
Akhirnya hari ini terlaksana. Hari dimana Kiki akan menjadi seorang Princess. Aydin benar-benar mewujudkan keinginan istrinya. Semua orang disibukkan dengan acara pernikahan Kiki dan Aydin yang mengusung tema Princess. Tentu saja semuanya tidak berkeberatan karena inilah yang mereka tunggu-tunggu, dan juga karena Kiki sedang mengandung, jadi mereka bertambah semangat untuk memenuhi permintaan pengantin yang sedang hamil itu.
Mata Aydin tak berkedip sedikitpun ketika Kiki keluar dari kamar makeup yang disediakan oleh pihak hotel. Acara pernikahan mereka diadakan di hotel milik Ayah yang kini sudah dikelola oleh Aydin. Sebenarnya Kiki ingin sekali pernikahannya diselenggarakan di pulau Bali dan di DisneyLand, namun karena waktu yang tidak tepat jadi mereka hanya menyelenggarakan di hotel milik Aydin saja. Dan Aydin berjanji nantinya dia akan mewujudkan keinginan Kiki meskipun bukan sekarang.
Aydin memberikan tangannya untuk menggandeng Kiki. Mereka benar-benar seperti layaknya di negeri dongeng. Kiki memakai gaun putih yang begitu mewah dan anggun menjuntai sangat panjang dengan mahkota berhiaskan berlian yang khusus dipesan dari pengerajin berlian di luar negeri, sedangkan Aydin menggunakan setelan jas warna putih senada yang begitu pas dipakainya menambah kadar ketampanannya. Acara pesta pernikahan mereka didesain layaknya negeri dongeng dan mereka sebagai putri dan pangeran yang sedang melaksanakan pernikahan. Tamu yang datang pun begitu banyak. Dari rekan bisnis Ayah, Aydin, Mama dan Papa mereka. Dan juga teman kuliah mereka. Serta staf rumah sakit milik keluarga Aydin yang kebetulan menjadi tempat Kiki bekerja. Sahabat-sahabat mereka turut hadir menjadi pendamping mereka. Kevin dan Vina memakai pakaian senada yang dipersiapkan oleh Mama Kiki. Sedangkan Kenan dan Renita juga mendapatkan pakaian yang senada juga dari Mama Kiki. Aldo, Riri, Raditya, Sofyan dan Dion juga memakai pakaian yang telah dipersiapkan Mama Kiki. Hanya Linda yang memakai pakaiannya sendiri. Sahabat-sahabat Aydin memang masih tidak suka dengan Linda meskipun dia selalu ada disetiap acara yang diselenggarakan untuk bersama, namun jika acara yang memang hanya untuk kalangan mereka saja, tentu Linda tidak diperkenankan untuk ikut serta, karena mereka sudah kecewa dengan perilakunya.
Untuk pakaian yang kedua, Kiki memakai gaun pengantin yang berwarna lilac sesuai dengan warna favoritnya. Begitu juga dengan Aydin yang harus rela memakai setelan jas yang berwarna senada dengan Kiki, yaitu warna lilac, warna yang biasanya tidak disukai para lelaki.
Ada suatu kejadian yang uwu menurut para tamu tapi memalukan bagi Kiki dan Aydin. Saat acara belum selesai, Kiki mendadak kram perutnya, namun ditahan oleh Kiki karena ini acara pernikahan yang sangat sia impikan, namun rasa kram itu menjalar hingga kebagian belakang, sampai akhirnya tak tertahankan lagi. Kiki berbisik pada Aydin di saat dia berbicara dengan relasi bisnisnya. Karena Aydin hanya pura-pura mendengarkannya saja dan tidak meresponnya, Kiki berlari dan ini membuat Aydin yang di sampingnya kaget. Aydin akan mengejarnya, namun karena gaunnya sangat merepotkan hingga dia harus mengangkatnya tinggi-tinggi ketika berlari dan naasnya karena itu sepatunya tertinggal sebelah pada saat dia berlari yang mengakibatkan badannya oleng tidak imbang dan akan terjatuh. Untung saja Aydin datang pada saat yang tepat, dia berlari bak pangeran menolong sang puteri dan menangkap badan istrinya yang sedang hamil itu kemudian dia menggendongnya ala bridal style menuju kamar yang sudah disiapkan. Semua tamu yang melihat kejadian itu merasa seperti adegan dongeng Cinderella yang tertinggal sepatu kacanya.
Semua keluarga dan sahabat mereka tertawa namun terkesan dengan adegan yang mereka buat secara tidak sengaja.
Di dalam kamar pengantin di hotel mereka kini berada. Aydin hendak memarahi istrinya karena lari-lari pada saat dia hamil. Namun melihat wajah pucat istrinya, dia tidak tega dan dia mengurungkan niatnya untuk memarahinya. Kiki masih berada di kamar mandi sedari tadi setelah dibawa masuk Aydin ke kamar.
"Sayang... ngapain sih, udah cepetan keluar. Kamu gapapa kan?" Aydin mengetuk pintu kamar mandi.
Sedetik, dua detik, tiga detik tidak ada reaksi, maka Aydin menggedor kembali pintu kamar mandi dan memanggil-manggil nama Kiki namun tidak juga menyahut. Aydin sangat khawatir hingga dia mundur ke belakang dan berancang-ancang akan berlari untuk mendobrak pintu itu, namun hanya jarak kurang satu langkah saja pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Kiki dengan wajah agak pucat dan keringat yang membanjiri pelipisnya. Reflek Aydin menghentikan gerakannya dan mengerem langkahnya. Kemudian digendongnya Kiki menuju tempat tidur.
"Sayang... kamu kenapa? Kok pucat banget. Apa kamu kecapekan? Kamu sih minta acara diadakan mulai pagi sampai malam," Aydin mengomel tanpa henti.
"Ssst... aku gapapa sayang, aku seneng, cuma aku tiba-tiba sakit perut dan semua yang ku makan jadi bubur di sana," Kiki nyengir sambil menunjuk kamar mandi.
"Hah? kamu... kok bisa?" Aydin mengerutkan dahinya heran karena yang dimakan Kiki sama dengan yang dia makan.
"Gak tau, tapi tiba-tiba aja perutku kram tak kirain kecapekan, ternyata lama-lama jadi ke belakang, kebelet," Kiki nyengir tapi kemudian mendesis kesakitan.
"Kenapa, masih sakit?" tanya Aydin khawatir.
"Rasanya kayak pengen keluar terus, tapi capek," Kiki malah memeluk Aydin manja.
__ADS_1
"Bentar ya aku minta obat dulu, kamu disini aja jangan kemana-mana," perintah Aydin pada Kiki.
"Kalau kebelet gimana, masa' harus keluar disini?" tanya Kiki dengan wajah polosnya.
" Hufft... iya gapapa terserah, daripada kamu pingsan di sana," Aydin menghela nafas melihat tingkah istrinya di malam pesta pernikahannya.
Kiki merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan menahan rasa sakit di perutnya. Aydin keluar dari kamar dan ternyata ada Kevin dan Vina yang disuruh Mamanya melihat keadaan Kiki.
"Bro, mau kemana? Eh princess boncel gapapa kan?" tanya Kevin yang dihadiahi cubitan kecil di lengannya.
"Aaauw... sakit sayang," rintih Kevin sambil memegangi lengannya yang dicubit Vina.
"Mulutnya itu loh, gak boleh ngatain adeknya gitu," Vina memarahi Kevin bak ibu yang memarahi anaknya.
"Vina minta obat diare dong, kasihan Kiki kesakitan sampai lemes gitu, takut kenapa-napa sama bayinya," Aydin tidak tenang meninggalkan Kiki sendirian dalam kamar.
"Hah, Kiki diare? Kok bisa sih? Makan apaan tuh boncel," tanya Kevin dengan tawanya.
"Gak tau itu, tiba-tiba aja sakit perut sampai gitu tadi gak tahan, di kamar mandi aja lama sampai lemes dia," jawab Aydin.
"Jadi lari tadi gara-gara kebelet?" tanya Kevin kaget.
Aydin menganggukkan kepalanya.
"Hahaha... dasar princess boncel bisa buat kenangan dihari pesta pernikahannya," tawa kevin terbahak-bahak.
"Ah udah ah, ayo kita lihat Kiki dulu, sama aku tanya Dokter Anggi dulu ya," Vina bergegas masuk ke dalam kamar Kiki.
Vina memeriksa keadaan Kiki dan menelepon Dokter Vina yang sedang ada di bawah, di pesta pernikahan Kiki dan Aydin.
__ADS_1
"Hei Princess boncel kesayangannya kakak, gimana keadaannya?" tanya Kevin meledek.
"Iish kakak, males ah gak ada tenaga buat debat sama kakak," jawab Kiki agak lemas.
"Dasar, gitu aja gaya mau ngadain pesta tujuh hari tujuh malam kayak di dongeng-dongeng, apaan ini aja baru pagi sampai malam aja udah pret-pret," ledek Kevin dengan tertawa.
"Awas ya kalau aku udah sembuh," ancam Kiki.
"Untung aja lagi hamil, kalau gak lagi hamil pasti kamu bakal repot Bro ngalamin pesta tujuh hari tujuh malam. Hahaha....," sindir Kevin.
"Iya ya... untung aja Mama, Papa, Ayah dan Bunda gak ngijinin," ucap Aydin tanpa sadar membuat Kiki melirik tajam padanya.
"Kasihan lu Bro, nanti tidur sama putri kentut di malam pernikahan. Hahaha...," ledek Kevin kembali.
Aydin dan Vina menahan tawa karena takut Kiki akan marah dan akan berakibat buruk untuk mereka, terutama Aydin yang takut jatah olahraga malamnya di kamar ditiadakan.
"Apaan, orang dia seneng banget kalau aku kentut. Malah dihirup-hirup tuh," ucap Kiki bangga, yang sedikit lupa dengan rasa sakitnya.
"Bukannya dihirup sayang, reflek aja kan nafas ya kehirup lah baunya," protes Aydin.
"Tapi kamu gak marah Bro dikentuti sama dia," tanya Kevin
"Gawat Bro kalau marah, yang ada malah gak dapat jatah makan malam di kamar," jawab Aydin santai.
Kevin tertawa terbahak-bahak tak bisa ditahannya lagi, sedangkan Vina malah tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan frontal Aydin.
"Nah tuh tau, good boy," puji Kiki pada Aydin.
Setelah itu obrolan mereka terhenti karena Ada suara ketukan pintu dari luar. Kevin membukakan pintu, dan ternyata Dokter Anggi yang datang bersama Mama, Papa, Ayah, Bunda dan semua sahabat Aydin dan Kiki. Mendadak kamar itu penuh.
__ADS_1
"Sakit apa Ki?" tanya Raditya yang tidak sungkan ada Aydin di sebelah Kiki.
"sakit....," jawab Kiki ragu.