
Setelah tragedi penggrebekan oleh Miyuki tadi, Aydin dan Kiki mengajak mereka semua berangkat menuju restoran milik Aydin. Raline, Kenshin, Lucas, Miyuki dan Max seperti anak dari Aydin dan Kiki karena tampilan mereka dari busana dan gaya rambut mereka disamakan oleh baby sitter mereka yang berada di rumah Aydin dan Kiki.
Sungguh sangat bahagia dan menyenangkan hidup Aydin dan Kiki seolah mempunyai lima orang anak yang selalu rukun dan saling melindungi diantara mereka.
Aydin dan Kiki tidak pernah membeda-bedakan mereka karena mereka berlima sudah Aydin dan Kiki anggap sebagai anak mereka sendiri hingga sering sekali mereka menginap di rumah Aydin dan Kiki. Dan mereka pun memiliki kamar dan pakaian yang sudah disediakan sebagai kamar mereka jika mereka menginap di sana.
Sesampainya di restoran, mata Raline ditutup dengan alasan mereka semua juga ditutup matanya.
"Yuk sini kakak cantik matanya ditutup sama kain ini dulu ya," Kiki memperlihatkan scarf yang digunakan untuk menutup mata Raline.
"Kenapa harus ditutup matanya Mi?" tanya Raline heran.
"Semua juga ditutup kok cantik, nanti di sana kalau udah masuk baru dibuka. Peraturannya gitu, mau ya," Kiki mengatakannya dengan tersenyum, sehingga Raline benar-benar tidak bisa menolaknya.
"Pokoknya Yuki gak mau ditutup ya matanya. Masa' udah cantik-cantik dandan jadi princess malah ditutup matanya, gak mau ah," ucap Miyuki dengan sangat tegas dan melipat kedua tangannya di depan dadanya dan dagunya ditarik ke atas.
"Udah yuk kalian turun dulu, Mami tutup matanya setelah kalian turun dari mobil," perintah Kiki pada mereka semua.
Setelah mereka turun dari mobil, semuanya berjejer. Yang dipakai penutup mata pertama adalah Raline. Mata Raline ditutup menggunakan scarf yang sudah disiapkan oleh Kiki. Sedangkan Ken, Lucas, Miyuki dan Max tidak ditutup matanya dan sebagai gantinya mereka harus tutup mulut agar Raline tidak curiga jika mata mereka tidak ditutup.
"Happy Birthday Raline!!!" teriak semua orang ketika Raline masuk ke dalam restoran.
Scarf yang menutupi mata Raline dibuka oleh Kiki dan Raline pun terperangah kaget melihat semua orang uang dia kenal dan dia sayangi berada di sana dengan mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
__ADS_1
Mata Raline berkaca-kaca hingga tak terasa air matanya menetes di pipinya. Dia tidak menyangka ulang tahunnya yang ke tujuh belas tahun sangat berkesan untuknya. Dia sangat bersyukur dengan apa yang dia punya sekarang ini. Dengan dirinya yang ditinggalkan oleh Bundanya, dia mendapatkan ganti orang-orang yang lebih mencintai dan menyayanginya layaknya keluarga dan orang tuanya sendiri.
Raditya memegang kue ulang tahun untuk Raline dan semua orang menyanyikan lagu ulang tahun untuk Raline. Semua itu hal yang sangat menggembirakan bagi semua orang, namun tidak dengan Raline, dia menjadikan suasana tersebut menjadi suasana haru. Raline meneteskan air matanya dan memanjatkan doanya untuk semua orang yang dia cintai, semua orang yang ada di ruangan tersebut. Semua orang yang sangat berarti untuk dirinya sendiri.
Kiki, Raditya, Kevin, dan Aldo menuju panggung untuk menyanyikan lagu yang mereka persembahkan untuk Raline, putri kesayangan mereka.
"Lagu ini Mami, Ayah, dan Uncle persembahkan untuk putri cantik kami Raline," ucap Kiki sebelum menyanyikan lagu untuk Raline.
Aydin berada di dekat Raline untuk memeluknya dan menghapus air mata yang selalu jatuh meskipun Raline sedang tersenyum. Sepertinya itu air mata kebahagiaan yang Raline rasakan sekarang ini.
Sungguh senang Abah dan Ambu melihat Raline tidak kurang kasih sayang dari semua orang. Abah dan Ambu berkumpul dengan kedua orang tua Kiki, kedua orang tua Aydin dan kedua orang tua Kenan. Mereka berada dalam satu meja yang dipersiapkan untuk nenek dan kakek Raline. Dan mereka semua lah nenek dan kakek Raline.
Kiki menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Raline dan Raditya, Kenan, Kevin serta Aldo mengiringinya dengan alat musik yang mereka pegang.
Kado yang diterima oleh Raline sangat banyak dan mewah, hingga dia kembali meneteskan air matanya. Tak henti-hentinya air matanya itu menetes seiring ucapan syukur yang dia lafalkan dalam hatinya.
Hari ini, hari kelahirannya yang seharusnya dia rayakan dengan kedua orang tua kandungnya, tapi semua tak seperti bayangannya. Namun apa yang diterimanya hari ini sangat lebih dari cukup baginya. Dan dia tidak akan mengharapkan hal lain yang lebih karena dia tidak menginginkan kebahagiaannya saat ini hilang darinya.
Sampai saat ini, diumurnya yang ke tujuh belas tahun ini dia tidak mengetahui apa sebab dari Bundanya meninggalkannya sejak dia kecil dan kenapa Bundanya itu berbohong padanya serta menjauhkannya dari keluarganya yang sangat menyayanginya.
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah Raline tanyakan pada siapapun karena jika dia bertanya pada Ayahnya, sudah pasti Ayahnya tidak akan menjawabnya dan memasang wajah kesal padanya. Dan jika dia bertanya pada Kiki, pasti Kiki bersedih mendengarnya, oleh sebab itu Raline hanya menyimpan pertanyaan-pertanyaan itu dalam hatinya saja.
......................
__ADS_1
Malam yang sama di lain tempat. Linda merasakan sesak di dadanya, sangat menyiksa namun bukan sesak nafas. Dia merasa dalam hatinya nyeri. Seolah dia merasakan sakit hati ditinggalkan orang terkasihnya.
Di balkon hotel Linda menatap bintang yang ada di langit malam. Dihembuskannya nafasnya yang sangat berat menghimpit dadanya. Entah apa yang terjadi dia tidak tahu, yang dia tahu hanya apa yang dia rasakan saat ini sangat menyiksanya.
Malam ini Linda menginap di hotel dengan Riko yang kebetulan mereka menjadi satu tim untuk pekerjaan mereka di luar kota. Rekan-rekan tim mereka sudah tahu hubungan Linda dan Riko, namun mereka lebih memilih untuk diam karena Riko yang memperingatkan mereka agar Linda tidak tahu jika hubungan Linda dan Riko diketahui semua rekan kerjanya.
Riko sudah tertidur di ranjang setelah melakukan ritual ranjang bersama dengan Linda, sedangkan Linda tidak bisa tidur karena merasakan sakit yang teramat dalam di hatinya.
Diambilnya ponselnya untuk mengabadikan langit malam yang sangat menyesakkan hatinya. Dan dia mengunggahnya pada media sosialnya. Namun matanya terbelalak dan beberapa detik kemudian matanya itu mengeluarkan air mata dengan sendirinya.
Linda melihat foto-foto perayaan ulang tahun Raline yang diselenggarakan sangat mewah di sebuah restoran mewah dengan ditemani semua orang yang tentunya dikenal oleh Linda.
Raline sangat cantik dan tersenyum bahagia, hal itu membuat hati Linda sangat sakit. Entah mengapa melihat Raline yang sangat dekat dengan Kiki dan Raditya membuat hati Linda sangat kesal. Harusnya dia yang berada di dekat Raline dan Raditya dan harusnya dia yang menyaksikan Raline tumbuh menjadi gadis cantik seperti sekarang ini.
Linda menyalahkan Kiki atas semuanya, dia tidak ingat jika dirinyalah yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangga mereka.
Hari ini kamu ulang tahun Raline, kamu sangat cantik dan kamu sangat bahagia malam ini. Apa kamu tidak ingat dengan Bunda kamu ini? Bunda yang mengandungmu dan melahirkanmu? Linda berkata dalam hatinya dengan melihat unggahan foto di media sosial milik Kiki dan Raditya.
Memang Kiki dan Raditya tidak memblokir akun media sosial milik Linda. Hanya Aydin lah yang memblokir akun media sosial milik Linda. Memang sengaja Kiki dan Raditya tidak memblokirnya agar Linda tahu jika mereka bahagia tanpa kehadiran Linda bersama mereka dan agar Linda menyesal telah meninggalkan keluarganya demi sesuatu yang belum tentu membahagiakannya.
Karena merasa kesal, Linda memilih untuk tidur. Dia menghempaskan tubuhnya di sisi Riko dan masuk ke dalam pelukan Riko yang tanpa busana dan hanya berselimutkan selimut tebal saja. Linda menghirup dalam-dalam aroma tubuh Riko bertujuan untuk menenangkan hati dan pikirannya hingga dia tertidur di dalam pelukan Riko, lelaki yang dia pilih untuk meninggalkan keluarganya dan sampai sekarang mereka belum menikah.
"Raline....!" teriak Linda hingga dia terbangun dari tidurnya.
__ADS_1