,kok senyum-senyum? Gak lagi senyumin cowok kan?" Aydin menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang membuat istrinya itu tersenyum.
"Iya,lagi ingat cowok",jawab Kiki menggoda Aydin.
Tiba-tiba muka Aydin berubah menjadi datar.
"Siapa? Cowok yang mana?" tanya Aydin sewot.
__ADS_1
Kiki berjinjit dan menangkupkan kedua telapak tangannya pada kedua pipi Aydin.
"Nih cowoknya.Berani?" jawab Kiki tersenyum mengejek.
"Nakal ya",Aydin mencubit hidung Kiki dan meraih pinggang Kiki,mengangkatnya.Reflek kedua kaki Kiki menggantung di pinggang Aydin dan menguncinya.
Jadilah Kiki sekarang di gendong Aydin di depannya.Sepertinya posisi gendongan seperti ini menjadi favorit pasangan baru ini.Dalam keadaan Kiki digendong di depan seperti itu,Aydin berjalan keluar pabrik.Mereka tidak terganggu dengan pandangan dan ucapan dari orang-orang.Mereka hanya terhanyut oleh perasaan mereka dan tersenyum manis serta mengobrol tanpa peduli keadaan sekitar.
"Memangnya Abang kenapa sampai sayang senyum-senyum gitu?" tanya Aydin yang masih menggendong Kiki sambil berjalan.
"Gak nyangka aja.Abang yang selalu bertengkar dan bersikap dingin sama aku malah sebucin ini sekarang",goda Kiki sambil mencubit kedua pipi Aydin.
Aydin hanya tersenyum dan kembali mengecup singkat bibir Kiki dengan mata yang masih saling menatap menyalurkan perasaan mereka masing-masing.
"Isssh....cium-cium mulu dari tadi.Udah ah turunin.Lama-lama Abang khilaf nanti kalau gini terus",Kiki mengendurkan kuncian kakinya yang saling bertaut di pinggang Aydin.
Aydin menurunkan Kiki dan mereka ternyata sudah berada di depan pabrik.Ternyata hujan mengguyur seluruh perkebunan teh milik Aydin.Dari hujan yang semula deras sekarang menjadi rintik-rintik.
"Hujannya gak berhenti-berhenti Yang,lumayan loh tadi kita udah nungguin disini 10 menitan tapi belum reda",Aydin yang dari tadi merangkul erat Kiki,dia tidak ingin wanitanya ini kedinginan,kini dia merapikan jaket Kiki dan memakaikan hoodie jaket'nya ke kepala Kiki.
"Sayang....hujan-hujanan aja yuk,Hayati udah lapar Bang",rengek Kiki yang ingin melancarkan keinginan hatinya.Niatnya Kiki ingin hujan-hujanan layaknya adegan drama-drama yang di tontonnya.
"Gapapa? Bang takut nanti kamu sakit",jawab Aydin,matanya tak beranjak sedari tadi menatap istri cantiknya itu.
"Gapapa Abang....Kiki kan kuat",sok Kiki dengan lengan tangannya yang digerakkan menirukan binaragawan.
Aydin tertawa dan mengelus kepala Kiki yang kini tertutup hoodie.Aydin celingak-celinguk mencari sesuatu.
"Bentar ya,sayang tunggu disini aja,Abang masuk ke dalam sebentar",Aydin masuk kembali ke dalam pabrik dengan berlari kecil.
"Abang.....",teriak Kiki tidak mau di tinggal.
Namun Aydin tidak menoleh ataupun menyahut.Dia tetap berlari masuk ke dalam pabrik.
Selang beberapa menit,Aydin keluar dengan membawa dua buah payung.Dia membuka payung dan memberikannya pada Kiki. Kemudian dia membuka payung satunya lagi untuk memayungi dirinya sendiri.
Kiki melongo dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Abang,kenapa payungnya ada dua? Satu aja yang kita pakai,satunya tinggal disini aja buat karyawan Abang nanti",Kiki berharap mereka hanya memakai satu payung saja untuk berdua.
Begitu romantis berbagi payung dibawah gemericik hujan dengan pria tampan di daerah seindah ini.Mata Kiki berbinar membayangkannya.Begitu senang dengan hanya membayangkannya saja,namun yang terjadi tidak seindah yang dia bayangkan. Aydin tetap dengan pendiriannya menggunakan dua payung agar Kiki tidak kehujanan dan tidak sakit.Alhasil kini mereka berjalan dengan membawa payung masing-masing.Padahal ingin sekali dia di suasana seperti ini dia didekap pria tampan dibawah satu payung yang ditemani gemericik air hujan dan suasana yang begitu indah.Romantis sekali bukan? Tapi apa ini? Mereka hanya berjalan beriringan dengan membawa payung masing-masing.Bibir Kiki mengerucut,sebal,ingin rasanya dia memaki suaminya ini.
Batin Kiki berkata,"Ck gak peka! Tadi aja sok-sokan romantis-romantisan terus,nah sekarang...." Ambyar sudah bayangan keromantisan yang Kiki harapkan.
__ADS_1