Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
204


__ADS_3

"Mami mana Pi?" tanya Raline pada Aydin yang sedang berada di meja makan bersama dengan Raditya, Kenshin dan Miyuki.


"Tau tuh, tadi kan ada di kamar kamu," jawab Aydin sambil memandang ponselnya.


"Lagi shalat kali. Kamu udah shalat belum?" tanya Raditya pada Raline.


"Udah Ayahku Sayang...," jawab Raline dengan mencium punggung tangan Raditya.


"Lain kali kabarin Ayah," ucap Raditya dengan tegas.


"Iya Ayah, maaf," jawab Raline dengan wajah memohon.


Kemudian Raline berpindah mendekati Aydin dan mencium punggung tangannya.


"Masa' udah ketemu dari tadi salimnya sekarang?" Aydin menyindir Raline.


"Maaf Papi...," Raline kembali memelas memohon maaf.


Kenshin hanya diam saja dengan memasang muka kesalnya. Sedangkan Miyuki seperti biasanya cuek sambil memakan keripik kentangnya.


"Mami mana sih...? Lama banget deh... udah lapar nih....," Miyuki merengek mencari Maminya.


Mendengar rengekan daei Miyuki, Aydin mengalihkan perhatiannya dari ponselnya berganti memandang Raline dan bertanya,


"Raline, kamu beneran gak ngerti Mami ke mana?"


"Tadi udah keluar dari kamar Raline Pi, terus gak tau ke mana," jawab Raline yang serasa menjadi tersangka.


Apa Mami benar-benar marah ya karena aku gak mau cerita tadi? Raline bertanya-tanya dalam hatinya.


"Ken, coba kamu cari Mami kamu di kamar atau di mana gitu," Aydin memerintahkan pada Kenshin yang wajahnya terlihat tidak bersahabat.


"Kenapa Ken sih yang disuruh?" jawab Ken yang sedang kesal sambil menatap ke arah Raline.


"Kamu marah sama Raline? Kalau kamu marah sama dia, harusnya kamu ajak bicara dia jangan semua orang kamu sewotin gitu, gak boleh Tuan muda," Aydin mencoba memberitahu Kenshin dengan sangat lembut agar anaknya yang sedang kesal itu bisa luluh.


"Hah, Ken marah sama aku?" tanya Raline pada Kenshin.


Ken menatap sinis pada Raline, kemudian dia pergi menuju lantai atas untuk mencari Maminya.


Tanpa mengetuk pintunya, Kenshin langsung saja masuk ke dalam kamar Mami dan Papinya.


"Mami.... ayo makan," ucap Ken dengan lemas.

__ADS_1


Kiki yang sedang berada di balkon terperanjat kaget mendengar suara putra kesayangannya.


"Kenapa anak Mami lemas gitu?" Kiki bertanya pada Kenshin sambil berjalan mendekatinya.


Kenshin diam saja, dia tetap memasang wajah kesalnya. Tapi Kiki mengerti apa yang membuat putranya itu menjadi kesal saat ini.


"Kakak cantik ya?" tanya Kiki kembali.


"Kesel tau gak sih Mi. Udah Ken kasih tau kalau gak usah deket-deket sama cowok ketiga itu, masih aja gak mau dengar. Lihat aja sekarang, semua orang jadi cemas nungguin dia. Mana gak minta ijin lagi ke Ayah, kasihan kan Ayah Mi khawatir kayak gitu," Kenshin mengatakan kekesalannya pada Maminya.


"Tristan namanya Ken, nama bagus-bagus kok diganti ketiga," ucap Kiki sambil terkekeh.


"Males manggil nama dia Mi," jawab Kenshin dengan sewot.


"Ya udah yuk kita turun, kita makan dulu, yang lain pasti udah nungguin kita," Kiki mengajak Ken turun ke ruang makan.


Kenshin yang digandeng oleh Kiki berjalan dengan ogah-ogahan menuruni tangga. Masih dengan wajah kesalnya dia duduk bersama yang lainnya yang sudah sejak tadi menunggu mereka di meja makan.


"Mami dari mana sih Mi?" tanya Miyuki dengan kesal.


"Ada deh.... rahasia," jawab Kiki sambil mengambilkan nasi serta lauknya untuk Aydin.


"Ih Mami, sama Yuki pakai rahasia-rahasiaan segala," Miyuki merajuk dengan bibirnya maju ke depan seperti biasanya.


"Kayak dirinya sendiri gak gitu aja kalau lagi ngambek," sahut Raditya sambil terkekeh.


Seketika Kiki memandang horor pada Raditya dan seketika itu juga Raditya menutup mulutnya.


"Udah... udah... ayo kita makan," Aydin menengahi perdebatan mereka.


Raline menatap Kiki yang sedari tadi tidak menatap padanya, seolah-olah menganggapnya tidak ada di meja itu.


Hati Raline sangat sedih, dia merasa seperti terasing di keluarga itu. Keluarga yang sangat dia banggakan, kini sepertinya lenyap begitu saja. Kiki yang dia anggap sebagai pengganti Bundanya, kini menjauh darinya, dan tidak menganggap kehadirannya. Rasanya dada Raline sangat sakit saat ini.


"Raline kenapa? Gak suka sama makanannya? Atau gak selera makan?" Aydin bertanya pada Raline yang berada di depannya.


Kiki hanya melirik sekilas dan meneruskan makannya tanpa menyahuti ucapan suaminya ataupun bertanya pada Raline. Sikap Kiki saat ini sangat berbeda seperti biasanya yang sangat peduli pada Raline.


Raline tidak pernah merasa sedih ataupun kesepian karena Kiki yang selalu peduli dan selalu membanjirinya dengan kasih sayangnya dan perhatiannya seperti pada Kenshin dan Miyuki.


Namun kini, Raline merasa semuanya sudah berakhir. Kiki dan Kenshin yang sangat peduli padanya menjadi sangat cuek dan tidak peduli padanya. Tak terasa mata Raline kini berkaca-kaca. Dia tidak mampu melihat ke arah manapun, dia hanya mampu menunduk melihat makanannya saja.


"Raline...," Aydin memanggil Raline kembali.

__ADS_1


"Bang," Raditya memanggil Aydin dan menggelengkan kepalanya sebagai tanda agar tidak lagi bertanya pada Raline.


Aydin pun mengangguk dan memakan kembali makanannya.


Suasana di meja makan kali ini berbeda dengan biasanya yang ceria dan menyenangkan. Kini mereka semua hanya diam saja seolah fokus pada makanan mereka masing-masing.


Setelah makan malam mereka selesai, Kiki segera naik ke kamarnya. Sedangkan Kenshin segera meninggalkan meja makan dan akan kembali ke kamarnya.


"Tuan muda Ken, Ayah mau ngajak Ken ngobrol dong. Mau ya?" Raditya bertanya pada Kenshin.


Kenshin mengangguk dan berjalan menuju taman belakang diikuti oleh Raditya dan Aydin pun juga mengikutinya.


Dan mereka bertiga kini berada di taman belakang untuk berbincang-bincang sesuai dengan permintaan Raditya.


"Tuan muda Ken kenapa kelihatannya kesal begitu?" Raditya mengawali pembicaraan mereka.


"Ck, dari tadi ditanyainya dengan pertanyaan yang sama. Bosen tau gak?" Kenshin bertambah kesal.


"Ayah tau kenapa Ken jadi kesal dan uring-uringan begini," Raditya kembali berbicara.


"Papi juga," sahut Aydin yang tidak mau kalah pada Raditya.


"Kalau udah tau ngapain nanya?" ucap Kenshin dengan sewot.


"Husss... Ken gak boleh kayak gitu, gak sopan. Mami sama Papi gak pernah ngajari kayak gitu," Aydin kini berkata tegas pada Kenshin.


"Udah biarin aja Bang. Kenshin kan anak yang baik, sebenarnya dia selalu sopan, mungkin hanya karena kesal aja jadi dia seperti ini," Raditya membela Kenshin dari teguran Aydin.


"Maaf," ucap Kenshin dengan suara lirih.


Raditya dan Aydin tersenyum mendengar Kenshin yang langsung meminta maaf setelah ditegur.


"Gini deh, Ayah kasih tau ya," Raditya mulai melancarkan aksinya untuk memberi ide pada Kenshin.


"Papi juga ada ide. Nanti Papi akan kasih tau Ken juga ide Papi. Dijamin deh pasti tokcer," sahut Aydin tidak ingin kalah dengan Raditya.


"Apaan Ayah? Papi?" tanya Kenshin dengan antusias.


Di dalam kamarnya Kiki sedang berada di balkonnya melihat Kenshin yang berbicara bersama Raditya dan Aydin.


Tok... tok... tok...


"Siapa?" tanya Kiki dari dalam kamarnya.

__ADS_1


"Masuk!" ucap Kiki ketika tidak ada jawaban dari orang yang mengetuk pintunya.


__ADS_2