Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
65


__ADS_3

Aydin segera berlari keluar Kantor Polisi ketika Bunda menghubungi nya dan memberitahukan bahwa Kiki tidak ada di dalam kamar. Dia menghubungi seseorang yang berada di rumah sakit untuk mengirimnya rekaman CCTV di area ruangan VVIP.


Tadi di rumah Aydin dan Ayah sudah menyelesaikan masalah Naila. Aydin bersikeras untuk melaporkan Naila ke polisi karena Naila tidak juga mengakui perbuatannya dan ketika Aydin memintanya untuk menjelaskan ke Kiki dia malah menolaknya. Aydin sangat marah dengan Naila yang masih saja mencoba merayu nya dan menjelek-jelekkan Kiki di hadapannya. Aydin tidak terima istrinya di jelek-jelekkan oleh orang lain, apalagi orang itu adalah Naila, saudara yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri namun sekarang dia menghancurkan kebahagiaan nya. ayah pun setuju membawa kasus ini ke kepolisian. Mereka sudah geram dengan tingkah Naila. Sedangkan Naila tidak percaya karena sekarang dia benar-benar sedang ditahan dan menunggu orang tuanya datang ke kantor polisi. Aydin dan Ayahnya sudah menulikan telinganya dengan permohonan-permohonan Naila dan Mama nya. Mereka sudah memberikan semua bukti yang mereka punya.


Aydin menekan-nekan klakson mobil tidak sabar ingin cepat sampai di rumah sakit, dia begitu gusar setelah Bunda mengabarkan hilangnya Kiki. Kemacetan lalu lintas membuat Aydin bertambah emosi. Dia memukul frustasi setir ketika melihat rekaman CCTV yang dikirim oleh petugas rumah sakit kepadanya. Dia sangat marah ketika melihat di rekaman tersebut ada sosok Raditya bersama dengan Kiki dan Kevin meninggalkan rumah sakit. Dia begitu marah dan kecewa dengan Kiki dan Kevin. Mengapa mereka pergi dengan Raditya meninggalkannya dengan masalah yang belum mereka selesaikan.


"Raditya.... Raditya.... Raditya.... mengapa selalu nama itu yang mengganggu ku?"


"Aarrrggghhhh.....", Aydin memukul setir kembali untuk meluap kan kemarahannya.


Jalanan begitu padatnya hingga berjam-jam Aydin baru sampai di rumah sakit. Bunda menceritakan semua tentang apa yang diberitahukan oleh Dokter Vina tadi. Aydin merasa sangat terpukul, dia terduduk lemas mengetahui keadaan istrinya yang begitu tertekan dengan rasa bersalah nya, dia merasa takut tidak bisa hamil kembali serta takut jika suaminya meninggalkannya karena dia tidak bisa memberikan keturunan, dan juga dia merasa marah karena dibohongi oleh suami yang dicintainya. Sungguh itu merupakan suatu pukulan bagi dirinya. Tidak pernah sedikit pun dia akan membayangkan mengalami hal semacam ini.


Kini mereka semua berkumpul di rumah orang tua Kiki. Ayah, Bunda dan Aydin meminta maaf atas semua yang terjadi, dan mereka ingin bertemu dengan Kiki. Namun Mama dan Papa KIki mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi dan tidak tahu di mana sekarang Kiki berada. Padahal tadi Kevin sudah menceritakan semuanya pada Mama dan Papa. Sebenarnya Mama dan Papa Kiki kasihan melihat Aydin yang menangis dan memohon dengan berlutut di depan Mama dan Papa Kiki, namun ini semua demi anak mereka.


Di suatu tempat yang begitu indah pemandangan nya, terdengar suara kicau burung yang bersahutan dengan riang nya, suara gemericik hujan terdengar indah bak nyanyian alam, dan aroma khas dari hujan yang baru saja turun serta sejuknya udara yang menerpa membuat Kiki lebih tenang dan melupakan semua permasalahannya.


Di tutup nya matanya dan dihirup nya dalam-dalam udara pagi yang begitu menyegarkan otak, pikiran dan badannya. Sudah semalaman Kevin menemani Kiki di tempat ini. Sebenarnya Raditya ingin menemani mereka juga semalam, namun Kiki menyuruhnya untuk pulang karena dia tidak mau jika Linda kembali salah paham padanya. Raditya memaksa untuk tetap tinggal dan beralasan bahwa dia sudah mendapatkan ijin dari Linda, namun Kiki tidak mau mengambil resiko, dia tidak memperbolehkan Raditya datang ke tempat ini jika dia tidak datang bersama Linda. Raditya tetap tidak mau meninggalkan tempat itu meskipun Kevin sudah membujuknya. Sebenarnya Kevin merasa tidak enak jika mengusir Raditya karena dialah pemilik tempat ini.

__ADS_1


Ya, sekarang mereka sedang berada di Villa milik keluarga Raditya yang waktu itu pernah mereka datangi pada saat liburan dan Villa ini dekat sekali dengan Villa milik Aydin. Sebenarnya Kevin takut tempat persembunyian mereka akan diketahui oleh Aydin, mengingat Villa yang mereka tempati saat ini dekat dengan Villa milik Aydin. Namun Kiki yakin bahwa Aydin tidak mungkin berpikiran bahwa mereka saat ini berada di Villa karena Aydin jarang sekali datang ke tempat tersebut.


Kiki kembali menyuruh Raditya untuk segera pulang karena hari sudah mulai malam, namun lagi-lagiĀ  Raditya menolaknya. Hingga Kiki berpura-pura untuk marah dan mengancam untuk pergi dari Villanya jika dia tidak mau pulang. Akhirnya Raditya menyerah, namun dia mempunyai syarat, dia ingin mendengarkan semua yang terjadi pada Kiki hingga terjadi hal seperti ini. Sebenarnya Kiki enggan menceritakannya karena itu akan mengorek kembali luka dan kesedihannya, namun jika dia tidak menceritakannya, bisa dijamin jika Raditya malam ini pasti tidak akan meninggalkan tempat ini dan jika dia benar-benar akan pergi dari tempat ini, dia tidak tahu akan pergi ke mana karena dia tidak mempunyai tempat untuk dikunjungi.


Dengan berat hati Kiki menceritakan semua permasalahannya pada Raditya dan Kevin, karena memang Kevin perlu tahu semua yang terjadi pada Kiki, dan tadi pada saat di Rumah Sakit kiki hanya bercerita sebagian saja pada Kevin, dan sekarang dia harus memberitahukannya agar dia tidak mengulang-ulang kembali ceritanya yang akan menambah sayatan di hatinya jika mengingatnya kembali. Kevin diam saja ketika Kiki menceritakan semua masalahnya ketika Naila mulai muncul di dalam keluarga mereka sampai akhirnya Kiki keguguran karena ulah Naila dan kejadian-kejadian di mobil dan di dalam kamar Naila pun tak luput dari ceritanya. Kevin memang marah dengan keluarga Aydin yang tidak bisa menjaga adiknya ketika dia mengandung, namun Kevin tahu jika Aydin sangat mencintai Kiki, jadi Kevin harus menanyakannya dulu pada Aydin dan mencari tahu kebenarannya agar masalah mereka cepat selesai. Tapi di samping itu tujuan Kevin yang utama adalah memulihkan hati dan pikiran Kiki agar tidak kembali terpuruk dan syok karena masalah yang bertubi-tubi dihadapinya.


Lain halnya dengan Raditya yang kembali murka mendengar cerita Kiki. Dia benar-benar marah dan ingin menghajar Aydin kembali karena membuat Kiki, wanita yang namanya selalu ada dalam hatinya. Apalagi dia melihat Kiki yang mengeluarkan air matanya ketika bercerita, wajahnya memperlihatkan kesedihan yang mendalam. Raditya mengepalkan telapak tangannya, dia bersumpah akan memberikan pelajaran pada Aydin karena menyia-nyiakan wanita yang dicintainya. Dia bahkan dengan senang hati menikahi Kiki jika Aydin memang tidak bisa membahagiakannya. Mendengar kata nikah, dia teringat akan istrinya, Linda. Bagaimana dengan istrinya jika dia menikahi Kiki, pikiran konyol itu pun segera ditepis oleh Raditya karena yang terpenting saat ini adalah memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam masa pemulihan kesehatan Kiki.


Kiki melirik Raditya yang terdiam setelah dia menyelesaikan ceritanya, Kiki tahu jika Raditya sekarang ini sedang menahan amarahnya. Wajahnya memancarkan kemarahannya dan telapak tangannya terkepal menahan kemarahannya, semua itu menandakan jika saat ini Raditya benar-benar marah. Kiki memegang telapak tangan Raditya yang terkepal untuk meredakan amarahnya. Hal itu memang sudah biasa Kiki lakukan sedari dulu jika Raditya sedang marah.


Raditya kaget ketika Kiki memegang telapak tangannya yang terkepal, dia sangat bahagia mendapatkan sentuhan tangan Kiki kembali setelah sekian lama sejak peristiwa Linda yang menuduh mereka selingkuh. "


"Di, kamu jangan marah, biar ini jadi urusanku sama suamiku aja. Kamu gak usah ikut campur. Aku gak mau jadi beban kamu, apalagi jadi masalah buat keluarga kamu. Kamu bantu aku untuk sekarang ini saja aku sangat bersyukur. Aku mohon kamu tetap jadi sahabat aku yang tetap seperti dulu dan gak akan berubah", Kiki kini yang menenangkan Raditya agar dia tidak emosi.


Raditya menghembuskan nafas berat ketika Kiki menyebut kata suami untuk Aydin. Dia kembali bertanya pada dirinya dalam hati, mengapa harus Aydin yang menjadi suaminya, mengapa bukan dia,baru kali ini Raditya merasa Tuhan tidak adil padanya. Raditya menaruh tangan Kiki dengan hati-hati ke pangkuannya. Lalu dia berdiri dan beranjak keluar hendak pulang, sesuai keinginan Kiki.


Kevin mengikuti raditya keluar dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Kevin juga bercerita pada Raditya tentang keadaan Kiki saat ini yang masih butuh ketenangan dan masih dalam pantauan Dokter. Raditya berjanji dia akan datang setiap hari, namun Kevin tidak mau merepotkan Raditya dan tidak ingin juga dia berurusan dengan Linda yang masih belum bisa Kevin maafkan.

__ADS_1


Aydin dari semalaman menghubungi Kevin berkali-kali namun ponselnya dimatikan. Dia menghubungi ponsel Kiki namun ponselnya tertinggal di kamarnya. Aydin bingung dia harus menghubungi siapa. Mama dan Papa Kiki pun tidak mau memberi tahu keberadaan anaknya. Aydin mengirim pesan pada Kevin agar dia bisa bertemu dengannya. Namun pesan itu pun belum diterima oleh Kevin. Ayah merasa bersalah karena masalah ini semua terjadi karena ulah keponakannya. Ayah memberitahu Aydin bahwa dia sudah memerintahkan orang untuk mencari keberadaan Kiki dan Kevin. Aydin sedikit merasa lega karena dia mendapatkan bantuan dari Ayahnya untuk menemukan istrinya. Namun Aydin juga akan mencari tahu keberadaan istrinya, Kevin dan Raditya. Ah, dia baru ingat Raditya, dia ikut terekam dalam CCTV pada hari dimana Kiki menghilang.


"Apa aku harus ke rumah Raditya? Ah, aku malas bertemu wanita ular itu", Aydin bermonolog sendiri ketika dia berada di dalam kamar.


Untuk Raditya, itu akan menjadi pilihan terakhir untuknya. Sekarang dia harus bisa menemui Kevin terlebih dahulu. Aydin mulai bertanya pada sahabat-sahabatnya yang lain tentang keberadaan Kevin, namun mereka juga belum bertemu dan berhubungan dengan Kevin dari kemarin. Karena Aydin menginginkan bantuan dari mereka, akhirnya Aydin menceritakan semua permasalahannya dengan Kiki. Mereka sedikit kaget, mereka tidak menyangka Aydin akan mengalami hal seperti ini, padahal selama ini mereka melihat Aydin dan Kiki begitu mesra seperti tak akan pernah terpisahkan. Mereka pun berjanji membantu Aydin. Akhirnya mereka membagi tugas, ada yang mencari tahu melalui orang tua Kevin dan Kiki, ada pula yang mencari tahu melalui Raditya, namun mereka semua menjawab tidak tahu. Akhirnya mereka berniat memata-matai kegiatan Raditya dan rumah Kevin, karena menurut mereka Kevin pasti akan pulang ke rumahnya, dan Raditya pasti akan datang ke tempat Kiki untuk menemuinya.


Raditya sudah curiga bahwa dia akan selalu diawasi. Oleh sebab itu dia memberitahukan pada Kevin melalui telepon di Villa agar Kevin berhati-hati karena sepertinya sahabat-sahabatnya membantu Aydin untuk mencari Kiki. Mendengar hal itu, Kevin jadi semakin bingung, benarkah tindakannya itu, menjauhkan Kiki dari suaminya yang dia lihat begitu khawatir padanya. Ditengah kebingungannya Kevin ingat pada Dokter Vina. Terpaksa dia mengaktifkan ponselnya untuk menghubungi Dokter Vina. Kevin mulai menceritakan kebingungannya dan bagaiman dia harus menghadapinya, Dokter Vina mengatakan bahwa dia harus menemui Kiki dahulu sebelum menentukan kondisi Kiki yang sudah bisa bertemu dengan suaminya atau belum. Karena jika dipaksakan maka akan percuma saja mereka menjauh untuk sementara jika Kiki akan kembali tertekan. Kevin pun menyetujui usul dari Dokter Vina, dia akan menjemput Dokter Vina untuk datang menemui Kiki besok pagi.


Setelah Kevin selesai menghubungi Dokter Vina, dia melihat banyak telepon dan pesan yang masuk dari Aydin menanyakan keberadaannya dan Kiki. Aydin pun meminta untuk bertemu dan menjelaskan semuanya pada Kevin. Namun Kevin tidak ada pilihan selain mengabaikannya demi adiknya, meskipun dalam hatinya dia merasa kasihan pada Aydin, sahabat yang juga telah menjadi adik iparnya.


Pagi ini Kevin pergi menjemput Dokter Vina, tapi sebelumnya dia menunggu kedatangan Raditya untuk menjaga Kiki. Dengan senang hati Raditya datang dan tentunya tanpa sepengetahuan Linda, dia hanya mengatakan jika dia akan memeriksa kebun teh dan peternakan, jadi dia berangkat sebelum subuh agar tidak macet karena sekarang adalah week day, jadi pasti akan terjebak macet jika berangkat siang. Dan tentunya alasan itu agar tidak diketahui oleh mereka yang selalu mengawasi Raditya, entah itu sahabat Aydin atau pun orang suruhan Aydin.


Raditya mengajak Kiki berkeliling kebun teh untuk menyegarkan pikirannya. Kiki sangat senang sehingga dia melupakan beban pikirannya dan dia pun lupa jika disitu dekat dengan kebun teh milik Aydin, suaminya yang dia hindari untuk saat ini.


Kevin menjemput Dokter Vina dirumahnya. Entah mengapa perasaan Kevin begitu senang namun juga dia merasa gerogi, apalagi pada saat Dokter Vina keluar rumahnya dan menyambutnya dengan senyuman manisnya, rasanya hati Kevin tidak kuat maaak...


Ketika di dalam mobil pun Kevin merasa canggung, begitu juga Dokter Vina, padahal biasanya Dokter Vina sangat banyak berbicara pada saat bekerja, namun sekarang dia juga merasa canggung duduk bersebelahan dengan Kevin di dalam mobil. Perjalanan mereka terasa begitu sunyi karena kecanggungan yang tercipta. Hingga sampailah mereka di Villa milik keluarga Raditya.

__ADS_1


Dokter Vina mulai berbicara pada Kiki di kamarnya, mereka berbicara selama satu jam lebih, hingga waktunya makan siang, Kevin mengajak Dokter Vina makan siang terlebih dahulu, namun dia menolak dengan alasan takut terkena macet jika pulangnya nanti. Dokter Vani memberikan obat yang dia bawa dari rumah untuk Kiki dan Dokter Vani mengatakan pada Kevin jika Kiki sudah lebih membaik, mungkin dalam beberapa hari dia bisa bertemu dengan suaminya.


__ADS_2