
"A-a-aku... bukannya Aa' udah tidur?" tanya Linda gagap.
"Apa yang kamu lakukan dengan pria itu?" tanya Raditya dengan menunjukkan ponsel Linda didepan wajahnya.
"Bukan apa-apa," jawab Linda sambil merebut ponselnya dari tangan Raditya.
"Kamu mau ini? Ini kan?" Kemarahan Raditya sudah memuncak, dia melempar ponsel Linda dengan keras ke salah satu tembok di kamarnya.
"Jangaaaan...," teriak Linda.
Mereka ribut di malam hari, untung saja kamar Renita tersekat oleh ruang kerja Raditya, sedangkan kamar Abah dan Ambu ada di lantai bawah.
"Aa' jahat! Sebenarnya Aa' mau apa?" teriak Linda penuh emosi.
"Kamu mau tau apa mau ku?" tanya Raditya tidak kalah emosi dengan Linda.
Raditya mendekat dan mencengkeram kedua tangan Linda, serta mengungkung tubuh Linda dibawahnya.
"Aa' mau dilayani? Bukan gini caranya!" teriak Linda masih dengan emosinya.
Raditya tersenyum miring meremehkan Linda yang berada dibawah kungkungannya.
"Najis! Jijik aku sama kamu!" teriak Raditya melecehkan Linda dengan kata-kata dan ekspresi wajahnya.
Setelah mengatakan itu Raditya keluar dari kamarnya dan masuk ke dalam ruang kerjanya. Malam ini biarlah dia tidur di sofa ruang kerjanya. Sementara Raline tidur bersama Renita.
Mata Raditya tak bisa terpejam. Bayangan istrinya beradegan layaknya suami istri dengan orang lain selalu terbayang di pelupuk matanya disertai suara mereka seperti yang ada di rekaman suara yang didengarkan olehnya.
Pasangan mana yang bisa menerima pasangan melakukan itu bersama orang lain. Sungguh hancur dunianya. Jikalau mereka belum mempunyai anak, masih bisa dia terima, tapi kini mereka sudah mempunyai anak, jadi mereka tidak boleh egois.
Apa yang harus aku lakukan sekarang Ya Allah..., Raditya memejamkan matanya dan membatin, tak terasa air matanya menetes mengiringi kesedihan hatinya.
Linda kaget dengan reaksi Raditya. Dia tidak pernah melihat suaminya itu murka kepadanya hingga berteriak dan mengatakan hal yang menyakitkan hatinya seperti tadi.
Linda terdiam karena kebingungan. Kini dia benar-benar tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Yang dia tahu sekarang adalah dia tidak mau berpisah dengan kekasihnya.
Entah itu hanya perasan semu atau perasaan cinta yang sesungguhnya. Linda menyadari bahwa dulu dirinya mencintai Raditya, namun lambat laun setelah kehadiran Riko dalam hari-harinya membuat rasa rindu dan membutuhkan sosok suaminya jadi berkurang. Hingga sekarang setelah Linda dan Riko sudah saling memiliki, Linda jadi tidak pernah menginginkan suaminya lagi.
__ADS_1
Diamnya Linda merupakan kebingungannya pada dirinya sendiri. Sebenarnya dia takut jika diceraikan oleh Raditya. Namun dia yakin jika Riko mau menikahinya, jadi dia bersikap biasa saja seolah tidak ada masalah yang terjadi.
Linda menatap nanar ponselnya yang hancur dilempar oleh suaminya. Dia menghela nafas panjang karena dia harus membeli lagi ponsel yang baru. Tapi untuk malam ini dia tidak bisa mengabari Riko atau membuat janji bersamanya besok.
Akhirnya dia memutuskan untuk tidur mengistirahatkan tubuhnya yang lelah seharian bekerja dan bersenang-senang bersama Riko.
Mengingat Riko, senyum Linda melebar meskipun matanya sedang terpejam. Sepertinya dia sedang benar-benar jatuh cinta seperti layaknya ABG yang sedang jatuh cinta.
Sedangkan pasangan pengantin baru yang fenomenal karena pestanya diwarnai oleh drama Kiki sedang dilanda masalah.
Sang pengantin wanita yaitu Vina tidak ingin satu kamar bersama suaminya jika dia tidak bisa membuktikan bahwa dirinya tidak ada hubungan lagi dengan mantan pacarnya dulu yaitu Ranti.
Meskipun Kevin telah memberitahu istrinya yang sebenarnya, dia tetap merajuk. Entah apa uang diinginkan Vina. Yang dia rasakan hanya dia sangat marah ketika melihat suaminya dicium atau digandeng oleh wanita lain.
Kevin sangat frustasi mengingat dua hari malam pengantinnya gagal. Hari pertama setelah pesta menggunakan adat Jawa mereka tidak melakukan malam pertama karena sama-sama capek dengan banyaknya prosesi adat yang mereka lakukan.
Dan kini malam pesta perayaan yang kedua dengan konsep keinginan Kiki, namun Kevin hanya bisa menelan ludahnya saja karena keinginannya itu tidak terlaksana.
Kevin menjambak rambutnya frustasi dan marah karena mantannya yang agresif itu menghancurkan malam pertamanya.
Perlahan tapi pasti, Kevin mendekati istrinya yang sedang pura-pura tidur di ranjang. Dengan memejamkan mata dia tahu suaminya sedang di atas ranjang yang sama dengan dirinya.
Kevin tetap berjuang mendapatkan malam pertamanya. Dia ingin merasakan betapa nikmatnya belah duren seperti yang dikatakan oleh teman-temannya.
Perlahan tapi pasti Kevin memeluk tubuh istrinya dengan lembut. Misi pertama Kevin adalah ingin memberikan kenyamanan untuk istrinya. Sesudah itu Kevin meraih tubuh istrinya lebih erat ke dalam pelukannya.
Vina terpejam merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya, sangat menggelitik dan membuatnya meremang saat Kevin menciumi ceruk lehernya.
Dinding pertahanannya roboh ketika Kevin menyentuh bagian tubuhnya yang sensitif hingga dia melenguh menikmati tiap sentuhan dan kecupan yang diberikan oleh suaminya.
Kevin memang masih pemula, tapi entah kenapa dia cepat sekali membuka piyama istrinya. Sehingga istrinya tidak sadar jika piyama itu sudah teronggok di lantai.
"Sayang... ini kok ada darahnya? padahal aku kan belum masukin," tanya Kevin heran ketika melihat bercak darah pada saat dia melepas c***na dalam istrinya.
Vina bangun dari tidurnya dengan menutupi bagian-bagian tubuhnya yang penting menggunakan tangannya.
Kemudian Vina melihat c***na dalamnya yang terdapat bercak darah.
__ADS_1
"Sayang tolong ambilkan ponsel aku di dalam tas," pinta Vina pada Kevin yang masih dibuat tegang melihat kemolekan tubuh Vina.
Kevin mengambilkan ponsel Vina di dalam tas yang ada di atas meja kerjanya dan memberikannya pada Vina.
Vina sibuk mengutak-atik ponselnya, hal itu tidak membuat tangan Kevin menganggur. Kini tangan Kevin bertengger di bagian dada istrinya. Dia memelintir bintik yang ada di atas squishy kembar milik Vina hingga Vina mendesis menahan rasa aneh yang timbul karena ulah suaminya.
"Sayang, liat deh. Ternyata hari ini tamu bulanan ku datang," ucap Vina dengan nada sungkan sambil memperlihatkan kalender menstruasinya.
Kini senyuman yang tadinya selalu ada di bibir Kevin hilang seketika karena tamu bulanan Vina yang datangnya tidak diundang.
"Yaaaa... gak jadi belah duren deh, gak jadi unboxing. Kenapa harus datang sekarang sih sayang?" ucap Kevin lemah sambil membawa tubuh Vina tidur dan didekapnya dengan erat.
"Sayang, bentar ya, aku mau pakai pembalutnya dulu," ucap Vina sambil mengangkat tangan Kevin dari perutnya.
"Cuma pakai itu aja, yang lain biar kayak gini," perintah Kevin dengan tegas.
"Kok gitu? Kan gak ngapa-ngapain, buat apa?" tanya Vina heran.
"Pokoknya gak boleh. Kamu gak kasihan apa sama aku?" ucap Kevin memelas.
Akhirnya Vina tidur seperti yang diinginkan oleh suaminya, tanpa busana hanya memakai c***na dalam dengan pembalutnya saja.
Dan itu membuat Vina tersiksa karena semua bagian tubuhnya dimainkan oleh suaminya. Alhasil Vina sangat kewalahan dengan menahan rasa yang ada akibat perbuatan suaminya.
Suara telepon dari ponsel Kevin terdengar tidak ada hentinya. Sepertinya si penelepon berharap agar teleponnya segera diangkat.
Vina merasa sangat terganggu dan dia mengambil ponsel Kevin yang berada di atas nakas karena kini tangan Kevin sedang sibuk menjelajah dan memainkan bagian tubuh istrinya.
Mata Vina melotot dan raut wajahnya berubah ketika dia melihat layar ponsel Kevin.
Vina memandang Kevin dengan penuh kemarahan dan Kevin yang tidak tahu apa-apa tetap santai dan kembali pada aktifitasnya.
Tiba-tiba Vina bangkit dan memberikan ponsel Kevin di tangan Kevin dan berkata penuh amarah,
"Gak ada jatah buat kamu." Kemudian Vina meraih bath robes di kamar mandi, memakainya dan keluar kamar dengan membanting pintu.
"Sayaaaaang...," teriak Kevin.
__ADS_1