
Hari berganti hari Bulan berganti bulan.Kini sudah berbulan-bulan Kiki menjadi mahasiswa di kampusnya.Hari-hari dilewatinya dengan biasa saja,tidak ada yang istimewa yang terjadi pada hari-harinya,karena seperti tujuannya,dia tidak mau terlihat mencolok atau pun dikenal banyak orang.Karena bisa saja Raditya dan Aldo mengenalinya meskipun penampilannya sekarang sedikit dia ubah agar tidak ada yang mengenalinya.
Kini Linda,istri Raditya sedang mengandung buah hati mereka.Raditya amat senang, mengingat jika dirinya akan menjadi seorang ayah.
Kandungan Linda sudah jalan enam bulan.
Linda kuliah di kampus yang berbeda dengan Raditya,karena jurusan yang diambil Linda tidak ada di kampus Raditya.
Tidak diketahui Raditya bahwa Linda satu kampus dengan Kevin.Dan Kevin pun tidak mengetahui bahwa Linda,istri Raditya kuliah di kampus yang sama dengannya.
Kiki sudah mendengar kabar bahwa Raditya sudah menikah dan sekarang istrinya sedang hamil.Berita itu sangat santer terdengar di kampus Kiki,karena Raditya termasuk cowok populer.Banyak yang mendadak kecewa dan patah hati,namun Diana,hanya dia seorang yang selalu setia kemanapun Raditya dan Aldo berada.Bahkan jika Raditya sedang latihan dengan bandnya di kampus,Diana selalu standby mengikutinya bak seorang manager yamg mengikuti artisnya.
Berita Raditya sudah menikah dan istrinya sedang mengandung beredar karena Linda pada saat itu diajak Raditya berlatih dengan bandnya di kampus,seketika berita tersebar dengan cepatnya di penjuru kampus.
Kiki yang mendengar berita itu mendadak dadanya terasa sesak dan air matanya mendesak akan keluar,namun sekuat tenaga dia menahannya.Dia menguatkan dirinya bahwa cerita cinta pertamanya sudah berakhir.
Mau tidak mau,Kiki hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keluarga Raditya,sahabat SMAnya.Siap tidak siap,dia pasti akan bertemu dengannya,apa lagi mereka satu kampus.
Menghindar bukan jalan yang tepat,menghindar juga tidak akan selamanya bisa,pasti suatu saat mereka akan bertemu.
Kini alasan Kiki sudah jelas.Raditya sudah menikah bahkan sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah,maka sudah seharusnya rasa yang dulu pernah ada itu harus hilang.
Sudah cukup waktu untuk Kiki menata hatinya,kini dia sudah mantap untuk menjalani harinya dengan seharusnya.
Kiki mengaktifkan kembali nomernya yang lama,nomer yang dipakai pada saat dulu dia tinggal di Bandung.Dia sudah siap berhadapan dengan masa lalunya.Namun untuk bertatap muka secara langsung,sepertinya Kiki masih ragu,dia merasa belum siap.
Sebenarnya sudah sering kali Kiki bertemu dengan Raditya,namun Raditya tak menyadari karena Kiki memang mengubah penampilannya,dan setiap dia bertemu dengan Raditya dan Aldo,dia selalu menghindar bahkan sembunyi sebelum Raditya menyadari kehadirannya itu.
Namun,suatu hari pada saat Kiki sedang menjalankan ibadah di mushalla kampus,tidak disangka bahwa pada saat dia duduk di pinggiran mushalla untuk memakai sepatunya,Raditya yang duduk tidak jauh darinya menatapnya,mungkin dia kaget dan ragu untuk memanggil Kiki,karena Kiki dengan penampilannya yang berbeda dan dengan kaca matanya itu,jika tidak menatapnya secara intens,mungkin Raditya tidak tahu bahwa itu Kiki,gadis yang dicarinya selama ini.Apalagindia tidak melihat senyuman manis Kiki yang memperlihatkan kedua lesung pipinya.
Kiki melirik dan begitu kaget ketika dia tahu bahwa tidak jauh dari tempat duduknya itu ada Raditya yang sedari tadi menatapnya seolah ingin mengatakan sesuatu,sehingga Kiki merasa sedari tadi ada yang menatapnya.
Secepat kilat Kiki meninggalkan tempat itu,namun dia sempat mendengar Raditya menyebut namanya meskipun Raditya menyebut namanya dengan pelan.
Ada rasa senang dalam hati Kiki karena Raditya tidak melupakannya.Namun,dia belum siap untuk berhadapan langsung dengan Raditya.
Selama berbulan-bulan ini,jika Kiki berada di mushalla selalu bisa menghindari Raditya,entah dia sembunyi ataupun menghindar,bahkan cepat pergi dari tempat itu,namun mengapa kali ini dia harus bertemu tanpa dia sadari.
Pertanyaan itu muncul di benak Kiki.
"Ataukah ini sudah saatnya aku menjalani hariku dengan wajar tanpa menutup-nutupi kehadiranku?" batin Kiki yang bertanya pada dirinya sendiri.
Hari ini seperti biasa,Dinda mengikuti Raditya dan Aldo berlatih band.Sebenarnya Raditya risih,namun tidak sampai hati mengatakannya kepada Dinda.Memang diakui Raditya,jika Dinda wanita yang agresif dan selalu ingin dituruti.Berbeda dengan Kiki yang membuat kehadirannya menjadikan suasana menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Aah....mengingat Kiki membuat senyum Raditya mengembang.Dia rindu kehadiran Kiki.
"Bro,udah kayak bini kedua mu aja tuh si Dinda.Kemana-mana ngikutin terus.Gak malu apa,padahal udah tau kalau kamu udah nikah",ucap Aldo sambil mendengus melihat Dinda berjalan mendekati mereka yamg sedang mencoba nada pada alat musik mereka.
__ADS_1
"Gak ngerti aku sama jalan pikirannya,padahal dari tadi udah duduk di sono,ngapain nyamperin kesini.Urat malunya udah putus kali ya",sambung Aldo kemudian.
"Bingung aku sama dia.Sampai terkadang Linda cemburu sama dia.Mana lagi hamil lagi,sensitif banget dia",ucap Raditya.
"Hai Dit,nih aku bawain kamu minum",sapa Dinda sambil menyodorkan minuman isotonik pada Raditya.
Beruntung ponsel Raditya berdering,jadi Raditya lebih memilih mengangkat ponselnya dari pada menerima minuman dari Dinda.
"Makasih ya,tau aja kalau lagi haus",ucap Aldo ketika mengambil minuman dari Dinda.
Dengan wajah sebal Dinda mendesah kecewa.
Raditya tidak mengambil minuman yang dia berikan,malah dia jalan menjauh mengangkat ponselnya.
"Siapa sih yamg nelepon dia,sampai dia ngangkat teleponnya aja sambil menjauh.Apa istrinya ya?"batin Dinda.
Raditya berjalan mendekat ke arah Aldo dan Dinda.Seketika bibir Dinda tersenyum.
"Sorry bro,aku tinggal dulu,istriku lagi butuh sesuatu",ucap Raditya sambil merapikan gitarnya.
"Ngidam?" tanya Aldo.
Raditya tersenyum dan mengangguk.Kemudian dia mengambil tas dan gitarnya.
"Duluan bro",pamit Raditya sambil bertos ria dengan Aldo.
"See,bener kan istrinya.Ganggu aja.Awas aja sebentar lagi Raditya pasti akan jadi milikku",batin Dinda.
Sibuk dengan pemikirannya sendiri,hingga Dinda tidak sadar kalau Raditya sudah tidak ada di hadapannya.Mana tidak dipamiti lagi.Ngenes banget.
Dinda mengepalkan tangannya,menyalurkan kekesalannya.
Aldo yang berada disitu merasa risih dan akhirnya Aldo pun ikut pulang setelah pamit pada yamg lainnya.Sedangkan Dinda,masih mematung di tempatnya sedari tadi dan dia sibuk memikirkan rencana untuk menjadikan Raditya sebagai miliknya.
Di sepanjang jalanan,Raditya melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari penjual buah rambutan.
Linda,istrinya kali ini ngidam meminta dibelikan buah rambutan.Masih mending lah ya cuma disuruh beli,dari pada disuruh ngambil dari pohonnya langsung kan berabe.
Raditya tersenyum ketika melihat buah rambutan yang berjajar dengan buah lain di salah satu kios buah di tepi jalan.
Raditya membelinya,dan kemudian dia pulang karena takut istrinya menunggu lama.
Raditya dan istrinya tinggal di rumah Abah,karema Abah dan Ambu tidak ingin mereka keluar dari rumah itu.Apalagi ketika mendengar Linda sedang hamil sebulan setelah Raditya dan Linda menikah,Ambu dan Abah sangat bahagia,karena mereka sangat ingin sekali mempunyai cucu.
Raditya memarkirkan motornya di halaman rumahnya.Ternyata Linda sudah menunggunya di teras rumah.Sesudah Raditya memberikan buah rambutan itu pada Linda,dia membawanya ke gazebo belakang rumah,di sana Linda memakan buah rambutannya dengan lahap.Raditya pun mengikuti Linda ke gazebo.Dia melihat Linda yang begitu lahap memakan buah rambutan jadi teringat dengan Kiki.
Flashback
__ADS_1
Sepulang sekolah,Kiki ada janji dengan Renita untuk menonton drama Korea bersama di rumah Renita yang otomatis rumah Raditya juga.Kiki sudah meminta ijin pada mama,dan mama memberi ijin dengan catatan nanti pulangnya jangan malam-malam dan diantarkan oleh Raditya.Karena memang sudah terbiasa seperti itu,karena ini bukan pertama kalinya.Sudah berkali-kali Kiki main ke rumah Raditya karena ada janji dengan Renita untuk menonton drama korea.
Oleh sebab itu Ambu dan Renita sudah sangat dekat sekali dengan Kiki.Ambu sudah menganggap Kiki seperti anak sendiri,sehingga sering kali jika Raditya menjahilinya,Kiki pasti mengadu pada Ambu.
Abah yang melihat hal itu sangat senang karena suasana lebih rame dan lebih hidup.
Namun tak disangka Raditya lebih memilih Linda pada saat ditanya oleh Abah bagaimana kelangsungan hubungan Raditya dengan Linda.
Raditya menjawab bahwa dia tetap melanjutkan rencana awal meskipun ada kehadiran Kiki di hari-harinya.Ketika Abah bertanya alasannya,Raditya menjawab bahwa dia tidak ingin membuat sedih dan mengecewakan semua orang.
Abah dan Ambu tersenyum namun ada guratan kesedihan di mata mereka ketika mendengar jawaban Raditya.Mereka tersenyum karena bangga akan sikap anaknya yang bertanggung jawab,namun sedih karena melihat kesedihan anaknya.Mereka tahu bahwa Raditya dan Kiki saling menyukai,terlihat jelas di mata mereka tiap kali mereka memandang.Namun apa daya karena perjodohan itu melibatkan kakeknya.
Sebenarnya jika Raditya membatalkannya pun Abah dan Ambu tidak keberatan,karena menurut mereka kebahagiaan anaknya lah yang terpenting,dan mereka yakin jika kakek juga pasti akan mengerti.Namun Raditya tidak ingin mengecewakan dan membuat kakek menjadi sedih di umurnya yang sudah tua.Dan juga dia tidak tega melukai,membuat sedih dan mengecewakan Linda.Namun Raditya kini membuat luka kesedihan dan kecewa yang teramat dalam seorang hadis yang namanya selalu ada dalam hatinya,Kiki.
Di perjalanan Raditya mengantar Kiki pulang,dia dikagetkan oleh keinginan Kiki untuk membeli buah rambutan yang terlihat ketika mereka berhenti di karenakan lampu merah.Kiki merengek bak orang yang sedang ngidam waktu itu.Sehingga akhirnya Raditya pun berbelok ke kios penjual buah yang ada di tepi jalan itu.
Setelah mereka membeli buah rambutan,Raditya dikejutkan kembali oleh permintaan Kiki yang ingin memakan buah rambutan itu di sebuah jembatan tol yang tidak dilewati kendaraan,karena memang dibawah jembatan tol itu bukan jalanan menuju arah manapun,karena letaknya di pinggiran,sehingga banyak penjual yang berjualan makanan dan minuman di situ.
Dibawah jembatan tol itu Kiki memakan buah rambutan itu dengan lahap.Sesekali tak lupa Kiki menyuapi Raditya dengan buah rambutan yang sudah dia kupas kulitnya .
Yang mereka lakukan ini mirip sepasang kekasih.Hingga pada saat Raditya membeli minuman pada salah satu penjual di sana,mereka mengatakan bahwa pacarnya cantik,imut lagi,pintar katanya kalau milih pacar.
Raditya hanya tersenyum dan berterima kasih pada penjual tersebut.
Flashback end
Kesadaran Raditya kembali ketika Linda menyodorkan buah rambutan padanya.
"Mau?" tanya Linda yang masih memegang buah rambutan di depan mulut Raditya.
"Gak usah,buat kamu sama dedek bayi aja",senyum Raditya sambil mengusap perut istrinya.Memakan buah rambutan sama saja mengingatkannya kembali pada sosok Kiki.
Setelah itu Raditya meninggalkan istrinya untuk ke kamar bersih-bersih badannya.
"Aa' ke kamar dulu ya mau mandi,lengket banget rasanya"ucap Raditya sambil berdiri hendak berjalan ke kamarnya.
Linda hanya mengangguk sambil memakan buah rambutannya.
Di dalam kamar,Raditya merutuki dirinya,"kenapa harus ingat Kiki lagi sih",batinnya.
Seharian ini yang ada dipikirannya hanya Kiki,sejak kejadian di mushalla kampus,dia melihat gadis yang sekilas mirip dengan Kiki,kemudian pada saat dia dan Aldi membicarakan tentang Linda,malah yang ada dipikiran Raditya membandingkan Linda dengan Kiki.Dan sekarang,memory nya tentang Kiki kembali teringat pada saat melihat istrinya makan buah rambutan.
Raditya mengusap wajahnya dengan kasar.Mengusap-usap rambutnya dengan kesal.Seharusnya dia bisa melupakan sosok Kiki di hatinya.Bagaimana bisa lupa begitu saja,jika kenangan mereka begitu banyak meskipun hanya beberapa bulan saja mereka bersama.
Dia bertekad akan lebih mencintai dan menyayangi istri dan anaknya,agar rasanya terhadap Kiki bisa hilang dan dia terhindar dari dosa karena memikirkan dan mempunyai rasa terhadap wanita lain.
Di kampus......
__ADS_1