Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
28


__ADS_3

Kevin bergabung dengan Kiki dan Aydin.Sakimg mendadaknya pernikahan ini,mereka tidak sempat memberi tahu sahabat-sahabat mereka.Kiki berpendapat bahwa biarkan saja mereka tahu sendiri nantinya.Toh juga bakal ada pesta pernikahan nantinya.


Karena Kiki takut jika orang lain berpendapat buruk tentang pernikahan mereka yang mendadak ini.


Aydin pun setuju,namun dengan syarat bahwa Kiki akan menghargai pernikahan mereka,menjaga kepercayaan suaminya dan tidak akan ada perpisahan dalam pernikahan mereka.


Acara hari ini hanya akad nikah dan ramah tamah saja,karena kesehatan Ayah Aydin yang mereka kira harus dijaga ekstra karena masih belum sembuh dari sakitnya.Maka dari itu acara di kamar perawatan Ayah hanya beberapa jam saja tanpa mengganggu jam istirahat Ayah Aydin.


Setelah selesai acara,Kiki berganti kembali dengan pakaiannya yang masih berada di sebelah kamar perawatan Ayah Aydin,beberapa perlengkapannya masih ada di sana.


Mama,Papa dan Kevin sudah pulang dari tadi,beberapa jam setelah acara akad nikah tadi.Sedangkan Kiki dan Aydin masih berada di sana menunggu Ayah bersama Bunda.


Ayah dan Bunda begitu kaget ketika mereka berempat sedang mengobrol tentang Kiki dan Kiki memberitahukan bahwa dia mengambil jurusan kedokteran.Betapa bahagia Ayah dam Bunda mendengarnya,tersirat di wajah mereka binar kebahagiaan yang mereka rasakan.Akhirnya mereka mendapatkan penerus untuk rumah sakit ini tanpa sengaja,pikir mereka.


Karena hari sudah menjelang malam,orang tua mereka menyuruh mereka untuk pulang.Namun mereka bingung akan pulang kemana.Dan akhirnya keputusan pun dibuat,untuk saat ini mereka tinggal di rumah orang tua Aydin,karena Ayah dan Bunda masih berada di rumah sakit.


Untuk kedepannya mereka akan memikirkan kembali akan tinggal dimana,karena Aydin selama ini belum memikirkan nikah,sehingga belum menyiapkan rumah untuk dia setelah menikah.Apartemen pun dia tidak punya,karena Ayah dan Bunda tidak mengijinkannya tinggal di tempat lain selain tinggal di rumah bersama Ayah dan Bundanya.


Sinar bulan mulai menyapa.Tubuh Kiki terkena semilir angin malam dan wajahnya mengarah menghadap sinar rembulan yang didampingi banyak gemerlap bintang,bak mereka ikut merayakan pernikahan Kiki dan Aydin.Sangat indah menurut Kiki.


Kini Kiki berada di balkon kamar Aydin,yang berarti sekarang menjadi kamarnya juga.


Aydin sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Sebelumnya tadi sesampai di rumah Kiki yang lebih dulu mandi.Mereka kini tinggal bobo' nyenyak sesudah mandi karena mereka sudah makan tadi sepulang dari perjalanan dari rumah sakit mereka mampir ke cafe Aydin untuk makan sekalian memeriksa laporan keuangan cafe.


Kiki tersadar dari lamunan melihat sang rembulan ketika ada dua lengan kekar yang melingkar di pinggangnya.Kiki terlena oleh pelukan erat yang dilakukan Aydin dari belakang.Aroma wangi maskulin khas Aydin pun tercium oleh indera penciuman Kiki.


Hembusan nafas Aydin mampu membuat Kiki merinding,hingga matanya pun tertutup menikmati momen saat ini.


"Sayang,kedalam yuk,angin malam gak baik buat tubuh kami",Aydin mengajak Kiki masuk dengan menuntun dan merangkulnya menuju dalam kamar.


Ow 'ow jantung Kiki serasa lari maraton sambil berdugem ria ketika Aydin menuntutnya menuju tempat tidur.Didudukkannya Kiki di tempat tidur itu.Kemudian,Aydin pun naik ke atas tempat tidur itu dan menyandarkan punggungnya pada kepala bed tersebut.


Aydin menepuk tempat yang ada disebelahnya untuk menginstruksikan bahwa dia mau Kiki berada disitu


"Sini,Abang mau bicara.Kita bicara dari hati ke hati ya"


Kiki pun bergeser dan menaikkan seluruh tubuhnya kemudian duduk bersandar di kepala bed di sebelah Aydin.

__ADS_1


"Ehm....Bang,kita gak ngapa-ngapain kan?" tanya Kiki dengan mengerjap-ngerjapkan matanya.


Aydin tertawa,gemas melihat Kiki dan pertanyaannya itu.Aydin mencubit gemas pipi Kiki sampai Kiki mengadu.


"Iiih Abang...emang pipi Kiki squshy apa?" bibir Kiki mengerucut maju ke depan.


Ingin rasanya Aydin mencium,merasakan bibir pink gadis di depannya ini.


"Sayang,bibirmu cipokable banget sih",Aydin menatap lekat bibir Kiki.


"Hah?!?!" Kiki kaget plus bingung.


Aydin merangkul erat tubuh Kiki.


"Ngapa-ngapain apa hmmm?" tanya Aydin yang masih merangkul erat tubuh Kiki.


Kiki tidak memberontak,dia merasa nyaman berada di dalam pelukan suaminya ini.


"Emmm....pelukable banget sih dada Abang",


batin Kiki yang masih enggan menjawab pertanyaan Aydin dikarenakan pewe alias posisi uwenak.


"Eh,iya Bang,kenapa?" kaget Kiki.


Aydin tersenyum manis dan kembali bertanya.


"Ngapa-ngapain apa maksud kamu tadi?"


"Oh itu....unboxing",jawab Kiki dengan wajah polosnya.


Aydin tersenyum kaget mendengar jawaban Kiki."Emang kamu mau? Sudah siap?" Aydin membelai wajah Kiki dan menyelipkan anak rambut Kiki ke belakang telinga.


"Belum sih,takut....",cengiran Kiki membuat Aydin terkekeh.


"Ya udah kita bobok gini aja dulu",Aydin menidurkan tubuhnya dan tubuh Kiki dan membawa Kiki dalam dekapannya.


Kepala Kiki disandarkan di dada Aydin.Kiki pun mencari tempat ternyaman untuk bersandar.

__ADS_1


Dan ternyata di dekap erat sambil tiduran seperti itu menjadi tempat ternyaman bagi Kiki.


"Kita pelan-pelan aja dulu,nunggu kamu siap.


Tapi,jangan lama-lama ya,kasihan orang tua kita udah pengen punya cucu",Aydin terkekeh dengan perkataannya sendiri.


Kiki memejamkan matanya,menetralkan detak jantungnya dan mengangguk menjawab pertanyaan Aydin,masih dalam posisi berdekapan dan kepalanya di dada Aydin.


"Kamu juga harus janji,buka hati kamu untuk mencintai suamimu ini.Bagaimana pun kita sekarang suami istri dan kita sudah janji untuk tidak bermain-main dengan pernikahan ini.


Kita harus saling setia dan tidak ada perpisahan sampai kapan pun.Ok?" Aydin mengelus-elus punggung Kiki ketika sedang berbicara.


Dan Kiki hanya menjawab dengan anggukan saja.


"Sayang,kamu denger kan? Kok cuma ngangguk aja.Jawab dong",Aydin melihat ke bawah,ke arah dadanya,dimana kepala Kiki kini berada.


Kepala Kiki bergerak menuju ceruk leher Aydin.


Ternyata kini tempat ternyaman nya pindah di ceruk leher Aydin.


"Iya sayang,istrimu ini janji",ucap Kiki menggoda.


Aydin terkesiap mendengar godaan Kiki.Begitu senang hatinya hingga ia meraih kepala Kiki dan mencium semua bagian wajah Kiki.


Pipi,dahi,dagu,hidung dan ketika mencium bagian bibir,Kiki hanya pasrah memejamkan matanya saja dan diapun terbawa oleh suasana.Entah mengapa hatinya begitu nyaman dan bahagia,dan tidak ada reaksi penolakan dari tubuhnya,malah tubuhnya sangat menikmatinya.


Kiki merasa sangat kaku namun tidak menolak.


Bibirnya tidak membalas ciuman Aydin,namun lama-kelamaan dia mulai mengikuti uang dilakukan oleh Aydin.Dirasa pasokan oksigennya habis,Kiki menepuk-nepuk dada Aydin untuk melepaskan pangutannya.Aydin melepaskan ciumannya perlahan.


Aydin tersenyum hangat menatap Kiki dengan penuh cinta.Jantung Kiki rasanya seperti naik roller coaster dan setelah itu masuk ke rumah hantu.Sangat memacu adrenalin sekali.Tapi anehnya kenapa hatinya sangat senang,meskipun jantungnya berdegup tak karuan.


"Kamu baru pertama kali ciuman?" Aydin menatap dalam mata Kiki mencari jawaban pada mata itu.


"Aaah...first kiss ku beneran buat suamiku",telapak tangan Kiki menutupi wajahnya yang merona malu.


"Hahaha...tambah gemes dan tambah cinta deh",Aydin mendekap kembali tubuh Kiki dan dibawanya tidur.

__ADS_1


"Tidur dulu,kamu pasti capek",Aydin mendekap erat tubuh mungil Kiki yang kini sudah menjadi istrinya.


Dan kini mereka berdua mulai memejamkan mata.


__ADS_2