Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
131


__ADS_3

Kenan mengajak Renita dan Kiki menuju ruang VIP restoran hotel yang disediakan oleh pihak hotel untuk acara meeting mereka. Ternyata hotel tersebut adalah hotel milik klien mereka yang dikelola oleh Cindy.


Dengan langkah terburu-buru dan sangat cepat, Kenan memasuki ruang VIP tersebut bersama Kiki dan Renita.


Mata mereka bertiga membelalak sempurna ketika melihat Aydin sedang berkeringat dan bajunya yang tadinya rapi, kini sudah terlihat acak-acakan. Jasnya kini berada di meja, kancingnya terlepas tiga buah yang di atas dan nafas Aydin sangat memburu.


Cindy memaksa membuka kancing kemeja Aydin dan membuat Aydin untuk bisa menyentuh tubuhnya. Tangan Aydin diarahkan oleh Cindy ke dua squishy nya yang menggunakan belahan dada sampai terlihat gundukannya.


"Ayo remas lah, setelah itu kamu boleh menyentuh yang lain, kalau perlu kita pindah ke kamarku," ucap Cindy sambil mengarahkan kedua tangan Aydin pada kedua squishy nya.


"Jingan. Sialan kamu. Jangan sentuh saya!" teriak Aydin yang di dengar oleh Kenan, Renita dan Kiki yang akan membuka pintu.


Kenan berlari diikuti oleh Renita dan Kiki, ternyata mereka datang pada saat yang tepat. Cindy tidak bisa memaksa tangan Aydin untuk menyentuh kedua squishy nya itu. Maka dialah yang memaksa Aydin untuk menikmatinya. Pada saat Kenan, Renita dan Kiki sampai di depan mereka, pas sekali Cindy sedang mengeluarkan kedua squishy nya di depan wajah Aydin dan dia akan memaksa Aydin untuk memainkannya dengan mulutnya.


"Bang Ay...!" seru Kiki dengan suara keras dan penuh emosi.


Aydin dan Cindy menoleh ke arah sumber suara, dan di sana sudah ada Kenan, Renita dan Kiki.


"Sayang...," ucap Aydin sambil mengulurkan tangannya pada Kiki berniat untuk minta tolong.


Kiki dan Kenan mengerti apa maksud Aydin. Mereka berdua mendekat dam Cindy masih terkejut dengan posisi yang masih sama seperti tadi.


Kenan menarik tubuh Cindy untuk menjauhkan Cindy dari tubuh Aydin yang benar-benar terlihat sangat berantakan.


"Astaghfirullahaladzim...," Kenan beristighfar ketika melihat kedua squishy Cindy yang masih terbuka lebar terlihat jelas di depan mata Kenan.


Kenan segera membalikkan badan Cindy membelakanginya dan membelakangi Aydin. Dan dia merentangkan kedua tangannya agar Cindy tidak bisa mendekat lagi pada Aydin.


Renita yang melihat itu juga merasa geram pada Cindy, apalagi suaminya sempat melihat dua gundukannya yang keluar dari tempatnya.

__ADS_1


"Sayang kamu tolongin Bang Aydin aja, biar aku yang jaga wanita ular ini," ucap Renita kesal dengan nada tegas.


"Sayang...," ucap Aydin dengan suara lemah dan ngos-ngosan, tubuhnya basah oleh keringat dingin hingga terlihat jelas di kemejanya.


Kiki segera memeluk tubuh suaminya dan menenagkannya.


"Sayang, tolong aku..," ucap Aydin dengan nada parau.


"Kamu kenapa Sayang?" ucap Kiki dengan nada khawatir dan mengusap keringat yang membasahi wajah Aydin.


"Kalian tidak bisa menolongnya, biar aku saj yang menolong Aydin," ucap Cindy yang akan membalikkan badannya namun di halau oleh Renita.


Jelas Renita lebih kuat dari Cindy karena Renita pun belajar bela diri turun temurun dari keluarganya dan tentunya dibantu juga oleh Raditya. Apalagi dia sebagai perempuan yang pasti sangat berguna jika mempunyai ilmu beladiri.


Kiki mendekat ke arah cindy dan....


Plak! Plak!


"Kurang ajar kamu ya," ucap Cindy yang tangannya sudah terangkat akan melayangkan tangannya untuk menampar Kiki namun dicekal oleh Renita.


Renita menatap bengis Cindy dengan penuh permusuhan, namun itu dihentikan oleh Kenan.


"Sudahlah Sayang, ayo kita pergi dari sini," Kenan merangkul pundak Renita dan membawanya menjauhi Cindy.


"Ayo Bang Ke, kita bawa Bang Ay sekarang," ucap Kiki sambil memapah dan memeluk erat pinggang Aydin dari samping untuk berjalan bersama.


Mereka keluar dari ruangan tersebut dengan meninggalkan Cindy yang sangat marah karena rencananya untuk memiliki Aydin dan menjebaknya untuk menjadi suaminya gagal.


Cindy mengepalkan tangannya dan mengeratkan giginya penuh amarah hingga meja di sebelahnya lah yang menjadi pelampiasannya. Meja tersebut di balikkan dan dibanting karena amarahnya yang merasa harus tersalurkan.

__ADS_1


Di dalam mobil, Aydin berada dalam dekapan Kiki dan merasa risau. Kiki tahu betul apa yang sedang dirasakan oleh suaminya itu.


"Sayang, tahan ya... sebentar lagi kita sampai," Kiki memeluk erat suaminya untuk menenangkannya.


Namun tubuh Aydin bereaksi lain, dengan posisi mereka yang berpelukan erat ini, Aydin ingin menginginkan lebih.


"Sayang... aku gak kuat... apa boleh-"


"Gak boleh, tahan sebentar. Gak usah ngomong apa-apa, tidur aja, sebentar lagi kita sampai," ucap Kiki dnegan tegas.


"Bro, belok aja ke hotel yang paling dekat. Aku udah gak tahan, beneran. Mungkin wanita sialan itu memberikan dosis yang tinggi tadi," ucap Aydin dengan suara parau.


"Kol bisa sih? Dia mencampurnya dimana? Minuman? Kok bisa kecolongan?" Kenan memberikan banyak pertanyaaan yang malah membuat Aydin bertambah pusing.


"Diamlah, nanti saja ceritanya. Aku sudah tidak tahan," ucap Aydin yang bertambah gelisah.


Beruntung karena di depan ada sebuah hotel. Langsung saja Kenan membelokkan mobilnya dan memarkirkan mobilnya secara sembarangan.


Mereka segera mendaftar dua kamar, karena Kenan juga ingin merasakan honeymoon bersama Renita di Jepang. Karena sudah bisa dipastikan jika Aydin dan Kiki akan lama berada di dalam kamar.


Setelah mendapatkan kunci kamar mereka, Kenan segera membenarkan mobilnya yang terparkir sembarangan tadi untuk diparkirkan secara benar.


Kenan melangkahkan kakinya dengan sangat senang mengingat ada Renita yang akan menemani tidurnya untuk beberapa hari ini.


Yess, akhirnya bisa bercocok tanam tanpa gangguan di tempat yang indah ini. Selamat honeymoon Kenan dan Renita... Kenan tersenyum senang ketika berbicara dalam hati.


Di dalam kamar Aydin dan Kiki sangat panas sekali. Aura Aydin yang menagih dan Kiki yang harus menolong suaminya menjadi ikut panas dengan semua yang dilakukan oleh Aydin.


Pengaruh obat tersebut sangat kuat. Aydin bahkan tidak ada habisnya meminta pada Kiki untuk melakukannya. Sangat menguntungkan sekali bagi Aydin, sedangkan Kiki sangat lelah meladeni suaminya, namun hal itu tidak menjadikan Kiki untuk menolak keinginan suaminya, karena dia tahu jika suaminya akan bisa tertolong hanya dengan hal itu, hal yang sangat gampang dilakukan oleh mereka berdua karena mereka merupakan pasangan suami istri yang sah dihadapan agama dan negara.

__ADS_1


"Sayang, I love you... and... I want you..."


__ADS_2