Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
110


__ADS_3

Riko dan Linda kembali ke kosan Riko, dan lagi-lagi mereka diikuti oleh orang suruhan Raditya dan Kenan. Kedua orang yang memata-matai mereka ini tidak saling kenal dan tidak bergabung. Mereka sendiri-sendiri menjalankan misi mereka.


Semua gerak-gerik mereka tertangkap oleh kamera dan pembicaraan mereka pun sudah terekam, namun itu belum cukup. Mereka masih harus diikuti untuk mendapatkan bukti yang lebih lengkap dan valid.


Awal dari hasil laporan diterima oleh Kenan dan Raditya. Mereka berdua sangat marah mendengar rekaman pembicaraan antara Linda dan Riko. Raditya pergi ke rumah Aydin dan Kiki untuk memberikan hasil laporan dari orang suruhannya yang mengikuti seharian ini Linda dan Riko.


Tidak disangka ternyata di sana ada Kenan yang juga memberikan bukti yang sama dengan yang dibawa Raditya. Ada perbedaan dari laporan mereka, namun rekaman dan inti dari laporan yang mereka dapatkan sama. Yaitu ingin membuat Aydin dan Kiki pisah. Oh... tidak semudah itu furgoso!


Kiki ikut bergabung dengan mereka melihat bukti-bukti dan informasi yang dikumpulkan oleh orang-orang suruhan Raditya dan Kenan. Kiki tidak menyangka Riko adalah pria brengsek yang banyak menipu kaum wanita untuk di manfaatkan dan parahnya lagi, mereka sudah berkeluarga semua.


"Linda, bagaimana dengannya?" tanya Kiki pada Aydin, Raditya dan Kenan.


"Udah, gak usah dipikirin dia," jawab Aydin enteng.


"Bener, wanita tidak tau diuntung seperti dia tidak usah dipikirkan," sahut Kenan kemudian.


"Itu pilihan dia Ki, jadi tidak perlu kita pikirkan lagi. Malah mereka berdua, Linda dan Riko harus kita waspadai," kini giliran Raditya yang menyatakan pendapatnya.


"Ok. Pastikan orang-orang kalian selalu mengikuti Linda dan Riko meskipun mereka tidak bersama. Dan perintahkan mereka agar melindungi Kiki dan Aku jika kami dalam jebakan mereka. Suruh mereka melaporkan langsung rencana mereka jika mereka membuat rencana baru agar kit semua waspada," ucap Aydin untuk meminta bantuan mereka.


"Wueeeh lagi pada kumpul nih. Jahat banget sih gak ajak-ajak," tiba-tiba Kevin dan Vina nyelonong masuk tanpa permisi.


"Kumpul gundulmu a," jawab Kenan.


"Lah ini?" ucap Kevin sambil menunjuk Aydin, Raditya dan Kenan yang duduknya berdekatan.


"Ngajak kumpul, ngajak gelut iya," jawab Aydin.

__ADS_1


"Hah? Sadis banget Bro," Kevin berkata sambil bergidik ngeri.


"Kak Kevin sini dulu deh, kita ceritain semuanya," Kiki melambaikan tangannya untuk memanggil Kevin agar duduk dekat dengan mereka.


Vina sudah langsung duduk di dekat Kiki sedari tadi dia datang. Berbeda dengan Kevin yang harus berdebat dulu dengan sahabat-sahabatnya, sehingga dia harus berdiri sebagai ancang-ancang agar di saat mereka bermain tangan padanya, dia sudah bisa melarikan diri sebelumnya.


"Tumben nih Boncel kesayangan baik banget sama Kakaknya, sehat jan Dek?" Kevin menggoda Kiki seperti biasanya.


Mata Kiki tajam menatapnya hingga seperti menusuk mata Kevin sampai Kevin bergidik ngeri melihatnya. Dikira Kevin hanya sampai segitu saja perlawanan Kiki, namun dia salah. Kiki memukulnya dengan bantal sofa secara bertubi-tubi dengan gerakan yang sangat cepat dan tanpa di duga sama sekali oleh Kevin.


"Dek, Dek... kalem dong. Udah jadi Ibu juga masih aja bar-bar," ucap Kevin disela pukulan Kiki.


"Sayang, udah... udah... sini," Aydin membantu Kiki untuk berpindah duduk di tempat Aydin.


Kiki menuruti Aydin, dia berpindah duduk di samping Aydin dengan dipeluk erat dari samping ketika duduk agar tidak lagi bertengkar dengan Kevin.


Sedangkan Kevin mendapatkan cubitan dari Vina karena kejahilannya pada adiknya yang tidak pernah berhenti.


Kenan memberikan informasi dan bukti yang dia bawa tadi beserta bukti dan informasi yang dibawa oleh Raditya.


"Brengsek! Berani sekali wanita hina itu dan laki-laki rendahan itu menyentuh keluarga adikku," kini versi kakak pelindung dalam jiwa Kevin mulai tampak.


Memang benar Kevin selalu jahil dan bertengkar dengan adiknya, namun itulah cara mereka untuk menyatakan kasih sayang mereka. Dan apabila Kiki diganggu oleh orang lain ataupun dalam masalah, Kevin selalu menjadi orang yang pertama melindunginya. Namun orang pertama yang tau akan kondisi adiknya saat ini sudah diambil alih oleh Aydin semenjak Aydin dan Kiki menikah.


"Aku bisa memerintahkan keamanan untuk tidak memberi akses masuk untuk Riko dan Linda ke dalam kantor, tapi tidak bisa jika di rumah sakit meskipun itu milikku. Karena kalian tau sendiri bukan, jika rumah sakit tempat umum yang tidak mungkin bisa melarang orang yang akan masuk ke dalam rumah sakit," ucap Aydin yang bermaksud meminta bantuan dari mereka semua.


"Iya, keamanan di kantor aja sampai diancam dipecat sama dia kalau sampai Linda bisa masuk ke dalam kantor, apalagi jika dia masuk ke lantai ruangannya sama seperti tadi pagi," ucap Kenan memberikan informasi pada mereka.

__ADS_1


"Wuiiih kereeeeeen...," Kevin mengacungkan kedua jempolnya pada Aydin.


"CEO mah beda ya, langsung main pecat-pecat aja," sahut Kenan menimpali seruan Kevin.


"Ck, apaan sih? Ini bukannya bantuin cari jalan keluar, malah kumat sedengnya," Aydin mencebik kesal pada sahabat-sahabatnya itu, Kenan dan Aydin yang selalu membuatnya kesal di mana pun mereka berdua bersama.


"Lah kan bener," jawab Kenan tidak mau kalah.


"Dasar duo racun," ucap Aydin enteng namun langsung menusuk hati Kenan dan Kevin.


Nah loh mereka berdua mendapatkan sebutan baru dari Aydin yang membuat wajah mereka berdua masam karena tidak terima dikatakan seperti itu oleh Aydin, namun berbeda dengan Raditya, Kiki dan Vina yang malah tertawa mendengar sebutan baru Kenan dan Kevin yang diberikan Aydin pada mereka.


Kemudian mereka menyusun rencana untuk melindungi dan menjauhkan Aydin dan Kiki dari Linda dan Riko. Serta mereka mencari cara untuk memberi pelajaran Riko dan Linda.


Untuk awal ini mereka sudah mempunyai rencana, namun semua itu menunggu pergerakan Linda dan Riko kembali. Siapa tahu jika Linda dan Riko tiba-tiba insyaf karena mendapatkan karma tanpa sepengetahuan mereka. Itupun bisa terjadi, tapi sulit melihat orang yang sudah mempunyai watak yang licik untuk memperdaya orang lain akan begitu mudahnya menyerah ataupun insyaf, yang ada mereka malah lebih getol lagi untuk menebus kegagalannya.


Di kosan Riko, malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya. Linda selalu saja melakukannya bersama Riko meskipun mereka belum berstatus sebagai suami istri.


"Sayang, kapan kita nikahnya? Masa' iya aku kamu naikin terus tiap hari, tiap waktu tanpa kamu nikahi? Kalau kita kena grebek gimana Yang?" Linda bertanya ketika mereka selesai bergulat di atas ranjang yang menorehkan sejarah bagi Linda.


"Paling langsung dikawinin Yang," jawab Riko enteng.


"Lah ini dah kawin terus-terusan, kapan nikahnya?" tanya Linda besungut kesal.


"Dih ngambek, cantik banget sih," rayu Riko sambil mencubit gemas bibir manyun Linda.


Linda menepis tangan Riko dan berkata, "Malu Yang kalau sampai digrebek terus diarak sama mereka terus dinikahin, kan lebih enak nikah sendiri," ucap Linda yang bibirnya manyun kembali.

__ADS_1


Dasarnya Riko yang banyak sekali alasan dan dia sangat bisa membuat Linda hilang kekesalan dan amarahnya. Riko menyambar kasar bibir manyun Linda dengan ciumannya yang sangat kasar dan menuntut, serta tangan-tangannya dan bibirnya yang lihai dalam memperlakukan dan membuai Linda menjadi ketagihan dan terperdaya olehnya.


Hancurlah sudah tuntutan Linda pada Riko tentang pernikahan mereka. Kini yang ada Linda masih dalam kendalinya. Hingga Linda tidak bisa lepas dari jeratannya.


__ADS_2