Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
91


__ADS_3

Kevin mengeram marah saat wanita didepannya itu mencium pipinya saat dia lengah. Matanya membelalak penuh kilatan amarah.


Vina melongo, dia tidak percaya lelaki yang bersanding dengannya di pelaminan, kini yang dia sebut sebagai suami telah dicium seorang wanita di pelaminan mereka.


Meskipun hanya di pipi, ciuman itu sangat menyakitkan bagi Vina. Timbullah pikiran negatif pada Kevin. Tadinya Vina selalu percaya pada Kevin, namun dengan adanya wanita ini, Vina takut jika Kevin sering melakukan hal yang sama dengan wanita lain di luar sana.


Vina tersenyum ketika menerima ucapan salam dari para tamu, namun hatinya sangat sakit dan dia kesal pada lelaki yang ada di sebelahnya berstatuskan suaminya.


Vina hanya bisa menahannya untuk sekarang karena sekarang tidak mungkin dia mempermasalahkan masalah itu ditempat ini, pesta pernikahannya.


Kevin mengerti ada yang tidak beres dengan istrinya. Memang dia tersenyum, namun Kevin merasa jika senyum istrinya itu terpaksa dan dia menyimpan sesuatu seperti kesedihan atau kekecewaan dalam senyumnya.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Kevin cemas dengan meraih kedua tangan istrinya.


Vina menatap mata suaminya. Ingin sekali dia mengatakan isi hatinya, namun situasi dan kondisi tidak memungkinkan.


"Sayang, aku tau kamu ada sesuatu. Ada apa sih, ngomong dong," ucap Kevin memohon dengan masih memegang erat tangan Vina dan menengadahkan wajahnya pada wajah Vina.


"Siapa wanita tadi?" ucap Vina kesal.


"Sudah kuduga pasti kamu marah gara-gara wanita itu. Udah gak usah dipikirin, dia gak penting, dia teman kampus," jawab Kevin enteng


"Temen kampus kok pakai cium-cium," ucap Vina ketus.


"Ya udah deh jujur, dia dulu mantan aku. Tapi aku yang mutusin dia. Udah gak usah diperpanjang lagi karena aku gak suka sama dia," ucap Kevin.


"Mantan? Pantesan....," ucap Vina dengan cemberut.


"Gak usah cemburu sayang, aku tuh dari dulu udah gak ada rasa sama dia, mangkanya aku putusin. Sekarang malah udah ada kamu, buat apa sama dia. Kamu percaya kan sayang?" Kevin memasang wajah memelas.


Waduh gawat ini kalau sampai Vina ngambek, bisa-bisa gak jadi belah duren. Apes... apes... kenapa juga Ranti datang kesini, sialan tuh anak, gerutu Kevin dalam hati.

__ADS_1


Vina masih diam, dia berpikir bahwa yang dikatakan oleh suaminya memang benar dan sebenarnya dia juga percaya penuh pada suaminya, tapi entahlah mungkin karena cintanya pada suaminya membuat rasa cemburu itu menguasainya.


Kevin berusaha merayu istrinya agar tetap percaya padanya. Dia rela bersujud jika Vina tidak mempercayainya, sayangnya Vina mudah sekali percaya padanya sehingga dia kembali pada moodnya semula sesudah Kevin merayunya.


Kiki tampil anggun dengan dress warna lilac yang di design sempurna untuk tubuhnya yang sedang hamil. Begitu cantik dan anggun Kiki menggunakan dress ala princess kerajaan.


Kiki menggandeng tangan Aydin yang memakai balutan setelan jas warna putih, bak pangeran negeri dongeng.


Ternyata permintaan Kiki untuk kakaknya mengadakan pesta seperti keinginannya itu bukan karena dia menginginkan tema itu, namun Kiki ingin mengulang kembali menjadi seorang ratu yang sedang hamil. Dan inilah dia hasilnya, Kiki berdandan hampir sama seperti sang pengantin.


Aydin tidak dapat menolak kemauan istrinya meskipun dia malu melakukannya di pesta orang lain meskipun itu kakaknya sendiri.


"Wah hebat udah gak kayak mbok jamu lagi, sekarang udah kayak princess lagi tekdung, kali ini gak ada adegan pret-pret lagi kan Dek?" canda Kevin disertai sindiran.


Kiki menatap tajam kakaknya penuh dengan ancaman. Dia sudah siap menghujani kakaknya itu dengan makian, namun ketika mulutnya sudah terbuka untuk memaki, bukannya makian yang dia keluarkan, malah kata-kata yang menandakan kesakitan yang dia keluarkan.


"Awww... aww... sayang... sa-kiiiit...," ucap Kiki kesakitan sambil memegangi perutnya.


Kevin dan Vina yang mempunyai acara merasa cemas dan bingung. Kevin ingin ikut dengan Aydin dan kedua orang tuanya, namun dia tidak diperbolehkan oleh yang lain untuk ikut.


Mama dan Papa Kiki pun dilarang ikut oleh Ayah dan Bunda Aydin karena pesta masih berlangsung.


Dengan tergesa-gesa Aydin, Ayah dan Bunda membawa Kiki ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Aydin. Namun di pertengahan jalan menuju rumah sakit, Kiki melihat ada warung bakso beranak yang biasa dia kunjungi.


"Stop.. stop.. stop... Sayang, aku mau makan bakso di tempat biasanya," rengek Kiki.


Aydin menghentikan mobilnya di pinggiran jalan. Dia menoleh ke belakang, tepatnya Bunda dan Kiki duduk. Ayah yang ada di samping Aydin pun juga menoleh ke belakang.


"Sayang katanya kamu mau lahiran?" tanya Aydin.


Bunda hanya melongo bingung dengan kemauan menantunya yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Gak jadi deh kayaknya, ini rasanya udah gak sesakit tadi, malah sekarang lapar pengen makan bakso ditempat biasanya," jawab Kiki.


"Hah?" Aydin melongo, tidak percaya pada jawaban istrinya.


Mereka tergopoh-gopoh meninggalkan pesta pernikahan kakak Kiki karena Kiki merasa mau melahirkan, namun di tengah jalan dia malah minta membeli bakso.


Aydin melihat Ayah dan Bundanya dengan tertawa kecil mereka menggelengkan kepalanya, tak percaya jika menantu kesayangan mereka ini membuat semua orang panik dengan kejadian lucu yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun.


"Sayang... ayo cepetan, udah pengen makan nih," rengek Kiki pada suaminya.


"Udah ayo buruan turuti kemauan istrimu," ucap Ayah Aydin sambil menepuk pundak anaknya.


"Iya ayo nanti kita balik ke pesta lagi," sahut Bunda sambil mengelus perut Kiki.


Akhirnya mobil Aydin sampai di parkiran warung bakso yang biasanya mereka kunjungi.


Aydin memesankan bakso untuk Kiki. Hanya Kiki yang makan karena mereka bertiga tidak mempunyai nafsu makan karena syok dengan keadaan Kiki yang tiba-tiba merintih pada saat di pesta tadi.


Tiba-tiba ada dering telepon dari Papa Kiki. Diangkatnya telepon itu oleh Aydin, Papa Kiki menanyakan tentang kondisi Kiki dan bayinya.


Diluar dugaan orang-orang yang menghadiri pesta pernikahan Kevin dan Vina. Mereka kira Kiki sekarang sedang berjuang untuk melahirkan bayinya.


Terdengar suara tawa di seberang sana, mereka tertawa dengan ulah Kiki yang berhasil membuat panik semua orang. yang berada di pesta.


Kiki yang berada di depan Aydin mendengar suara tawa keras semua orang yang ada di seberang sana. Mata Kiki menyipit menatap tajam ponsel suaminya dan menancapkan garpu dengan kasar pada bakso jumbo beranak yang dia pesan tadi.


Aydin yang melihat itu bergidik ngeri, sedangkan Ayah sudah tahu bagaimana Kiki dengan keluarganya, jadi dia diam saja. Sedangkan Bunda memberikan senyumnya dan mengusap-usap pundaknya untuk menenangkannya.


Baru separuh bakso itu dimakan, namun perut Kiki kembali sakit dan mulas. Kiki kembali mengadu, dia ingin cepat dibawa ke rumah sakit karena rasanya kali ini dia benar-benar mau melahirkan.


"Bang cepe-taaaaaan...."

__ADS_1


__ADS_2