Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
114


__ADS_3

Raditya pulang dengan perasaan yang bercampur aduk. Dia lega karena kini polisi tidak bisa percaya lagi pada Linda jika dia menginginkan hak asuh Raline ada padanya.


Namun, ketika Raditya melihat wajah Raline, dia takut jika nantinya Raline sedih dan kecewa mengetahui kelakuan ibunya yang tidak memikirkannya sama sekali, dan ibunya itu lebih memilih bersenang-senang dengan pria lain daripada dengan keluarga kecilnya.


"Gimana A'?" Renita bertanya pada Raditya ketika baru saja datang dan mengusap lembut rambut anaknya.


"Udah beres. Mereka berdua sudah ada di kantor polisi. Sepertinya untuk malam ini mereka akan bermalam di sana. Semoga saja berlanjut, entah sampai kapan," Raditya masih memperhatikan Raline dari wajah sampai semua bagian tubuhnya.


"Sudah besar ya Raline, gak terasa," Raditya tersenyum getir tidak bisa membayangkan apa yang nantinya akan terjadi.


Renita mengerti perasaan kakaknya dan dia tidak menyangka sama sekali jika akan terjadi hal semacam ini.


"Aa' yang sabar ya, Aa' pasti bisa. Ada kita semua A' yang selalu ada untuk bantu Aa' merawat Raline. Dan masalah sekolah Raline Aa' tenang aja, aku yang akan mengurusnya. Aa' fokus aja sama kerjaan Aa' dan perhatian serta kasih sayang Aa' pada Raline," Renita menenangkan kakaknya agar tidak goyah dan merasakan sedih yang berlarut-larut.


Raditya tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia mengangkat Raline untuk dibawa ke kamarnya.


......................


"Sayang, kasihan Raline ya. Pasti dia nantinya malu jika udah besar, udah tau yang sebenarnya," Kiki mengajak Aydin berbicara ketika mereka selesai beraktifitas yang menguras tenaga di atas ranjang mereka.


"Kamu harus janji Sayang gak boleh tinggalin aku. Jika harus pergi duluan, biar aku aja," Aydin mendekap erat tubuh Kiki, sudah lama rasanya dia merindukan tubuh istrinya ini.


"Gak boleh, gak boleh ngomong gitu.Aku janji gak akan ninggalin kamu, tapi aku gak bakal ngebolehin kamu pergi duluan," Kiki menatap wajah suaminya dan mengamati seluruh bagian wajahnya.


"Aku cinta kamu istriku," bisik Aydin di telinga Kiki membuat tubuh Kiki meremang dan hatinya berbunga-bunga.


"Aku juga cinta kamu suamiku," balas Kiki dengan membisiki Aydin dan terbitlah senyum kebahagiaan pada mereka berdua.


Tiba-tiba terdengar suara tangis Baby Ken yang sedang bangun. Kiki meraih piyamanya dan segera memakainya, sedangkan Aydin hanya memakai celana saja kemudian dia mengambil Baby Ken dari box bayinya dan meletakkannya pada gendongan Kiki.


Baby Ken sangat rakus sekali meminum ASI yang berasal dari sumbernya langsung. Melihat hal itu, Aydin menelan ludahnya sendiri, bisa-bisanya dia iri dengan anaknya sendiri.

__ADS_1


"Ken, bagi Papi ya," Aydin berbisik di samping telinga Baby Ken dan seolah mengerti ucapan dari Papinya, Baby Ken tersenyum ketika sedang meminum ASI.


"Sama anak sendiri iri," ucap Kiki sambil menjewer telinga Aydin.


Ya, kini panggilan Aydin dan Kiki tidak lagi Panda dan Manda karena Aydin tidak mau jadi bahan olokan sahabat-sahabatnya. Jadilah sekarang mereka berganti panggilan dengan Mami dan Papi.


"Kan pengen Sayang... tuh si Ken gemoy banget kebanyakan minum ASI langsung dari sumbernya. Bisa kali Papinya juga jadi gemoy," ucapan asal Aydin kembali mendapat jeweran di telinganya dari Kiki.


Setelah puas meminum ASI, Baby Ken tertidur dengan pulas saat mulutnya masih menempel pada sumber ASI nya.


Aydin memindahkan Baby Ken kembali di dalam box bayi. Setelah itu Aydin dan Kiki kembali ke ranjang mereka untuk beristirahat setelah aktivitas mereka di ranjang tadi. Aydin mendekap erat tubuh Kiki seolah takut akan kehilangannya. Sedangkan Kiki menyambut dekapan suaminya itu dengan perasaan bahagia yang sangat melimpah.


......................


Seorang wanita cantik berpenampilan sangat menarik dan berkelas mendatangi kantor polisi dengan tujuan ingin membebaskan Riko dari sel tahanan polisi.


Ternyata wanita tersebut adalah istri dari seorang pengusaha yang sering ditinggal perjalanan bisnis oleh suaminya.


"Saudara Riko, ikutlah bersama kami, ada yang ingin bertemu dengan anda," seorang Polisi memanggil Riko untuk segera menemui wanita tadi yang sedang menunggu di ruang tunggu.


"Baik Pak," jawab Riko senang.


Yes, aku akan bebas dari tempat ini, Riko bersorak gembira dalam hati.


"Sayang, aku gimana?" Linda tidak mau berada di tempat itu seorang diri tanpa Riko.


"Tenang Sayang, aku temui dulu temanku. Kamu jangan khawatir ya," tangan Riko mengusap lembut rambut Linda seperti biasanya dan memberikan senyuman manisnya yang membuat Linda selalu terlena saat ini.


"Mari Pak, silahkan," polisi tersebut membayarkan aktifitas keromantisan Riko dan Linda.


Linda mengangguk dan melepaskan tangan Riko yang ada di genggamannya.

__ADS_1


Riko mengikuti petugas polisi yang menjemputnya tadi menuju ruang tunggu. Di ruang tunggu tersebut sudah ada seorang wanita yang memang ditunggu kedatangannya oleh Riko.


Wanita tersebut membuka kaca matanya dan tersenyum melihat Riko yang ada di hadapannya.


"Riko.... gimana keadaanmu?" wanita tersebut segera menghampiri Riko dan memeluk tubuhnya setelah petugas polisi meninggalkan mereka.


Riko merayu dan meminta bantuan wanita tersebut dengan sangat hati-hati, karena dia tidak mau gagal merayu wanita tersebut karena hanya wanita itulah yang menjadi sumber keuangan Riko yang melimpah dibandingkan wanita-wanita yang lainnya.


Riko masih tetap bekerja, namun sepertinya pihak perusahaan tidak tahu jika Riko sedang berada di sel tahanan sekarang. Namun akal licik Riko memang sudah terlatih dengan baik.


Sebelum dia masuk dalan sel tahanan, dia menghubungi seseorang yang berpengaruh di perusahaannya untuk meminta ijin beberapa hari dengan alasan orang tuanya di luar kota sedang sakit keras.


Dan sekarang pun Riko bisa tersenyum puas, karena sebentar lagi udara kebebasan akan dia rasakan. Linda? Bagaimana dengannya? Riko masih mencari cara untuk membebaskan Linda karena wanita tadi hanya mau melepaskan Riko saja.


Riko membujuk Linda untuk mau bersabar karena berjanji akan mengeluarkan dengan cara apapun.


"Sayang, kamu tinggal di sini dulu sebentar lagi aku akan menolongmu. Sekarang aku duluan yang keluar agar bisa menolongmu," Riko mengeluarkan semua bujuk rayunya agar Linda tetap tenang dan tidak berbicara hal apapun tentang mereka.


Riko bebas dari sel tahanan dengan jaminan berupa uang yang sangat banyak dan perjanjian bahwa dia tidak akan mendekati ataupun berbuat macam-macam dengan keluarga Aydin dan Kiki.


Riko pun mempunyai persyaratan tersendiri dengan wanita yang membebaskannya itu. Riko harus bersamanya dalam waktu satu bulan penuh, karena suami dari wanita tersebut dalam perjalanan bisnis ke luar negeri selama sebulan.


Riko pun menyetujui persyaratan dari wanita tersebut tanpa berpikir panjang karena dia tidak mau berlama-lama berada di sel tahanan.


Kini Riko sedang berada di vila bersama wanita yang membebaskannya tadi. Mereka menghabiskan waktu mereka layaknya sepasang suami istri yang sedang berbulan madu. Dan Riko pun lupa akan janjinya bersama dengan Linda, janji untuk membebaskan Linda dari sel tahanan polisi.


Seminggu sudah Linda berada di dalam sel tahanan polisi, kasusnya sedang diproses dan Riko tidak pernah sekalipun datang untuk menjenguknya.


Linda sangat frustasi dan dia memberanikan diri untuk menghubungi orang tuanya. Tentu saja tidak segampang itu mereka bisa membantu Linda, tidak seperti dulu ketika Linda masih menjadi anak kesayangan mereka.


Namun Linda yang seolah putus asa mengiba pada kedua orang tuanya sehingga membuat Ibunya luluh dan datang untuk membantunya.

__ADS_1


"Mana laki-laki sialan itu? Kenapa dia tidak ada bersamamu?" Ayah Linda bertanya dengan wajah tegas dan amarah serta emosi yang dirasakan oleh setiap orang yang mendengarkannya.


__ADS_2