Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
50


__ADS_3

"S**l*n, maunya apa sih nih anak. B**g**t!!! " Aydin menggebrak meja. Yang lainnya kaget dan mendekat melihat ponsel Kiki. Sedangkan Kiki tersadar ketika Aydin menggebrak meja. Segera dia meraih tangan Aydin yang menggebrak meja tadi dan mengelus - elus tangan tersebut untuk meredakan sakit pada tangan akibat menggebrak meja tadi.


"Nekat banget sih nih anak. Gak nyangka ya", Kenan memberikan Ponsel Kiki yang dia pegang pada Kevin.


"S**l*n,dasar wanita gak tau diuntung,di tolong malah mentung", Kevin menggeram marah.


"Sayang,suruh dia dan Raditya kemari. Kita selesaikan sekarang juga", perintah Aydin pada Kiki dan mengambil ponsel Kiki dari tangan Kevin kemudian memberikannya pada Kiki.


Segera Kiki menuruti perintah suaminya, dia mengirim pesan pada Linda, mengajaknya bertemu di cafe ini dengan Raditya juga. Kiki benar - benar takut melihat Aydin yang marah. Selama ini Aydin tidak pernah marah padanya. Dia hanya diperlakukan dengan sangat manis oleh suaminya itu.


Raditya dan Linda sudah sampai di Cafe Aydin. Namun Aydin dan Kiki tidak berada di dalam cafe tersebut. Raditya bertanya pada pelayan Cafe dan mereka menyuruh Raditya dan Linda menunggunya di salah satu meja yang kosong di Cafe tersebut.


Pelayan mengetuk pintu ruangan Aydin, mereka masih di dalam ruang makan pribadi. Aydin ingin menyuruh Raditya dan Linda masuk ke dalam ruangan tersebut, namun teman - temannya melarangnya. Mereka menyuruh Aydin dan Kiki menemui mereka di luar saja, karena mereka tidak mau berbagi tempat dengan Linda, wanita yang mereka benci untuk saat ini. Maka Aydin menyuruh pelayan untuk mengantar Raditya dan Linda ke ruang VIP disebelah ruangan pribadinya itu. Ruang VIP sebelah memang mewah, namun tidak semewah ruangan pribadi Aydin yang memang dia buat untuk kenyamanannya ketika di cafe.


Aydin masuk ke dalam ruangan itu dengan memegang erat pinggang Kiki, seolah istrinya itu tidak boleh jauh darinya. Di sana sudah ada Raditya dan Linda yang duduk menunggu kedatangan mereka. Aydin menatap pasangan suami istri di depannya itu dengan wajah datar dan dingin, dia sangat marah karena mereka membuat istri tercintanya menangis. Kiki tahu bahwa suaminya itu kini sedang marah, Kiki ingat tadi sebelum keluar dari ruang makan mereka, Kevin membisikinya agar Kiki menjaga Aydin, karena setahunya Aydin jika sudah marah, maka dia tidak memandang siapapun itu yang membuat masalah padanya, pasti akan dia hancurkan entah bagaimanapun caranya.


Mengingat pesan kakaknya tadi, tangan Kiki memegang erat telapak tangan Aydin, dia tidak melepaskannya sedetikpun.


Raditya nampak sangat bersalah melihat Kiki yang kini duduk berhadapan dengannya. Terlihat sembab matanya. Dia sangat merasa bersalah. Sedangkan Linda tersenyum manis pada Aydin pada Aydin. Sedari tadi Aydin masuk bersama Kiki, Linda hanya menatap Aydin dan menyunggingkan senyum manisnya, berharap Aydin terpesona padanya. Senyuman Linda itu tidak pernah luntur menatap Aydin, padahal yang ditatap malah memasang wajah datar dan dingin melihatnya, malah dia ingin sekali menampar wanita tidak tahu diri yang berada di hadapannya kini.


"Bang Aydin, Kiki, saya mau minta maaf atas semua yang telah terjadi. Saya harap kalian mau memaafkan saya", Raditya mengawali pembicaraan mereka. Mendadak dia berbicara formal pada mereka. Mungkin karena saking tegangnya dia saat ini.


Seringai tipis disunggingkan dari bibir Aydin. "Apa kesalahan kalian berdua?" Aydin menatap mereka satu persatu. Mendadak aura di tempat itu seram seperti mereka berada di dalam ruang persidangan. Auranya tegang dan bikin deg - deg an.


"Mereka berdua yang salah. Aku tidak salah apa - apa", dengan percaya dirinya Linda membuka suaranya menuduh Raditya dan Kiki.

__ADS_1


Aydin mengepalkan erat tangannya yang menggenggam tangan Kiki. Begitu erat kepalan tangannya hingga membuat Kiki merasa kesakitan. Namun Kiki tidak berani merintih, di elusnya tangan suaminya itu untuk meredakan emosinya. Aydin menoleh pada Kiki, mendadak dia ikut tersenyum ketika melihat Kiki tersenyum padanya. Senyuman Kiki menular pada Aydin. Namun setelah itu wajah datar dan dinginnya kembali pada saat menatap dua orang yang ada di hadapannya kini.


"Maksudmu apa menyalahkan istriku?" suara Aydin terdengar begitu mencekam, matanya melotot, dia tidak terima istri tercintanya di fitnah. Mendadak ruangan itu menjadi horor.


"Emm...itu..Kak, Kak Aydin belum tau kejadian tadi di kampus? Lihat ini kak, mereka berdua selingkuh di belakang kita. Mereka saling suka sudah sejak lama, sejak mereka SMA", Linda memprovokasi Aydin dan dia memperlihatkan pada Aydin video yang tadi dia kirim pada Kiki. Ditaruhnya ponselnya di meja depan Aydin. Raditya menutup matanya, lidahnya kelu, padahal tadi dia sudah sangat siap menjelaskan semuanya, namun tak disangkanya, menghadapi seorang Aydin mendadak nyalinya menciut.


Aydin melihat video itu dari jauh. Dia tidak ada niat untuk mengambil ponsel Linda. Seringaian meremehkan tersungging di bibir Aydin. Linda merasa heran dengan ekspresi Aydin, karena Aydin seperti tidak tertarik dengan video tersebut, dan ekspresi Aydin yang ah... entah tidak bisa dimengerti oleh Linda, karena harusnya dia marah setelah melihat video tersebut.


"Kak Aydin gak marah? Gak merasa dihianati?" Linda bertanya dengan nada yang dibuatnya sangat lembut dan seolah tersakiti.


"Kamu udah tau apa yang terjadi sebenarnya?" Aydin bertanya masih dengan nada datar.


"Ya itu yang terjadi. Mereka udah menghianati kita sebagai pasangan mereka. Bahkan kakak mendengar sendiri kan waktu di taman villa Kak Aydin pagi itu", Linda mencoba meyakinkan Aydin.


"Kamu, Kamu sebaiknya cari tau dulu yang sebenarnya terjadi sebelum kamu melakukan hal yang bodoh yang menyakiti semua orang", Aydin berkata dengan sinis tanpa mau menyebut nama Linda. Nama yang tidak penting baginya, dia enggan menyebutnya.


"Yang sebenarnya terjadi? Apa masih kurang jelas semua yang ada di video itu? Sadar kak, kita udah dibodohi oleh mereka berdua. Kenapa kakak masih aja membelanya? Aku heran, kenapa dua lelaki seperti kalian berdua bisa dibodohi seorang wanita seperti dia?" Linda menunjuk Kiki dengan telunjuknya.


Aydin tidak terima dengan ucapan Linda, dia sudah menghina istrinya. Aydin tidak akan membiarkannya.


Braaak...


Reflek Aydin menggebrak meja dan berdiri, membuat semua orang di sana kaget, Linda pun kaget dan mendadak menciut takut nyalinya.


"Kamu, kamu berani sekali menghina istriku. Apa kamu menyukaiku? Atau bahkan kamu sudah mencintaiku sehingga mengajak bertukar pasangan?" Aydin menatap tajam Linda dan dengan seringaian devilnya membuat Linda menunduk ketakutan.

__ADS_1


Kiki meraih lengan suaminya dan mengajaknya duduk kembali. Dibelainya lengan suaminya itu untuk menenangkannya. Aydin mengambil ponselnya dari saku celananya dan menaruh ponselnya di meja. Dia memutar video utuh kejadian di kampus tadi yang sempat dikirimkan oleh Kenan padanya.


"Lihat itu! Dan katakan apa yang kamu pikirkan setelah melihatnya! "


Linda mengambil Aydin dan melihat video tersebut sampai selesai. Dia tidak bisa berkata - kata. Ternyata dia memang salah paham. Namun tetap saja mereka berdua salah menurut Linda. Linda terdiam, dia bingung akan berbicara apa. Lidahnya kelu, tidak bisa berucap, karena antara hati dan pikirannya berbeda. Hatinya percaya akan suaminya dan Kiki hanya sebatas teman, namun pikirannya sudah dibutakan oleh rasa cemburu dan emosi.


Linda masih dalam keadaan melihat video pada ponsel Aydin, dia melirik ke depan, dia sangat iri melihat Kiki yang diperlakukan begitu manis oleh Aydin. Tampak Aydin yang sedang merangkul erat pundak Kiki dan sesekali mencium puncak rambut Kiki, Aydin pun tersenyum begitu manis dan lembut pada Kiki, tangannya menggenggam tangan Kiki di atas meja dan dielus - elusnya punggung tangan Kiki. Sedangkan Raditya hanya tertunduk, dia tak bersuara sama sekali. Dia syok melihat istrinya seperti itu, dia bingung dalam posisinya saat ini. Linda terbakar rasa iri dan cemburu melihat Aydin dan Kiki bermesraan dihadapannya. Sepertinya bisikan setan telah merajai pikirannya. Tekatnya untuk mendapatkan Aydin semakin kuat.


"Tetap aja mereka terlalu begitu dekat, mwreka layaknya sepasang kekasih", seru Linda tidak terima.


Aydin menoleh pada Linda, dia tidak percaya ada wanita yang begitu keras kepalanya hingga menuduh suaminya sendiri. Raditya terhenyak dari kepalanya yang tertunduk, dia menoleh ke arah istrinya, dia menggeleng tidak percaya mendengar ucapan itu bisa keluar dari mulut istrinya, ibu dari anaknya.


"Tidak, kamu salah. Kita memang udah seperti ini dari dulu. Kita berempat, Raditya, Aldo, Riri dan aku, kami semua sangat dekat sekali. Jika kita memang tidak seperti ini sedari dulu, pasti Abah dan Ambu melarang kami untuk sedekat ini, justru karena memang sudah sedari dulu kami seperti ini jadi Abah dan Ambu tidak melarang dan tidak khawatir, mereka percaya pada kami", elak Raditya pada tuduhan istrinya.


"Kamu salah Linda. Sekarang coba kamu ingat - ingat, mana pernah aku cuma berdua aja sama suamimu? Kita tidak pernah hanya berdua aja, pasti ada orang lain yang ada bersama kami. Dan aku juga udah bersuami, aku mencintai suamiku lebih dari apapun", kini giliran Kiki bersuara membela dirinya.


"Halah, kalian bisa bicara seperti itu agar Kak Aydin percaya kan? Kak, apa kak Aydin percaya sama mereka berdua?" Linda mengiba pada Aydin, tatapannya sendu meminta pertolongan.


Aydin menyeringai, "Apa kamu tidak percaya pada suamimu? Aku sangat percaya pada istriku, karena aku sangat mencintainya. Bukankah pernikahan itu harus berlandaskan kepercayaan? Kalau kamu tidak percaya sama suamimu, untuk apa kamu menikah pada saat itu? Apa hanya untuk nafsumu saja?" Aydin menjeda ucapannya, melihat reaksi pasangan di depannya.


"Oh iya, kamu jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan saya ataupun cinta saya. Dan saya bisa pastikan, itu tidak akan pernah terjadi, karena cinta saya hanya untuk istri saya, Kiki. Apapun kelak yang terjadi, saya bisa pastikan hati saya tidak akan pernah berubah. Gila aja kalau sampai meninggalkan istri yang sempurna seperti Kiki demi wanita gak tau diri kayak kamu", Aydin mengeluarkan kemarahannya yang meluap - luap.


Kiki mencengkeram erat tangan Aydin untuk menghentikan ucapannya yang merendahkan Linda. Kiki menggeleng ketika Aydin menoleh padanya. Dia tidak ingin suaminya itu menghina orang lain, apalagi dia adalah temannya. Linda malu, dia tidak menyangka akan dipermalukan seperti ini oleh Aydin dihadapan Kiki, terlebih ada Raditya, suaminya. Air matanya menetes, kepalanya tertunduk tidak berani menatap ke arah depan dimana Aydin dan Kiki berada.


"Linda, aku minta maaf jika selama ini aku menyakiti hatimu, aku tau kamu sangat mencintai suamimu. Kamu hanya tersulut emosi saat ini, kamu tidak benar - benar menyukai atau mencintai suamiku. Sudahlah kita lupakan saja semuanya, mari kita perbaiki hubungan kita dengan pasangan kita masing - masing. Jangan sampai kita mengutarakan perpisahan hanya karena emosi, kelak kita pasti akan menyesal", Kiki berkata lembut pada Linda. Kini dia sudah berada di samping Linda, mengelus pundaknya untuk menguatkannya. Linda mendongak ke atas melihat wajah Kiki. Dia tidak mengerti mengapa semua ini bisa terjadi, Kiki pun menunduk dan memeluknya. Aydin memberikan tatapan tidak sukanya pada Linda. Dia rasa dia dan Kiki harus waspada padanya. Kiki melepas pelukannya pada Linda, dia menoleh ke arah Raditya, " Di.... " Kiki menganggukkan kepalanya dan menggerakkan dagunya ke arah pintu, dia menyuruh Raditya membawa Linda pulang. Raditya mengangguk dan beranjak dari duduknya mengajak istrinya pulang. Sebelum beranjak dari kursinya, Linda menatap Aydin dengan penuh harap. Aydin yang tadinya memang melihat ke arah depannya, tepatnya melihat istrinya yang berada di dekat Linda, kini membuang mukanya ketika Linda menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2