Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
116


__ADS_3

Riko dan Tere menikmati keseharian mereka layaknya liburan pasangan yang berbulan madu di sebuah pulau indah yang bernama Lombok.


Keseharian mereka tidak lepas dengan aktivitas ritual mereka di ranjang. Tidak memperdulikan waktu, mereka sangat menikmati hidup mereka.


Lenguhan dan decapan menjadi suara indah yang terdengar di kamar mereka. Bahkan sering juga mereka berpindah tempat di manapun di dalam villa mereka. Hampir semua tempat sudah mereka coba untuk melakukannya untuk mencari sensasi yang berbeda.


Setelah melakukannya, Tere pergi ke kamar mandi dan Riko mengambil kesempatan itu untuk mengaktifkan ponselnya. Dia ingin mengetahui pesan dan telepon yang masuk selama seminggu ini ponselnya dimatikan.


Pada saat Riko hendak membuka satu persatu pesan yang masuk, ternyata ada suara pintu kamar mandi terbuka, dan benarlah Tere keluar dari kamar mandi. Riko segera meletakkan ponselnya di nakas tanpa mematikannya terlebih dahulu.


Tere merebahkan tubuhnya yang masih tidak berbalut apapun di atas ranjang. Sesuai keahliannya, Riko membuat Tere kembali merasakan sentuhan-sentuhannya yang mampu membuatnya melambung tinggi hingga melupakan keluarganya, anak dan suaminya. Sepertinya ini keahlian Riko, membuat seorang wanita lupa akan anak dan suaminya.


Tiba-tiba dering ponsel Riko berbunyi. Riko kaget dan gelagapan, dia melupakan ponselnya yang masih aktif tanpa mematikannya kembali.


"Riko, kamu nyalakan ponsel kamu?" tanya wanita tersebut yang bernama Tere dengan nada marah.


"Tadi cuma ngecek email dari kantor Sayang, takutnya ada yang gak aku ketahui nanti pas aku masuk kerja," Riko membela dirinya agar Tere tidak marah padanya.


"Ya udah, kalau gitu matiin lagi aja sekarang. Kita di sini untuk senang-senang, bukan untuk kerja," Tere kesal, dia tidak mau jika mereka sedang berdua diganggu oleh hal apapun.


"Tapi Sayang aku harus kerja jika liburan ini selesai, aku bahkan tidak bisa hidup jika aku tidak bekerja," Riko mengiba, dia selalu menggunakan sisi kemanusiaan dari wanita-wanita yang dikencaninya.


"Kan ada aku Sayang, aku tidak akan membiarkanmu sengsara, cukup kamu mencintaiku dan selalu bersamaku. Aku akan selalu memberimu apapun yang kamu mau," Tere merangkak menaiki tubuh Riko dan memberikan kedipan nakal sebelah matanya hingga membuat Riko tersenyum senang karena mendapatkan kesenangan serta uang dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


Sudah dua minggu Linda mendekam di balik jeruji besi itu. Ayah dan Ibunya juga sudah berusaha meminta bantuan keluarga Raditya hingga datang ke rumah Aydin dan Kiki hanya untuk memohon agar anaknya segera dibebaskan dari sel tahanan tersebut.


Kedua orang tua Linda mendapatkan alamat rumah Aydin dan Kiki dari Linda. Mereka mencoba meminta bantuan Aydin dan Kiki untuk membebaskan Linda dari jeratan hukum dan dari jeruji besi yang selama dua minggu ini dihuni oleh Linda.


Sayangnya Aydin dan Kiki tidak ada niatan untuk membantu Linda keluar dari sel tahanan tersebut. Awalnya kedua orang tu Linda dangat kesal pada semu orang yang dimintai tolong olehnya seolah berbahagia jika Linda berada di sel tahanan tersebut.


Namun setelah Kiki dan Aydin menceritakan semuanya pada kedua orang tua Linda, kini mereka menjadi menyesal atas pikiran buruk mereka pada semua orang yang dimintai tolong olehnya. Lantas kedua orang tua Linda meminta maaf pada mereka atas kesalahan anaknya.


Setelah kembali ke kantor polisi, kedua orang tua Linda sepakat akan mengambil jalan seperti yang dilakukan Riko. Mereka banyak menghabiskan uang untuk menyewa pengacara untuk mengurusi pembebasan Linda dengan membayar denda dan bersyarat. Tentu saja semua itu tidak murah.


"Setelah ini Ayah harap kamu bisa mengambil pelajaran dari semua yang telah kamu alami. Jangan sampai kami mendengar kehidupanmu yang jauh lebih buruk dari sekarang. Dan satu lagi, sebelum kamu bisa menata hidupmu lebih baik lagi, jangan harap bisa muncul dihadapan kami," Ayah Linda meninggalkan kantor polisi dengan menarik tangan Ibu Linda agar tidak terlalu lama berhadapan dengan Linda, karena bisa dipastikan jika seorang Ibu tidak akan bisa melihat anaknya menderita.


Linda hanya bisa pasrah, air matanya menetes tanpa suara tangisnya yang keluar, badannya lemas, dan pikirannya kalut. Dia bingung akan pergi kemana setelah ini, karena kedua orang tuanya sudah tidak mau menerimanya lagi. Sedangkan Riko? Riko tidak diketahui dimana dia sekarang.


Namun Linda tidak putus asa, dia sudah menanamkan sikap itu semenjak dulu, karena dia merasa jika yang diinginkannya harus menjadi miliknya.


Ternyata sikapnya itu kini membuat dia terjerumus dalam kesengsaraan. Karena egonya dia tidak mau menyerah atas hubungannya dengan Riko dan pekerjaannya, sehingga kini dia kehilangan semuanya, kehilangan anak dan suaminya, kehilangan kedua orang tuanya, kehilangan Riko dan kehilangan pekerjaannya. Padahal Riko dan pekerjaannya adalah prioritas utamanya dan penyebab dirinya meninggalkan keluarganya.


Linda menghubungi atasannya, dan benarlah jika dia sudah mendapatkan surat peringatan dan dia harus menghadap ke kantor. Entah apa yang akan terjadi nanti atasan Linda tidak mengetahuinya, dan tentu saja Linda harus bersiap diri untuk menerima kenyataan buruk yang mungkin nanti akan terjadi.


Langkah Linda sangat berat, tidak tahu akan dibawa kemana oleh kakinya itu, namun nyatanya kakinya itu membawanya kembali ke rumah keluarga Raditya. Dia melihat Raline sedang tertawa bermain bersama Ambu dan Abah. Selang beberapa menit Raditya keluar dari dalam rumah dengan pakaian rapi dan Raline meminta ikut dengan Raditya agar diantar ke rumah Kiki.


"Lalin ikut Ayah. Lalin mau ke lumah Mami Kiki sama Papi Aydin pengen main sama dedek Ken. Ya Ayah, boleh ya...," Raline merajuk dan memaksa ikut Raditya agar diantar ke rumah Kiki.

__ADS_1


Jeduar!


Rasanya seperti tersambar petir, anak kandungnya sudah tidak ingat dirinya lagi, melainkan lebih dekat dengan Kiki.


Kiki... Kiki... Kiki.. kenapa harus selalu Kiki? Ayah dan anak sama saja. Tidak bisa menghargai semua yang aku lakukan untuk mereka. Dan sekarang mereka melupakan aku. Aku tidak terima, tapi aku tidak bisa membalasnya sekarang, karena surat perjanjian itu aku tidak bisa membalas semuanya, dalam hati Linda mengomel.


Linda segera bersembunyi dibelakang tembok ketika Raditya dan Raline berangkat dan melewatinya.


Kini Linda bertekad bahwa dia harus kembali menata hidupnya seperti sebelumnya agar dia bisa hidup bahagia dan bisa membalas Raditya dan Kiki jika ada kesempatan.


Baiklah, aku akan kembali menjadi Linda yang sebelumnya. Tidak ada waktu bagimu untuk bersedih Linda, ucap Linda dalam hati.


Linda kembali ke kos-kosan Riko karena semua barang-barangnya ada di sana, dan yang terpenting karena Linda tidak mempunyai tempat tinggal selain di kos-kosan milik Riko.


Linda membuka pintu kamar kosannya bersama Riko dengan hati-hati, dia tidak siap jika melihat Riko dengan wanita lain. Linda membayangkan Riko sedang bersama dengan wanita lain seperti dulu Linda bersama Riko di kamar itu.


Ternyata kamar tersebut kosong. Linda segera mengambil perlengkapan mandinya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Setelah itu Linda menata berkas-berkasnya untuk membuat CV, jaga-jaga jika dia dikeluarkan dari pekerjaannya.


Dengan sangat teliti Linda menata beberapa CV untuk diberikan kepada beberapa perusahaan yang nantinya akan dia datangi.


Ceklek!

__ADS_1


"Linda? Sayang... apa benar ini kamu?"


__ADS_2