Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
39


__ADS_3

"Jangan.Aku tidak akan mengijinkannya",jawab Kiki menghela nafasnya.


Aydin berada di belakang mereka,menyaksikan dan mendengar semua yang Raditya dan Kiki bicarakan.Aydin mengepalkan tangannya,menyalurkan kemarahannya,namun dia tahan untuk melihat apa yang dilakukan oleh istrinya.Aydin bernafas lega ketika mendengar semua ucapan Kiki yang merupakan penolakan untuk Raditya,tentu saja dia juga sangat lega karena Kiki menolak ketika Raditya meminta untuk memeluknya.Jika Kiki tidak menolaknya,mungkin saja Aydin akan patah hati dan tidak akan pernah mempercayai wanita apa lagi cinta,karena dia pernah merasakan itu dan dia baru mempercayai cinta ketika bertemu dengan Kiki.


Aydin mengarahkan pandangannya ke arah lain untuk menetralkan sebentar emosinya,dan ternyata dia melihat Linda yang juga melihat ke arahnya.Dia juga terlihat sangat syok dan matanya berkaca-kaca,dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya,seolah tidak percaya dengan apa yang di dengar dan dilihatnya.


Kiki berbalik dan melangkah pergi,namun Aydin bersembunyi dibalik tembok,sedangkan Linda segera pergi dari tempat itu.


Flashback


Tadi setelah Kiki keluar dari kamar,Aydin merasa sebelahnya sangat kosong,padahal tadi dia tidur dengan posisi berpelukan erat dengan istrinya.Dia meraba kasur disebelahnya,dan benar saja Kiki sudah tidak ada di sana.


Aydin membuka matanya mencari keberadaan istrinya di seluruh ruangan,namun matanya tak menangkap keberadaan istri kecilnya itu.


Disibakkannya selimut yang menghalangi tubuh polosnya itu,dilihatnya noda bercak darah yang terdapat pada sprei putih pada kasur tempat tidur mereka.Dia tersenyum puas teringat pergulatannya dengan istrinya semalam.Kemudian dia memungut bajunya yang berserakan di lantai dan memakainya kembali.Setelah itu dia beranjak ke kamar mandi,memeriksa dalam kamar mandi namun tidak ada istrinya di dalamnya.


Keluarlah dia dari dalam kamar,namun kakinya terhenti ketika dia mendengar suara Raditya yang meminta Kiki untuk berbicara berdua di taman depan.


Aydin mengamati mereka dari jauh dan menajamkan telinganya untuk mendengarkan percakapan mereka.Aydin pun mengikuti mereka ke arah taman.Hatinya sudah ketar-ketir,takut akan kehilangan istri tercintanya itu.Namun ada kelegaan sedikit di dalam hati Aydin yang terdalam karena Kiki yang sedari tadi menolak sentuhan dari Raditya .


Flashback end


Raditya kembali ke ruang tamu dan membangunkan Aldo untuk mengajaknya kembali ke villanya.


Kiki kembali ke kamar dan dia tidak menemukan Aydin di dalam kamar.


Kiki merilekskan tubuhnya di dalam bathub yang berisikan air hangat dan sudah diberi aromatherapy.


Aydin pun kembali ke dalam kamarnya dan dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.Aydin duduk di sofa,menunggu istrinya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.Diliriknya kembali bercak noda darah pada sprei putih pada tempat tidurnya,dia kembali tersenyum dan meyakinkan hatinya bahwa istrinya itu tidak akan pernah meninggalkannya,karena dia sudah berjanji dan bahkan dia menolak Raditya yang jelas-jelas dulu pernah ada dalam hatinya.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka,terlihatlah sosok Kiki yang terbalut handuk dari dada sampai atas pahanya.Rambutnya pun digulung ke atas menggunakan handuk.

__ADS_1


Kiki terkaget mendapati Aydin yang kini sudah berada di hadapannya.Aydin memeluk erat tubuh Kiki dan menundukkan kepalanya di dekat telinga Kiki.


"Terima kasih sayang",bisik Aydin kemudian mengecup dahi Kiki.


Kiki pun mendongakkan kepalanya ke atas melihat wajah Aydin.


"Terima kasih buat apa?" tanya Kiki bingung.


"Terima kasih sudah menyerahkannya buat Abang",Aydin menunjuk bercak noda darah yang ada di sprei.


Kiki malu,pipinya memerah teringat pergulatan mereka semalam.Dagu Kiki diarahkan ke atas oleh tangan Aydin.


"Terima kasih juga udah jaga hati kamu cuma buat aku",kemudian bibir Aydin meraup bibir Kiki dengan perlahan dan mereka berdua sangat menikmatinya,menyalurkan semua rasa pada diri mereka.


Tok...tok...tok...


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.Mereka pun menyudahi kegiatan mereka itu.


Aydin pun membalasnya untuk menunggu mereka sebentar.Kemudian Aydin meninggalkan Kiki ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.Dan Kiki beralih ke walk-in closet untuk berpakaian.


Aydin keluar dari kamar mandi ketika Kiki sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.Setelah Aydin berpakaian,dia mengambil alih hairdryer dari tangan Kiki dan dengan senang hati dia mengeringkan rambut istri tercintanya itu.Kiki menatap wajah Aydin dari pantulan kaca di depannya.Aydin pun tersenyum pada Kiki melalui kaca.


Setelah selesai dengan rambutnya,Kiki sedikit memoles bibirnya dengan liptint warna pink dan dia memakai sunscreennya.Tak lupa dia menutupi hasil karya Aydin semalam yang berada di lehernya menggunakan foundation.


Tidak memakai bedak ataupun riasan yang lain di wajahnya,karena Kiki tidak suka riasan tebal dan kebetulan Aydin pun tidak mengijinkan Kiki untuk make up berlebih,karena takut istrinya itu dilirik cowok lain.Ternyata Bang Ay sudah bucin guys.


Begitu fresh dan natural penampilan Kiki saat ini.Dia memakai midi dress lengan pendek berwarna putih,sangat manis sekali dengan make up yang natural.


Aydin menggandeng tangan Kiki sepanjang jalan.


"Ehem,pengantin baru gandengan terus kayak truk",sindir Kenan ketika melihat Aydin dan Kiki berjalan ke arah mereka.


"Bilang aja iri",sahut Dion.

__ADS_1


"Mereka aja gandengan,masa' playboy kayak,ehem....gak punya gandengan",sindir Sofyan.


"Udah tobat dia jadi playboy",Kevin menyahuti sambil tertawa.


"Semprul,giliran udah tobat buat dapetin Kiki,malah dia udah nikah,sama sahabat kita sendiri lagi,nasib....nasib....",keluh Kenan yang mengundang tawa semua teman-temannya.


"Mau sarapan apa?" tanya Aydin sambil merangkul pinggang Kiki.


"Emang gak ada yang nyiapin?" tanya Kevin.


"Ada,cuma kemarin aku gak bilang suruh nyiapin sarapan",jawab Aydin.


"Mending kita jalan-jalan sekalian cari makan deh,kayaknya seru.Lagian masih pagi,udaranya seger banget",ajak Kiki yang diangguki oleh semuanya.


Kiki berjalan bergandengan tangan dengan Aydin,mereka berjalan di depan yang lainnya karena Aydin yang memimpin jalannya.


Kenan menghentikan jalannya dan tangannya menghalangi tubuh teman-temannya yang akan berjalan.


"Tuh liat jalannya Kiki jadi aneh",ucap Kenan berbisik tapi didengar oleh mereka semua kecuali sepasang suami istri yang berjalan di depan mereka dengan begitu mesra.


"Kayak pinguin",sahut Dion.


"Salah,kayak bebek",sahut Sofyan.


"Ya kayak pengantin baru lah kan jalannya gitu kalau abis malam pertama",sahut Kenan.


"Bukannya mereka udah nikah berbulan-bulan yang lalu?" heran Sofyan.


"Tapi semalam kan Kiki bilang Aydin mau unboxing,berarti bener dong,tuh jalannya jadi gitu",tunjuk Kenan dengan dagunya mengarah pada Kiki yang berjalan dengan Aydin di depan mereka yang sudah berjarak satu meter dari mereka.


"Udah-udah,pagi-pagi udah ghibah,persis kayak emak-emak arisan,gak malu apa sama para ema, cowok-cowok ghibah mulu",sela Kevin yang kemudian berjalan cepat mendahului mereka.


Dan akhirnya Kevin berhasil disusul oleh teman-temannya itu dan mereka kembali berjalan dibelakang Aydin dan Kiki.

__ADS_1


__ADS_2