
Dibukanya sedikit pintunya itu dan dia berada di tengah pintu,agar Aldo tidak bisa melihat yang ada di dalam,menghalanginya dengan badannya.
"Ada apa?" tanya Raditya pada Aldo yang berada di hadapannya.
"Sarapan yuk.Kebetulan Bang Kevin dan teman-temannya sedang jalan nyari sarapan,mereka ngajak kita sekalian,ada Kiki juga kok.Yuk buruan,udah ditungguin",ajak Aldo dan memegang tangan Raditya hendak menggeret nya.
Namun Raditya tak beranjak selangkah pun dari tempatnya berdiri saat ini.
Aldo menoleh kembali pada Raditya yang mematung di belakangnya.
"Ayo,malah bengong!" seru Aldo.
"Kita cari sarapan sendiri aja ya,gak enak dari semalam kita ngerepotin mereka terus",elak Raditya.
"Halah udah biasa kan dari dulu kita bareng mereka,ngapain jadi tiba-tiba pakai gak enak segala sih.Malah aku ngerasa gak enak kalau nolak ajakan Bang Kevin dan Kiki",kini Aldo menyilang kan kedua tangannya di dada.
Huffft....
Raditya menghela nafas kasar menyalurkan kegelisahannya,dia tidak siap melihat kemesraan Kiki bersama Aydin.
"Kamu kenapa? Marah sama Kiki gara-gara gak ngasih tau kita tentang pernikahannya?" telisik Aldo pada Raditya.
Raditya bingung hendak menjawab apa pertanyaan dari Aldo itu,sebenarnya dia ingin jujur pada Aldo,sahabatnya ini,namun dibelakangnya ada Linda yang mendengarkan mereka.
Masih belum ada jawaban dari Raditya,kemudian Linda bersuara dari dalam kamar dan berjalan menghampiri mereka.
"Ayo A' , aku juga laper banget,yang lain juga pasti udah sangat lapar.Ayo buruan,gak enak ditungguin dari tadi",Linda memutuskan untuk bergabung dengan yang lainnya.
"Sebentar,aku ganti baju dulu",Raditya berlalu masuk ke dalam kamar mandi,membasuh mukanya menghilangkan kegundahan yang terpaut jelas di wajahnya.
Kemudian dia berganti baju dengan kaos yang dulu sempat diberikan Kiki untuk kado ulang tahunnya.Entah apa yang dipikirkan oleh Raditya dengan memakai kaos favoritnya ini.
Bahkan Linda tidak tahu jika kaos itu adalah pemberian dari Kiki dulu,setahunya itu adalah kaos favorit Raditya,sehingga dia harus berhati-hati pada saat mencuci,menyetrika dan menyimpannya.
Sepanjang perjalanan,Raditya merasa emosi,matanya tidak lepas dari Kiki yang bergandengan tangan mesra dengan Aydin.
Renita yang mengetahui ekspresi kakaknya itu mengerti apa yang dirasakannya,dia memegang lengan kakaknya,Raditya pun menoleh ke samping kanannya,dimana Renita berada.Renita menatap kakaknya itu dan dia menggeleng,mencoba mengingatkan Raditya agar tidak memperhatikan Kiki.
__ADS_1
Linda yang berjalan di samping kiri Raditya pun mengerti apa yang sedang terjadi,hatinya kembali miris melihat suaminya seperti itu.
Diberikannya baby Raline yang digendongnya kepada Raditya,agar suaminya itu sibuk dengan anaknya dan tidak memperhatikan Kiki lagi.
Pemandangan yang begitu indah menambah kebahagiaan dalam hati kedua insan yang baru membina hubungan suami istri yang sebenarnya ini.
Aydin dan Kiki mengacuhkan semua orang yang berada di sekitar mereka,yang mereka berdua perhatikan hanya orang yang bergandengan tangan dengannya.
Suara sindiran,ejekan bahkan guyonan dari teman-teman mereka pun tidak membuat mereka berdua terganggu,bahkan mereka semakin romantis,entah disengaja atau memang reflek badan mereka saja.
Hingga mereka melihat penjual bubur ayam,dan berbelok lah mereka ke arah warung bubur ayam tersebut untuk mengisi perut mereka yang sudah memberontak minta diisi.
Kiki memakai jaket dan sneaker warna lilac yang diberikan Aydin.
Ah,ingin sekali Raditya mengatakan pada Kiki bahwa jaket dan sneaker itu adalah pilihannya,bahkan kaos yang dia gunakan semalam dan tadi pagi saat mereka berbicara di taman itu pun pilihannya.Dan ingin juga Raditya mengatakan bahwa kaos yang diberikannya yang dipakai Raditya saat ini adalah kaos favoritnya.
Namun semua itu hanya jeritan hatinya saja,tidak bisa dia keluarkan.Dia merasa bodoh,ingin sekali dia menertawakan kebodohannya atas pilihannya saat itu.Ingin sekali dia mengulang masa itu,masa dimana dia bisa memilih melanjutkan perjodohan itu dengan melakukan pertunangan dengan Linda atau membatalkan semuanya.Pasti dia akan memilih membatalkan perjodohan itu,toh pada saat dia menikah dengan Linda kakeknya sudah tidak ada,harusnya pada saat itu dia batal melakukan pernikahan meskipun mereka sudah bertunangan,dia tidak perduli akan semua orang jika saja Kiki pada saat itu menampakkan dirinya,bukan malah bersembunyi darinya.Ah,sekarang dia malah menyalahkan Kiki,wanita yang selama ini selalu ada di hatinya.
Mereka makan dalam satu meja panjang.
Raditya duduk satu baris dengan Linda,Renita,Riri dan Aldo.Sedangkan di hadapannya ada Kiki,Aydin,Kevin,Kenan,Dion dan Sofyan.
Dia agak iri pada Aydin,karena biasanya dialah yang berada di samping Kiki.
Asik dengan pikirannya,Raditya memisahkan beberapa kuning telur puyuh dari putihnya yang berada dalam mangkok bubur ayamnya.
Kemudian dia memindahkan beberapa kuning telur puyuh itu pada mangkok Kiki.
Sontak saja Aydin,Kevin,Linda,Riri,Renita dan Aldo menghentikan makannya,bahkan Aldo kesulitan menelan buburnya padahal tekstur bubur itu begitu halus,karena ulah sahabatnya itu,jadilah bubur itu susah ditelan oleh Aldo.
Reflek juga Kiki memberikan beberapa putih telur puyuh yang sudah dia pisahkan sejak tadi dan memindahkannya ke dalam mangkok Raditya.Tanpa sadar mereka berdua melakukannya dan tanpa canggung pada orang sekitarnya.
"Ehem,kalau udah kebiasaan susah dihilangkan ya Bang",ucap Aldo sambil menatap Kevin meminta bantuan untuk mencairkan suasana kembali.
"Iya,kalian tuh udah kayak kakak adik aja dari dulu saling berbagi.Kalau aku mah ogah berbagi kuning telur sama si Boncel",sahut Kevin menanggapi.
Linda masih diselimuti perasaan yang entah apa namanya,namun yang dia rasa dadanya begitu sesak dan ingin sekali marah.
__ADS_1
Aydin mencoba menetralkan kemarahannya dengan mengambil tisu di atas meja dan mengusap bibir Kiki dengan perlahan seolah ada sisa makanan di sana.Namun,tidak ada sedikitpun sisa makanan yang menempel di bibir Kiki maupun di sudut bibir Kiki.
"Belepotan",ucap Aydin saat menyeka perlahan bibir Kiki menggunakan tisu.
Kiki baru sadar apa yang dilakukannya dengan Raditya barusan membuat orang lain salah sangka.Namun memang benar-benar Kiki tidak sadar karena mungkin sudah terbiasa,jadi disaat Raditya memberikannya kuning telur,pasti Kiki membalasnya dengan memberikan putih telur miliknya pada Raditya.
Raditya pun juga tidak sadar,reflek saja jika dia makan telur,pasti kuning telurnya dipisahkannya dan memberikannya pada Kiki.
Dia pun tersadar pada saat Aldo dan Kevin bersuara tadi.
Begitu pun Kiki.Dia tersadar pada saat Aldo dan Kevin menyindir mereka.Dan dia pun merasa bersalah ketika Aydin ,suaminya itu menyeka bibirnya dengan tisu.
Sedangkan Raditya kembali meletup-letup hatinya ketika Aydin menyeka bibir Kiki menggunakan tisu,padahal jelas sekali tidak ada sisa makanan di bibir Kiki.
Harusnya dia yang duduk di samping Kiki dan melakukan itu seperti biasanya.
Ah....kebiasaan-kebiasaannya bersama Kiki benar-benar menyiksanya.
"Ya kan mereka memang saudara Bang",sahut Aldo menanggapi ucapan Kevin yang mengatakan Raditya dan Kiki seperti kakak beradik.
"Saudara? Sejak kapan?" Kevin menaruh sendoknya dan meminum teh hangat miliknya.
"Mereka itu saudara sepersusuan Bang,jadi mereka gak boleh nikah", jawab Aldo disertai tawanya.
"Hah saudara sepersusuan?" heran Kevin dengan mengernyitkan dahinya.
Aydin,Kenan,Dion dan Sofyan pun menghentikan makan mereka dan ikut menyimak obrolan Kevin dan Aldo gara-gara mendengar kata saudara sepersusuan.
Lain halnya dengan Raditya,Kiki,Linda,Renita dan Riri hanya diam saja karena mereka sudah tahu apa yang dimaksud oleh Aldo.
Aldo berusaha mencairkan suasana,dan diceritakan lah kejadian yang sebenarnya dimana Kiki dan Raditya mulai di nobatkan sebagai saudara sepersusuan.
Gelak tawa memenuhi warung bubur ayam itu.
Ada pengunjung lain yang menoleh ke arah mereka karena kaget mendengar suara tawa mereka semua.
Aydin merasakan cemburu pada Raditya,namun Kiki mampu membuat Aydin merasa dibutuhkannya dan disayanginya pada saat sekarang ini dimana yang lain masih sibuk tertawa dan bercerita tentang saudara sepersusuan Kiki dan Raditya,malah kini Kiki mengajak Aydin berfoto bersama.
__ADS_1
Diraihnya lengan Aydin oleh Kiki,dan dia mengarahkan kamera ponselnya pada mereka yang masih duduk dengan pose mesra dan tersenyum membuat yang melihat mengetahui bahwa mereka berdua sepasang kekasih yang berbahagia.
Dan untuk cinta,Aydin kini percaya bahwa Kiki mencintainya semenjak semalam Kiki menyerahkan mahkota berharganya itu padanya.