Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
238


__ADS_3

Seperti biasanya, Kenshin selalu membukakan pintu mobil untuk Raline dan mempersilahkannya hingga dia menutupkan kembali pintunya, kemudian memutar menuju pintu kemudi.


"Ken, kamu lihat kan pandangan mereka seperti apa padaku?"


Raline bertanya pada Kenshin ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Biarin aja. Anggap aja mereka iri," jawab Kenshin dengan entengnya.


"Ken, gak bisa gitu. Ini sekolahan. Kamu gak boleh seenaknya aja seperti tadi."


Raline masih saja memberi pengertian pada Kenshin agar tidak lagi berbuat seperti tadi apabila di sekolah.


Dan seperti biasanya juga, Kenshin tidak mau menuruti pendapat orang lain jika dia rasa apa yang dia lakukan itu benar.


Keras kepala dan egois. Memang benar Kenshin seperti itu, namun dibalik sikapnya itu, hatinya sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang.


"Ken, aku itu di sekolah jadi guru kamu. Jadi kita gak bisa seperti biasanya jika kita di sekolah. Tolonglah Ken, atau kamu ingin aku berhenti menjadi guru di sekolah itu?"


Raline masih saja memberi pengertian pada Kenshin, hingga dia mengancam untuk tidak mengajar di tempat itu lagi.


"Lalu, kamu mau aku cuek sama kamu? Kamu mau aku gak peduli sama kamu?"


Kini Kenshin berkata dengan kesal pada Raline yang kaget mendengar pertanyaan dari Kenshin.


"Bukannya gitu Ken. Hanya saja jangan seperti tadi. Gak usah pakai gandeng-gandeng tangan segala, kan masih di sekolahan."


Raline masih saja menjelaskan pada Kenshin agar dia tidak kesal dan marah padanya. Namun Kenshin selalu setia pada keyakinannya. Kini dia sedang kesal karena Raline melarangnya mendekatinya di sekolah.


Suasana di dalam mobil hening hingga sampai di rumah Raline. Kenshin tetap saja tidak mau berbicara pada Raline.


Mobil Kenshin berhenti di depan rumah Raline seperti biasanya. Dan ketika Raline turun pun Kenshin tidak bergerak dari duduknya. Tangannya tetap berada di kemudi seolah bersiap untuk menjalankan mobilnya kapan saja.


Raline merasa tidak enak pada Kenshin. Dia turun dengan ragu-ragu berharap Kenshin akan ikut turun seperti biasanya untuk membukakannya pintu.


Namun harapannya sia-sia, Kenshin langsung menancap gas nya ketika Raline sudah menutup pintu mobilnya.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi Kenshin melajukan mobilnya menjauhi Raline yang masih mematung karena kaget dengan laju kendaraan Kenshin.


Huffft...


Helaan nafas Raline sangat berat. Seberat kakinya untuk melangkah ke dalam rumahnya saat ini.


Apa aku salah berkata seperti itu? Raline berkata dalam hatinya.


Di.dalam mobilnya, Kenshin tersenyum melihat dari kaca spion mobilnya, Raline mematung seperti tidak bertenaga.


"Kita lihat saja besok apa yang akan terjadi," ucap Kenshin sambil tersenyum penuh arti.


"Assalamu'alaikum....," Raline mengucap salam ketika masuk ke dalam rumah, namun lagi-lagi rumahnya kosong.


Dia sangat kesepian berada di rumahnya sendiri. Raditya selalu pulang malam dan itu sudah menjadi kebiasaannya sejak perusahaannya semakin berkembang.


"Tau gini tadi aku ke rumah Mami sama Papi aja," ucap Raline yang tidak bersemangat sama sekali melihat rumahnya sangar hening dan sepi.


"Apa aku ke sana aja ya?" tanya Raline pada dirinya sendiri.


"Udah ah aku ke sana aja."


Dia segera memesan taksi online untuk pergi ke rumah Aydin dan Kiki. Bisa dipastikan jika sikap Kenshin masih marah padanya. Namun Raline tetap saja akan pergi ke sana karena dia lebih nyaman di sana.


Entah mengapa yang ada dalam pikiran Raline hanya rumah Aydin dan Kiki. Padahal bisa saja Raline pergi ke rumah Abah dan Ambu atau pergi ke rumah Renita dan Kenan.


Dan di otaknya hanya ada rumah Aydin dan Kiki yang terasa sangat nyaman baginya.


Ojek Raline berhenti tepat ketika mobil Kenshin masuk melintasi pagar rumah.


Tentu saja Kenshin sangat kaget ketika melihat Raline yang berlari masuk mendahului mobilnya.


"Loh, bukannya tadi udah ada di rumahnya? Kenapa dia sekarang ada di sini? Lalu, kenapa dia sangat cepat sekali sampai di sini?"


Kenshin heran dan penasaran dengan adanya Raline di rumahnya saat ini. Dia sangat yakin jika menurunkan Raline di rumahnya, namun kini Raline sudah ada bersamaan datangnya dengan dirinya.

__ADS_1


Kenshin berjalan masuk ke dalam rumahnya, namun dia tidak mendapati Raline di ruang tamu. Langkah kakinya semakin melebar, dia berjalan dengan cepat untuk menemukan keberadaan Raline karena dia penasaran dengan apa yang dilakukannya hingga mengikutinya ke rumahnya.


Terdengar cekikikan Raline dan Miyuki dari kolam renang. Ternyata mereka sedang berbicara dengan diselingi canda dan tawa di sana.


Sontak saja Kenshin duduk di kursi sebelah Miyuki sambil memakan buah yang ada di meja tersebut.


"Kakak apaan sih? Kita lagi cerita masalah cewek nih. Kakak masuk sana!"


Miyuki mengusir Kenshin dengan mendorong-dorong badan Kenshin. Meskipun badan Miyuki lebih kecil daripada Kenshin, namun tenaga Miyuki sanggup membuat Kenshin terdorong dari kursi yang dia tempati.


"Ck,.kamu ini Mimi. Awas aja kalau butuh bantuanku," ucap Kenshin ketika badannya sudah terdorong dari kursi sehingga badannya akan jatuh jika Kenshin tidak berpegangan pada kursi.


Karena merasa tidak diinginkan oleh Miyuki dan Raline, Kenshin bergegas meninggalkan. tempat itu dengan wajah kesalnya.


Kini harapan Kenshin untuk mengetahui alasan Raline datang kemari seketika menjadi sirna. Bukan karena dia tidak bisa menanyakan pada Raline, jika Raline ditanya pasti akan dijawab.


Hanya saja dia kesal dan harga dirinya membuatnya agar tidak bertanya pada Raline dan tidak mengurusinya lagi meskipun sebenarnya dia juga ingin tahu.


"Kenshin tadi kata si mbok ada Raline ya di sini?" Kiki bertanya pada Kenshin.


"Tuh di kolam renang sama Miyuki?"


Kenshin hanya menjawab dengan berlalu menuju kamarnya.


"Ada apa sih sama tuh anak? Apa ya kira-kira yang membuat dia seperti itu?" ucap Kiki yang merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Kenshin.


Kiki pun kini berada bersamaan dengan Raline dan Miyuki. Mereka tertawa terbahak-bahak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raline. Dan itupun membuat Kenshin semakin kesal.


Dia ingin berada di tengah-tengah mereka. Karena dia laki-laki diantara saudara-saudara perempuannya, maka dia berpikiran bahwa dia berhak untuk mengetahui semua kegiatan mereka dan harus bisa diandalkan serta harus bisa melindungi mereka bertiga.


Maminya, Raline dan Miyuki. Mereka bertiga itu merupakan bidadari dalam keluarganya.


Sesuai dengan ajaran Aydin jika dia sebagai seorang laki-laki harus bisa melindungi Maminya, Raline dan Miyuki kapan saja.


Ingin rasanya dia bergabung dengan mereka seperti biasanya, namun dia kini dalam mode ngambek yang harus mempertahankan sikapnya itu agar dapat dihargai oleh Raline.

__ADS_1


Lihat saja besok cantik, kamu pasti akan kehilangan sosok laki-laki yang sangat ingin kamu raih.


Kenshin tersenyum penuh arti seraya berkata dalam hatinya.


__ADS_2