Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
19


__ADS_3

"Dasar udik.Kamu mempersiapkan video itu dan kesaksian mu dengan baik.Aku ada saksi yang melihat Raditya mau melecehkan ku",


sarkas Dinda dengan muka marahnya.


"Dasar bego',saksi hanya melihat kamu sudah dalam keadaan seperti itu,tapi tidak ada saksi yang melihat Raditya mau melecehkan kamu", ucap Kiki dengan seringaian kemenangan.


Dinda yang mendengar perkataan Kiki gelagapan,dan dia mulai akting menangis agar semua orang tidak menyudutkannya.


Papa Dinda meradang melihat anaknya menangis.Kemudian dia meminta masalah ini ditangani oleh Polisi agar tidak menyudutkan anaknya,karena Papanya Dinda yakin jika anaknya tidak akan pernah berbohong mengenai hal memalukan seperti ini,apa lagi dia seorang wanita.


Dinda ketakutan.Dia takut jika masalah ini ditangani oleh Polisi.


"Gak usah Pa,buktinya sudah hancur,jadi kita tangani secara kekeluargaan saja",ucap Dinda.


"Kenapa? Kamu takut? Takut kalau muka busukmu itu diketahui banyak orang?" tantang Kiki.


"Jaga ya mulutmu,aku tuh gak mau kalau Raditya ditahan.Lagian videonya juga udah gak ada.Apa yang bisa diperiksa Polisi?" jawab Dinda sambil berjalan mendekat ke depan Kiki.


"Bener-bener bego' nih bocah.Kamu kira aku sebodoh itu? Ya kali Hp aku cuma satu,lagian udah ke save tuh di cloud aku",ucap Kiki sambil tertawa mengolok.


Dinda kaget,tak terpikirkan olehnya sampai sedetail itu.


"Hei Mak Lampir,kamu itu bener-bener bego' atau goblok sih? Eh podo ae yo.Hahaha.... Polisi juga bakal periksa kamu ada serangan fisik atau tindakan pelecehan atau tidak",sambung Kiki disela tawanya.


Dinda serasa naik roller coaster,jantungnya dibuat deg-degan naik turun oleh Kiki.


"Hai cupu.Aku tuh baru mau dilecehkan,bukannya sudah dilecehkan,jadi ngapain diperiksa?" tanya Dinda dengan nada terbata-bata.


"Yaelah,goblok temenan arek iki.Lah kalau namanya mau dilecehkan tuh berarti ada tindakan kekerasan atau pemaksaan,pasti berbekas karena kamu ngelawan,itu yang dinamakan mau atau akan dilecehkan.Nah kalau kamu tidak ada tindak pemaksaan dan perlawanan berarti kamu dengan suka rela untuk dilecehkan.Ngerti?" jelas Kiki sambil menunjuk-nunjuk dada Dinda dengan telunjuknya.


"Kurang ajar kamu.Kamu pikir anak saya dengan suka rela menyerahkan dirinya?" marah Papa Dinda dengan berjalan ke arah Kiki dan mengangkat tangannya hendak menampar Kiki.


Raditya mencekal tangan Papa Dinda yang hendak menampar Kiki.


Kiki terlonjak kaget saat mengetahui di sampingnya sudah ada Raditya yang mencekal tangan Papa Dinda untuk melindunginya.


"Pak maaf,jangan berlaku kasar disini.Silahkan duduk dulu.Kita bicarakan secara baik-baik masalah ini dengan kepala dingin",lerai Dekan yang masih setia berada disitu.


Abah kaget sekaligus bersyukur dengan kehadiran Kiki.Ambu merangkul Linda dan mendudukkannya di sebelahnya.


Raditya melepaskan tangan Papa Dinda.


Kiki mundur beberapa langkah ketika Raditya menoleh ke arahnya.


"Makasih Ki",ucap Raditya dengan senyumnya.


Kiki hanya mengangguk dan mengambil duduk di dekat Ambu.Raditya duduk di dekat Abah.


Dinda dan kedua orang tuanya duduk bersebrangan dengan keluarga Raditya.


Dekan meminta untuk melihat kembali video yang dijadikan bukti tadi oleh pihak Raditya.Video yang berisi Linda dan Sekar yang berencana menjebak Raditya di ruang latihan band.Kemudian dipanggilnya Sekar untuk masuk ke ruangan tersebut.Dia bingung,apa dia harus mengaku atau tetap berbohong.Banyak sekali resiko yang dia ambil jika dia ketahuan berbohong dan bersekongkol.

__ADS_1


Dekan menginterogasi Sekar dengan bahasa yang halus agar Sekar tidak merasa tertekan,namun anehnya Sekar merasa amat sangat tertekan,mungkin karena dia berbohong jadi dia merasa sangat tertekan.Apa lagi Dekan merupakan orang yang ahli dalam bidang psikolog,jadi dia tahu cara menangani orang seperti Sekar.Jadilah Sekar menjadi amat sangat tertekan sekali sekarang ini.Rasanya ingin kabur dari ruangan ini,tapi tidak mungkin bisa.Sekar sangat tertekan dan takut akan konsekuensinya jika berbohong seperti yang disampaikan oleh Dekan tadi,maka Sekar pun mengakui bahwa semua ini rencana Dinda agar Raditya menceraikan istrinya dan menikahi Dinda.


Maka dengan pengakuan dari Sekar,Raditya pun dinyatakan tidak bersalah oleh Dekan.


Papa Dinda bertanya pada Dinda akan kebenaran yang disampaikan oleh Sekar.Namun Dinda hanya diam dan menunduk ke bawah dengan air matanya yang terus keluar ,mungkin karena dia takut ketahuan berbohong.


Papa Dinda menyeret Dinda keluar ruangan dan mamanya mengikutinya dari belakang sambil berurai air mata.Namun sebelum mereka pergi,Abah dan Raditya meminta Dinda dan orang tuanya membersihkan nama Raditya dari fitnah Dinda.


Karena tidak tahan dengan sikap diam Dinda yang berlama-lama tidak mengakui dan tidak mau berjanji untuk membersihkan nama Raditya,maka Kiki memberikan perintah pada Dinda untuk membuat pernyataan secara tertulis dan membuat pernyataan dalam bentuk video yang menyatakan bahwa Raditya tidak bersalah dan itu semua merupakan rencana Dinda untuk menjebak Raditya.Dan Kiki meminta semua itu sudah ada besok dan semua orang di kampus harus sudah melihatnya besok.Kalau sampai besok tidak dilakukan oleh Dinda,maka video bukti tadi akan disebarkan oleh Dinda untuk mempermalukan Dinda.


Wah,luar biasa,sikap Kiki ini diluar perkiraan Raditya.Dia merasa bangga pada sahabatnya ini.


Ambu memeluk Kiki dengan erat menyalurkan kerinduannya.Dan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Kiki.Abah pun memeluk Kiki dan mengucapkan terima kasih.


Kiki matanya berkaca-kaca ketika dipeluk Abah dan Ambu karena sudah lama bertahun-tahun tidak merasakan pelukan mereka.Dulu,sering sekali mereka memeluk Kiki ketika Kiki berpamitan mau pulang,karena mereka menganggap Kiki seperti anak sendiri,dan Kiki tahu itu.


Ambu mengajak Kiki makan di rumah karena Kiki sudah lama sekali tidak main ke rumah.Semua orang belum tahu,selama ini Kiki dimana dan apa alasannya.


Kiki hanya mengatakan pada Linda bahwa Kiki sahabat Raditya dan teman sebangkunya di kelas X.


Sesampainya di rumah Raditya,Renita menyambut Kiki dengan sangat antusias.Dia sangat gembira sekali setelah sekian lama,sekarang Kiki berada di hadapannya.


Renita memeluk erat Kiki dan menghujaninya dengan banyak pertanyaan.


"Waduw,udah kayak anak ilang yang baru ketemu aja aku.Dari tadi semua orang meluk-meluk pas ketemu",ucap Kiki sambil tertawa.


"Mbak Kiki jahat,gak pernah kasih kabar,ngilang gak bilang-bilang",cerocos Kiki yang mengerucutkan bibirnya.


"Yang namanya ngilang ya gak bilang-bilang atuh neng",jawab Kiki menirukan logat Ambu.


"Mbak Kiki kok beda sama yang di video instagramnya mbak? Kenapa sekarang jadi begini penampilannya? Rere hampir gak ngenalin loh",tanya Kiki heran sambil memandang Kiki dan membolak-balikkan badan Kiki.


"Tenang Re,ini dalam misi penyamaran.Besok mah balik lagi.Gak betah rek nyamar terus-terusan",jawab Kiki dengan candaannya.


Kemudian Ambu memerintahkan agar semua ke meja makan.


"Ambu.... Aku belum selesai nanya-nanya mbak Kiki nya",keluh Renita.


"Nanti aja dilanjut",sahut Ambu.


Mereka kini berkumpul di meja makan,kebetulan Ambu memasak rendang,makanan kesukaan Kiki.


Kiki makan dengan lahapnya.Raditya bertanya bagaimana bisa Kiki mendapatkan video itu dan bagaimana ceritanya ponsel Kiki dibawa oleh Linda,istrinya.


Kiki menceritakan bagaimana dia mendapatkan video itu.Kemudia Linda bercerita bagaimana ponsel Kiki ada padanya.


Flashback


Linda sedang tergopoh-gopoh berjalan menelusuri lorong kampus untuk pergi ke ruang Dekan.


Kiki yang sebenarnya tidak mengenal dan tidak mengetahui sosok Linda,seketika bisa menduga bahwa wanita yang berjalan di koridor itu adalah istri Raditya dikarenakan perutnya yang sudah membesar dan arah jalan yang diambil menuju ruang Dekan.

__ADS_1


Kiki menghadang wanita itu dan dia memperkenalkan dirinya sebagai sahabat Raditya di SMA dan tujuan dia menemuinya yaitu mau memberikan bukti untuk menyelamatkan Raditya.


Dengan senang hati Linda menyambut uluran tangan Kiki dan kemudian Linda melihat video rekaman itu yang katanya Kiki bisa menjadi bukti Raditya tidak bersalah.


Linda meradang,mukanya merah menahan amarah karena suaminya telah dijebak dan difitnah.Linda meminta pada Kiki untuk memberikan video itu sebagai bukti dan Kiki menjadi saksi.Namun Kiki menolak menjadi saksi,tapi dia memberikan video itu sebagai bukti,dia pikir video itu saja sudah cukup untuk membebaskan Raditya dari tuduhan Dinda.Kemudian Kiki mengirim video itu ke nomer Linda,namun karena proses pengiriman juga memakan waktu dan Linda tidak sabar untuk segera membongkar fitnah yang ditujukan kepada suaminya itu,maka Linda meminjam ponsel Kiki untuk dibawa menjadi bukti,tentu saja Kiki harus ikut.Karena Kiki tidak tega melihat Linda memohon kepadanya,akhirnya Kiki memutuskan untuk memperbolehkan Linda meminjam ponselnya,tapi Kiki menunggu di luar ruangan.


Pintar sekali akal Linda untuk menahan Kiki agar tidak pergi.Dan benarlah,kehadiran Kiki sangat dibutuhkan ketika suasana lebih memanas.


Dinda tidak mengakui video tersebut dan malah meminta pertanggung jawaban Raditya untuk menikahinya.


Flashback end


Setelah bercerita dan memakan sedikit makanannya,Renita meminta ijin masuk ke dalam kamar,dengan alasan mau bersih-bersih badan,karena terasa lengket badannya.Sebenarnya selain alasan tersebut,Linda juga merasa badannya tidak nyaman.Pinggangnya sakit,perut bawahnya juga nyeri,namun tidak lama rasa sakit itu hilang,jadi Linda tidak memberitahu apa yang dirasakannya pada suaminya atau pun Ambu.


"Waaah....Mbak Kiki keren",seru Renita dengan mata berbinar dan mengangkat dua jempolnya ke arah Kiki.


"Gimana gak keren Re,Hp aku dibantingnya",jawab Kiki dengan lesu.


"Eh iya ya,terus gimana tuh mbak.Mbak Kiki gak punya HP dong?" tanya Renita.


Kiki menoleh ke arah Raditya dan menyeringai sambil menengadahkan tangan kanannya.


"Apaan?" jawab Raditya sambil memberi tepukan di telapak tangan Kiki yang menengadah ke arah nya.


"Gantiin dong HP nya",jawab Kiki sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


"Orang HP nya ada dua,ngapain minta ganti?" goda Raditya.


Sepertinya atmosfir antara Raditya daan Kiki sudah kembali seperti dulu.Atau mungkin mereka tanpa sadar melakukannya.


"Untung bukan HP ini yang dibanting,kalau HP ini yang di banting sama Mak Lampir itu,bisa-bisa dia aku jambak,aku cincang-cincang dia",ucap Kiki sambil menunjukkan ponselnya.


"Sadis bener Ki",sahut Raditya.


"Lah ini Hp baru dikasih kemarin sama Papa,kado ulang tahun,mangkanya kemarin aku gak jadi mau bantuin kamu setelah ngerekam video itu,karena Mama tiba-tiba telepon aku dan Kak Kevin udah jemput di Kampus,ternyata mereka bikin surprise party buat aku",pamer Kiki dengan senyum bahagianya.


"Oiya kemarin kamu ulang tahun ya? Sampai lupa gara-gara ngilang dua tahun",sindir Raditya.


"Udah,mana kadonya sekalian gantiin HP ku yang dirusakin Mak Lampir tadi.Itu kan HP berharga,ada foto-foto kita bareng Aldo sama Riri",jawab Kiki sambil menengadahkan telapak tangannya kembali.


"Ngucapin selamat ulang tahun aja belum,udah ditagih kado",ucap Raditya sambil memberikan kerupuk di telapak tangan Kiki yang menengadah.


"Ish...malah dikasih kerupuk",ucap Kiki sambil memakan kerupuk tersebut.


"Gak usah dikasih ucapan selamat,udah kenyang dari kemarin dapat ucapan selamat mulu",sambung Kiki sambil memasukkan sendok yang berisi nasi dan daging rendang.


"Emang punya temen?" goda Raditya.


"Dih,banyaklah,cowok semua",jawab Kiki sambil membayangkan teman-teman kakaknya.


Seketika senyum Raditya memudar.Abah,Ambu dan Renita yang sedari tadi menyimak obrolan mereka hanya tersenyum.Rasanya sudah lama sekali mereka tidak berkumpul seperti ini.

__ADS_1


Namun mereka sedih ketika melihat perubahan ekspresi Raditya pada saat Kiki menyebutkan bahwa dia mempunyai banyak teman cowok.


Mereka menyayangkan perasaan Kiki dan Raditya yang tidka tercapai.Namun mereka bangga,karena mereka berdua tidak memaksakan perasaan mereka untuk bersatu.


__ADS_2