
"Mami....., Papi...., Ken....," Raline berteriak memanggil keluarga keduanya.
Memang sejak Linda meninggalkannya, Raline sudah menganggap keluarga Kiki sebagai keluarga keduanya.
"Hei cantik... diantar siapa ke sini Sayang?" Kiki menyambut kedatangan Raline dengan memeluknya dan menciumi kedua pipinya.
"Raline diantar Tante Rere sama Om Kenan," jawab Raline sambil berlari menuju kolam renang yang sudah ada Aydin dan Ken di sana.
"Papi... Ken...," Raline berlari menghampiri Aydin dam Kenshin.
"Hei cantik, sini...," Aydin melambaikan tangannya agar Raline mendekat padanya.
"Kak cantik ayo sini," Ken memang masih kecil, namun pelafalan katanya sangat sempurna, benar-benar Aydin versi kecil menurut Ayah dam Bunda.
"Aku gimana ke situ nya?" Raline tampak berpikir dan diam di pinggir kolam.
Sedangkan Ken sedang berada di atas pelampung besar berwarna kuning dengan tidur-tiduran sambil meminum orange jus kesukaannya.
Terasa dejavu bukan? Ya, sama seperti Kiki pada saat hamil Ken di hotel milik Aydin pagi hari setelah acara pesta pernikahannya dan melakukan persis seperti apa yang dilakukan oleh Ken sekarang ini.
"Sini Papi bantu," Aydin berenang menghampiri Raline dan menggendongnya untuk naik di atas pelampung bersama dengan Ken.
Kenan menghampiri mereka dan melihat mereka dari kursi yang berada di tepi kolam renang. Sedangkan Renita bersama dengan Kiki menata makanan yang dibawakan oleh Ambu tadi.
"Gimana malam pertamanya Bro?" Aydin bertanya karena penasaran dengan malam pertama Kenan yang menurutnya mempunyai kepribadian yang kocak.
"Ck, apaan si anak cantikmu itu ganggu aja. Masa' kita udah otw, eh dia malah gedor-gedor pintu minta dikelonin sama Renita. Harusnya kan aku yang ngelonin Renita," Kenan memulai sesi curhatnya bareng Aydin.
"Pfffttttt.... ," Aydin menahan tawanya, takut Kenan marah jika dia tertawa.
"Gak usah nahan-nahan gitu ketawanya. Kalau mau ketawa-ketawa aja," Kenan kesal melihat raut wajah Aydin yang sepertinya senang melihat penderitaannya.
"Hahahahaha....," Kenan kembali tertawa dan kali ini dia terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang sedikit kram karena tertawa.
"Jahat Lu jadi sahabat," Kenan merajuk seperti biasanya jika dia sedang di bully.
"Tenang Bro, berarti itu belum saatnya. Aku aja baru bisa nembus gol nya pada.saat ketiga kalinya. Keren kan?" Aydin menyombongkan dirinya.
"Hah, serius?" Kenan bertanya karena tidak percaya.
__ADS_1
Aydin menganggukkan kepalanya dan mengangkat jarinya memperlihatkan angka tiga dengan jarinya.
"Hebat apaan tiga kali? Sekali langsung bisa itu hebatnya," Kenan meledek Aydin.
"Bego', di mana-mana itu sekali gak enak, yang enak berulang-ulang kali. Lagian aku itu pria sejati yang menghargai dan menghormati istriku. Jadi aku tidak akan membiarkannya sakit. Harus bertahap, tidak boleh egois hanya karena naf-su," Aydin mejelaskan pada Kenan.
"Hebat juga ya kamu. Tapi aku yakin jika kamu sebenarnya tidak bisa tahan tidur sama Kiki waktu itu tanpa begituan. Iya kan? Hayo ngaku....," Kenan mulai meledek dan menjahili Aydin.
"Wajarlah kan aku pria normal," jawab Aydin sewot.
"Jadi....," Kenan menggantung ucapannya.
"Jadi apaan?"Aydin bertanya karena bingung.
"Ke kamar mandi nyabun dong, hahahaha...,"kini giliran Kenan yang tertawa terbahak-bahak.
"Enggak usah ngatain orang, liat aja kalau kamu mengalami sama seperti aku, pasti kamu udah viralkan di grup," gantian, kini Aydin yang menyindir Kenan.
"Ck, liat aja nanti malam pasti dapat," ucap Kenan dengan bangganya.
"Coba nanti kamu bikin live di grup, biar kita tau omonganmu bisa dipegang apa enggak," Aydin mencoba menjahili Kenan.
"Dih najis, siapa yang mau lihat badan kalian. Jelas-jelas badan Mami Papi Ken yang paling bagus diantara kalian," Aydin mengucapkannya dengan bangganya sambil memperlihatkan otot-otot di lengan dan perutnya.
"OMG perutnya... boleh eke pegang?" Kenan menirukan gaya bicara dan gaya merayu khas banci.
"Najis!" Aydin beranjak dari kursinya dan menjauh dari Kenan.
"Anjay Lo," Aydin mengumpat pada Kenan yang telah tertawa terbahak-bahak.
"Papi... Ken mau pipis" Ken berteriak untuk memanggil Papinya.
"Ok Ken, sini," Aydin mengulurkan tangannya untuk menggendong Kenan.
Ken pun masuk dalam gendongan Aydin dan membawanya ke kamar mandi untuk pipis. Setelah itu Aydin menitipkan Ken pada Kenan dan mengambilkan baju serta handuk untuk Ken dan Raline.
Memang Aydin dan Kiki membelikan beberapa baju untuk Raline karena mereka tahu jika Raline sangat suka berada di rumah mereka dan mereka senang karena Ken memiliki teman bermain.
Kenan sedang asyik melihat-lihat foto pernikahannya yang baru saja dikirim oleh fotografernya di acara pernikahan mereka.
__ADS_1
"Ken.... Ken... Ken... Kenshin...," Raline berteriak memanggil Ken yang tidak datang juga ke pelampung mereka.
Kenan terhenyak ketika mendengar teriakan Raline. Kenan mengedarkan pandangannya di sekitar untuk mencari sosok Ken, namun tidak ada.
"Om Kenan tolongin Raline," teriak Raline minta pertolongan pada Kenan.
Segera Kenan menolong Raline, menggendongnya dari atas pelampung itu dan menaruhnya di tepi kolam renang.
Raline berlari menuju kamar Ken untuk mencari keberadaan Ken. Dan benar saja, Ken sekarang berada di dalam kamarnya.
"Mami.... Papi.... Mi... Pi... buruan ke sini," Raline berteriak untuk memangil Aydin dan Kiki.
Aydin dan Kiki tergopoh-gopoh berlari menuju kamar Ken. Dan mereka melongo melihat Ken yang kini persis dengan donat yang bertabur gula halus.
"Ken, handsome, lagi ngapain?" Aydin terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib anaknya itu.
"Mandi bedak Papi.... biar wangi," Ken menggelontorkan bedak dari botol ke atas kepalanya, persis seperti orang mandi.
"Hmmmm... wangiiiiiii....," Ken memain-mainkan bedak yang berserakan di matras kamarnya.
Kiki melongo sedari tadi tidak bisa berkata-kata karena ulah ajaib anaknya itu mengacaukan pikirannya.
"Mi!" Aydin menyadarkan Kiki dengan menjentikkan jarinya ke dahi Kiki.
"Awwww...," Kiki merintih sambil memegangi dahinya.
"Kenapa sampai gitu ekspresinya? Bukannya udah biasa lihat tingkah ajaib si ganteng itu?" Aydin terkekeh melihat Ken yang masih bermain dengan bedak.
"Pi, itu bedak baru beli Pi belum dipakai, dan aku sengaja beli yang besar supaya awet dipakainya, lah kok sekarang habis," Kiki menunjuk Ken yang menaik turunkan bot bedak itu untuk mengeluarkan isinya, namun isinya sudah habis tidak tersisa.
"Assalamu'alaikum...," suara Raditya menghentikan Kiki yang akan bercerita pada Aydin.
"Wa'alaikumussalam...," jawab Aydin dan Kiki.
"Ada apa?" tanya Raditya yang sudah mendekat ke arah mereka.
"Tuh lihat si ganteng lagi ngapain," Kiki menunjukkan aksi anaknya.
Raditya mendekat ke arah mereka dan reflek Raditya tertawa melihat Ken yang kini sudah benar-benar putih seluruh badannya berlumuran dengan bedak bayi.
__ADS_1
"Om... Ken kangen, sini Om mandi bedak sama Ken!"