
Ruang sidang terasa asing bagi Linda. Dia bersama pengacaranya hadir tanpa di dampingi oleh Riko. Entah sengaja atau memang Riko tidak bisa datang pada sidang hari ini.
Harusnya dia memberikan support untuk Linda dengan menemaninya di setiap persidangan. Namun itu hanya harapan Linda semata. Dia tidak tahu jika Riko ada jadwal bekerja hari ini. Dia mengira bahwa Riko akan mengosongkan jadwalnya untuk menemaninya dalam persidangan kali ini.
Karena setahu Linda, Riko mengetahui dengan jelas jadwal persidangannya. Entah Linda harus menyesal atau bersyukur berpisah dengan Raditya.
Tiap kali dia berharap bisa bertemu dengan anaknya, selalu saja Raditya menolaknya. Raditya mengatakan bahwa Raline tidak memerlukan sosok Ibu seperti dirinya.
Entah mengapa ucapan Raditya itu sangat menusuk hati Linda. Dulu Linda tidak akan menyangka jika sesakit ini pisah dengan anaknya, oleh sebab itu Linda berjanji akan mendapatkan hak asuh Raline.
Raditya datang dengan pengacara dari Aydin. Raditya juga diantar oleh Aldo dan Kenan. Mereka saling support sekarang dan dengan adanya masalah Raditya itu, sahabat Kiki dan sahabat Aydin sering berkumpul bersama di rumah Aydin. Tentu saja Kenan yang selalu mengajak Renita untuk datang bersama mereka.
Sahabat-sahabat mereka yang lain tidak dapat hadir karena masih jam kerja dan mereka sedang sibuk-sibuknya.
"A' udah datang?" sapa Linda disertai senyuman mencoba akrab dengan Raditya kembali.
Raditya tidak menoleh dan tidak menjawab sapaan Linda. Bahkan dia enggan hanya dengan melihatnya saja. Baginya Linda sudah tidak berarti lagi dan harus dia singkirkan bak virus yang harus dihindari dengan hati-hati.
Linda tersenyum kecut melihat Raditya yang acuh padanya. Dalam hati dia berucap,
Apa mungkin aku masih bisa bertemu dengan Raline jika hak asuh ada padanya? Sekarang aja dia acuh padaku, gimana nanti setelah kita resmi bercerai?
Sidang berjalan dengan lancar, namun sedikit hambatan karena Linda yang tidak mengakui perselingkuhannya dan dia meminta hak asuh Raline jatuh padanya.
Ternyata ini yang direncanakan oleh Riko dan pengacaranya, agar Linda tidak dinyatakan berselingkuh dan mendapatkan hak asuh Raline, sehingga bisa mendapatkan uang tiap bulan untuk biaya Raline.
Sedangkan untuk harta gono-gini dia tidak mendapatkan apa-apa. Untung saja Abah dan Ambu melarang Raditya pindah rumah sendiri waktu itu, dan aset-aset Raditya belum di atas namakan dengan nama Raditya, semua aset Raditya dengan nama Abah, sehingga tidak ada harta gono-gini yang bisa diminta oleh Linda.
Semua sudah terbaca oleh Raditya dan sahabat-sahabatnya. Orang suruhan Raditya berhasil mengumpulkan identitas tentang Riko, dan ternyata sesuai dengan perkiraan mereka semua. Linda hanya diperdaya, namun dia sudah masuk dalam tipu daya Riko dan tidak mau diselamatkan oleh Raditya, sewaktu mereka masih berstatus suami istri.
Senyum Raditya mengembang tipis ketika mendengar putusan sidang cerai mereka. Mereka dinyatakan bercerai setelah beberapa kali masa mediasi yang gagal menyatukan mereka kembali.
__ADS_1
Hak asuh ada pada Raditya karena bukti-bukti perselingkuhan dan kesaksian dari beberapa orang yang menyudutkan Linda dengan menyatakan bahwa Linda tidak pernah mengurus Raline, tiap hari pergi pagi dan pulang larut malam sehingga tidak ada waktu untuk Raline.
Linda tersenyum getir menikmati kebodohan dirinya. Dia kehilangan segalanya. Kehilangan keluarga kecilnya, kehilangan kebahagiaannya, kehilangan suami dan anaknya, dan kini dia tidak mendapatkan apa-apa baik berupa barang ataupun uang.
"Selamat, kamu sudah bebas dan bisa menikah lagi," ucap Raditya dengan mengulurkan tangannya untuk dijabat oleh Linda.
"A' , aku... aku minta maaf dan tolonglah berikan Raline padaku," Linda mengiba dan meneteskan air matanya agar Raditya bisa luluh padanya seperti waktu dulu yang selalu memberikan apa yang dimau oleh Linda.
Raditya menyeringai mendengar ucapan mantan istrinya.
"Kamu pikir aku bodoh?"
Setelah itu Raditya meninggalkan Linda yang masih duduk di ruang persidangan.
"A', aku akan mengajukan banding. Aku akan mengambil Raline!" teriakan Linda menggema di seluruh ruangan persidangan itu, hingga Raditya yang sudah berada di depan pintu pun mendengar dengan jelas perkataan Linda yang baru saja menjadi mantan istrinya beberapa menit yang lalu.
"Dasar wanita gila," ucap Raditya lirih sambil tersenyum tidak percaya bahwa wanita tersebut adalah Ibu dari Ralien, Raditya tidak percaya bahwa dirinya menikahi wanita seperti itu.
Raditya tersenyum senang kala mendapati Kevin, Aydin, Kenan, Dion, Sofyan, Aldo, Kiki, Riri dan Renita. Raline dititipkan pada Ambu di rumah, sedangkan Baby Ken dititipkan pada Bunda Aydin.
Kiki membuka tangannya dan merentangkannya seolah menerima pelukan dari Raditya. Sontak saja Raditya tersenyum dan berlari menuju mereka dan menyambut pelukan Kiki.
"Sabar, ikhlas, nanti pasti dapat pengganti yang lebih baik lagi. Mungkin juga dapat yang terbaik," ucap Kiki sambil terkekeh.
"Itu lihat, mereka yang selingkuh malah menuduhku selingkuh.Bahkan di depan suaminya dia berani memeluk selingkuhannya," teriak Linda dari depan pintu ruang pengadilan di dampingi pengacaranya.
Raditya dan Kiki mengurai pelukannya. Sudah lama dia ingin membungkam mulut Linda jika berbicara mengenai hubungannya dengan Kiki.
Raditya menoleh, tangannya menggenggam dengan rapat hingga buku-buku tangannya memutih. Kiki tahu jika saat ini Raditya sedang marah. Kiki menggandeng tangan Aydin dan berkata,
"Bang Ay...," ucap Kiki dengan menatap penuh harap pada Aydin.
__ADS_1
Aydin maju berdekatan dengan Raditya dan merangkul pundak Raditya yang ada di sebelahnya. Memandang Linda dengan penuh ejekan.
"Loh Kak Aydin gak marah sama mereka? Mereka itu selingkuh loh Kak. Kak Aydin aja yang gak tahu kalau sebenarnya Kakak tuh di bodohin sama mereka," Linda sengaja menyulut kemarahan Aydin.
Raditya ikut merangkul pundak Aydin sengaja agar Linda bertambah kesal karena omongannya tidak berpengaruh pada mereka.
"Berkat kamu kita semua tambah solid loh," ucap Aydin sambil tersenyum meremehkan.
"Jadi, Kakak mau berbagi istri sama dia?" ucapan Linda kali ini berhasil memancing kemarahan semua orang.
Raditya dan Aydin hendak melangkah, namun dicegah oleh Kenan, sedangkan Kiki hendak maju tapi dicegah oleh Kevin. Renita maju mendekat pada Linda.
"Apa? sok suci, padahal selama ini kamu pacaran sama Kak Kenan juga gak mungkin diam-diaman aja. Secara Kak Kenan kan playboy," Linda masih saja menyerang semua orang dengan perkataannya.
Kenan tidak terima dengan perkataan Linda, dia hendak maju, namun langkahnya terhenti ketika dia melihat apa yang dilakukan oleh Renita, calon istrinya.
Plak!
Renita menampar pipi kanan Linda.
"Ini untuk hinaan mu pada Aa' dan Mbak Kiki."
Plak!
Renita menampar kembali pipi Linda, namun kali ini dia menampar pipi kiri Linda.
"Dan ini untuk hinaan mu padaku dan Bang Kenan."
Linda melotot kaget dengan keberanian mantan adik iparnya itu. Tidak pernah dia duga jika mantan adik iparnya itu sangat berani padanya.
Kedua tangan Linda yang memegang pipinya bekas ditampar oleh Renita tadi ingin menjambak rambut Renita, namun pergerakan tangannya bisa dibaca oleh yang lain, sehingga pada saat tangannya akan meraih rambut Renita, tiba-tiba saja tubuh Renita ditarik oleh Kenan dan dipeluklah tubuh Renita untuk melindunginya dari serangan Linda.
__ADS_1
"Wow... kayak di drama-drama," celetuk Kiki yang membuat semua orang di dekatnya terkekeh dan menggeleng tak percaya dengan ucapan Kiki yang terucap pada saat semuanya sedang dalam situasi serius.