
Sudah satu bulan lebih dari acara ulang tahun Aydin. Hari - hari Aydin dan Kiki begitu indah dan hanya ada kebahagiaan. Sedangkan Raditya masih berusaha mengendalikan hatinya, namun rumah tangganya terlihat harmonis sama seperti dulu sebelum badai keegoisan menerjang rumah tangga mereka. Rupanya Raditya berjuang begitu gigih untuk mengenyahkan perasaannya pada Kiki.
Siang ini Aydin mengumpulkan anggota BEM untuk membahas acara ulang tahun kampusnya. Disaat acara seperti itu berlangsung, pasti akan menyita banyak waktunya. Dia merasa nantinya waktunya akan terbuang percuma jika tidak bersama Kiki. Sebuah ide melintas di kepala Aydin. Kini, kepalanya sepertinya mengeluarkan cahaya lampu karena saking brilliant nya idenya itu menurutnya. Dia mengutarakan idenya untuk mengadakan lomba festival band yang diikuti perwakilan dari beberapa kampus. Ide itu disetujui oleh anggota lainnya. Namun ada yang menambahkan untuk mengadakan lomba dance juga, karena menurut mereka kebanyakan band beranggotakan cowok, jadi mereka yang sebagian besar di rapat ini adalah cowok, mereka menyetujui ide tersebut dengan alasan mereka juga ingin melihat yang bening - bening. Kesempatan bukan untuk mengeluarkan diri dari predikat jomblo jika mereka nantinya berhasil mendapatkan pasangan dari acara tersebut. Dan akhirnya disepakati untuk mengadakan lomba festival band dan dance yang akan diadakan dua minggu mendatang.
Mereka mulai persiapan acara tersebut dari sekarang, namun sebisa mungkin Aydin tetap mengantar jemput Kiki dan dia juga tidak akan mengorbankan waktunya bersama Kiki hanya karena untuk mempersiapkan acara lomba tersebut. Niatnya memang seperti itu, namun setelah Kiki mendengar perlombaan itu, dia selalu mencari alasan beberapa kali untuk telat pulang ke rumah dengan alasan masih ada kegiatan di kampus yang berkaitan dengan mata kuliahnya. Tanpa curiga Aydin pun mengijinkan dan dia pun turut sibuk mempersiapkan acara lomba tersebut di kampusnya. Sebenarnya tujuan Aydin mengadakan lomba festival ini adalah agar pada saat acara tersebut terlaksana, dia bisa hadir di acara tersebut untuk bersama dengannya. Aydin tidak berfikir bahwa Kiki akan turut ikut serta dalam lomba tersebut karena setahunya Kiki tidak mengikuti kegiatan club Band atau pun dance di kampusnya.
Kiki diminta oleh grup band di kampusnya untuk gabung dengan mereka dalam rangka mengikuti lomba band, tentu saja dia menolaknya, karena sebisa mungkin dia menghindari untuk dekat dengan Raditya. Mereka memang masih sering bercanda, tetapi itu hanya di kantin kampus dan itu pun mereka dengan personel lengkap yaitu Raditya, Aldo, Kiki dan Riri.
"Ayolah Ki.... please.... Bantu kami biar band kita lebih memukau nanti. Masa' iya kampus kita udah gak ngikutin lomba dance, eh malah band nya juga kalah, malu Ki....", pinta Gio sang ketua band memohon pada Kiki.
"Lomba dance?" Kiki terbelalak mendengar ada lomba dance. Jiwa dancernya meronta - ronta.
"Iya, mereka ngadain festival lomba band dan dance juga. Kampus kita gak ikut lomba dancenya, mereka gak PD tinggal junior - junior aja sekarang, seniornya udah gak begitu aktif karena sibuk dengan skripsi mereka", Gio menjelaskan panjang lebar berharap Kiki ikut dan mau bergabung dengan band mereka.
"Ok, aku ikut", perkataan Kiki berhenti sejenak.
"Yess!!!!" Gio mengayunkan lengannya dari atas sampai perut dengan telapak tangan yang terkepal seolah dia sedang berselebrasi sebagai tanda keberhasilannya.
"Tapi.... lomba dance", Kiki tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.
"Yaaa.... kok dance sih Ki?" Gio kecewa, raut wajahnya kini tidak memancarkan kebahagiaan lagi. Setelah itu dia meninggalkan Kiki karena dia dipanggil oleh ketua BEM untuk menanyakan tentang lomba band tersebut. Sebenarnya Gio menaruh hati pada Kiki namun belum berani dia mengutarakannya. Dulu dia kira Kiki berhubungan dengan Raditya, namun setelah tahu Raditya sudah beristri dan Kiki adalah saudara sepersusuannya, maka Gio berniat akan mengutarakan perasaannya pada saat mereka selesai tampil pada acara perlombaan itu, dan juga niatnya untuk mengajak Kiki bergabung dalam bandnya adalah untuk pendekatan dengannya. Namun di samping itu dia benar - benar berharap Kiki bisa bergabung dengan band mereka karena menurut semua anggota bandnya, Kiki sangat berbakat dan dengan adanya dia dalam band mereka bisa menambah ciri khas dan nilai tersendiri untuk band mereka. Sebelumnya memang mereka melihat medsos Kiki dan mereka takjub akan penampilan Kiki, baik itu sebagai vokalis ataupun dancer.
Aldo mendekat pada Kiki dan berbisik, "Kamu yakin Ki bakalan ikut lomba dancer?"
Kiki pun mengangguk. Dan Aldo pun kembali bertanya, "Kamu tau kampus mana yang menyelenggarakan lomba itu?"
Kiki menggeleng, "Emang kampus mana sih?" tanya Kiki ingin sekali tahu.
"Kampus Bang Kevin, itu artinya kampus suamimu juga", Aldo terkekeh melihat ekspresi kaget Kiki.
Kiki ingin sekali ikut serta sebelum nantinya dia sibuk akan pekerjaannya dan juga sibuk mengurus keluarganya jika sudah memiliki anak.Ah masalah anak dia masih agak sedikit lega, karena dia dan Aydin sepakat menunda untuk memiliki anak sekarang karena Kiki yang masih sangat sibuk hingga lulus. Mungkin setelah dia lulus dan Allah memberikannya anak, mereka pasti dengan senang hati menerimanya.
Kiki menoleh pada Raditya, "Di, beneran di kampus Bang Kevin?" Kiki bertanya pada Raditya dan Raditya pun mengangguk dan terkekeh melihat raut wajah Kiki yang berubah menjadi sendu.
"Beneran mau ikut dance? Gak takut dihukum?" goda Raditya untuk menyusutkan kemauan Kiki.
Mata Kiki melihat Aldo dan Raditya secara bergantian. Dia nampak berpikir dengan sangat keras, jika diilustrasikan bisa ada kepulan asap di atas kepala Kiki.
"Emmm.... Ok, kalian harus bantuin aku", Kiki mendekatkan Aldo dan Raditya di depannya, kini mereka nampak sedang berembuk.
"Kalian harus janji gak bakal bocorin ke Bang Ay kalau aku ikut lomba ini. Dan jika dia bertanya kegiatanku di kampus apabila nantinya aku pulang telat karena latihan, kaliam harus bilang aku sedang ada kegiatan untuk persiapan praktek atau apalah, pokoknya kalian harus bisa jaga rahasia. Ok?! " Kiki menatap mata Aldo dan Raditya bergantian untuk mencari jawaban dari mereka. Namun mereka berdua diam saja.
__ADS_1
"Gimana bisa jadi rahasia, wong nama kita yang ikut lomba nantinya ada di data peserta lomba, dan juga foto kita bakalan terpampang dengan jelas di profil kita nanti", sahut Raditya yang diangguki oleh Aldo.
Ekspresi Kiki berubah kecewa setelah mendengar ucapan Raditya, padahal tadi dia sudah sumringah, semangat menjelaskan rencananya pada Aldo dan Raditya.
"Iya ya.... bener juga Di. Jiaah... oon banget sih Ki!!! " Kiki memukuli kepalanya dengan tangannya sendiri.
Raditya menghentikan tangan Kiki yang memukul kepalanya sendiri.
"Udah, kasihan otak kecil kamu jadi tambah ambyar nanti"
"Ehem....Awas tangane.....", sindir Aldo sambil tertawa menggoda.
Sontak saja Kiki dan Raditya melepaskan tangan mereka. Kini mereka merasa canggung karena sindiran dari Aldo.
Tiba - tiba Riri datang dengan nafas terengah - engah karena berlari menuju tempat tersebut. "Sorry guys telat", nafasnya masih memburu, dia menopang lututnya dengan tangannya untuk menyetabilkan nafasnya kembali.
"Habis dikejar setan Ri?" tanya Aldo jahil.
"Iya, udah lari jauh - jauh, eh.... ketemu setannya di sini lagi" jawab Riri yang kini nafasnya sudah teratur.
"Mana?" Aldo mengedarkan matanya keseluruh arah.
"Nih....", Riri menunjuk muka Aldo.
Aldo tidak terima dengan gurauan Riri. Langsung saja lengannya mengapit leher Riri hingga Riri mengaduh kesakitan.
"Udah... udah pacarannya nanti aja. Ini gimana jadinya supaya aku bisa ikut lomba dance?" Kiki bertanya pada mereka.
"Kamu mau ikut lomba dance Ki?" Riri bertanya ketika dia berhasil lepas dari Aldo.
Kiki mengangguk dan menceritakan semua masalah tentang lomba itu pada Riri.
"Gampang Ki, kamu minta tolong aja sama Bang Kevin agar dia bisa bantu jaga rahasia kamu dari Bang Aydin. Dan untuk masalah nama dan foto peserta, kamu bisa minta solusi Bang Kevin aja"
"Iya juga ya, benar juga kamu Ri", Kiki tersenyum bahagia dan bersiap untuk memeluk Riri, namun Riri menghentikannya.
"Eh tanya aja pakai profil orang kain boleh gak, misalnya pakai namaku dan fotoku", Riri kembali mengutarakan idenya.
Kiki menoleh pada Aldo dan Raditya, mereka berdua hanya diam, kemudian Kiki menoleh kembali pada Riri, "Emang kamu mau ikut juga?"
"Ya enggak lah, cuma minjemin nama dan foto ku aja buat kamu" Riri tersenyum melihat kebingungan Kiki. Dimana otak pintar Kiki sekarang, bisa - bisanya dia mendadak oon hanya karena kebingungan masalah lomba dance saja.
__ADS_1
"Emmmm... Riri baik banget deh... sahabat ter the best aku lah pokoknya", Kiki memeluk Riri dengan erat, mereka saling memeluk dan menguatkan.
Kemudian Kiki mengurai pelukannya. "Eh, kenapa kamu gak ikut aja? Biar aku ada temannya"
"Gak bisa Ki, aku banyak tugas. Lagian aku malu dilihat banyak orang. Dan juga kan ada anak club dance di sini, ajak aja mereka pasti mau. Dan ditambah satu nama lagi biar heboh", Riri tersenyum jahil menjeda ucapannya.
"Siapa?" tanya Kiki antusias.
"Renita. Pasti dia mau", Riri tersenyum menyebut nama Renita dan membayangkan kehebohannya pada saat latihan.
"Bener juga", Kiki tertawa senang, kemudian dia menoleh pada Raditya.
"Boleh kan Di?" Kiki mengedip - ngedipkan matanya disertai wajah memohon.
"Kamu tanya langsung aja sama dia", Raditya malah bengong terpanah melihat kelakuan Kiki yang masih seperti dulu jika memohon padanya. Dan dia juga memberikan lampu hijau pada ide Riri untuk mengajak Renita dalam lomba dance tersebut.
Kemudian Kiki menelepon Kevin dan memberitahukan rencananya. Tidak mengapa jika Aydin nantinya akan marah jika mengetahui Kiki tampil dalam acara tersebut, toh nantinya Kiki pasti bisa membujuknya dan bisa dipastikan Aydin akan luluh oleh bujukan dan rayuan Kiki. Tapi Kiki yakin, Aydin tidak akan bisa marah, karena dia akan terpanah oleh penampilannya.
Setelah itu, Kiki ditemani oleh Riri menuju ruang club dance. Dia memperkenalkan diri dan mengajak mereka untuk ikut dalam kompetisi lomba dance yang diadakan oleh Kampus XXX. Awalnya mereka ragu, namun setelah Kiki membujuk mereka dan memberitahukan rencananya, mereka sangat tertarik, tapi mereka tidak yakin jika mereka bisa. Namun bukan Kiki namanya jika dia tidak bisa berhasil meyakinkan mereka. Kiki mengatakan bahwa dia yang akan mengurus semuanya dan Kiki jamin ini akan menjadi penampilan yang spektakuler jika mereka benar - benar mau latihan dengan giat dan sungguh - sungguh. Akhirnya mereka mencoba untuk latihan gerakan dasarnya dulu. Mereka sangat antusias, dan mereka mempunyai target dalam dua minggu ini sebelum lomba diadakan mereka harus sudah menguasai semua gerakan. Keesokan harinya, Kiki meminta ijin pada Aydin untuk pulang agak telat dengan alasan ada kegiatan praktek. Alasan yang tidak bisa ditolak oleh Aydin. Dan benar saja, dian mengijinkannya tanpa curiga sedikitpun. Aydin akan menjemput Kiki nanti ketika dia sudah siap pulang. Di sela waktunya menunggu Kiki pulang, Aydin ikut membantu persiapan acara kampusnya itu sembari menunggu kabar dari Kiki ketika dia sudah siap untuk di jemput.
Kini Kiki menuju ruang teater di kampusnya, di sana dia bertemu dengan para anggota teater. Kiki mengutarakan keinginannya untuk meminta bantuan mereka dalam perlombaan dance tersebut. Mereka setuju, dan Kiki memberikan gambaran peran mereka. Dan latihan pun dimulai, ketika mereka sudah selesai latihan dance.
Dalam dua minggu ini tak terasa Aydin dan Kiki sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing. Kiki berhasil mengelabuhi Aydin, dia benar - benar tidak tahu jika Kiki ikut serta dalam lomba yang dia adakan.
Sesuai rencana, Kiki mendaftarkan dirinya menggunakan nama dan foto profil Riri. Disaat anggota yang lain bertanya mengapa Kiki melakukan itu, dia hanya menjawab jika kampus tersebut adalah kampus dimana kakaknya kuliah. Dan dia ingin memberi kakaknya kejutan.
Akhirnya hari ini pun tiba. Aydin ingin Kiki langsung ikut saja dengannya ke kampusnya. Namun, Kiki menolak dengan alasan dia akan mengumpulkan tugasnya ke dosennya. Dan dia berjanji pasti datang ke acara tersebut. Akhirnya pagi itu Aydin mengantar Kiki ke kampusnya dan setelah itu dia segera beranjak menuju kampusnya sendiri untuk membantu persiapan acara yang hanya tinggal hitungan jam saja.
Kiki beserta rombongan dancenya sudah siap. Mereka berangkat bersama anggota band yang ikut berpartisipasi dalam lomba dan tentu saja ada Raditya, Aldo dan Gio juga. Renita dan Riri juga ikut serta. Renita sangat antusias mengikuti lomba dance itu. Setiap hari sepulang sekolah dia selalu datang ke kampus Kiki untuk ikut latihan, sedangkan untuk kali ini Renita hanya ikut untuk menyemangati dan mendukung teman - temannya dalam lomba ini.
Raditya dan Gio begitu terpanah dengan dandanan Kiki, namun pandangan mereka berhenti dimanjakan ketika Kiki menutup tubuhnya dengan menggunakan coat dan juga dia menggunakan masker dan topi untuk menunjang rencana penyamarannya.
Aydin mendesah resah ketika telponnya tidak diangkat oleh Kiki. Aydin pun bertanya pada Kevin, barangkali di saat Aydin sedang sibuk tadi Kiki sudah datang, dan Kevin pun mengatakan bahwa Kiki akan datang dengan Riri dan dia menyuruh Aydin untuk tenang karena acara akan segera dimulai.
Sambutan demi sambutan telah diberikan oleh para dosen yang mewakili kampus tersebut dan terakhir sambutan diberikan oleh Aydin selaku ketua BEM. Di atas panggung dia mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari istrinya, namun tak satu pun diantara mereka yang memiliki ciri - ciri seperti Kiki. Ketika turun dari panggung dia nampak gusar dan gelisah. Dia sibuk menelepon Kiki berkali - kali namun tetap saja tidak diangkat. Teman - temannya menenangkannya, dan Kevin sangat kasihan melihat sahabat yang sekaligus menjadi adik iparnya kini dijadikan sasaran kejahilan adiknya itu.
Sari merupakan anggota BEM yang menjabat sebagai sekretaris, dia bertanya pada Kevin kenapa Aydin jadi uring - uringan di saat sepenting ini. Namun Kevin hanya mengedikkan bahunya tanda dia tidak tahu. Sebenarnya Kevin tahu jika Sari menyukai Aydin, namun Aydin yang memang tidak peka, dia tidak menyadari hal itu. Dan Kevin tidak mau jika adik iparnya itu menghianati adiknya. Oleh sebab itu Kevin menjaga Aydin dari jauh agar dia tidak terperangkap jeratan cewek seperti kasus Dinda yang menjebak Raditya. Sedangkan Kevin sendiri sudah satu bulan ini dia menjalin hubungan dengan Ranti, teman Sari yang juga anggota BEM di kampus itu.
Kevin meminta Sari dan Ranti untuk mendahulukan lomba dance, mereka setuju, namun mereka tidak setuju ketika Kevin meminta peserta dance dari Kampus YYY yang tentunya ada Kiki yang menjadi pesertanya mereka menolak, karena mereka tidak ingin curang, nomer tampilan harus sesuai dengan nomer undian tadi yang sudah mereka ambil.
Kevin tersenyum lega ketika dia mengambil buku nomer urut penampilan yang tertulis bahwa kelompok Dance Kiki lah yang tampil pertama kali sesuai nomer undian. Kevin akhirnya bisa tersenyum lega karena setelah ini Aydin akan berhenti uring - uringan.
__ADS_1
Kevin mengajak Aydin duduk di bangku khusus panitia di depan panggung ketika peserta dari Kampus YYY disebut. Aydin melotot kaget, dia terpanah melihat penampilan Kiki yang begitu seksi dan sangat menarik dengan makeup flawless yang terkesan natural dan segar.