
Suara deru motor sport Raditya memasuki halaman rumah Kiki.Tampak Kiki turun dari motor Raditya,kemudian Raditya membantu Kiki melepaskan helmnya setelah dia mematikan motornya.Raditya pun melepas helmnya dan turun dari motornya.
"Loh kok dilepas helmnya?" tanya Kiki.
"Mau mampir bentar sekalian pamit",jawab Raditya.
"Oh...kirain langsung pulang",ucap Kiki.
"Gak boleh?" tanya Raditya.
"Boleh lah,gak sopan banget dianterin terus nyuruh yang nganterin pulang",jawab Kiki sambil tertawa.
"Yuk ah masuk",ajak Kiki kemudian.
Di sofa ruang tamu ada Kevin yang sedang memainkan game online di ponselnya.
"Assalamualaikum everybodeeeh....Kiki yang cantik dan imut pulang.......!!!!",teriak Kiki ketika masuk rumah.
"Waalaikumsalam....Kiki....gak usah teriak-teriak....."seru Mama dari arah dapur sambil teriak.
"Suaramu cempreng banget sih Dek",seru Kevin dengan suara agak keras dan terus memainkan ponselnya.
Raditya menjewer telinga Kiki sambil berkata,
"Gak usah teriak-teriak salamnya neng",senyum Raditya mengembang.
Kiki memegang tangan Raditya untuk melepaskan telinganya.
"Aw...aww...sakit ege....Berasa punya dua mas aku tuh",ucap Kiki sambil memajukan bibirnya dan memegang telinganya setelah dilepas Raditya.
"Mana liat coba,kali aja putus",ledek Raditya sambil terkekeh dan memegang telinga Kiki.
"Udah,gak usah romantis-romantisan,masih ada orang disini.Sini bro,kita mabar"ucap Kevin yang masih setia dengan ponselnya.
Raditya mendekat dan duduk di dekat Kevin.
"Kapan-kapan aja deh Bang,udah mau maghrib",jawab Raditya sambil melihat permainan Kevin.
Raditya memang tidak pernah memainkan game sejak jadi santri di pondok pesantren kakeknya.Mungkin nanti dia akan belajar memainkan game di rumah yang seperti dimainkan Kevin,supaya tidak malu jika diajak Kevin mabar.
Mama berjalan dari arah dapur sambil membawa brownies yang baru selesai di buat oleh mama.
"Loh ada Raditya toh,bentar diambilkan minim dulu ya.Kiki itu gimana,ada tamu kok gak diambilkan minum", omel mama pada Kiki yang sedang mengambil brownies dari piring yang baru saja diletakkan mama di meja tamu.
"Gak usah tan,ini udah mau pulang,udah mau maghrib",ucap Raditya.
"Panggilnya Mama aja kan udah sering kesini.Oh iya tunggu sebentar ya Mama bungkusin brownies dulu buat dimakan di rumah",ucap Mama sambil berjalan ke arah dapur.
"Laper apa doyan Ki?" tanya Raditya ketika melihat Kiki makan brownies dengan lahap sambil menonton TV.
"Enak tau brownies buatan Mama,coba deh rasain",jawab Kiki yang masih mengunyah.
Kemudian Kiki mengarahkan brownies ke mulut Raditya.
"Nih coba,enak kan?" tanya Kiki sambil menyuapi Raditya.
"Emmm....enak",jawab Raditya sambil mengunyah brownies tersebut dengan mengangguk-anggukan kepalanya.
"Enak dong,buatan Mama....",ucap Mama jumawa sambil berjalan dari dapur dengan membawa bungkusan dan memberikannya pada Raditya.
"Jadi ngerepotin Ma.Makasih.Oh iya Ma,kata Abah insya Allah kalau gak besuk ya lusa mau datang kesini untuk membicarakan yang tentang pagi tadi",ucap Raditya sambil berdiri dan menerima bungkusan yang diberikan Mama.
"Cieeee....Membicarakan tentang pernikahan",ucap Kevin dengan nada menggoda.
"Lambemu",jawab Kiki sambil melempar tisu bekas yang sudah dia bulatkan ke arah Kevin.
"Jorok ih,noh tempat sampahnya di sono",ucap Kevin sambil menaruh ponselnya di meja dan menunjuk ke arah luar rumah.
"Bomat",jawab Kiki sambil memeletkan lidahnya.
"Udah ih bertengkar terus gak bosen-bosen",lerai Mama.
Raditya tersenyum dan berkata,
"Ya udah Ma saya permisi pulang dulu,udah mau maghrib",pamit Raditya pada semuanya dan bersalaman seperti biasanya sambil mencium punggung tangan Mama.
"Hati-hati ya,salam buat semuanya di rumah",ucap Mama pada Raditya.
"Insya Allah Ma.Assalamualaikum", ucap Raditya.
"Waalaikumsalam",jawab semua.
Kemudian Kiki mengantar Raditya keluar.
__ADS_1
"Makasih ya Di udah nganter pulang.Hati-hati",seru Kiki sambil melambaikan tangannya ketika Raditya menyalakan motornya.
Raditya hanya mengacungkan jempol kirinya sebelum ia melajukan motornya keluar dari halaman rumah Kiki.
Hari-hari berlalu,tak dirasa kini sudah hari terakhir ujian semester dua.Hari-hari dilalui Kiki seperti biasa,masih menyandang status jomblo,karena setiap ada cowok yang mendekati Kiki,Raditya selalu pasang badan dengan alasan tidak ingin Kiki mendapatkan cowok sembarangan,harus baik menurutnya,sehingga sampai sekarangpun Kiki masih menyandang gelar jomblonya.Namun semua orang mengira jika Kiki berpacaran dengan Raditya,karena dimana ada Kiki selalu ada Raditya dan kadang-kadang juga mereka berkumpul berempat dengan Aldo dan Riri.
Di dalam mobil Kevin,Kiki menyalakan radio karena suasana hatinya sedang senang,ini hari terakhir dia ujian semester dua.Dan setelah menerima raport,dia akan masuk kelas XI.
Bergetar hatiku
Saat ku berkenalan dengannya
Kudengar dia menyebutkan nama dirinya
Sejak ku bertemu, ku telah jatuh hati padanya
Di dalam hati telah menjelma cinta dan bawalah daku selalu
Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya
Bergetar hatiku saat ku berkenalan dengannya
Kudengar dia menyebutkan nama dirinya
Sejak ku bertemu, ku telah jatuh hati padanya
Di dalam hati telah menjelma cinta dan bawalah daku selalu
Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya
Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya
U-huu
Di dalam hati telah menjelma cinta dan bawalah daku selalu
Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya
Dalam mimpimu, di langkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya
Ha-ha
Daku kini juga nanti
Harapan di hatiku bawalah diriku selamanya
Kiki tersenyum mendengar lagu tersebut.Kiki teringat dengan sosok Raditya yang sejak berkenalan dengannya hingga hari-hari yang mereka lalui indah dengan perlakuan manisnya dan juga kejahilannya.
Kevin yang melihat Kiki tersenyumpun berkata,
"Kayaknya lagi seneng banget nih"
"Sok tau",jawab Kiki sambil menyebikkan bibirnya dan melihat ke arah Kevin.
"Nah tuh senyum-senyum terus dari tadi",ucap Kevin yang masih melihat ke arah depan sambil mengemudikan mobilnya.
"Hari ini kan ujian terakhir,ya senenglah",ucap Kiki mengelabui kakaknya,karena sebenarnya dia tersenyum karena mendengar lagu yang diputar di radio mobil saat ini.
Kevin hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kak lapeeeer.....makan dulu yuk.Mama sama Papa kan belum pulang",ucap Kiki dengan puppy eyesnya melihat ke arah Kevin dengan memohon.
"Ya udah yuk ke mall aja sekalian kakak mau cari referensi buku",jawab Kevin sambil mengarahkan mobilnya ke arah mall.
__ADS_1
Kini Kiki sedang duduk di salah satu restauran yang ada di mall.Kevin pergi ke toko buku sebentar setelah mereka memesan makanan.Kiki sudah sangat lapar,oleh sebab itu dia menunggu Kevin di restoran saja.
Semua makanan sudah tersaji di atas meja,namun Kevin belum juga datang.
Kiki mengambil ponselnya dari tas dan mengirim pesan kepada Kevin kalau makanannya sudah siap.
Karena sudah sangat lapar,maka Kiki memakan makanan miliknya terlebih dahulu.Sesekali dia menengok ke arah sekitar untuk mencari keberadaan Kevin.
Betapa kagetnya Kiki melihat seorang sosok lelaki yang dikenalnya,Raditya yang sedang duduk berhadapan dengan seorang gadis berambut hitam setengah bahu yang tidak Kiki kenal.Mereka duduk tidak jauh dari meja Kiki.
Tampak mereka sedang makan dan bercanda,sesekali Raditya mengelap saus yang menempel di sudut bibir gadis tersebut.
Betapa nyeri hati Kiki melihat perlakuan manis Raditya kepada gadis tersebut yang biasanya sering Raditya lakukan kepada Kiki.
Kiki menahan sekuat tenaga air matanya.
Dia memakan makanannya dengan lahap sekali sampai dia tersedak seolah-olah dia melampiaskan kekesalannya pada makanan di hadapannya.Kemudian Kiki melihat Raditya yang sedang memasangkan cincin pada jari gadis itu.
Ah....betapa sakit hatinya melihat adegan di hadapannya saat ini.Seoramg cowok yang ada di hatinya akhir-akhir ini,sedang bermesraan dengan gadis lain.
Ya,memang hubungan Kiki dan Raditya hanya sebatas teman dekat,tidak ada komitmen mereka berpacaran.
Seketika Kiki teringat perkataan Renita beberapa hari yang lalu pada saat mereka menonton drakor di Rumah Raditya.
Flashback
"Mbak Kiki harus janji ya bakalan sering main kesini,janji bakalan nonton drakor bareng Rere lagi,harus tetap dekat sama Rere,karena Rere udah anggap mbak Kiki jadi mbaknya Rere.Apapun alasannya,meskipun nantinya mbak Kiki udah terpisah dengan Aa' tapi mbak Kiki gak boleh lupa atau terpisah sama Rere ya mbak,janji"ucap Rere sambil memakan keripik kentang dan matanya masih tetap menonton drama.
"Terpisah? Maksudnya Re?" tanya Kiki heran.
"Ya kan abis ni kalian kenaikan kelas,kali aja kalian beda kelas atau nantinya beda kampus pas kuliah.Pokoknya mbak Kiki gak boleh mutusin hubungan sama Rere,titik"jawab Renita.
"Oh...Oke mbak janji",ucap Kiki sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.
Ya,nama panggilan Rere diberikan oleh Kiki untuk Renita.Memang Kiki ahli sekali dalam mengganti nama panggilan orang.
Flashback end
Apa mungkin ini yang dimaksud Renita kemarin?
"Pas banget cincinnya,kapan acara tunangan kita A'?" tanya gadis yang ada dihadapan Raditya sambil memandangi cincin yang dipakainya.
Aura kebahagiaan terpancar jelas di wajah gadis itu.
Kok ya pas saat ini suasana di Restauran sedang lenggang,jadi suara mereka masih bisa di dengar jelas oleh Kiki.
"Insya Allah dalam minggu ini",jawab Raditya sambil tersenyum pada gadis di depannya.
Bagai tersambar petir,Kiki ingin sekali menangis dan menjerit meluapkan sakit hati yang dirasakannya saat ini.Namun ia tahan karena ia melihat sosok Kevin yang berjalan mendekat ke arah mejanya.
"Wuih...udah mau abis aja makananmu dek.Laper banget ya?" tanya Kevin sambil duduk di kursi depan Kiki,jadi Kevin tidak bisa melihat Raditya.
Kiki hanya mengangguk dan mengaduk-aduk jus strawberry nya dan meminumnya.
Asam,se asam hatinya saat ini.
"Kak,aku tunggu di mobil ya,sekalian ke toilet dulu",ucap Kiki sambil berdiri,menyambar kunci mobil yang ada di meja dan kemudian berjalan menuju luar restauran.Namun saat Kiki berjalan baru beberapa langkah,Kevin memanggilnya.
"Ki,kamu langsung ke mobil aja.Kakak juga abis makan langsung ke mobil",ucap Kevin dengan suara agak keras karena Kiki sudah berada agak jauh darinya.
Sontak saja Kiki menoleh karena merasa dipanggil oleh Kevin.
Mendengar suara dan apa yang dikatakan oleh suara tersebut,seketika Raditya menoleh ke arah sumber suara.
Betapa kagetnya dia ketika matanya bertatap langsung dengan Kiki,dan dia melihat disitu juga ada Kevin yang sedang makan tanpa menoleh ke arah manapun.
Seketika Kiki berlari menuju mobil setelah bertatap mata dengan Raditya.
Raditya merasa amat sangat bersalah ketika dia bertatap mata dengan Kiki.Seolah dia ketauan sedang selingkuh.Terlihat kesedihan di mata Kiki,biasanya mata indah itu hanya ada keceriaan.
Kepala Raditya diisi dengan perasaan bersalah,sedih dan menyesal terhadap Kiki.
"Pasti Kiki tadi melihat semuanya",batin Raditya sambil memijat pelipisnya.
Dia makan dengan tidak nyaman,sedangkan sang gadis yang ada di depannya masih dengan rasa bahagianya.Dia makan sambil tersenyum ke arah Raditya.
Kevin sudah selesai makan kemudian dia membayar tagihannya di kasir.
Dia sama sekali tidak melihat-lihat sekitar,jadi dia tidak mengetahui bahwa disitu ada Raditya sedang makan bersama seorang gadis.
Dia takut Kiki menunggu lama di dalam mobil.
Sampai makan pun tidak Kevin nikmati,yang penting kenyang.
__ADS_1
Di dalam mobil.....