Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
243


__ADS_3

Raditya menatap pada kedua remaja yang berbeda usia dan jenis kelamin yang ada di hadapannya itu.


"Ayo duduk dulu, kita makan dulu," ucap Kiki sambil meletakkan nasi di atas piring Aydin.


Kemudian mereka makan seperti biasa dengan suasana hening dan hanya Miyuki saja yang berusaha meramaikan suasana dengan meminta ambilkan ini dan itu pada Maminya.


"Kenshin, Raline setelah kalian makan kami tunggu di ruang kerja Papi."


Aydin berdiri dan berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya. Kemudian disusul oleh Raditya yang mengikutinya.


Tidak lama setelah itu Kiki beranjak untuk mengikuti suaminya, namun sebelumnya dia mengatakan sesuatu pada Raline dan Kenshin.


"Kalian jangan lama-lama, nanti Papi marah-marah kalau nunggunya kelamaan."


Raline mengangguk lemah, sedangkan Kenshin tersenyum tipis mendengar ucapan dari Maminya.


"Kalian bikin salah apa, kok kayak mau disidang sih?"


Miyuki bertanya ketika Kenshin dan Raline berdiri dari kursinya secara bersamaan.


"Udah gak usah tau. Masih kecil gak usah tau urusan orang dewasa," jawab Kenshin sambil mengacak gemas rambut adiknya.


"Dih udah dewasa apaan? Dewasa kok pakai disidang-sidang. Pasti deh buat kesalahan tuh. Salah apa sih... Yuki kan kepo?"


Miyuki mengikuti di belakang Kenshin yang berjalan di belakang Raline.


Sontak saja Kenshin berhenti sehingga Miyuki tertabrak punggungnya.


"Awww... Kak Ken iiih... berhenti gak bilang-bilang," rengek Miyuki sambil mengusap-usap dahinya yang menabrak punggung Kenshin.


"Mana yang sakit?" tanya Kenshin sambil membuka tangan Miyuki yang masih mengusap dahinya.


"Ini?" tanya Kenshin pada Miyuki sambil meletakkan tangannya di dahi Miyuki.


Miyuki mengangguk membenarkan tebakan Kenshin.


Pletak!


"Awww.. Kak Keeeen..... sakiiiiiiit....."


Miyuki meringis kesakitan sambil memukul-mukul badan Kenshin.


Ternyata bukannya mengusap-usap dahi Miyuki, tangan Kenshin malah menjitak dahi Miyuki menggunakan jari-jarinya.


Ceklek!

__ADS_1


Suara pintu dibuka dan keluarlah Kiki dari ruangan kerja Aydin mengintip luar ruangan tersebut karena mendengar suara Kenshin dan Miyuki yang seperti biasanya, ribut ala kakak beradik.


"Ada apa sih ribut-ribut? Ayo Ken, Raline buruan masuk."


Kiki berucap dengan wajah ingin tahu apa yang terjadi pada mereka sehingga suara ribut mereka terdengar dari dalam ruangan.


"Kak Ken jitak dahi Yuki nih Mi, sakiiiiit," Miyuki kembali merengek sambil memukul-mukul badan Kenshin.


"Mimi nih mau ngikut masuk ke dalam," ucap Kenshin membela dirinya.


Kiki memperhatikan kedua anaknya yang berdebat itu dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.


Sedangkan Raline hanya menundukkan kepalanya dengan lesu, dia tidak siap menghadapi semuanya karena hanya satu hal yang dia takuti yaitu ditinggalkan orang-orang yang disayanginya.


Rasa trauma ditinggalkan oleh Bundanya membuat Raline tidak mau kehilangan orang-orang terdekatnya. Oleh sebab itu selama ini dia selalu menurut ucapan Kenshin meskipun menurutnya Kenshin hanya mengerjainya saja.


"Udah sekarang Kenshin dan Raline masuk ke dalam. Dan Miyuki ke kamar aja ya," tukas Kiki kemudian.


"Yaaaa... Mami, Yuki kan kepo pengen tau apa yang terjadi. Lagian Yuki pengen lihat Kak Ken dihukum," ucap Miyuki sambil terkekeh di akhir kalimatnya.


Sontak saja Kenshin mengacak-acak rambut Miyuki dengan gemas menggunakan kedua tangannya.


Dan Miyuki tidak mau mengalah, dia membalas Kenshin dengan memukul-mukul badan Kenshin tak tentu arah sehingga dia kelelahan sendiri dan akhirnya dia menyerah.


"Ah sudah ah, capek. Yuki mau ke kamar dulu. Bye!" ucapnya sebelum beranjak dari tempat tersebut sambil melambaikan tangannya pada Kenshin dengan menampakkan wajah kesalnya.


Karena Kiki dan Kevin dulu seperti itu, sehingga Kiki tahu betul apa yang akan terjadi. Dan benar seperti dugaan Kiki, mereka akan berhenti sendiri karena kelelahan.


Bibir Kiki mengembang melihat dugaannya benar terjadi. Dan pada saat itu juga dia merasa rindu akan masa-masa bersama dengan Kevin, kakak terbaiknya.


"Kalian berdua duduklah!"


Aydin memerintahkan pada Kenshin dan Raline agar duduk di hadapannya.


Raline semakin menundukkan kepalanya. Dia tidak sanggup jika malam ini semuanya akan berakhir. Keluarga keduanya yang sangat menyayanginya, dia merasa tidak bisa kehilangan mereka.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kalian bisa tidur berpelukan seperti ini?"


Raditya bertanya sambil memperlihatkan foto yang ada pada ponselnya. Seketika mata Raline dan Kenshin terbelalak melihat foto mereka yang diambil oleh Kiki dan dikirimkan pada Raditya.


"Siapa yang mau menjelaskan?"


Raditya kembali bertanya pada Raline dan Kenshin yang tak kunjung menjawab pertanyaan darinya.


"Kenshin!"

__ADS_1


Aydin memanggil Kenshin dengan tegas. Dan itu membuat Kenshin menghela nafasnya.


"Baiklah Ken akan menjelaskan. Seperti yang tadi Ken bilang sebelumnya."


Kenshin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mulai dia merasakan badannya yang panas dan menggigil serta Raline yang tiba-tiba datang mencarinya dan menemukannya sedang sakit, setelah itu dia menceritakan semuanya hingga Aydin dan Kiki menemukan mereka tidur dengan saling berpelukan.


"Lalu, kenapa kamu bisa sakit? Setau kami kamu rajin olahraga dan minum vitamin. Apa kamu tiap hari begadang Ken?"


Kiki bertanya untuk mengalihkan pembicaraan tentang hukuman mereka. Sebenarnya Kiki sangat senang jika memang Raline dan Kenshin bisa menikah, karena selama ini Raline sudah seperti anaknya sendiri, sehingga dia tidak perlu meragukannya.


"Apa karena selama beberapa hari ini kamu bertengkar dengan Raline?"


Kini Raditya menanyakan apa yang ingin ditanyakannya selama beberapa hari yang lalu.


Raline dan Kenshin saling memandang, mereka kaget karena Raditya mengetahui apa yang terjadi pada mereka.


"Apa itu benar Ken?" tanya Aydin pada Kenshin.


"Itu karena permintaan dia Pi," jawab Kenshin dengan entengnya.


"Enak aja. Kamu yang tiba-tiba mengacuhkan aku, tidak mau menyapaku dan menjauhi aku. Bahkan Ken tidak hadir setiap mata pelajaran yang Raline ajarkan Pi."


Raline mengadu pada Aydin tentang sikap Kenshin padanya akhir-akhir ini karena dia tidak mau disalahkan.


"Ken, benar apa yang dikatakan Raline?"


Aydin bertanya dengan tegas pada Kenshin.


"Ken cuma pengen tau aja Pi, gimana dia jika Ken jauh darinya seperti permintaannya. Ternyata dia sendiri yang datang ke sini dan meminta penjelasan Ken tentang sikap Ken padanya."


Kenshin menjawab dengan entengnya tanpa berpikir dan terkekeh sambil melihat ke arah Raline ketika mengatakan tentang Raline.


"Bukan begitu Ken, aku cuma-"


"Dan kamu Ken, ternyata kamu sendiri yang jatuh sakit karena tersiksa dengan ulah kamu sendiri."


Kiki menyahuti perdebatan Raline dan Kenshin dengan mengatakan penilaiannya terhadap sikap Kenshin dan Raline.


"Iya... iya... Ken ngaku salah," ucap Ken kemudian.


Entah mengapa jantung Raline berdegup sangat kencang mendengar pengakuan dari Kenshin.


Apa ini? Apa artinya semua ini? Apa aku benar-benar mencintai Ken yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri? Raline bertanya-tanya dalam hatinya.


"Jadi... apa kami jadi dinikahkan?" tanya Kenshin dengan melihat wajah Aydin, Kiki dan Raditya secara bergantian.

__ADS_1


Seketika wajah orang tua mereka berubah, mereka bertiga kaget mendengar pertanyaan dari Kenshin.


"Tidak, Papi tidak menyetujui hubungan ini!"


__ADS_2