
"Saudara? Saudara apaan? Sepupu? Masih bisa nikah kali.... Lagian aku gak percaya kalian saudaraan",sanggah Dinda dengan ekspresi meremehkan.
"Saudara...Ya saudara....Saudara sepersusuan.
Ya...saudara sepersusuan,kan gak boleh nikah",
jawab Kiki terbata-bata karena ngomong sambil mikir kata-kata yang akan dia ucapkan selanjutnya.
Aldo terkaget,tersedak ludahnya sendiri.Mau tertawa,tapi ditahan karena Riri mencubit perutnya begitu Aldo akan membuka mulut.
Raditya kaget dan menoleh pada Kiki,matanya melotot karena kaget,namun mata Kiki lebih lebar melototnya menatap Raditya,hingga membuat Raditya tidak berani berkomentar ataupun tertawa.
"Saudara sepersusuan? Kok bisa?" cengo Dinda tidak menyangka akan jawaban yang keluar dari mulut Kiki.
"Ya bisa lah.Dasar bego' gitu aja gak ngerti",
Kiki berucap sambil menggeret lengan Raditya meninggalkan kerumunan itu.
Mereka berempat berjalan terus tanpa berhenti.Aldo,Raditya dan Riri tidak berani berkomentar ataupun tertawa.Hingga mereka sampai di parkiran,pas di depan motor Aldo dan Raditya berada.
"Hahahaha.....Saudara sepersusuan....Hahahaha....",Aldo tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang terasa kram karena tertawa.
Kiki menjedot-jedotkan kepalanya pada tembok yang ada di sebelah mereka.
"Hancur sudah masa-masa tenangku.Pasti besok-besok aku bakal di bully",sambil berbicara sambil menjedot-jedotkan keningnya pada tembok.
Raditya pun ikut tertawa karena sudah tak sanggup menaham tawanya.Riri tidak berani menertawakan Kiki,dia hanya tersenyum,menahan tawa dengan menutup rapat bibirnya.
Kiki mencopot sepatu kanannya dan dia lempar ke arah Aldo yang masih tertawa.
"Tertawa terus....puas....",seru Kiki sambil melempar sepatu kanannya ke Aldo.
Aldo berlari menjauh ketika tahu gerak-gerik Kiki yang akan melemparnya dengan sepatu yang dia copot saat ini.Namun kelihaian Kiki dalam melempar barang masih tetap handal,karena seringnya diasah,tiap hari di main lempar-melempar barang dengan Kevin.
"Bro,saudara sepersusuan lu ngamuk.Sereeeem....",teriak Aldo dan tetap tertawa.
Sepatu yang dilempar Kiki berhasil mendarat mulus di bokong Aldo.Raditya semakin tertawa terbahak-bahak melihat Aldo yang terkena lemparan Kiki.
Kiki pun melepas sepatu kirinya dan melemparkannya pada Raditya.Sepatu itu pun mendarat dengan indahnya di dada Raditya,karena dia tidak sempat menghindar.
Setelah itu mereka mendekat ke arah Kiki menyerahkan kembali sepatu-sepatu milik Kiki.
"Ini sepatunya tuan putri",Raditya menunduk memasangkan sepatu kiri Kiki,kemudian dia meminta sepatu kanan Kiki untuk dipasangkannya juga.
"Cieeee .... enak ya kalau punya saudara sepersusuan bisa dipasangin sepatunya.So sweeeeet....",seru Aldo menggoda mereka berdua.
Kiki melotot ke arah Aldo sambil mengepalkan tangan ke arah Aldo.Seketika Aldo terdiam,karena takut benar-benar jadi samsak tinjunya Kiki.
Raditya berdiri setelah selesai memasangkan sepatu Kiki.
"Nih barang-barang dari mereka tadi buat kamu aja Do",Raditya memberikan semua barang dari sekumpulan cewek-cewek yang menghadangnya tadi pada Aldo.
__ADS_1
"Wuiiih...rejeki anak soleh",Aldo menerima semua barang yang diberikan Raditya yang dijadikan satu di dalam paper bag.
"Kenapa gak dibawa pulang aja sih,kasih ke Linda aja pasti seneng",cerocos Kiki.
"Ngawur,seneng,marah iya",Raditya mengacak-acak rambut Kiki.
"Isssh...kebiasaan",Kiki mengerucutkan bibirnya sambil melepaskan tangan Raditya dari kepalanya.
Dan disinilah mereka sekarang.Di kedai bakso langganan Raditya dan Aldo,tapi Kiki juga sering diajak Raditya makan disini juga sih dulu.Kali ini merupakan acara traktiran dari Kiki,seperti yang dijanjikannya beberapa waktu yang lalu, yang sempat tertunda karena kesibukan mereka masing-masing.
Mang Ucup menyajikan semua varian bakso pada setiap mangkok mereka.
Ketika Raditya membelah bakso yang berisi telur ayam,dia memberikan kuning telurnya ke mangkok Kiki.Melihat kuning telur Raditya yang berpindah ke mangkoknya,maka Kiki pun memindahkan putih telur miliknya ke mangkok Raditya.Riri dan Aldo yang duduk di depan Kiki dan Raditya merasa kikuk sendiri karena di samping mereka bingung dengan hubungan pasangan di depan mereka ini,Aldo dan Riri juga heran dengan sikap mereka berdua yang tetap saja sedekat dulu bahkan perhatiannya pun seperti pasangan sesungguhnya.
Riri menyikut lengan Aldo sambil menoleh dan bertanya dengan dagunya,Aldo menggeleng tidak tahu.
"Ehemm...mesra banget saudara sepersusuan ini",goda Aldo pada mereka berdua yang ada di hadapannya.
Kiki tersedak kuah bakso yang sangat pedas.Reflek Raditya memberikan es jeruk pada Kiki.Raditya masih saja memegangi gelas dan sedotan minuman yang diberikan pada Kiki.Sedangkan Kiki hanya tinggal meminumnya saja tanpa memegangi gelas dan sedotannya.Kiki memegangi hidungnya,begitu sakit,karena kuah baksonya amat sangat pedas sekali.Mau marah-marah tapi merasa hidung dan tenggorokannya sakit gara-gara tersedak kuah bakso yang super pedas itu.
Bukannya Raditya komentar akan godaan Aldo,malah dia bersikap biasa saja,Kiki jadi ingin sekali menjewer kuping cowok disampingnya ini,namun dibatalkannya karena dia yang mengurusnya dengan manis pada saat tersedak tadi.Bahkan mulut Kiki pun diusapnya dengan hati-hati menggunakan tisu.
"Cieee....warung bakso milik berdua,yang lain cuma numpang duduk doang",goda Aldo kembali.
"Njir,sakit ege kesedak,mana pedes banget lagi",Kiki melempar tisu bekas mengelap ingusnya tadi ke Aldo.
Riri tertawa melihat kelakuan sahabat-sahabatnya itu.
"Mulutnya Ki...",Raditya menepuk halus mulut Kiki.
"Gapapa,kan saudara sepersusuan",Raditya menggerakkan alisnya naik turun.
"Hahahaha...sumpah ngakak banget,dapet dari mana sih ide saudara sepersusuan tadi",tawa Aldo kembali membahana.
"Keceplosan",jawab Kiki datar sambil memakan kembali baksonya.
"Perhatian banget pakai nyelametin Raditya dari cewek-cewek,cemburu yaaaa.....",goda Aldo kembali.
"Najis",jawab Kiki.
"Gaya pakai najis-najis,pas makan bakso aja pakai tuker-tukeran telur",sindir Aldo.
"Udah kebiasaan ege",sembur Kiki.
"Emang ya kalau udah kebiasaan tuh susah diubah.Sama kayak rasa suka dan cinta itu mau dihilangkan susah banget",ucap Aldo sambil tertawa.
"Kode tuh Ri",sahut Raditya karena dia merasa tersindir dengan ucapan Aldo.
"Kok aku?" bingung Riri yang sedang memakan baksonya jadi terhenti karena ucapan Raditya barusan.
Ponsel Kiki berbunyi,ada notifikasi pesan dari suaminya.
__ADS_1
Ayank❤️
[Assalamualaikum sayangnya abang....]
^^^[Waalaikumsalam Bang Ay'yangku...]^^^
[Sayang,pulang jam berapa? ]
^^^[Belum tau.Sayang udah pulang?]^^^
[Belum juga sih.Masih ada mata kuliah lagi sebentar lagi ]
^^^[Ya udah ,sayang nanti kabari aja kalau mau pulang ya ]^^^
[Ok cinta❤️]
...[Love U 💜]...
[😘]
...[😘]...
Kiki tersenyum geli setiap melihat pesan dan balasannya.Raditya curiga,karena tidak pernah melihat Kiki seperti itu.
"Chat sama siapa sih pakai senyum-senyum gitu",sewot Raditya sambil memakan kembali baksonya.
Aldo dan Riri mengalihkan perhatian mereka pada Kiki.Memang benar sih raut wajah Kiki berubah menjadi lebih sumringah bahagia,terlihat dari aura wajah dan matanya.
"Ada deh....",balas Kiki,kini dia meminum es jeruknya sendiri.
"Cieee....cemburuuuuuu........",seru Aldo meledek.
Kiki hanya menjulurkan lidahnya ke arah Raditya,membuat Raditya semakin jengkel karena bukan itu jawaban yang dia harapkan.
Sebelum naik ke motor,Raditya memberikan kado yang waktu itu disiapkan untuk Kiki dan juga ponsel yang dia beli untuk Kiki sebagai ganti ponselnya yang rusak.Di ponsel tersebut sudah diisi Raditya dengan semua foto dan video yang mereka ambil pada saat kelas X dulu,sebelum Kiki pindah ke Malang.
Kiki membuka semua bungkusan itu pada saat itu juga,dan dia sangat kaget melihat kado dan ponsel yang diberikan oleh Raditya,meskipun ponsel lama nya pun juga diberikan kembali ke Kiki.Awalnya Kiki menolak ponsel baru tersebut,namun Raditya meminta agar Kiki mau menerima dan menyimpannya untuk ucapan terima kasih atas bantuannya tentang masalah yang disebabkan oleh Dinda.Tak ada alasan lagi untuk Kiki menolak.Akhirnya Kiki pun menerimanya.
Kini mereka berempat sudah berada di rumah Raditya,karena tadi Renita meminta Kiki untuk mampir ke rumahnya untuk diajari dance dan agenda mereka menonton drama korea.
Kebetulan juga Kiki sudah kangen dengan baby Raline.Entah kenapa baby Raline selalu bisa membangkitkan mood booster Kiki.
Linda dan baby Raline sedang beristirahat di kamarnya.Renita sudah menunggu mereka di ruang tamu.Ambi sedang menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka.
"Ambu......ini anak baru Ambu datang....",seru Raditya menghampiri Ambu di dapur.
"Anak baru?" bingung Ambu.
"Ini Ambu sejak kapan Ambu punya anak susu?" tanya Aldo disertai tawanya dan Raditya.
"Anak susu? Siapa? Kapan?" Ambu bertambah bingung.
__ADS_1
"Tuh Kiki ngaku-ngaku jadi saudara sepersusuannya Raditya",kini tawa Aldo menjadi ngakak sambil memegang perutnya yang kram.
Ternyata Linda sekarang sedang turun dari tangga dan berjalan mendekati Kiki.