Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
154


__ADS_3

Kiki dipusingkan oleh permintaan Miyuki yang tiba-tiba ingin memakai gaun ala princess berwarna putih seperti yang digunakan oleh Raline. Sedangkan semua gaun dan baju milik Miyuki bertemakan warna pink. Jadi, di dalam lemari milik Miyuki hanya ada baju dan gaun berwarna pink, baby pink, fanta, fuschia dan warna putih sebagai pelengkapnya.


"Pokoknya gak mau tau, Yuki harus pakai gaun warna putih seperti kakak cantik!" ucap Miyuki dengan tegas.


Dan itu merupakan panggilan video Miyuki kepada Papinya. Aydin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia merasa perintah Miyuki melebihi perintah istri tercintanya. Dan Kenan tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan Miyuki serta perubahan wajah Aydin setelah mendengar permintaan Miyuki.


Aydin melemparkan bolpoinnya pada Kenan sebagai pelampiasan kekesalannya. Dan seketika Aydin pun teringat jika butik tempat Aydin dan Kiki membeli gaun dan setelan jas milik mereka dan anak-anak mereka pasti bisa membantunya.


"Bro ikut yuk ke butik nyariin baju princess manis, takutnya nanti kalau udah nangis gak manis lagi kan gawat," ucap Aydin sambil membawa jas dan tasnya.


"Paling bisa dah tuh anak nyiksa orang, sama kayak emaknya," Kenan menggerutu tanpa sadar.


Tiba-tiba saja tas kerja Aydin mendarat indah di atas kepala Kenan. Dan Kenan pun nyengir ketika melihat Aydin menatap tajam padanya. Aydin tidak akan membiarkan siapapun menghina istrinya.


Siapapun yang menghina ataupun menyakiti Kiki, pasti Aydin tidak akan membiarkan orang tersebut bisa bernafas lega. Aydin akan membalas setiap tetesan air mata istrinya dengan berkali-kali lipat air mata mereka.


Di butik yang biasanya dikunjungi Aydin dan Kiki itu sudah hafal dengan ukuran semua anggota keluarga Aydin. Hingga dengan mudahnya mereka bisa mendapatkan ukuran yang pas untuk princess manis mereka, Miyuki Anggara Permana.


Meskipun berbeda design gaunnya dengan milik Raline, tapi Aydin yakin jika Miyuki pasti tidak bisa menolak gaun yang dibawakan oleh Aydin sekarang ini.


"Princess manis... Papi pulang....," teriak Aydin dari depan pintu hingga masuk ke dalam rumah.


"Papiiiii....," Miyuki berteriak dengan berlari dari ruang tengah sambil menjinjing gaun pink nya menuju papinya.


"Ini gaun buat princess manisnya Papi," Aydin menyodorkan paper bag yang berisi gaun milik Miyuki yang baru dibeli Aydin di butik tadi.


"Yeeee... Yuki punya gaun baru lagi," seru Miyuki dengan senang dia mengambil paper bag yang disodorkan Aydin padanya dan berlari masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian dibantu oleh babysitter nya.


Aydin tertawa melihat tingkah lucu putri kecilnya yang selalu berhasil membuat bahagia semua orang yang ada di sekitarnya.


"Ada gaunnya?" tanya Kiki pada Aydin ketika menyambut kedatangan Aydin.

__ADS_1


"Beda model sih, tapi pasti dia suka, karena lebih terlihat mewah," Aydin menjawab setelah mencium kening istrinya.


"Lucas... ayo pulang dulu," teriak Kenan memanggil Max ketika masuk ke dalam rumah.


"Kebiasaan banget si Bang Ke, bertamu ke rumah orang bukannya salam malah teriak-teriak," omel Kiki pada Kenan.


"Kan udah kayak rumah sendiri Ki, saking seringnya kemari jadi gak ingat kalau ini rumah orang lain," jawab Kenan dengan senyum lebarnya.


"Papa... Lucas udah ganti baju masa' mau pulang lagi? Lucas berangkat bareng yang lain aja. Ini seragam Lucas, Papa bawa pulang aja ya," Lucas memberikan seragam sekolahnya pada Kenan.


Aydin dan Kiki tertawa melihat Kenan seolah menjadi pesuruh oleh Lucas, anaknya sendiri.


"Lucas, seharusnya kamu di rumah aja, jangan kebanyakan bergaul dengan Miyuki dan Maminya, jadi gini kan tukang suruh-suruh orang," Kenan menggerutu pada Lucas.


Dan seketika telinga Kenan sudah dijewer oleh Aydin hingga merintih kesakitan. Dan sialnya Lucas sebagai anaknya hanya tertawa terbahak-bahak menertawakan Papanya.


"Dasar kalian semua bisanya cuma keroyokan. Ya udah aku pulang dulu, aku ngambek pokoknya," Kenan mengomel sambil memegangi telinganya yang menjadi korban tangan Aydin.


"Mau jemput Mama mu dulu. Kamu lupa kalau punya Mama?" Kenan menjawab dengan sewot pertanyaan dari Lucas yang merupakan anaknya sendiri.


"Gak mungkin dong Lucas lupa sama Mama, kalau lupa sama Papa mungkin," jawab Lucas dengan tidak berdosa.


Dan hal tersebut membuat semua orang yang berada di situ kembali tertawa terbahak-bahak dan membuat Kenan bertambah sebal karena ketika dia akan mengejar Lucas, dengan sigapnya Lucas bersembunyi di belakang Aydin, sehingga membuat Kenan tidak bisa menangkapnya. Akhirnya Kenan pulang dengan mengomel keluar dari rumah Aydin dan Kiki.


"Mami.... lihatlah ini," Miyuki berteriak sambil berjalan ke arah ruang tengah di mana semua kakak-kakaknya dan kedua orang tuanya berada.


"Wah Yuki kamu cantik sekali. Benar-benar seperti Princess," Raline berseru memandang Miyuki dengan kagum.


"Cantik sekali anak Mami," Kiki takjub dengan penampilan Miyuki.


Miyuki memutar-mutarkan badannya sambil menjinjing sedikit gaunnya menirukan film princess kesukaannya.

__ADS_1


"Wah... benarkah ini princess manis Papi?" Aydin mendekati Miyuki dan mengangkat tubuh Miyuki ke atas seperi layaknya Miyuki masih kecil waktu itu.


Miyuki tertawa senang mendengar semua orang memujinya. Sejak kecil, Miyuki memang senang jika mendapat perhatian dari banyak orang. Dia tidak suka jika diacuhkan dan dianggap tidak ada. Oleh sebab itu dia selalu menjadi banyak omong agar semua orang memperhatikannya. Tentunya dengan keceriaan yang dibawakan oleh Miyuki itu membuat semua orang yang berada di sekitarnya menjadi lebih menyayanginya.


"Mewah sekali Pi bajunya si princess manis itu," ucap Kiki ketika berganti pakaian di kamar bersama dengan Aydin.


"Jelas dong Mi, harganya dua kali lipat dari gaun yang sebelumnya," jawab Aydin yang sedang melepaskan baju kerjanya.


Aydin mendekat pada istrinya, melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kiki dan memeluknya dari belakang, seolah seperti magnet tubuh Aydin tidak bisa menjauh dari tubuh Kiki. Dengan melihat kemolekan dan tubuh Kiki yang semakin aduhai itu ketika berganti baju, Aydin semakin tak kuasa menahan rasa uang membuat sesak sesuatu di dalam celananya.


"Sayang, ini udah jam segini loh, nanti aja ya sepulang dari acara," Kiki membalikkan badannya dan melingkarkan kedua tangannya pada leher Aydin.


Bibir Kiki yang pink merona alami itu membuat Aydin menjadi candu. Aydin mendaratkan bibirnya pada bibir Kiki. Bibir mereka menyatukan perasaan cinta mereka hingga membuat mereka berdua terlena dan melakukan ritual mereka yang seharusnya mereka lakukan malam nanti setelah acara berlangsung. Namun kini mereka telah terlena oleh keadaan, sehingga melupakan anak-anak mereka yang menunggu mereka dengan berbalut pakaian yang sudah rapi sedang menonton tayangan televisi.


"Mami sama Papi lama banget sih Kak," Miyuki sudah terlihat sebal karena bosan menunggu.


"Tunggu sebentar lagi ya, pasti mereka akan turun," Raline menenangkan Miyuki yang benar-benar sudah terlihat kesal karena bibirnya sudah mengerucut ke depan.


Setelah beberapa menit, Yuki akhirnya berdiri dan berjalan menaiki tangga.


"Mau ke mana Yuki?" tanya Raline yang merasa bertanggung jawab dengan adik-adiknya.


"Tunggu ya semuanya, Yuki akan panggil Mami sama Papi dulu di kamarnya," jawab Yuki sambil menjinjing sedikit gaunnya menaiki satu persatu tangga dengan sangat hati-hati.


Tok... tok.. tok..


"Mami... Papi... Mami... Papi... Mami... Papi...," Miyuki berteriak dengan sangat keras sambil mengetuk pintu kamar Mami Papinya tanpa jeda.


"Pi... gawat, Miyuki tuh," ucap Kiki ketika mendengar teriakan dari Miyuki.


"Biarin Mi, udah separuh jalan nih," jawab Aydin yang masih berusaha fokus menyelesaikan misinya.

__ADS_1


"Aish Papi... itu anak-anak udah kelamaan nunggu di bawah. Udah ditunda dulu aja, diselesaikan nanti malam aja," ucap Kiki sambil mendorong tubuh Aydin yang lemah dan kesal karena kurang sebentar lagi misinya sudah terselesaikan.


__ADS_2