Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
239


__ADS_3

"Pagi cantik, kita akan lihat nanti bagaimana kamu bisa menghadapi sikapku."


Di dalam mobilnya Kenshin berkata lirih sambil tersenyum melihat Raline yang sedang berjalan masuk dari gerbang sekolah.


Setelah Kenshin keluar dari mobilnya, dia segera menuju kelasnya. Sungguh semangat sekali dia pagi ini, alasan utamanya adalah pada jam pertama nanti adalah jam pelajaran Raline mengajar di kelasnya.


Ketika bel berbunyi tanda masuk kelas, senyum Kenshin tak henti-hentinya mengembang.


Namun senyum itu berganti dengan wajah datar dan dingin sama seperti Aydin ketika melihat Raline masuk ke dalam kelasnya.


"Selamat pagi," Raline masuk dan menyapa semua muridnya yang berada di kelas.


Dan mereka semua menjawab salam tersebut kecuali Kenshin.


Selama pelajaran berlangsung, Kenshin bermalas-malasan. Dia tidak memperhatikan penjelasan dari Raline. Bahkan dia sengaja mengalihkan perhatian dengan menjatuhkan buku atau yang lainnya.


"Ken ada apa? Apa ada masalah?"


Raline bertanya pada Kenshin ketika melihat duduk Kenshin yang terlihat tidak tenang.


"Aku mau keluar," ucap Ken seraya berdiri dari tempat duduknya.


"Ken, ada apa?"


Raline berdiri dari tempat duduknya dan berjalan untuk mendekati Kenshin, namun Kenshin lebih dulu berjalan keluar dengan langkah kaki lebarnya.


"Ken!"


Seruan Raline itu tak mendapatkan perhatian dari Kenshin. Langkah kaki Kenshin tidak terhenti, dia tetap saja berjalan menjauhi kelasnya.


Semua murid di dalam kelas merasa heran melihat tingkah laku Kenshin yang tidak biasanya.


Bahkan mereka mengira jika Kenshin dan guru mereka, yaitu Raline mempunyai hubungan khusus karena kejadian pulang sekolah ketika Kenshin menggandeng Raline.


Dan sekarang mereka mengira jika Raline dan Kenshin sedang marahan. Terbukti dengan sikap Kenshin yang tidak mau berada di dalam kelas pada jam pelajaran Raline. Dan dia mengacuhkan Raline setiap memanggilnya.


"Kamu pikir kamu bisa menghentikanku?"


Kenshin berucap sombong ketika sudah sampai di ruang perpustakaan yang sangat sepi.


"Loh Kenshin kok di sini? Bukannya masih jam pelajaran?"


Penjaga perpustakaan bertanya pada Kenshin ketika melihat Kenshin masuk ke dalam perpustakaan.

__ADS_1


"Sudah selesai duluan dong Bu, jadi Ken disuruh keluar agar tidak mengganggu yang lain," jawab Kenshin dengan bangganya.


Petugas perpustakaan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia mengerti apa yang dibicarakan oleh Kenshin padanya.


Siapa yang tidak percaya pada Kenshin jika memakai alasan seperti itu, karena Kenshin memang anak yang cerdas dan selalu mewakili sekolah untuk olimpiade beberapa mata pelajaran.


Di samping itu dia anak dari pemilik sekolah ini, jadi tidak ada alasan lagi untuk mencurigainya.


Raline sangat cemas dan khawatir pada Kenshin yang tidak kembali ke kelas dalam waktu beberapa menit setelah dia keluar dari kelasnya.


Ken kemana sih? Kenapa dia tiba-tiba seperti itu? Apa dia ada masalah? Atau apa ada yang salah denganku? Perasan semalam pada saat makan malam bersama di rumahnya tidak ada masalah. Lalu kenapa hari ini dia seperti ini?


Raline bertanya-tanya dalam dirinya. Semua pertanyaan itu ingin sekali dia tanyakan pada Kenshin, namun dia tidak bisa menanyakannya.


Melihat wajah Kenshin seperti itu saja membuatnya mengkerut ketakutan.


Jam pelajaran Raline sudah berbunyi, dan Kenshin pun masuk ke dalan kelas.


"Ken!"


Raline memanggil Kenshin yang berjalan masuk ke kelas menuju bangkunya.


Kenshin menoleh dengan memasang wajah datar dan dinginnya. Hal itu benar-benar membuat nyali Raline menciut untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sejak tadi ingin dia tanyakan pada Kenshin.


Raline tidak berani bertanya pada Kenshin, dia malah mengatai Kenshin dalam hatinya.


Kenshin tetap melihat Raline yang hanya diam memandangnya dari tempatnya berdiri saat ini. Namun dalam hatinya dia bersorak, karena dia tahu jika saat ini Raline sedang ingin mendekatinya.


"Bu Raline, apa Bu Raline tidak mau keluar dari kelas ini?"


Suara seorang laki-laki dari arah pintu membuat Raline tersadar.


"Maaf Pak," ucap Raline dengan kikuk seraya berjalan keluar kelas.


Dan guru laki-laki itupun masuk menggantikan Raline untuk mengajar jam pelajaran selanjutnya.


Kenshin tersenyum tipis melihat Raline yang berjalan dengan tidak semangat.


Mangkanya jangan coba-coba melawan perintah Kenshin.


Kenshin berujar sombong dalam hatinya dengan menyunggingkan senyum tipisnya.


Selama seharian mengajar, Raline tidak henti-hentinya menghela nafasnya. Dia sekarang nampak seperti manusia yang tanpa harapan hidup.

__ADS_1


Wajahnya seperti orang yang penuh dengan pikiran, badannya lesu dan tidak bersemangat. Mungkin lebih mirip dengan orang yang sedang patah hati.


Kenshin mengawasi Raline dari jauh ketika jalan di lorong kelas. Senyuman tipis Kenshin kembali terlihat di bibirnya.


Dia sangat mengenal Raline. Dari kecil mereka bersama, sehingga semua kebiasaan dan sikap masing-masing mereka hafal di luar kepala.


Ingin rasanya Kenshin menggodanya seperti biasanya ketika Raline sedang kesal ataupun sedih, namun kini rasa itu ditahannya terlebih dahulu. Dia ingin tahu bagaimana Raline akan menyikapi sikap cuek Kenshin padanya.


Jam pulang pun sudah tiba. Rasanya Raline malas sekali untuk beranjak dari tempatnya saat ini.


Huuffttt...


Raline menghela nafasnya berat dengan menyeret langkah kakinya menuju gerbang sekolah, menunggu sopir jemputannya.


Sepi dan kosong dia rasakan saat ini. Biasanya selalu ada Kenshin yang dengan setia mengantar serta menjemputnya. Kini, semua itu tinggal menjadi kenangannya saja.


Kenshin masih berada di dalam mobilnya yang berada di parkiran sekolah. Dia memang sengaja menunggu Raline untuk melancarkan kembali aksinya.


Raline berdiri di depan gerbang sekolahan. Dia menatap sekolahan yang sudah sepi, kemudian matanya kembali melihat jalanan untuk menunggu mobil jemputannya.


Tin... tin... tin...


Suara klakson mobil mengagetkan Raline. Dengan refleknya Raline menyingkir dari tempatnya berdiri dan menoleh ke belakang.


"Kenshin?!"


Seolah tidak percaya Raline melihat mobil Kenshin yang keluar dari sekolahan dan kini mobil itu berjalan mendekati dirinya.


Tanpa sadar bibir Raline melengkung ke atas dan itu membuat Kenshin merasa berhasil dengan rencananya.


Tidak seperti harapan Raline. Kini mobil Kenshin hanya melewatinya saja tanpa berhenti untuk menawarinya tumpangan ataupun memaksanya untuk naik seperti biasanya.


"Ken!"


Raline berteriak memanggil nama Kenshin agar mobilnya berhenti.


Ken kamu kenapa sih? Apa kamu gak lihat aku ada di sini? Kenapa kamu jadi secuek itu padaku? Ken aku salah apa sih sama kamu?


Semua itu lagi-lagi hanya bisa diucapkan Raline dalam hatinya. Dia menatap nanar mobil Kenshin yang melaju dengan kecepatan lambat.


Sepertinya Kenshin memang melambatkan laju mobilnya agar dia bisa melihat reaksi Raline ketika mobilnya hanya melewatinya saja tanpa memberikan tumpangan padanya.


"Gimana rasanya cantik? Apa kamu masih mau aku secuek itu padamu?"

__ADS_1


Kenshin tersenyum puas setelah mengatakan itu dengan melihat Raline dari kaca spion mobilnya.


__ADS_2