Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
128


__ADS_3

Flashback


"Raline seneng banget punya kalian dalam hidupnya. Dia menganggap kalian sebagai keluarganya. Aku nitip Raline ya Bang kalau dia sedang bersama kalian. Dan maaf jika Raline selalu merepotkan kalian," ucap Raditya pada Aydin.


Kini mereka sedang berdua berbicara sambil menunggu Raline dan Ken sedang bermain di taman.


"Santai aja Bro, kita senang kok ada Raline yang bisa bermain bersama Ken dan bersikap seperti kakak Ken. Kamu gak usah sungkan kalau mau nitipin Raline di rumah, karena dia sudah kita anggap seperti anak kita sendiri. Dan masalah nitip, aku juga mau nitip Kiki dan Ken jika memang mereka tidak bersamaku," ucap Aydin sambil matanya masih memperhatikan Raline dan Ken yang sedang berlari-larian di taman.


"Abang mau ke luar kota? Atau ke luar negeri?" tanya Raditya ingin tahu.


"Ya mungkin aja," Aydin terkekeh menjawabnya.


"Aku janji Bang, akan selalu menjaga mereka sesuai dengan perintah Abang," Raditya mengucapkannya sambil tertawa.


Flashback end


Di sebuah klub malam, Rio bersama seorang wanita menghabiskan malam untuk bersenang-senang di sana karena seperti biasanya, Linda tidak pulang ke rumah karena dia diminta untuk Pak Gunawan untuk menemaninya di apartemennya.


Kebetulan sekali istri Pak Gunawan sedang berada di luar kota menemani ibunya yang sedang sakit. Pak Gunawan hanya mengantar istrinya saja kemudian dia kembali pulang dengan alasan pekerjaan, padahal dia kembali pulang untuk bersenang-senang bersama Linda.


Pak Gunawan memerintahkan Linda untuk menginap di apartemennya selama beberapa hari sampai istrinya pulang ke rumah. Mereka berhasil menutupi hubungan mereka sehingga di kantor tidak ada yang tahu hubungan mereka kecuali Riko.


Riko memang tidak pernah menegur atau mempermasalahkan jika Linda mencari alasan jika bermalam dengan Pak Gunawan, karena dia tahu semuanya dari Pak Gunawan. Namun Linda tidak mengetahui itu. Dia malah mencari-cari alasan untuk menutupi hubungannya dengan Pak Gunawan. Kini Linda mengulang kembali seperti mengkhianati Raditya demi bersama Riko, dan sekarang Linda mengkhianati Riko demi bersama Pak Gunawan.


"Sayang, uangku udah habis. Sedangkan gajian masih lama," Linda meminta uang pada Pak Gunawan dengan cara merajuk padanya.


"Nanti aku transfer ya," jawab Pak Gunawan yang kini sedang dilayani oleh Linda.


Linda sudah tidak sungkan lagi meminta uang ataupun barang pada Pak Gunawan.


Jangankan seperti itu, ganti baju dihadapan Pak Gunawan pun dia sudah tidak malu lagi.

__ADS_1


"Kamu sangat hebat Sayang," ucap Pak Gunawan yang kini berbaring di sebelah Linda.


"Sayang, aku lapar. Gimana kalau kita cari makan di luar saja, sekalian jalan-jalan malam," Linda mengusulkan hal yang tidak pernah dia lakukan dengan Pak Gunawan selama ini karena takut kepergok oleh istrinya.


"Oke, akan aku penuhi permintaanmu asalkan kamu penuhi permintaanku," Pak Gunawan mengedipkan sebelah matanya, dia menyetujui permintaan Linda karena istrinya sedang tidak berada di kota ini.


Jika biasanya mereka hanya memesan makanan secara online, kini mereka berani keluar apartemen berdua karena merasa aman dan mereka tetap harus waspada, tapi setidaknya mereka lebih tenang karena istri Pak Gunawan tidak berada di kota ini sekarang.


Linda dan Pak Gunawan berkendara menggunakan mobilnya ke arah tempat dimana banyak penjual makanan di malam hari. Akhirnya mereka menjatuhkan pilihannya untuk makan di tempat yang terdapat beberapa warung berjejer-jejer dengan pilihan jenis makanan yang berbeda-beda.


Linda mengajak Pak Gunawan untuk makan di warung yang biasa dia kunjungi bersama Riko.


"Yuk Sayang makan disitu," Linda menarik tangan Pak Gunawan untuk masuk ke dalam warung tersebut.


Ternyata di dalam warung tersebut ada Riko yang sedang makan bersama seorang wanita yang lebih muda darinya. Linda membalikkan badannya ketika melihat Riko yang sedang melihat ke arahnya, berharap agar Riko tidak mengenalinya. Namun Linda lupa jika dia sekarang bersama dengan Pak Gunawan yang tentunya dikenali oleh Riko.


Riko kaget melihat Linda yang bersama Pak Gunawan masuk ke dalam warung tersebut, namun Riko tersenyum ketika melihat Pak Gunawan tersenyum padanya.


"Kenapa? Apa kamu tidak suka?" Pak Gunawan mencoba mencari tahu jawaban kebohongan apa yang akan diberikan oleh Linda padanya.


"Di sana ada Riko, aku takut dia akan mengetahui hubungan kita dan menyebarkannya di kantor," Linda menjawab hal yang bisa diterima oleh Pak Gunawan.


"Baiklah, ayo kita ke tempat lain," Pak Gunawan merangkul pundak Linda dan berjalan menjauh dari warung tersebut.


Riko tersenyum melihat Linda yang tidak berani menatapnya, bahkan dia memilih tidak menemuinya, terlihat seperti ketahuan sedang berselingkuh.


"Liat siapa sih Bang?" wanita yang bersama Riko bertanya sambil melihat ke arah yang Riko lihat.


"Bukan siapa-siapa kok, tadi kayak liat teman ternyata bukan," Riko tersenyum pada wanita tersebut dan dibalas senyuman oleh wanita tersebut.


Di dalam warung lain, Linda dan Pak Gunawan telah memesan makanan. Di saat mereka menunggu makanan mereka yang masih disiapkan oleh penjualnya, Pak Gunawan sibuk dengan ponselnya karena dia sedang berbalas pesan dengan istrinya. Sedangkan Linda kesal dengan Riko yang berani bersama wanita lain disaat dia tidak bersamanya.

__ADS_1


Linda mengirimkan pesan pada Riko menanyakan di mana dirinya sekarang berada.


[Lagi di mana?]


Beberapa detik kemudian Riko membalasnya.


[Lagi makan di warung yang biasa kita datangi]


Linda merasa sedikit lega karena Riko jujur padanya. Padahal Linda tidak tahu saja jika Riko melihatnya bersama Pak Gunawan yang datang ke warung tersebut. Kemudian dia kembali mengirim pesan pada Riko.


[Dengan siapa?]


Riko tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Linda padanya.


[Dengan sepupuku]


Linda ingin membalas pesan Riko, namun makanan mereka telah datang, sehingga Linda tidak jadi membalas pesan Riko karena Pak Gunawan sudah memintanya untuk makan bersamanya.


Setelah mereka selesai makan, Pak Gunawan mengajak Linda untuk segera pulang karena dia tidak mau menyia-nyiakan waktunya di luar dengan Linda. Dia hanya mau bersama dengan Linda di dalam ruangan saja. Bisa diketahui bukan apa yang diinginkan oleh Pak Gunawan?


Sialnya, mobil Pak Gunawan berjejeran dengan mobil yang Linda kenal. Dari mobil itu keluar seorang pria yang menemani hidupnya dalam beberapa tahun yang lalu.


Raditya keluar dari mobil bersama dengan Raline dan seorang anak laki-laki yang sangat tampan digandeng oleh Raline. Tidak berapa lama keluarlah Kiki dan Aydin dari mobil yang sama.


Raditya yang mengemudikan mobilnya, dan Aydin lah yang duduk di sebelahnya, sedangkan Kiki duduk di belakang bersama Raline dan Ken.


Linda mengenali semuanya, namun tidak dengan Ken. Tiba-tiba air mata Linda menetes ketika melihat wajah Raline yang tumbuh dengan baik dan cantik. Raline menggandeng Ken layaknya adiknya sendiri. Mereka tertawa dan saling berdebat seperti biasanya. Dan Ken selalu menjahili Raline dengan hal yang sama, dia mencuri ciuman pipi dan merangkul Raline dengan sayangnya.


"Ayo Sayang, ngapain berhenti di sini?" Pak Gunawan menanyakan pada Linda yang menghentikan langkahnya dan memperhatikan sebuah keluarga yang baru saja keluar dari mobil.


"Sebentar, tolong tutupi aku," Linda bersembunyi di belakang Pak Gunawan dengan mencuri pandang pada mereka yang kini berjalan menuju ke arahnya.

__ADS_1


Raline sangat cantik. Dia sepertinya sudah lupa denganku. Dia sangat bahagia dengan mereka. Siapa anak laki-laki itu? Mengapa Raline sangat dekat dengannya seperti kakak beradik? Apakah anak laki-laki itu adiknya? Lalu di mana istri Raditya? pertanyaan-pertanyaan itu semua ada dibenak Linda yang bisa diucapkannya hanya dalam hati saja.


__ADS_2