
Tristan selalu mengikuti Raline ketika Raline keluar dari kelasnya. Dia bertekad jika sebelum hari kelulusan tiba, dia ingin Raline menjadi pacarnya, sehingga dia tidak khawatir melepas Raline semisal mereka tidak berada di kampus yang sama.
Tristan berlari mengejar Raline yang sudah keluar dari ruang kelas mereka ketika bel pulang beberapa menit yang lalu berbunyi.
"Ra, aku antar ya?" Tristan bertanya pada Raline sambil menyamakan langkahnya di samping Raline.
"Aku dijemput Tris, mangkanya ini aku lagi buru-buru, takut mereka kelamaan nunggunya," jawab Raline sambil mempercepat langkahnya menuju parkiran mobil.
"Dijemput siapa Ra? Mami sama Papi kamu atau supir?" tanya Tristan kembali.
"Sepertinya Mami sama Papi Tris, tapi entahlah mereka yang jemput atau ayahku atau bisa juga supir yang menjemputku," Raline menjawab tanpa berhenti ataupun menoleh pada Tristan, dia tetap berjalan cepat seolah sedang tergesa-gesa.
"Ayahmu? Ayah Kenshin sama Miyuki?" tanya Tristan penasaran.
"Iya," jawab Raline singkat.
"Kalian bersaudara?" tanya Tristan yang sangat penasaran dengan hubungan antara Kenshin, Miyuki dan Raline yang sebenarnya.
"Menurutmu?" Raline menjawab pertanyaan Tristan dengan bertanya balik padanya.
"Ya... sepertinya kalian sepupu ya?" Tristan mencoba menebak hubungan Raline dengan Kenshin dan Miyuki.
"Tristan maaf, itu aku sudah dijemput. Aku duluan ya... Bye...," ucap Raline sebelum berlari kecil menuju mobil jemputannya.
Tristan pun mengejar Raline, dia ingin menyapa orang yang menjemput Raline. Dan harapannya yang menjemput Raline adalah Mami dan Papi Raline agar dia bisa lebih dekat dengan mereka.
"Yuk masuk," tiba-tiba saja Kenshin keluar dari mobil dan menarik tangan Raline agar cepat masuk ke dalam mobil.
Kenshin sudah melihat dari dalam mobil Raline yang berlari ke arah mobil dengan Tristan yang mengejar di belakangnya sehingga Kenshin segera keluar dari mobil dan memasukkan Raline ke dalam mobil.
"Ken, kamu sudah pulang? Apa pelajaran tambahannya sudah selesai?" tanya Raline pada Kenshin ketika sudah duduk di dalam mobil.
"Jalan Pak!" perintah Kenshin pada sopir mereka.
"Ken, Miyuki mana?" Raline kembali bertanya pada Kenshin karena pertanyaannya tidak kunjung dijawab.
__ADS_1
Kenshin tersenyum puas ketika melihat dari kaca jendela mobilnya Tristan yang terlihat kecewa karena mobil mereka pergi begitu saja tanpa menghiraukan Tristan yang sejak tadi berdiri di samping mobil mereka.
"Ken!" Raline berseru memanggil Kenshin agar dia mau menjawab pertanyaannya.
Sebenarnya Raline tidak mengetahui jika Tristan berada di samping mobil mereka karena Kenshin yang dengan sengaja menutupi Raline melihat ke arah jendela dengan tubuhnya sehingga Raline tidak bisa melihat Tristan yang berada di luar mobil mereka.
"Apa sih cantik?" tanya Ken dengan memegang dagu Raline.
Jantung Raline berdegup kencang diperlakukan seperti itu oleh Kenshin.
Ya ampun.... kenapa rasanya jantungku seperti ini? Apa aku masih menyukai Kenshin? Ini lagi, ngapain sih Ken manggil aku cantik gak ada embel-embel kakaknya, kan jadi malu, tangannya pakai megang-megang daguku lagi. Ah gimana jantungku bisa aman jika Ken seperti ini terus padaku? Halooo... siapa yang gak bakalan merasa seperti ku jika Ken memperlakukan seperti ini? Semua cewek pasti bakalan teriak jika diperlakukan seperti ini oleh Ken. Sadar Raline, kamu lebih tua dari dia, dalam hatinya Raline meronta tak kuasa diperlakukan oleh Ken seperti itu.
"Hei... Cantik, kok diam sih? Melamun?" Kenshin mencoba menyadarkan Raline yang sedang diam menatapnya.
"Eh... enggak... Miyuki, mana Miyuki?" jawab Raline dengan gugup.
Kenshin tertawa melihat wajah Raline yang lucu karena gugup seperti orang yang sedang ketahuan melakukan sesuatu.
"Ken, malah ketawa sih? Miyuki mana? Kok kamu udah pulang sih? Gak ada tambahan pelajaran?" Raline memberondong Kenshin dengan beberapa pertanyaan.
"Sakit Keeeen....," Raline merengek sambil melepaskan tangan Kenshin yang masih terkekeh.
"Aku sama Miyuki udah selesai dapat pelajaran tambahannya. Miyuki tadi udah pulang duluan sama Max dan Lucas. Ada yang perlu ditanyakan lagi Cantik?" Kenshin menengadahkan wajahnya di depan wajah Raline sambil menjawab pertanyaan Raline.
Astaga Ken, kenapa kamu malah ada di hadapanku seperti ini? Kenapa kamu memandangku seperti itu? Aku jadi salah tingkah ini. Aduh... gawat..., Raline kembali berkata dalam hatinya.
"Emmm... gak ada," jawab Raline sambil menyingkirkan wajah Kenshin dari hadapannya dengan menggunakan kedua tangannya.
Kenshin kembali tertawa, dia sungguh terhibur melihat tingkah malu Raline yang lucu menurutnya.
Raline menggeser duduknya merapat jendela dan berpura-pura melihat ke arah luar jendela.
Kenshin yang melihat itu dengan segera meraih tubuh Raline dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Ken iiih... apaan sih?" Raline meronta melepaskan dirinya dari pelukan Kenshin, namun Kenshin semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Raline.
__ADS_1
Raline tersenyum tipis, dia benar-benar menahan senyumnya agar Kenshin tidak mengetahui jika dirinya sedang tersenyum.
Sebenarnya Raline sangat nyaman berada di pelukan Kenshin, namun dia tidak ingin jika itu nantinya hanya akan membuatnya sedih jika nantinya tidak sesuai dengan harapannya.
"Udah, gini aja sampai rumah. Besok kalau aku udah SMA aku akan mengantar jemput kamu ketika kuliah. Aku akan membawa mobil sendiri dan jika bukan aku yang mengantar jemput, kamu harus diantar jemput oleh sopir. Harus setuju tanpa ada bantahan," ucap Kenshin sambil mengeratkan pelukannya pada Raline.
Raline hanya diam dan mengangguk tanpa berpikir panjang. Karena percuma saja jika Kenshin sudah berkehendak, dia tidak akan bisa dibantah lagi. Dan itu yang selama ini Raline lakukan, dia selalu menurut pada Kenshin.
"Loh, aku gak kamu antar pulang ke rumah Ken?" tanya Raline pada Ken ketika melihat jalan dibelakang Ken bukanlah jalan menuju rumahnya.
"Kita pulang kok, tapi bukan ke rumah Ayah. Kita pulang ke rumah Mami sama Papi. Mereka sudah menunggu di rumah," jawab Kenshin sambil meletakkan dagunya di atas kepala Raline.
"Ada acara apa?" tanya Raline sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah Kenshin.
"Nanti kamu pasti tau," jawab Kenshin sambil menggesekkan hidungnya pada hidung Raline ke kiri dan ke kanan.
Bibirnya sungguh menggoda. Sayangnya aku masih di bawah umur dan kita belum menikah. Coba aja kalau kamu udah jadi milikku, pasti bibir itu sepertinya akan menjadi canduku, Kenshin berkata dalam hatinya.
Kenapa jantungku tambah gak karuan gini ya? Ada apa sebenarnya ini? Kenapa Kenshin bertingkah seperti ini? Kalau begini terus, pasti gak baik untuk kesehatan jantungku, ucap Raline dalam hatinya sambil beradu pandang dengan mata Kenshin.
Posisi Kenshin dan Raline masih sama, mereka masih dalam posisi berpelukan dan saling memandang serta hidung mereka mancung itu menempel dengan sempurna.
"Kalian sedang apa?" tiba-tiba suara Miyuki membuyarkan kegiatan saling memandang mereka.
Sontak saja Raline melepaskan tubuhnya dari pelukan Kenshin dengan salah tingkah karena Miyuki masih menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
Sedangkan Kenshin hanya terkekeh melihat Raline yang salah tingkah hanya karena kedatangan Miyuki yang memergoki mereka sedang berpelukan.
"Papi.... Mami.... Kak Ken dan Kakak Cantik pelukan di dalam mobil!" Miyuki berteriak mengadukan apa yang dia lihat.
"Mereka ciuman juga!" Miyuki kembali berteriak.
"Miyuki!!!" Raline berteriak memanggil Miyuki yang bermaksud untuk menghentikannya.
Sedangkan Kenshin hanya tertawa melihat Raline dan Miyuki.
__ADS_1