
Raline sudah sedikit sibuk karena dia sudah menginjak SMP. Waktu yang dihabiskannya bersama Kenshin dan Miyuki hanya pada saat mereka weekend saja. Dan itupun jika Raline tidak ada kegiatan yang bersangkutan dengan sekolahnya.
Kenshin sering protes pada Raline karena kesibukannya yang bahkan masih SMP saja sudah seperti tidak punya banyak waktu untuk bertemu seperti dulu lagi. Bahkan Ken sering mengacuhkan Raline sebagai bentuk protesnya. Sedangkan Miyuki benar-benar iri dengan kedekatan Ken dan Raline. Dia akan selalu bermanja-manja dengan Raline jika ada Raline diantara mereka agar Ken tidak lebih dekat dengan Raline dibanding dengan dirinya.
"Mi... Pi... Ken kangen sama Kakak cantik...," ucap Ken tiba-tiba dengan suara lemah dan tidak bersemangat.
"Yuki juga... Yuki juga... Yuki juga kangen sama Kakak cantik," Miyuki menyahuti ucapan Kenshin dengan sangat antusias.
Seperti biasanya, Miyuki tidak mau kalah dengan kakaknya meskipun hanya dalam hal berbicara saja. Sudah menjadi tradisi bahwa adik harus menang dari kakaknya, dan ini pun berlaku untuk Miyuki, Kenshin sebagai kakak harus kalah darinya.
"Huffftt... kapan mau kalahnya sih kamu princess...," Ken menghela nafasnya kesal sekaligus gemas dengan adiknya itu.
Ken segera berdiri dan mencubit kedua pipi Miyuki dan memainkannya ke kiri dan ke kanan. Miyuki terlihat lucu dengan pipi yang menggembung dan bibir yang mengerucut ke depan membuat semua orang yang melihatnya bertambah gemas.
"Hahaha... mirip ikan koki kamu Mimi," Ken meledek Miyuki masih dengan tangannya yang memainkan pipi Miyuki.
"Aisssh... Kak Ken ih gak keren banget manggilnya Mimi, Yuki Kak... Yuki... bisa-bisa dikira orang mi kalau dipanggil Mimi," Miyuki berucap sewot pada kakaknya.
"Kan emang kamu suka banget sama mi Yuki... eh kalau disambung jadi mi-yuki. Hahaha... berarti Aunty sama Uncle tau kalau nantinya kamu suka banget sama mi," sahut Max si cowok tampan cerdas yang tidak pernah cadel dari semenjak dia bisa berbicara.
"Max, awas kamu ya kalau panggil aku Mimi juga, bakalan aku balas kamu, tunggu aja," Miyuki mengancam Max seperti biasanya karena Max 1 tahun lebih muda daripada dirinya.
"Bisanya selalu ngancam-ngancam," gerutu Max yang ditertawakan semua orang dewasa.
Aydin, Kiki, Kevin dan Vina selalu bahagia melihat anak-anak mereka berkumpul, karena keramaian dan perdebatan mereka seperti inilah yang bisa membuat mereka terhibur dan bersyukur karena mereka bisa dekat seperti ini. Namun mereka sedih karena Raline yang sering tidak bisa hadir disaat mereka semua membuat acara.
Raditya semakin sibuk karena kini usaha yang dirintisnya semakin maju. Kantornya kini lebih besar dan bisa dibilang Raditya sudah menjadi pengusaha yang sukses. Tapi tetap saja dia jadi bahan ledekan teman-temannya karena tidak bisa membuang status dudanya itu.
"Kangen juga ya sama Raline. Kenapa dia jadi jarang ke sini ya? Apa perlu kita jemput dia dan kita bawa paksa berlibur bersama seperti dulu?" Kevin mengutarakan pendapatnya.
"Apa bisa? Apa perlu kita tanya Raditya dulu?" tanya Kiki yang sedikit ragu dengan ide kakaknya, namun dia sangat senang sekali jika ide tersebut memang benar-benar bisa terlaksana.
"Coba kamu tanya Dek," Kevin menyuruh Kiki agar bertanya pada Raditya.
__ADS_1
"Yeee... kita liburan bareng Kakak cantik," Kenshin berseru kegirangan.
"Yeeee....," Miyuki ikut kegirangan tidak kalah hebohnya dari kakaknya
Dan Max pun mengikuti Miyuki ikut bersorak senang sehingga suasana di ruangan makan. sangat meriah meskipun hanya terdiri dari tujuh orang saja.
"Kita makan dulu saja, setelah itu baru kita menghubungi Ayahnya kakak cantik. Ok sayang-sayangku?" Kiki memberikan mereka syarat agar mau memakan makanan mereka, terlebih Ken yang sedari tadi tidak memakan makanannya karena merasa kangen dengan kakak cantiknya.
Setelah mereka menghabiskan makanannya, Ken segera meminta Kiki untuk segera menghubungi Raditya. Dia sudah sangat ingin sekali bertemu dengan Kakak cantiknya untuk melepaskan rindunya yang dalam beberapa hari ini tidak pernah bertemu sama sekali dan pesan dari Ken pun jarang sekali di balas oleh Raline, serta telepon dari Ken juga sering tidak diangkat oleh Raline. Ken jadi merasa rindu berat pada Raline yang sejak kecil selalu bersama dengannya.
"Assalamu'alaikum... halo Di, ini anak-anak kangen banget sama kakak cantiknya, apa mereka bisa mengajak Raline untuk berlibur bersama seperti dulu?" Kiki berbicara dengan Raditya melalui telepon.
Wa'alaikumussalam... pasti yang sangat rindu sama Raline kan ya? Kirain Maminya yang rindu sama Ayahnya Raline, Raditya malah bercanda untuk menggoda Kiki seperti biasanya.
Beruntung saja tidak ada Aydin yang mendengarnya, tapi Aydin sudah tahu kebiasaan mereka yang suka bercanda itu, sehingga dia hanya merasa biasa saja jika mendengarnya, tidak cemburu seperti dulu. Namun tetap saja dia cemburu ketika Kiki dan Raditya terlalu dekat dan sangat akrab, karena Aydin yang bucin pada istrinya itu merasa bahwa Kiki hanya miliknya saja, tidak boleh berdekatan dengan orang lain.
"Ish, kamu itu Di. Gimana, apa boleh kita mengajak Raline berlibur?" Kiki kembali menanyakannya karena Ken sudah beraksi dengan meraih ponsel yang digunakan Maminya menghubungi Raditya.
Boleh lah, nanti aku juga akan ikut karena aku juga butuh berlibur. Eh bagaiman dengan yang lain? Raditya berucap dari seberang sana.
"Ayah... Ken kangen Ayah, pasti Ayah gak pernah kangen dengan Ken, karena Ayah jarang sekali menemui Ken," ucap Ken dengan kesal dan sewot pada Raditya.
Hai jagoan Ayah, apa kabar? Tentu saja Ayah kangen dengan jagoan Ayah. Tapi.... seperti ya jagoan Ayah ini kangennya bukan sama Ayah deh, sepertinya kangennya sama Kakak cantik ya, Raditya mencoba menggoda Ken agar tidak kesal dan marah lagi padanya.
Raditya benar-benar sangat sibuk semenjak perusahaanya berkembang dengan pesat. Oleh karena itu dia jarang sekali bisa menemui Ken seperti dulu. Waktunya lebih banyak dihabiskannya di kantor, sedangkan Raline yang jika ada waktu, pasti dia akan meminta Kiki untuk menjemputnya sehingga bisa menginap di sana, di rumah Aydin dan Kiki, dan berperan sebagai kakak bagi Kenshin dan Miyuki.
"Hehehe... habisnya Ayah jahat sih gak pernah datang lagi seperti dulu, Papi sibuk, Ayah juga sibuk, uncle-uncle yang lain juga sibuk, jadi terpaksa Ken harus main bersama Miyuki dan harus selalu mengalah padanya," Ken berkeluh kesah pada Raditya.
Iya, maaf ya jagoan Ayah. Pasti Ayah akan selalu berada di sisi kamu suatu saat nanti jika Allah memperkenankannya. Sabar ya jagoan Ayah, nanti kita pasti akan bermain bersama nanti pada saat kita liburan nanti. Ok? Raditya membuat janji pada Kenshin.
"Ok Ayah... Ken pasti akan sangat senang seperti biasanya. Ken tunggu Ayah...," Ken tersenyum manis mendengar janji dari Raditya meskipun hanya melalui sambungan telepon saja.
Setelah Kiki memberitahukan bahwa Raditya ingin ikut berlibur dengan mereka, Aydin dan Kevin merencanakan liburan mereka dengan sahabat-sahabat mereka sama seperti dahulu. Setelah sudah sepakat semuanya, Aydin dan Kiki mengajak Ken dan Miyuki menjemput Raline.
__ADS_1
......................
Di kediaman Raditya, tepatnya rumah milik Abah dan Ambu, Kenshin segera berlari masuk ke dalam setelah mobil diparkir di halaman rumah tersebut.
"Abah Kakek... Ambu nenek... Kenshin yang sangat ganteng sudah datang...," Ken berteriak mulai dari halaman hingga masuk ke dalam rumah tanpa permisi.
Abah dan Ambu yang berada di ruang menonton televisi menjadi kaget mendengar teriakan yang sangat memekakkan telinga mereka, namun mereka tersenyum senang ketika melihat Kenshin berlari dan melebarkan tangannya ke samping untuk memeluk mereka berdua.
"Eh cucu ganteng Abah dan Ambu datang, sama siapa Ken?" Abah bertanya sambil memeluk tubuh Ken yang lebih besar dari anak seusianya.
"Sama kita Abah, Ambu," sahut Kiki yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Assalamu'alaikum Abah... Ambu...," Kiki mewakili semuanya untuk memberi salam.
"Wa'alaikumussalam... mana nih cucu Abah sama Ambu yang cantik dan ganteng satunya lagi?" Abah mengedarkan matanya untuk mencari Miyuki dan Max.
"Yeee... Abah kakek gak bisa nemuin kita," Miyuki tiba-tiba keluar dari belakang tubuh Kiki.
"Hai princess nya Abah, sini dong, Abah sama Ambu kangen banget sama kalian," ucap Abah dengan suara yang sedikit sedih.
"Maafkan kita Abah, Ambu yang tidak bisa terlalu sering datang ke sini. Tujuan kami ke sini karena kami ingin mengajak Raline berlibur bersama semuanya seperti dulu," ucap Kiki yang meminta ijin pada Abah dan Ambu.
Bagaimanapun dia harus meminta ijin juga pada Abah dan Ambu karena ketika Raditya tidak berada di rumah, Raline menjadi tanggung jawab Abah dan Ambu sebagai kakek dan neneknya.
"Kalian ajak saja dia sebelum Raline masuk ke dalam Pondok Pesantren beberapa minggu lagi," ucap Abah yang sekalian memberitahukan pada mereka semua.
Abah mengatakan itu bersamaan dengan Raline yang baru saja datang ke ruangan tersebut setelah disusul oleh Ken di kamarnya.
"Pondok pesantren? Benarkah itu kakak cantik?" tanya Ken pada Raline dengan ekspresi kaget dan tidak percaya.
Tentu saja Ken tidak akan mengijinkan jika itu memang benar terjadi. Ken tidak bisa membayangkan bagaimana dia bisa tidak bertemu dengan kakak cantiknya. Memang Ken sering sekali diajak Raditya bersama Raline dan Abah mengunjungi Pondok Pesantren milik orang tua Abah, sehingga meskipun masih sekecil itu, Ken sudah tau mengenai Pondok Pesantren karena Abah selalu bercerita pada Ken dan Raline serta Miyuki tentang Pondok pesantren.
Raline menoleh ke samping di mana Kenshin berada. Raline melihat ada raut kesedihan pada wajah Ken, serta matanya yang tidak rela untuk melepaskannya. Secara perlahan, Raline mengangguk, dan tangan Raline yang di gandeng oleh Ken sedari tadi kini dihempaskan dengan kasar oleh Ken. Setelah itu Ken berlari menuju halaman belakang. Di sana, di gazebo memory Raditya dan Kiki berada, kini diduduki oleh Ken yang sedang kesal dan marah pada kakak cantiknya.
__ADS_1
"Ken... apa kamu mau berjanji denganku?"