Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
33


__ADS_3

Raditya mengajak sahabat-sahabatnya untuk menginap di villa keluarganya dalam rangka ulang tahunnya dan kebetulan mereka sedang liburan.Rencana ini disetujui oleh Abah,Ambu,Linda dan Renita.Dan tentu saja Linda,Renita dan baby Raline juga ikut.


Tentu saja mereka semua sangat senang,karena ini merupakan perjalanan pertama untuk mereka bersama-sama.


"Suamiku.....",rengek Kiki yang sedang sibuk membalas chat di grup mereka.


"Hmmm.....",jawab Aydin yang masih menatap laptopnya.


"Sayang.....",kini Kiki meletakkan ponselnya dan berpindah ke belakang kursi meja belajar,dimana Aydin sekarang sedang duduk.


"Iya istriku.....",Aydin menoleh namun pipinya langsung disambut oleh bibir Kiki karena pada saat Aydin menoleh,Kiki sedang membungkuk melihat ke arah laptop ingin tahu apa yang sedang dikerjakan sedari tadi oleh suaminya itu.


"Eh...eh....",Kiki gelagapan sendiri mengetahui bibirnya mendarat di pipi Aydin.


"Ehmm....mau nyium? Langsung aja gak usah nyuri-nyuri gitu",Aydin terkekeh melihat gurat malu Kiki yang menghasilkan warna merah pada pipinya.


"Enak aja,enggak ya.Aku gak mesum kayak Abang",sanggah Kiki namun masih tersirat rona malu di pipinya.


"Lah ini tadi buktinya",Aydin menunjuk pipinya yang habis menjadi tempat pendaratan bibir Kiki.


"Ah itu tadi gak sengaja.Abisnya Abang noleh gak bilang-bilang",kini bibir Kiki yang mengerucut.


"Hahaha....gemesin banget sih sayangnya Abang ini",Aydin mencubit gemas pipi Kiki.


"Iiih...sini deh,aku tuh mau ngomong"Kiki menggeret tangan Aydin menuju tempat tidur.


"Eh...eh...ini mau ngapain?" goda Aydin ketika berjalan ditarik Kiki menuju tempat tidur.


"Mau ngomong Abang....."Kiki mendudukkan dirinya di tempat tidur dan diikuti oleh Aydin.


"Itu,Raditya mau ngajak Aldo,Riri dan aku berlibur di villa keluarganya.Ada Linda,Renita dan baby Raline juga kok.Mumpung lagi libur Bang.Boleh ya...ya....ya....",pinta Kiki dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada memohon dengan disertai puppy eyes nya.


Aydin tercengang karena rencana liburan ini dia akan mengajak Kiki berdua berlibur di villa nya.


Eh ini malah keduluan Raditya.


Kesal,tentu saja Aydin sangat kesal.Terlihat jelas raut wajah kesal bercampur cemburu karena nama Raditya disebut.


"Sayang,kan Abang mau ajak kamu berlibur di villa Abang cuma berdua.Kamu kan sudah janji.Kok malah sekarang mau pergi sama teman-teman kamu sih?" Aydin bergerak ke tengah tempat tidur dan menidurkan badannya menghadap ke arah lain.


Kiki menatap dengan heran,ternyata suaminya bisa juga merajuk.Ok,saatnya kemampuan Kiki untuk membujuknya perlu ditunjukkan.


"Sayang...hadap sini dong",Kiki memeluk tubuh Aydin dari belakang.Aydin pun menoleh menghadap istrinya itu.


"Selama ini kan kita sibuk sendiri-sendiri,jadi gak salah kan kalau kita punya waktu berdua saja.Mana dari kemarin belum buka segel lagi,sekarang liburan malah ditinggalin.Kan pengennya liburan berdua sama sekalian unboxing",Aydin memeluk erat tubuh Kiki,menempelkan tubuh mereka dengan erat,berharap Kiki berubah pikiran,tidak jadi pergi berlibur dengan teman-temannya.


"Hah?! Eh...eh...iya cuma dua hari aja kok,setelah itu kita liburan berdua deh.Ya...ya...",


Kiki mendongak melihat wajah tampan suaminya itu.


"Kenapa sih Raditya bikin acara kayak gitu?Abang gak diajak lagi",sewot Aydin dengan wajah cemberut yang menghiasi wajah tampannya itu.


"Gak tau Abang,kan cuma ngajak teman-temannya aja",Kiki memainkan hidung suaminya ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


"Boleh kalau Abang dikasih alamatnya",Aydin membelai lembut rambut Kiki,menyelipkan anak rambutnya ke telinga Kiki.


"Buat apa? Abang mau susulin ke sana?" kini mata Kiki menatap tajam mata Aydin.


"Belum tau.Iya kali",senyum Aydin dengan membalas mempermainkan hidung Kiki ke kiri dan ke kanan.


"Isssh...gak bisa cuci mata dong.Kali aja ada cogan disana",ucap Kiki dengan suara lirih namun bisa di dengar oleh Aydin.


Aydin mendekatkan wajahnya pada wajah Kiki.


"Ganteng mana sama ini?" semakin dekat wajah mereka membuat Kiki gemetar menelan ludah.


"Iya...iya ganteng banget,sayang ada yang kurang",gugup sekali ternyata berhadapan begitu dekat dengan orang ganteng.


Debaran jantung Kiki menjadi bergemuruh kencang,keringat dingin keluar dari dahi dan pelipisnya,kemudian pipinya menjadi merah.


Astaga,Kiki sudah terkena racun cinta yang sangat berbahaya,bikin bucin,kalau sakit bikin galau ciiin...


"Kurang apa?" Aydin menatap Kiki dengan intens.


"Kurang ajar",karena sekarang posisi tangan Aydin berada di squishy kembar Kiki.


Hati Kiki ketar-ketir bak tersambar petir.


Kiki menatap ke bawah dimana tangan Aydin kini berada.


Aydin baru sadar jika tangannya sudah memainkan squshy kembar,namun dia hanya tersenyum ketika matanya bertemu dengan mata Kiki.


"Hah?! " Kiki begitu gerogi,bingung harus bagaimana.


"Besok dibolehin deh kalau malam ini dibuka segelnya,tapi kasih tau alamatnya juga ya",wajah Aydin semakin mendekat,hingga Kiki hanya bisa memejamkan matanya pasrah.


Wajah Aydin semakin mendekat dan hampir saja bibirnya menyentuh bibir Kiki,namun mata Kiki tiba-tiba terbuka.


"Bang Ay,sakit gak?" pertanyaan Kiki merusak suasana yang baru aja dibangun oleh Aydin.


"Enggak sayang,asal pemanasan aja dulu",senyum Aydin lembut,matanya mulai berkabut menahan hasrat.


"Kayak mau olahraga aja pakai pemanasan dulu",ucapan Kiki benar-benar memperlihatkan kepolosannya yang tidak pernah memiliki hubungan dengan lawan jenisnya.


"Udah,sayang pejamin aja matanya,nikmati",bisik Aydin sambil melakukan pemanasan,tangannya sudah bergentayangan ke daerah-daerah sensitif Kiki.


Dan Kiki pun mulai terhanyut oleh buaian yang diberikan oleh Aydin.


"Kalau sakit bilang ya",bisik kembali Aydin.


Kiki hanya menganggukkan kepalanya,karena mulutnya sudah mengeluarkan *******-******* yang memenuhi kesunyian kamar.


Kiki mengadu kesakitan.


"Aw...aw...saaa...kiiiiit.....",air matanya menetes ke pipi.


"Sayang maaf,sakit ya",Aydin membelai lembut pipi Kiki,mengusap air matanya dan mencium kedua matanya.

__ADS_1


"Maaf sayang,aku belum berhasil,jalannya terlalu sempit",lanjutnya lemah.


Kiki tersenyum meskipun menahan sakit.


"Coba lagi sayang! " ,malu,Kiki sangat malu,dia tersenyum malu,kemudian memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.


Aydin pun menuruti permintaan Kiki,dia memulai kembali sentuhan-sentuhan dan pemanasannya.Kemudian dia mulai melakukan penyatuan kembali.


Kokok ayam membangunkan lelapnya tidur insan yang kelelahan akibat pergelutan mereka semalam.


Kiki membuka matanya,dia menatap tubuh polosnya dalam selimut dan menoleh disebelahnya,ternyata suaminya sudah tidak ada disana.Dia merasa tubuhnya begitu berat ketika bergerak,apalagi ketika dia menggerakkan kakinya.Nyeri bercampur dengan rasa sakit.


Dipakainya selimutnya itu sebagai penutup tubuhnya.Dia menurunkan kakinya dengan hati-hati.Dia meringis dan menggigit bibir bawahnya ketika menurunkan kakinya ke lantai.Apalagi dia mencoba untuk berdiri,rasanya kembali terasa.


Pada saat dia mencoba berjalan,dia tertatih-tatih,seketika rasa sakit bercampur nyeri itu bertambah berkali lipat.


"Udah bangun sayang?" Aydin keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk.


Kiki yang semula melihat ke bawah ketika mencoba berjalan,kini dia mendongak melihat ke arah suaminya.Seketika dia merasa terpanah,salfok melihat tubuh kekar dan berotot milik suaminya itu.


"Sayang...sayang....",Aydin kini sudah berada di depan Kiki,menggerak-gerakkan tangannya ke kiri dan ke kanan.


Entah kapan dia berjalan ke arah Kiki,karena Kiki hanya melamun begitu melihat suaminya keluar dari kamar mandi tadi,tidak sadar ketika suaminya sudah di depannya.


"Eh...i - itu...",Kiki sadar dan bingung mau menjawab apa karena dia tidak mendengar apa yang dibicarakan Aydin tadi.


Aydin tersenyum manis,"Mandi gih,air hangatnya udah Abang siapin"


Kiki hanya mematung,tidak berani berjalan menggerakkan kakinya,karena takut suaminya melihatnya berjalan dalam keadaan seperti itu.


"Pasti sakit ya?" Aydin terlihat sangat khawatir.


Kiki menggeleng dan tersenyum menahan rasa sakit dan nyeri dari bagian tubuh bawahnya.


"Gak usah bohong sayang,maafin Abang ya",Aydin memeluk tubuh Kiki dan mengelus-elus rambutnya.


"Udah jadi kodratnya wanita sayang,gapapa",


Kiki mengurai pelukan Aydin dan memperlihatkan senyum manisnya.


"Sayang,liat kamu senyum gitu jadi pengen tak kurung di kamar aja gak usah keluar apa lagi pergi sendiri sampai nginep.Mana bisa tidur Abang malam ini kalau gak ada istri cantik Abang ini",Aydin mengecup singkat bibir Kiki.


"Ya udah,Abang udah siapin air hangatnya di bathub udah dikasih aromatherapy juga.Kamu berendam aja dulu biar nyeri nya hilang",Aydin membopong tubuh mungil Kiki masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkannya di dalam bathub.


" Makasih Abangku sayang",Kiki mengecup pipi Aydin dan setelah itu dia senyum menampakkan lesung pipinya.


"Sini,Abang mandiin sekalian,biar kamu gak capek",tangan Aydin membelai punggung Kiki.


Seketika tubuh Kiki meremang.


"Modus,gak usah Abang....tunggu aja di luar biar cepat selesai",Kiki melepaskan tangan Aydin dari punggungnya.


Aydin terkekeh dan keluar dari kamar mandi karena takut kena marah istrinya,malah gak dapat jatah dong.

__ADS_1


__ADS_2