
Pihak sekolah yang sangat mengenal baik Aydin memberitahukan tentang kejadian Raline di sekolah. Aydin sangat marah karena memang benar-benar dia tahu jika Raline tidak melakukan seperti yang mereka semua tuduhkan.
Kiki yang sedari tadi berada di bersama Aydin merasa tidak terima jika Raline diberitakan seperti itu, karena Kiki takut jika tentang Linda didengar oleh Raline dan teman-temannya.
"Pokoknya Pi, Mami gak mau tau. Siapa yang memfitnah Raline harus diberi pelajaran. Jangan sampai Raline menerima ejekan yang tidak pernah dia lakukan. Dan jangan sampai orang lain mengorek tentang wanita itu," ucap Kiki yang sangat kesal sekarang ini.
"Iya Sayang... Papi tau. Pasti Papi selesaikan, tenang saja. Papi juga gak rela kalau Raline dituduh yang enggak-enggak. Waktu itu kan Raline ada sama kita di villa," tukas Aydin menenangkan istrinya.
"Siapa ya kira-kira yang tega melakukan itu pada si cantik?" Kiki bertanya dengan penasaran.
Tiba-tiba saja Aydin mengeluarkan ponselnya dan terlihat sibuk mengutak-atik ponselnya.
"Mau telepon siapa Pi?" tanya Kiki sambil sedikit mengintip layar ponsel suaminya.
"Pi, pokoknya jangan sampai tanya ke Raline, dia pasti akan sedih kalau-"
"Husssttt.... siapa yang mau telepon Raline? Papi juga tau Sayang kalau nanti Raline pasti sedih jika ditanya masalah ini," ucap Aydin sambil menjapit bibir Kiki dengan jari-jari tangannya.
Setelah Kiki tidak lagi bersuara, Aydin melepaskan japitan jari-jarinya dari bibir Kiki.
"Oh kirain tadi-"
Kini Kiki tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Aydin telah membungkamnya. Bukan lagi membungkam dengan jarinya, melainkan dengan bibirnya.
Bibir Aydin yang tadinya hanya menempel pada bibir Kiki, kini bibir mereka saling bertautan dan saling mendecap.
"Papi.... mulutnya Mami jangan dimakan!" teriak Miyuki di depan Aydin dan Kiki yang sedang berciuman.
Sontak saja Aydin dan Kiki melepaskan ciumannya. Mereka panik dan kaget karena kini Miyuki memandang mereka dengan tatapan membunuh.
"Papi gak boleh nyakitin Mami. Ini Mami Yuki. Yuki bakal marah sama Papi kalau Papi nyakitin Mami!" Miyuki berseru di depan Aydin sambil menatapnya dengan sadis.
Aydin dan Kiki melongo mendengar kemarahan Miyuki. Aydin hingga menelan ludahnya ditatap seperti itu oleh Miyuki. Sedangkan Kiki tertawa melihat suaminya yang ketakutan karena diancam oleh anaknya sendiri.
__ADS_1
"Enggak Princess Sayang, Papi gak nyakitin Mami kok," ucap Aydin sambil berlutut di hadapan Miyuki.
"Papi bohong iiih.... tadi kan Papi makan mulutnya Mami. Yuki lihat sendiri tadi. Sampai Mami merem gitu. Pasti Mami kesakitan deh," Miyuki tetap saja dengan pemikirannya.
Kiki bertambah tertawa mendengar penuturan dari Miyuki. Dia tidak menyangka jika kelalaian mereka menjadikan boomerang bagi Aydin saat ini.
"Papi minta maaf ya Mi, papi janji gak ngulang lagi seperti tadi," ucap Aydin pada Kiki.
Kemudian Aydin mendekati Kiki untuk mencium pipinya, dan berbisik di telinga Kiki.
"Gak akan ngulang kalau gak di kamar," bisikan Aydin membuat Kiki kembali terkekeh mendengarnya.
"Papi ngomong apaan sampai Mami ketawa gitu? Papi gak lagi ngancam Mami kan?" tanya Miyuki pada Aydin dengan mengernyitkan alisnya.
"Gak akan Sayang... Princess nya Papi gak boleh nuduh Papi terus gitu dong. Papi kan sayang dan cinta banget sama Mami," ucap Aydin untuk meyakinkan Miyuki.
Miyuki mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu dia berjalan meninggalkan Mami dan Papinya yang memandangnya dengan heran.
"Awas aja kalau Papi nyakitin Mami," Miyuki tiba-tiba menoleh ke belakang dan melayangkan ancamannya pada Aydin.
"Benar-benar copy an kamu Mi," ucap Aydin sambil terkekeh.
Kiki menghentikan tawanya dan berkata sambil memandang Aydin dengan tatapan seperi yang dilakukan Miyuki tadi pada Aydin.
"Gak suka?"
"Eh.. eh kata siapa? Suka banget malah," jawab Aydin sambil tersenyum kikuk.
Gawat, kenapa jadi aku yang dari tadi tersudutkan? Aydin berkata dalan hatinya.
"Ya udah. Terus masalah si cantik gimana?" tanya Kiki penasaran pada Aydin.
"Ini Papi mau tanya sama Tristan, pasti dia tau. Tristan kan kelihatannya suka sama Raline," jawab Aydin sambil mencari kontak nama Tristan pada ponselnya.
__ADS_1
"Oiya ya, coba Pi tanyain ke Tristan," Kiki setuju dengan ide Aydin.
Setelah itu Aydin bertanya pada Tristan mengenai masalah Raline. Dan tepat seperti dugaan Aydin, Tristan tahu semuanya. Bahkan dia menjelaskan dengan sangat rinci semua tuduhan yang ditujukan pada Raline, serta rencana Tristan, Naufal dan Rania untuk mengembalikan nama baik Raline.
"Gimana Pi?" tanya Kiki dengan rasa penasaran yang tinggi pada Aydin.
"Besok mereka akan membuktikan pada semuanya jika tuduhan mereka salah," Aydin menjawabnya dengan singkat.
Namun bukan Kiki namanya jika puas hanya dengan jawaban seperti itu saja. Dia harus mendengar versi lengkap tentang semuanya.
"Gak ngerti. Jelasin mulai awal," perintah Kiki pada Aydin bak seorang bos yang memerintahkan bawahannya.
Kemudian Aydin menceritakan semuanya dari awal sampai akhir sesuai dengan yang diceritakan oleh Tristan padanya.
"Iiih.... awas aja, bakalan aku bejek-bejek siapa aja yang mengganggu anak-anakku," ucap Kiki dengan wajah sadisnya dan tangannya mempraktekkan seperti sedang menggerus sesuatu.
"Sadis Mi," sahut Aydin sambil menggenggam kedua tangan Kiki.
"Habisnya Mami kesel Pi. Raline kan anaknya baik, pendiam dan gak pernah macam-macam. Kenapa mereka bisa setega itu sama dia?" Kiki masih saja tidak terima dengan apa yang terjadi dengan Raline.
"Iya, besok kita ke sana ya. Besok kita selesaikan semuanya. Tapi jangan sampai Raline tau," ucap Aydin untuk menenangkan Kiki.
Tapi tetap saja, yang namanya Kiki pasti masih saja berlanjut kesalnya. Hingga Aydin menenangkannya dengan cara lain.
"Mi, Papi mau nenangin Mami di kamar aja. Kalau di sini takut kena pinalti lagi," bisik Aydin di telinga Kiki.
Kiki melongo mendengar apa yang dibisikkan oleh Aydin padanya. Namun detik kemudian dia tersadar ketika dirinya sudah berada di dalam gendongan Aydin.
"Kalau yang ini, Mami gak bakalan nolak Pi," ucap Kiki di telinga Aydin yang membuat Aydin tersenyum senang.
Karena senangnya hingga Aydin akan mencium Kiki kembali, namun kebetulan sekali Miyuki keluar dari kamarnya. Dan dia memergoki kembali Aydin akan mencium bibir Kiki.
"Papi.... kalau mau gendong Mami gapapa. Tapi jangan digigit! Papi nakal banget sih. Mau Yuki hukum ya?" suara Miyuki yang cempreng dan menggelegar membuat Aydin menghentikan keinginannya untuk mencium Kiki yang berada dalam gendongannya.
__ADS_1
"Padahal tinggal dikit aja jaraknya, udah ketauan aja. Nih anak satpam atau CCTV berjalan sih. Tau aja kalau Papi nya mau ituin Maminya," Aydin menggerutu lirih membuat Kiki tertawa dalam gendongannya.