Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
40


__ADS_3

Linda berlari menahan tangis meninggalkan villa Aydin ketika selesai mendengarkan dan melihat Raditya dan Kiki yang sedang berbicara di taman.Awalnya dia ingin menjemput suaminya itu dan ingin berjalan pagi menikmati suasana alam sekitar dan juga melihat indahnya matahari terbit bersama sang suami.


Sengaja dia titipkan baby Raline pada Riri dan Renita agar dia bisa quality time berdua berdua dengan suaminya,apa lagi ditempat seperti ini yang tidak setiap hari mereka kunjungi.


Namun,tidak seperti yang dia inginkan.Hatinya hancur ketika melihat dan mendengar percakapan suaminya dan Kiki di taman tadi.


Dia tidak menyangka akan mengetahui kebenaran dari kedekatan mereka yang sejak dulu.Dia jadi bertanya-tanya pada dirinya sendiri,apa kehadirannya dan perjodohan mereka merupakan penghalang bagi mereka berdua untuk bersatu.Linda jadi merasa bersalah pada Kiki karena selama ini Kiki benar-benar baik padanya dan dia tidak pernah membiarkan dirinya hanya berdua saja dengan suaminya.Kiki seorang gadis yang sangat baik menurut Linda,dan dia menyayanginya layaknya seorang saudara meskipun mereka hanya berteman.Dia tidak bisa menyalahkan Kiki karena dia sangat berjasa menolong Raditya dikala suaminya itu sedang difitnah oleh Dinda.


Linda segera masuk ke dalam kamar mandi,mengguyur badannya yang masih memakai pakaian lengkap dengan air dari shower.


Lama dia membiarkan dirinya berada di bawah shower,berniat ingin menjernihkan pikirannya,namun yang ada hanya bayangan Raditya dan Kiki yang ada di kepalanya.


Air matanya terus keluar bercampur dengan air dari shower yang begitu deras.


Raditya tiba di villanya,dia mendapati baby Raline sedang bercanda dengan Renita di ruang tamu.Raditya menghampiri anaknya itu dan menyalurkan kerinduannya dengan menciumi anaknya itu disemua wajahnya.Baby Raline tertawa ngakak kegelian.


Raditya tidak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan,dia merasa tidak mau kehilangan Kiki dan ingin memilikinya,namun dia juga sangat menyayangi anaknya ini.Dia juga berfikir,tidak mungkin dia tidak menyayangi Linda jika dia menyayangi buah hati mereka.


Aah....Raditya hampir gila dengan perasaannya ini.Dia seperti orang yang terlalu banyak beban pikiran.Nyatanya yang dipikirkannya hanya perasaannya dan kekecewaannya pada Kiki.


Dia tersenyum getir merasakan kebodohannya sendiri.


"Linda dimana?" tanya Raditya pada Renita sambil bermain-main dengan anaknya.


"Mandi kali,tadi masuk ke kamar.Oh iya,Aa' kok gak bareng Teteh sih pulangnya? Tadi kan Teh Linda bilang mau ke villa Bang Aydin jemput kakak,pengen jalan pagi bareng katanya",Renita menyalakan layar TV dan memindah-mindahkan channel mencari acara yang diminati.


"Aa' pulang sama Aldo.Gak ketemu Linda juga disana.Apa dia nyasar?Atau gak jadi pergi kesana?" beberapa pertanyaan keluar dari mulut Raditya.


Renita menggeleng tidak tahu tanpa menoleh pada kakaknya itu,tangannya masih sibuk menekan-nekan tombol remot TV mencari-cari acara TV yang menarik.

__ADS_1


"Nitip baby Raline dulu ya,Aa' mau mandi dulu",Raditya menyerahkan baby Raline pada pangkuan Renita.


Renita menerima baby Raline diatas pangkuannya,


"Oh iya Aa' gak balik tapi gak ngabarin sih? Dikirain bakalan balik diatas jam 12 gitu,eh malah sampai pagi baru balik",sewot Renita protes.


"Tau gitu kan mending aku ikut aja kesana semalam bisa bareng mbak Kiki semalaman,bisa main bareng,ngobrol bareng,curcol-curcol gitu",tambahnya lagi.


Raditya tersenyum,namun menurut Renita senyuman Raditya memperlihatkan kesedihan.


"Ada masalah A' ? Aa' bertengkar sama mbak Kiki?" tanya Renita penuh curiga.


Raditya tersenyum getir dengan menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa ekspresi Aa' seperti itu?" Renita mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaannya.


Hufft....


"Kiki udah nikah sama Bang Aydin",Raditya mendongakkan kepalanya menatap langit - langit agar air matanya tidak jatuh.


Renita berdiri dan menggendong baby Raline dari pangkuannya dan mendekat ke arah Raditya.Di elusnya lengan kakaknya itu secara perlahan,memberikan kekuatan,kemudian dia tersenyum menatap mata kakaknya itu dan berucap,


"Ikhlaskan A' , doakan mbak Kiki bahagia.Seperti mbak Kiki yang mengharapkan Aa' dan Teh Linda bahagia bersama baby Raline".


Raditya tersenyum,


" Pasti ",ucapnya yang kemudian berlalu menuju kamarnya.


Riri berpapasan dengan Raditya sewaktu berjalan dari kamarnya.Riri merasa raut wajah Raditya berbeda,mungkin saja dia sedang kelelahan,pikir Riri.

__ADS_1


"Kenapa dia?" tanya Riri mengarahkan dagunya pada Raditya yang sudah berlalu ketika dia berada di dekat Renita.


"Patah hati",bisik Renita yang masih menggendong baby Raline.


Renita mengajak Riri ke depan villa untuk berbicara.Baby Raline yang sibuk dengan mainan karet yang penuh dengan ludah gigitannya menurut saja diajak kemanapun.


"Patah hati?" heran Riri.


"Tadinya dia gak ngaku,tapi setelah aku desak terus,akhirnya dia bilang kalau mbak Kiki udah nikah dengan Bang Aydin",jelas Renita yang kini mereka berdua sudah berada di taman,begitu indah dan sejuk pemandangan pagi di villa ini.


"Hah? Kiki nikah? Sama Bang Aydin? Kok bisa? Kapan? Kok kita gak tau?" pertanyaan - pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Riri.


"Gak tau.Tadi mau nanya Aa' gak berani,gak tega juga,mukanya aja udah sedih pakai banget kayak gitu.Lagian ya dulu aja sok-sokan gak mau bikin kakek kecewa dan Teh Linda sakit hati,malah sekarang dianya sendiri dan mbak Kiki yang sakit hati.Padahal dari dulu mereka kan cocok banget,saling suka malah.Ck...malah jadi gini kan sekarang",Renita menghela nafas pelan dan mengeluarkannya seolah merasakan rasa sesak yang dirasakan kakaknya.


"Nah tuh dia yang bikin aku bingung.Tau-tau pas kita ketemu di kampus dia udah nikah.Kok bisa Raditya nikah sama Linda? Padahal dia kan sayangnya sama Kiki.Eh pas aku denger dia udah nikah,malah istrinya lagi hamil.


Eh,mereka nikah bukan karena Linda hamil kan?" tanya Riri kepo.


"Hush ngawur,enggak lah.Aa' tuh dijodohin Kakek sama Teh Linda pas lagi nyantri SMP dulu.Eh pas SMA malah ketemu sama mbak Kiki,bimbang dia,tapi pas lagi deket-deketnya dia sama mbak Kiki malah Teh Linda dan keluarganya nanya masalah pertunangan mereka.Terus pas Abah sama Ambu nanya sama Aa' tentang perasaannya pada mbak Kiki,memang Aa' ngaku kalau dia sayang sama mbak Kiki,tapi dia juga gak mau mengecewakan Kakek yang sudah tua dan berharap banyak pada perjodohan itu.Aa' juga gak tega menyakiti hati Teh Linda kalau sampai perjodohan itu dibatalkan.Padahal Ambu sama Abah gak maksa,mereka bilang Aa' boleh batalin perjodohannya jika memang gak ada perasaan sama Teh Linda,tapi Aa' takut kualat sama Kakek katanya.Ya jadilah mereka bertunangan pada saat mbak Kiki menghilang tanpa kabar waktu itu,menurut Aa' mungkin itu pertanda dia harus melupakan mbak Kiki.Dan setelah Aa' lulus,mereka nikah",jelas Renita panjang lebar.


Ternyata tanpa sepengetahuan Renita,Riri merekam percakapan mereka.Entah untuk apa,yang penting dia memiliki rekaman penjelasan Renita tentang pernikahan Raditya dengan Linda.Niatnya sih Riri akan memberikan rekaman ini pada Kiki meskipun tidak akan mengubah apapun.Menurutnya Kiki hanya perlu tahu kebenarannya.Tapi sekarang dia ragu akan memberikan rekaman ini pada Kiki atau tidak.


"Awalnya aku dan Kiki juga bingung,pengen tau juga,tapi Kiki melarang untuk bertanya pada Raditya ataupun Aldo.Dia harap Raditya sendiri yang akan menjelaskan.Tapi sampai sekarang aku rasa Raditya belum pernah membahas soal perjodohannya itu",Riri berkata sambil mengutak-atik ponselnya.Dia menimbang-nimbang akan mengirim rekaman tadi ke Kiki atau tidak.


Jarinya sudah berada di tombol 'send' yang hendak mengirimnya ke nomor Kiki,namun jarinya hanya mengambang di atas tulisan 'send' tersebut.Dia ragu,takut jika malah menjadi masalah dengan terkirimnya rekaman ini.


Dooor.......


Dari arah belakang,Aldo mengagetkan mereka.

__ADS_1


Jadilah terkirim rekaman itu pada Kiki.Tak sengaja jarinya menekan tulisan 'send' ketika Aldo mengagetkannya.


__ADS_2