Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
166


__ADS_3

Di sekolah, Kenshin selalu ada di dekat Raline jika tidak pada saat jam pelajaran berlangsung. Hingga Tristan merasa jika Kenshin menyukai Raline dan sengaja menjauhkan Raline darinya.


"Ra, Ken itu siapa kamu sih? Kok deket banget sama kamu?" Tristan bertanya pada Raline ketika mereka sudah berada di dalam kelas.


Raline hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Tristan. Dan Raline lebih memilih membaca buku yang baru dibelikan oleh ayahnya kemarin.


"Bukan cowok kamu kan?" Tristan bertanya untuk memastikan.


"Ngaco," jawab Raline sambil terkekeh.


Tristan tersenyum lebar dan duduk di bangku depan Raline dengan menghadap pada Raline. Dia memandang wajah Raline hingga membuat Raline menjadi malu.


"Ra, kita bisa berteman dekat kan?" tanya Tristan pada Raline.


"Kan kita udah temenan dari dulu," jawab Raline disertai senyumannya karena merasa lucu dengan pertanyaan dari Tristan.


"Kalau lebih dekat gimana?" tanya Tristan kembali sambil lebih mendekatkan bangkunya pada Raline.


Namun sebelum Raline menjawab, teman-teman mereka berhamburan masuk ke dalam kelas dan duduk di tempatnya masing-masing. Mau tidak mau Tristan harus pindah ke bangkunya sendiri yang berada di pojok paling belakang.


Sepanjang jam pelajaran berlangsung, pandangan mata Tristan selalu mengarah pada Raline yang berada di bangku paling depan. Dia tersenyum ketika melihat setiap gerak gerik dari Raline yang menurutnya dangat lucu dan menggemaskan.


"Ngapain kamu senyum-senyum sendiri gitu? Masih waras kan?" Naufal teman sebangku Tristan bertanya pada Tristan sehingga menghentikan aktivitas Tristan untuk memandang Raline.


"Ah mau tau aja," jawab Tristan yang masih memandang Raline dari tempatnya berada.


Naufal mengikuti arah pandang Tristan, dan dia tersenyum jahil pada Tristan.


"Baru kali ini ya seorang Tristan sang idola para kaum wanita mengidolakan seorang wanita, bahkan sampai tergila-gila," ucap Naufal pada Tristan.


"Sembarangan kamu," ucap Tristan sambil menoyor kepala Naufal, sahabatnya itu.


"Lah bener kan, kalau gak gila gak bakalan kamu senyum-senyum sendiri kayak gitu," Naufal membela dirinya.


"Gak tau nih. Aku suka banget sama dia, tapi dia gak pernah respon kalau di deketin. Di cuma menganggap seperti teman-teman yang lain," Tristan tiba-tiba curhat pada Naufal.


"Aneh juga, padahal cewek-cewek yang lain malah ngejar-ngejar kamu, pengen deket-deket sama kamu," jawab Naufal dengan wajah herannya.


"Itu dia bedanya Raline dengan cewek lain. Dia juga gak pernah kegatelan sama cowok kayak cewek-cewek yang lain. Dan dia juga berprestasi, itu yang penting," Tristan membanggakan Raline dihadapan Naufal.


"Jadi cantik gak penting nih?" Naufal mencoba meledek Tristan.

__ADS_1


"Siapa bilang dia gak cantik? Lihat tuh, senyumnya aja secantik itu," Tristan memuji kecantikan Raline di hadapan Naufal.


"Iya cantik, tapi bodyguardnya itu loh. Hahahaha....," Naufal mengingatkan Tristan dengan kehadiran Kenshin.


"Ck, iya loh sampai aku gak bisa deketin Raline. Mau ajak dia makan aja gak bisa," ucap Tristan sambil mencebik kesal.


"Coba cara lain Bro, datang ke rumahnya," Naufal memberikan ide pada Tristan.


"Iya juga ya, mana Mami sama Papinya baik banget lagi. Aku senang ada diantara mereka," ucap Tristan secara tidak sadar.


"Hah Mami Papinya? Jadi udah pernah ketemu sama Mami Papinya?" Naufal bertanya pada Tristan.


"Iya pas ngantar dia pulang. Mereka baik, menyenangkan juga," jawab Tristan dengan senyumnya membayangkan pertemuannya dengan Aydin dan Kiki pada malam itu.


"Wuiiih... hebat, ternyata udah sampai tahap main ke rumah. Next apelin dia Bro," ucap Naufal menyemangati Tristan.


Tristan tersenyum menghadap depan, ternyata dia sedang tersenyum pada Raline yang secara tidak sengaja menghadap ke belakang dan bertemu mata dengan Tristan. Naufal yang mengetahui itu merasa ingin menjahili sahabatnya.


"Ehem... kayaknya ada yang kasmaran nih," Naufal mengeluarkan suaranya dengan melirik Tristan berniat untuk meledeknya.


Raline baru sadar jika dia bertatapan mata dengan Tristan ketika mendengar ledekan dari Naufal. Dengan kikuk Raline menghadap kembali ke depan. Doa merasa malu pada Tristan dan Naufal.


Sebenarnya Raline tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Tristan, dia menganggap Tristan sebagai teman seperti teman-temannya yang lain meskipun dia tahu jika Tristan selalu mendekatinya.


Bel pulang sekolah pun berbunyi. Tristan segera berdiri dari bangkunya untuk mendekati Raline.


"Ra, mau pulang bareng gak?" tanya Tristan pada Raline yang sudah berada di depan bangku Raline.


"Seperti biasanya, aku dijemput. Maaf ya," Raline menolak ajakan Tristan.


"Ya udah gapapa, kapan-kapan bisa kan?" tanya Tristan memastikan.


"Insya Allah jika memang ada kesempatan," jawab Raline yang tidak ingin mengecewakan Tristan.


"Kakak cantik ayo pulang," tiba-tiba saja Kenshin sudah berdiri di sebelah bangku Raline dan memegang tangan Raline untuk diajak pulang bersama.


"Tristan aku duluan," Raline berpamitan pada Tristan sambil tangannya ditarik oleh Kenshin diajak untuk berjalan.


"Ehem... ditolak sama Kakak cantik ya?" Naufal mengejek Tristan dan berakhir dengan toyoran di kepala Naufal.


Di parkiran sekolahan, mobil jemputan Kenshin dan Miyuki sudah terparkir. Raline dan Kenshin berjalan mendekat ke arah mobil. Namun tiba-tiba mereka dikagetkan dengan Aydin dan Kiki yang berada dalam mobil tersebut.

__ADS_1


Aydin dan Kiki memang membuat kejutan dengan menjemput Kenshin dan Miyuki di sekolah dengan bantuan sopir untuk mengemudikan mobil mereka. Namun seperti dugaan mereka, Kenshin pasti tidak akan melepaskan Raline untuk pulang sendiri atau bersama orang lain.


"Papi....," seru Kenshin dan Raline ketika melihat Aydin keluar dari mobil.


Raline dan Kenshin berlari memeluk Aydin yang sudah berdiri di dekat mobil. Kemudian keluarlah Kiki dari dalam mobil sehingga membuat mereka berdua berpindah ke pelukan Kiki.


"Mami...," seru Raline dan Kenshin memeluk Kiki.


Miyuki yang keluar dari mobil dengan membawa es krim meledek mereka berdua.


"Udah gede juga, masih kayak anak kecil aja," Miyuki meledek Raline dan Kenshin.


"Ya emang kita udah gede, kalau masih kecil kayak kamu Mimi makannya es krim belepotan," jawab Kenshin meledek balik Miyuki.


Seperti Kiki, Miyuki juga tidak akan pernah mengalah pada Kenshin. Miyuki hendak melempar es krimnya namun dihalau oleh Papinya.


"Princess... no... no...no... Gak ada Princess yang lempar orang pakai es krim. Princess harus anggun. Mengerti?" Aydin menghentikan tindakan Miyuki yang akan melampiaskan kekesalannya.


"Ck, ok. Awas aja nanti di rumah," ucap Miyuki sambil kembali masuk ke dalam mobil.


Dari jauh Tristan dan Naufal melihat Raline dan keluarga keduanya itu. Tristan berniat menyapa Aydin dan Kiki agar dia bertambah dekat dengan mereka.


"Om... Tante... apa kabar?" sapa Tristan yang berada di belakang Raline dan Kenshin.


"Hai... Tristan ya?" sapa Kiki dengan senyum jahilnya melihat Raline.


Kenshin mendengus kesal melihat Tristan sudah kenal dengan Mami dan Papinya.


"Mmm... Om.. Tante, boleh gak weekend besok saya main ke rumah?" Tristan memberanikan dirinya untuk meminta ijin pada Aydin dan Kiki.


"Weekend?" ucap Kiki sambil menatap Aydin.


"Bukannya weekend mau berkemah seperti waktu itu?" tib-tiba Kenshin menyahut.


"Ow iya, Papi sampai lupa. Benar kan Raline?" ucap Aydin dengan kikuk, pasalnya tidak ada rencana berkemah weekend besok, tapi jika dia tidak membenarkan perkataan Kenshin, sudah pasti Tuan muda gantengnya itu akan ngambek.


"Oh ya sudah Om, Tante saya permisi dulu. Mmm... apa lain kali saya boleh main ke rumah? Atau mungkin mengantar Raline pada saat pulang sekolah?" Tristan kembali meminta ijin membuat Aydin dan Kiki merasa tidak enak.


"Mmm... tanya Raline aja ya," jawab Kiki yang mendapatkan pelototan dari Kenshin.


"Baiklah Om, Tante, Raline saya permisi dulu," Tristan berpamitan pada mereka kemudian berjalan menuju mobilnya.

__ADS_1


Kiki dan Aydin saling menatap dan tertawa bersama. Mereka merasa lucu melihat Kenshin yang cemburu dan Raline yang malu-malu.


"Punya anak cewek susah ya Pi kalau cantik," ucap Kiki sambil terkekeh dan dibenarkan oleh Aydin dengan menganggukkan kepalanya seraya dengan kekehannya.


__ADS_2