Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
18


__ADS_3

Baru selangkah kaki Kevin dan Kiki masuk ke cafe tersebut,mereka dikagetkan oleh tembakan converti yang mengarah pada mereka.


Yang dibikin kaget Kiki,malah Kevin juga ikutan kaget.Kiki bingung ada apa ini sebenarnya.Dan ternyata Mama keluar dari arah dalam Cafe membawa kue tart yang sudah ada lilin menyalanya diiringi lagu Happy Birthday dari semua orang.


Tak disangka,bahwa banyak orang yang tidak melupakan hari ulang tahunnya.Kiki terharu,air mata kebahagiaan menetes di pipinya.Kemudian dia meniup lilin di atas kue yang sudah disodorkan Mama dihadapannya.


Setelah lilin itu padam,Mama memberikan kue ilang tahun itu pada Kevin,kemudian Mama menciumi wajah Kiki dan memeluknya diiringi dengan ucapan selamat dan doa dari Mamanya.Papanya pun tidak mau kalah dengan Mama,Papa memberikan kado pada Kiki dan memeluknya,kemudian memberikan ciuman di kening dan kedua pipi Kiki dan juga ucapan selamat disertai dengan doa yang terbaik untuk princess kesayangannya.


Setelah itu Kevin meletakkan kue ulang tahun tersebut di atas meja,dan dia memeluk adik kesayangannya itu dan memberikan ucapan selamat dan wejangan-wejangan dengan panjang lebar yang akhirnya sebelum wejangannya itu selesai,Kiki malah beranjak meninggalkan Kevin yang masih berbicara padanya.


Semua orang yang hadir tertawa melihat tingkah kakak beradik itu.


Kiki menghampiri teman dari kakaknya,yang tidak lain mereka adalah Kenan,Dion,Sofyan dan Aydin.Mereka memberikan ucapan selamat pada Kiki.


"Makasih.Mana kadonya?" ucap Kiki dengan senyum manisnya dan mengedip-ngedipkan matanya,serta menengadahkan tangannya ke arah mereka.


Mereka berempat saling menoleh karena mereka belum sempat menyiapkan kado untuk adik sahabatnya ini.Mereka diberi tahu Kevin malam hari kemarin,sehingga mereka tidak sempat untuk membeli kado karena disibukkan dengan membantu Kevin menyiapkan acara kejutan untuk Kiki sekarang ini.


"Belum sempat beli Ki,besok ya",ucap Kenan dan diangguki yang lainnya.


"Ish,awas kalau bo'ong.Janji ya... Janji itu hutang loh,dan hutang harus dan wajib dibayar",tegas Kiki.


"Iya...iya...",jawab Kenan sambil terkekeh dan disertai tawa dari semua orang yang ada disitu.


"Dek,ini cafenya Aydin loh.Semuanya dia yang siapin dibantuin sama kita-kita.Dan yang penting free alias gratis gak bayar sama sekali",ucap Kevin sambil merangkul pundak Aydin sahabatnya itu.


"Wuiiih...makasih Bang Ay.... Lope-lope deh", ucap Kiki yang matanya berbinar dengan senyum manisnya dan menautkan jempol dan jari telunjuknya membentuk little heart ke arah Aydin.


"Cieeee.....",ledek Sofyan,Dion dan Kenan.


"Bang Ay...ahay...lope-lope..",goda Kevin.


"Suit...suit...",seru Dion.


"Ehem....ehem...cuma Aydin aja nih yang diucapin terima kasih,kita-kita enggak?" tanya Kenan dengan nada menggoda.


Baru kali ini wajah Aydin terlihat sangat malu.Padahal biasanya wajahnya hanya menampakkan aura dingin dan ekspresi yang datar kepada siapapun.


"Thank you abang-abang aku semua",ucap Kiki sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya dan jari tangan kanan dan kirinya disatukan membentuk heart.❤️


Mama dan Papa hanya mendengarkan obrolan mereka sambil memotong kue ulang tahun Kiki,kemudian membagikannya pada mereka.


Kiki sudah akrab sekali dengan teman-teman kakaknya ini,karena mereka sudah sering sekali main di rumah Kevin dan mereka sering bercanda.Sehingga seperti sekarang ini,mereka tidak canggung berada di keluarga Kevin.

__ADS_1


Keesokan harinya,Kiki sangat syok mendengar berita bahwa kemarin Raditya mencoba melecehkan Dinda di ruang latihan band.


Ah,akhirnya apa yang direncanakan Dinda sudah terwujud.


Nama Raditya pun menjadi bahan gunjingan di kampus.Bahkan kabarnya,Dinda minta pertanggung jawaban dari Raditya.Dan itu artinya Raditya harus menikahinya.


Bisa dibayangkan oleh Kiki betapa hancur dan sedihnya hati Linda,istri Raditya yang sedang mengandung itu.


Kiki berniat untuk memberikan bukti yang dia miliki itu kepada Aldo atau Renita.Dia tidak berani untuk memberikannya pada Raditya sendiri.


Sekarang,dihadapan Dekan sudah ada Raditya,Abah,Ambu,dan Dinda serta kedua orang tuanya.


Linda datang ke kampus Raditya setelah izin dari kampusnya sekalian mengajukan cutinya.


Linda memang belum cuti dari kampusnya.Rencananya mulai minggu depan dia akan cuti.


Dan kini Linda datang sendiri ke kampus Raditya.Dia berjalan gontai dan sering menghela nafasnya yang berat.Sungguh berat karena permasalahan yang dia hadapi dan karena dia sedang hamil tua.


Bisik-bisik dari mulut-mulut mahasiswa dan mahasiswi terdengar oleh Kiki.


Mereka mengatakan bahwa istri Raditya sedang menuju ke ruang Dekan dengan perut buncitnya itu,membuat mereka merasa kasihan dengan istri Raditya dan mereka menyalahkan dan menyudutkan Raditya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Kiki yang mendengar bahwa istri Raditya yang berada disitu,langsung saja dia mencari-cari di sepanjang koridor,matanya mencari-cari seorang wanita berperut besar yang menuju ke arah ruang dekan.Dan akhirnya,Kiki menemukannya.Sekilas Kiki teringat akan wajah wanita yang sedang hamil yang ada dalam penglihatannya ini.Dan ya,dia ingat,wanita itu adalah wanita yang bersama Raditya di Mall pada saat itu,dua tahun yang lalu.Wanita yang menyebabkan luka hatinya.Yang dengan senangnya memperlihatkan cincin tunangan di jarinya pada saat itu.


Di ruang Dekan situasi sedang memanas,Dinda bersikeras dengan kesaksiannya yang memberatkan Raditya,dia menuduh Raditya yang mau melecehkannya,beruntung Dinda bisa lolos dari perbuatan raditya waktu itu,karena ada teman-temannya datang menolongnya,dan teman-temannya itu dijadikan saksi oleh Dinda,yang tidak lain adalah Sekar dan teman-temannya.


Saat itu Sekar membawa teman-temannya untuk menuju ruang latihan band.Dan mereka mendengar suara teriakan wanita dari dalam ruang latihan,dan pada saat pintu ruangan itu dibuka,ternyata di dalam ruangan tersebut ada Dinda dengan baju berantakan dan rambut yang awut-awutan,juga dia sedang menangis.


Sedangkan Raditya yang tidak tahu apa-apa hanya mematung bingung melihat apa yang dilakukan oleh Dinda.


Aldo?dimanakah Aldo?


Aldi sengaja dijauhkan oleh Sekar dengan tipu muslihatnya.Sekar mengatakan bahwa Aldo dipanggil ke ruang dosennya.Dan Raditya pada saat itu dipaksa Sekar ikut dengannya. Raditya menolak,namun Sekar memohon sambil menangis karena takut Dinda akan berbuat konyol.Raditya menyarankan agar Sekar memanggil dosen saja,namun Sekar tetap memaksa dengan dalih Dinda adalah teman dekat Raditya,masa' iya Raditya tega terjadi sesuatu dengan Dinda.Raditya tak bergeming,dia masih bingung karena Aldo belum juga datang dari ruang dosen.Sekar memaksanya kembali dengan dalih Raditya ikut dengannya ke tempat Dinda berada untuk menenangkannya dan Sekar akan memanggilkan dosen untuk membantu.Namun Raditya tetap menolak,dan akhirnya setelah perdebatan panjang Raditya setuju,namun dia meminta bahwa dia saja yang memanggil dosen dan Sekar yang menenangkan Dinda.


Sekar setuju dan dia mempersilahkan Raditya untuk lebih dulu melihat ke ruang latihan band karena Raditya kan cowok jadi langkah kakinya pasti lebih dulu sampai di sana dari pada Sekar.


Raditya masuk ke ruang latihan band.Sekar yang berada di belakang Raditya langsung menutup pintu dan menguncinya dari luar.


Raditya menceritakan semuanya tanpa ditutup-tutupi,namun Dinda tetap bersikeras bahwa Raditya memaksanya dan akan melecehkannya,oleh sebab itu dia meminta Raditya untuk bertanggung jawab.


Orang tua Dinda meradang mendengar cerita dari anaknya.Mereka menyalahkan Raditya dan meminta pertanggung jawabannya.


Ambu menangis,Abah memejamkan mata sejenak beristighfar dalam hati dan memikirkan langkah apa yang selanjutnya harus dia ambil,karena sejatinya Abah tahu bahwa Raditya tidak akan melakukan hal sepeti itu.

__ADS_1


Dinda dan Raditya masih tetap berdebat bersikukuh dengan kesaksian mereka masing-masing.Dinda menuduh Raditya sengaja mengarang cerita untuk menyudutkan Dinda yang di dalam cerita Raditya itu seolah-olah Dinda mempunyai masalah dengan perilaku dan kejiwaannya.


Tiba-tiba pintu ruang dekan terbuka dengan kasar.Masuklah sosok wanita dengan perut besarnya.Ya,Linda,istri Raditya masuk dengan tidak sopan karena mendengar pertikaian Raditya dan Dinda dari luar ruangan.


Semua mata tertuju pada Linda.Perdebatan antara Raditya dan Dinda pun berhenti karena kedatangan Linda.Tanpa basa-basi,Linda menunjukkan rekaman di sebuah ponsel.


Dalam rekaman itu jelas sekali Linda dan Sekar yang merencanakan semua kejadian itu.


Dinda meraung marah,karena dia merasa difitnah,dia menuduh wanita itu,yang memperkenalkan diri sebagai istri Raditya,memfitnahnya dengan mengedit video tersebut.Padahal begitu jelas di dalam video bahwa dua orang itu adalah Dinda dan Sekar,dan suara mereka pun jelas terdengar.


Papa Dinda tidak terima karena merasa anaknya di fitnah dan dipermalukan.Mama Dinda hanya menangis dan meratapi nasib anaknya.Abah menengahi,Abah meminta Dinda menyerahkan bukti yang lebih konkrit.


Sedangkan Ambu menangis sambil mengelus pundak Raditya.


Papa Dinda tidak terima permintaan dari Abah,karena permintaan Abah itu seolah-olah menuduh Dinda berbohong.Papa Dinda bersikeras agar Raditya bertanggung jawab atas perlakuannya pada Dinda.Dan Dinda meminta Raditya agar Raditya menikahinya dengan alasan tidak akan ada lagi lelaki yang mau menjadikan istri yang sudah disentuh bahkan akan dilecehkan lelaki lain.


Raditya berkali-kali bersumpah atas nama Allah bahwa dia tidak bersalah,dia tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh Dinda.


Mendengar itu Linda,istri Raditya meremas dadanya dan kemudian dia keluar ruangan,selang beberapa detik dia masuk membawa seorang gadis untuk dijadikan saksi.


Raditya menoleh ke arah Linda dan gadis itu.


"Kiki",ucap Raditya tanpa sadar ketika melihat Kiki digandeng Linda masuk dan berjalan ke arah mereka.


Sontak saja Ambu dan Abah menoleh pada sosok gadis yang dipanggil Raditya dengan nama Kiki.


Kiki hanya diam saja dan memasang wajah datar ketika Raditya menyebut namanya.


Kiki maju ke arah meja dan mengambil ponsel yang berisikan bukti video percakapan Dinda dan Sekar.Ya,ponsel yang dibawa oleh Linda adalah ponsel Kiki yang digunakan Kiki untuk merekam Linda dan Sekar pada saat di toilet kemarin.


Dinda menyambar ponsel yang diambil Kiki dari meja tadi dan membantingnya ke lantai.Pomsel tersebut berserakan di lantai.


Semua orang di rungan tersebut kaget melihat apa yang dilakukan oleh Dinda.


"Sialan.Dasar Mak Lampir",marah Kiki dengan nada membentak.


"Hp ku......",ucap Kiki sambil memunguti ponselnya yang sudah terpisah cashingnya dan ponselnya dalam keadaan mati,tidak bisa dihidupkan kembali.


"Hei cupu,berani kamu ya fitnah aku.Bagus kemarin kamu masih selamat dari aku,sekarang kamu malah bikin video editan kayak gitu.Maksud kamu apa?kamu suka sama Raditya?" cerocos Dinda dihadapan Kiki.


Muka Kiki memerah,memendam amarah,tangannya mengepal,ingin rasanya menjambak rambut wanita di hadapannya ini.Namun bukan style Kiki untuk ribut menggunakan fisik.


"Kamu pikir ini editan? Yang bener aja,ngomong tuh pikir dulu pakai otak ,jangan pakai bibir nyerocos terus.Video itu fakta,ada tanggal dan jam video itu diambil.Dan pakaian kalian sama persis dengan waktu kejadian di video itu.Mau diperiksa ke ahlinya? Monggo dengan senang hati aku antarkan,kebetulan kakakku asdos jurusan Tekhnik Informatika,jadi bisa merekomendasikan orang yang ahli dalam bidang ini untuk membuktikan video ini asli apa editan.Dan asal kamu tau aja,CCTV di sepanjang koridor kampus ini masih berfungsi dengan amat sangat baik sekali,apa lagi yang ada di depan toilet,jelas banget tuh malahan gambarnya.Bisa di zoom juga kalau kurang jelas.Kalian berdua masuk toilet dengan pakaian yang sama,yang artinya video itu asli", tegas Kiki panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2