Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
177


__ADS_3

Raditya membelalakkan matanya mendengar kata calon menantu, dan itu membuat Raline menjadi malu.


Apakah cowok ini pacar Raline? Raditya bertanya dalam hatinya dengan mata yang masih mengawasi Tristan dari atas sampai bawah.


"Udah, yuk sarapan. Itu semuanya udah pada ke sana. Mungkin juga si Princess sama Tuan muda udah sampai di sana," ucap Aydin untuk mengajak mereka semua segera menyusul menuju warung bubur ayam yang biasanya mereka kunjungi.


"Emmm Om, Tante, apa saya boleh mengajak Raline untuk pergi ke cafe saya?" Tristan bertanya pada Aydin dan Kiki.


Aydin dan Kiki saling menatap, kemudian mereka berdua menoleh pada Raditya untuk menanyakan padanya melalui pandangan mata mereka. Raditya yang belum mengenal siapa Tristan agak ragu melepas anak gadisnya untuk pergi bersama teman laki-lakinya. Raditya memandang Raline, namun Raline hanya diam saja seolah tidak mau menolak ataupun menerima ajakan dari Tristan.


Raditya menarik tangan Aydin untuk agak menjauh dari tempatnya berada. Dia akan menanyakan keputusan Aydin dan Kiki sekaligus tentang Tristan pada mereka.


"Gimana?" tanya Aydin pada Raditya.


Tiba-tiba saja ada yang masuk ke dalam sela antara tubuh Aydin dan Raditya yang sedang berjajar. Dan pelakunya seperti yang mereka duga, Kiki yang menyelinap diantara tubuh mereka.


"Takut ya melepas anak gadis main sama teman cowoknya?" tanya Kiki pada Raditya dengan senyum mengejek.


"Nah tuh tau," jawab Raditya menyenggol tubuh Kiki yang seperti terhimpit tubuh dua pria yang berbadan atletis.


"Gak ingat dulu kamu juga melakukan hal yang sama padaku? Malah tiap hampir tiap hari tuh ke rumah, belum lagi antar jemput tiap sekolah," ucap Kiki berniat mengingatkan Raditya.


Seketika Aydin merasakan cemburu menggelitik hatinya. Jika untuk masa sekarang dia tidak cemburu, namun untuk masa lalu mereka berdua, jujur Aydin sangat cemburu karena masa lalu mereka sangatlah membuat iri semua orang.


"Ehem...," Aydin berdehem untuk menyadarkan Raditya dan Kiki bahwa ada dia diantara mereka saat ini.


"Bukan aku Bang yang ungkit-ungkit. Dia nih, istri Abang yang sukanya ungkit-ungkit masa lalu," Raditya menggerak-gerakkan tangannya dengan gugup, dia mengerti jika Aydin sekarang sedang cemburu terhadapnya.


"Kan bener," ucap Kiki dengan tersenyum lebar.


"Tuh Bang lihat istri Abang tuh," Raditya kembali mengadu pada Aydin.


"Udah, itu gimana si Raline dibolehin gak diajak sama Tristan?" Aydin bertanya untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"Mmm... sama bininya aja gak berani," gerutu Raditya.

__ADS_1


"Aku bisa dengar ya kamu ngomong apa," ucap Aydin sambil tersenyum menyeramkan.


Raditya hanya tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya pada Aydin.


"Itu gimana?" Aydin bertanya kembali pada Raditya.


"Aku gak kenal Bang sama dia. Aku gak bisa lepasin Raline gitu aja," jawab Raditya dan diangguki oleh Aydin.


"Halah dulu kamu juga gak kenal sama Mama Papa, tapi dibolehin tuh jemput aku pas kita pertama kerja kelompok," sahut Kiki yang mengungkit kembali masa lalu mereka.


"Itu kan karena mereka kenal sama Abah," jawab Raditya.


"Belum, waktu itu belum kenal, cuma karena kerja kelompok jadi dibolehin," Kiki mengingatkan Raditya.


"Tuh kan, dia lagi yang ngomong Bang," Raditya mengadu kembali pada Aydin.


"Mi...," Aydin memperingatkan Kiki dengan memanggil namanya dan menatapnya dengan tatapan kesal namun Kiki kembali hanya tersenyum lebar saja pada Aydin.


"Ya udah kenalan dulu aja sana sama orang tuanya. Kalau cafenya Tristan sih kita udah tau. Kebetulan cafenya itu tempat favorit kita di puncak ya kan Mi?" ucap Aydin memberitahu Raditya.


"Kalian pada ngerumpi ya?" tiba-tiba suara Kevin membuyarkan percakapan mereka.


"Ngerumpi pala Lu!" jawab Aydin kesal.


"Lah terus ngapain? Itu yang lain pada nungguin di sana," Kevin menyadarkan mereka bahwa mereka sudah ditunggu yang lainnya di warung bubur ayam.


"Itu si cantik mau diajak Tristan ke cafenya yang ada di puncak situ," Aydin menjawab pertanyaan Kevin.


"Tristan? Cafe di puncak?" Kevin mengulangi apa yang dia dengar dari Aydin.


"Iya. Tuh anaknya. Liat deh mereka cocok kan. Baik loh Bro itu anaknya. Gak mau jadiin dia mantu?" Aydin kini menggoda Raditya.


Kevin mengikuti arah pandang Aydin dan dia langsung tersenyum begitu melihat sosok Tristan yang dibicarakan Aydin, Kiki dan Raditya.


"Udah... kasih ijin aja. Aku kenal sama dia. Tristan itu anak dari Pak Hartanto pemilik H&T grup. Dan dia punya aset juga di sini. Villa juga punya di sini, di dekat villa mu Bro," Kevin menjelaskan pada mereka bertiga dengan senyum lebarnya dan menepuk pundak Aydin ketika membicarakan Villa Aydin.

__ADS_1


"Hah, serius? Kalau Pak Hartanto dari H&T grup kenal baik aku dengannya," ucap Aydin seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kevin.


Tiba-tiba Kevin berjalan mendekati Raline uang sedang berbicara dengan Tristan dan Naufal.


"Tristan, gimana kabar Pak Hartanto?" tanya Kevin pada Tristan yang membuat Tristan menjadi kaget.


"Eh Om Kevin. Apa kabar Om? Udah lama kita gak ketemu, kapan-kapan kita main basket bareng Om," Tristan menyapa balik Kevin.


"Loh Tristan beneran anaknya Pak Hartanto?" tanya Aydin yang ikut mendekat menyusul Kevin.


"Iya Om," jawab Kevin sambil tersenyum malu.


"Kenapa gak bilang dari tadi, kalau bilang kan kita gak usah rapat tadi ya," sahut Kiki yang sudah ada di dekat mereka.


"Memangnya kenapa Tante?" tanya Tristan heran.


"Ya siapa yang mau anak gadisnya dibawa cowok yang belum kita kenal. Mana anak gadisnya cantik lagi kayak gini," jawab Kiki sambil memegang dagu Raline.


"Kalau Pak Hartanto kita semua kenal baik sama beliau, sempat kerja sama juga dengan kita semua. Jadi kita pasti ngasih ijin tadi kalau seumpama tahu kamu anaknya Pak Hartanto, karena kalau ada apa-apa kita tau harus berbicara pada siapa," jelas Aydin dengan terkekeh.


"Oh... gitu... maaf Om saya gak tau," Tristan meminta maaf pada Aydin dan semuanya.


"Ya udah, boleh kan Di si cantik diajak sama Tristan?" Kiki bertanya pada Raditya mewakili Tristan.


Raditya mengangguk dan memandang Raline dalam. Raditya tidak menyangka jika saat ini telah tiba. Saat di mana dia harus mulai waspada dengan teman lawan jenis dari anaknya. Saat di mana dia harus lebih mengetahui tentang hari-hari anaknya.


Raline tersenyum pada ayahnya. Dia tahu jika ayahnya sangat khawatir padanya. Setelah itu Raline mengangguk dan tersenyum pada ayahnya, memberi jawaban atas pertanyaan dari tatapan mata ayahnya.


Kemudian Raditya mengangguk setuju, dan hal itu membuat Kiki menjadi heboh.


"Ya udah kalian berangkat kapan?" tanya Kiki pada Tristan.


"Sekarang Tan, biar gak kelamaan nanti. Karena nanti saya akan bertemu dengan orang yang akan menyewa cafe untuk acara pertunangan mereka," ucap Tristan untuk menjelaskan pada mereka semua.


"Ok, kalau begitu kalian berangkatlah sekarang. Kami titip si cantik ya Tristan. Jangan sampai ada yang lecet sedikitpun. Atau kalau tidak, kami semua akan menghukummu," Aydin memperingatkan Tristan.

__ADS_1


"Siap Om," jawab Tristan dengan bahagia.


__ADS_2