Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
8


__ADS_3

Pagi menyapa,kini semua orang disibukkan dengan aktifitasnya.


Seperti biasa,Kiki diantar oleh Kevin ke sekolahnya.Kebetulan sekali pada saat Kiki akan keluar dari mobil,Raditya baru saja datang dan melihat ada Kiki di dalam mobil yang ada di depannya.Raditya mengamati Kiki yang sedang berpamitan dengan Kevin.Raditya seolah tidak bosan melihat Kiki mulai dari dia menyalimi tangan kakaknya untuk berpamitan,dan kakaknya mengelus-elus puncak kepala Kiki dan diakhiri dengan mengacak-acak rambut Kiki.Sontak Kiki marah-marah dengan ekspresi melotot dan memajukan bibirnya seperti biasanya.


Seketika senyum mengembang di bibir Raditya tanpa dia sadari,dan berkata,


"Oh jadi itu kakaknya".


Setelah dia melihat Kiki keluar dari mobil dan berjalan memasuki gerbang,saat itu juga Raditya melajukan motornya memasuki gerbang sekolah.


Setelah memarkirkan motornya dan dia sudah memastikan motornya aman,Raditya berlari mengejar Kiki untuk barengan menuju kelas.


"Pagi neng",sapa Raditya seraya mensejajarkan langkahnya di samping Kiki.


"Pagi Didi....",sapa Kiki dengan senyum manisnya menghadap Raditya.


"Eh,jadi nih manggil Didi?" tanya Raditya berbasa-basi.


"Jadi dong,udah terlanjur tercetak dan tersave di memory otak aku",cengir Kiki sambil menjawab pertanyaan Raditya.


"Kenapa perasaanku jadi gak enak gini ya,apa panggilan ini lebih baik atau malah mendatangkan sial?" tanya Raditya sambil memegangi dadanya seolah-olah dia khawatir.


"Lebay....",ucap Kiki sambil memukul lengan Raditya,namun yang di pukul menghindar,dan adegan itu berulang-ulang hingga mereka masuk kelas.


Tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan,hingga mereka sampai di tempat duduknya,namun sebelum mereka duduk ada suara yang menyambut kedatangan mereka.


"Eheeem....eheem...kayaknya ada yang berlanjut nih setelah pulang sekolah kemarin.


Ayolah PJ...PJ...",seru Aldo.


"PJ...PJ...PJ endasmu",jawab Kiki.


"Hush,Kiki omongannya",ucap Raditya sambil memukul pelan bibir Kiki.


"Iiiih...apaan sih....",ucap Kiki sambil membersihkan bibirnya dengan mengibas-ngibaskan telapak tangannya di atas bibirnya,takut ada kuman yang nempel dari tangan Raditya mungkin.


"Cieeeee....so sweet banget sih.Kemarin pulang dianterin sekarang berangkat barengan,masih gak ngaku juga kalau kalian pacaran?",ucap Aldo dengan suara yang gak kecil tapi gak terlalu besar juga.Namun suara Aldo bisa didengar seluruh makhluk yang ada di dalam kelas.Sontak saja semua mata yang ada di dalam kelas mengarah kepada mereka.


Ada yang biasa saja menghadapinya,ada yang kecewa karena diantara mereka sudah pasti ada yang tertarik dengan Raditya dan Kiki.


Raditya yang mendengar perkataan Aldo hanya tersenyum sambil meletakkan kedua tangannya bersedekap di depan dadanya.


"Siapa sih yang barengan?dan siapa juga yang jadian?Kita tuh barengan pas jalan ke kelas Dodo....Kita gak jadian",jelas Kiki.


"Oh kirain dijemput tadi,lagian jadian juga gapapa kaki,kita dukung.Iya gak Ri?" tanya Aldo pada Riri.


Riri yang duduk di sebelah Aldo hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Aldo.


"Eh tunggu,Dodo....Dodo siapa?" tanya Aldo dengan wajah herannya.


"Hahahaha...Dodo itu panggilan buat Aldo bro",ucap Raditya sambil tertawa dan duduk di bangkunya.


"Sejak kapan namaku berubah jadi Dodo?" tanya heran Aldo kepada Raditya.


"Sejak kemarin",jawab enteng Raditya sambil duduk di pinggiran meja dan menghadap ke Aldo.


"Kok bisa?" tanya Aldo heran.


"Bisalah,kan panggilan khusus dari Kiki",jawab Kiki sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Panggilan khusus?" tanya Aldo dengan cengonya.


"Hahahaha....",tawa Raditya.


"He eh,panggilan sayang.Hehehe....",senyum Kiki sambil menjawab pertanyaan Aldo.


"Kok panggilan sayang sih?Panggilan sayangnya buat abang aja.Panggilan khususnya buat Aldo",ucap Raditya tidak terima.


"Cieee panggilan sayang.... Gapapa deh Ki,abang rela dipanggil Dodo kalau itu panggilan sayang dari kamu",ucap Aldo memanas-manasi Raditya.


"Sayang...sayang sipatokaan",ucap Raditya sambil mengambil buku dari meja Aldo dan melemparkannya ke badan Aldo.

__ADS_1


"Udah kayak lagu aja sayang ... sayang sipatokaan",ucap Aldo sambil bernyanyi diselingi tawanya.


"Lagian pagi-pagi udah cemburu.Bisa cepet tua marah-marah mulu",lanjut Aldo.


"Bukannya cemburu,hanya menjelaskan",bela Raditya.


"Udah...udah Di,aku minta no kamu dong,Dodo sam Riri juga ya.Nih masukin no nya",suruh Kiki sambil memberikan ponselnya ke Raditya.


Raditya menerima ponsel bercasing lilac itu dan mengetikkan angka dan namanya untuk menyimpan di kontak ponsel Kiki,setelah itu Raditya menekan tombol call untuk menyambungkan ke ponselnya.


Setelah dirasa ponselnya bergetar,Raditya mengembalikan ponsel Kiki.Dan dia memeriksa ponselnya untuk menyimpan nomer Kiki.


Seketika matanya terbelalak melihat di layar ponselnya yang mendapatkan notifikasi chat dan telepon lebih dari satu kali dari orang yang sama dengan semalam.


Dia lupa semalam belum membalas chat tersebut.Dan pagi tadi pun dia tidak memeriksa ponselnya.


Susah ya kalau sudah tidak terbiasa memegang ponsel,jadi terbawa terus sampai sekarang meskipun sudah tidak berada di pondok pesantren lagi.


Raditya begitu kaget membaca satu persatu pesan dari seseorang itu.Biasanya dian sangat senang jika mendapatkan pesan atau bertelepon dengan orang itu,kini rasanya berbeda.Entah apa yang terjadi.


Dengan asal Raditya membalas.


[Maaf aku tidak tau jika ada telepon dan pesan dari kamu.Aku sekarang sedang sekolah .Maaf ya🙂]


""Ish narsis amat sih namanya.Masa' dikasih nama Raditya ganteng?"protes Kiki kepada Raditya.


"Bukannya kamu juga mau kasih nama gitu ya?"jawab Raditya dengan nada menggoda.


"Dih,bukanlah,mau aku kasih nama Didi",jawab Kiki sambil mengutak-atik ponselnya untuk mengganti nama Raditya yang tersimpan di kontak ponselnya.


"Eh jangan diganti.Tambahin aja jadi Didi sayang,kalau cuma Didi aja gak ada sayangnya,gak boleh diganti',tegas Raditya sambil senyum menggoda dan mengedipkan matanya sebelah.


"Oh Didi nama kesayangannya.Hahahaha......",ledek Aldo kepada Raditya.


"Tau nih,masa' nama kita dimirip-miripin.Kiki,Riri,Dodo,Didi",ucap Raditya sambil menunjuk mereka satu-satu ketika menyebutkan nama mereka.


"Eh bener juga ya.Kreatif juga nih si Kiki",ucap Aldo dengan terkekeh.


"Udah ah,nih Do masukin no kamu",perintah Kiki pada Aldo.


"Udah,aman....awas kalau diganti-ganti lagi",ancam Raditya sambil menatap Kiki.


"Ck,terserah yang punya hp dong",jawab Kiki sambil cemberut.


"Awas aja bakalan aku hukum kalau diganti namanya",ancam Raditya kembali.


"Ancam teruuuuuus....gak kebayang gimana nasib istrimu nanti kalau suaminya modelan kayak kamu tukang ancam",jawab Kiki sambil melirik tajam ke arah Raditya.


"Udah ah buruan Do,nih masukin nomer kamu",suruh Kiki kepada Aldo sambil menyerahkan ponselnya pada Aldo.


Lalu Aldo memasukkan nomernya ke dalam kontak telepon di ponsel Kiki dan setelah itu menekan tombol call.


Ketika dirasa bergetar kantongnya,Aldo mengambil ponsel dari kantongnya itu dan melihat nomer Kiki sudah masuk.


Sambil memperlihatkan ponselnya ke arah Kiki,Aldo berkata,


"Udah masuk nih,bener ini nomer kamu kan?"


"Iya bener itu nomer aku,save ya",jawab Kiki.


"Ok aku save ya.Kasih nama apa ya enaknya?" ucap Aldo dengan ekspresi berfikir.


"Kiki manis aja atau kalau gak kasih nama Kiki imut aja",jawab Kiki sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya,dengan lesung pipi yang menawan.


"Tuh kan narsis.Gitu ngatain orang,sendirinya juga",sahut Raditya sambil memegang hidung Kiki dan memainkannya ke arah kiri dan kanan.


"Ish...biarin",jawab Kiki sambil melepaskan hidungnya dari tangan Raditya.


"Fix kalian ini pacaran.Liat aja kelakuan kalian,gak ada yang bakalan percaya kalau kalian cuma berteman biasa.Pokoknya nanti istirahat traktir aku sama Riri di kantin dalam rangka PJ dan syukuran kamu ganti nama panggilan aku",ucap Aldo.


"Kok aku? Noh minta Raditya kan cowok.Masa' iya yang bayarin cewek?"kata Kiki sambil menunjuk Raditya dengan dagunya.

__ADS_1


"Beneran kalian pacaran?",kini Riri yang bertanya karena penasaran.


Tumben-tumbenan nih anak ikut komentar,biasanya cuma diem-diem bae.


"Kok kamu ikut-ikutan Dodo sih Ri?" tanya Kiki sambil bersedekap tangannya di dada.


"Lah tadi kamu yang nyuruh minta traktir Raditya kam cowok,masa' cewek yang nraktir",ucap Riri menirukan omongan Kiki tadi.


"Hahahaha.....skakmat lu",seru Aldo.


Bukannya Raditya membantu Kiki untuk klarifikasi,malah dia mengacak-acak puncak rambut Kiki,.melakukan seperti yang dilakukan Kevin tadi pagi.


"Didiiiiiiii........",seru Kiki sambil merapikan rambut panjang Kiki yang berwarna agak kecoklatan dan bawahnya agak sedikit ikal.


Raditya malah lari menjauh dari Kiki dan berhenti di depan papan tulis menunggu reaksi Kiki selanjutnya sambil tertawa puas.


"Cieeee..... Didi......",ledek Aldo.


"Au ah kalian tuh pagi-pagi dah nyebelin",ucap Kiki sambil memajukan bibirnya.


"Bibir gak usah di maju-majuin gitu,mau dicium ya?" ucap Raditya sambil berjalan menuju ke tempat duduknya.


Seketika bibir Kiki diarahkan ke dalam,mingkem rapet.


"Hahahaha....",tawa Raditya dan Aldo melihat tingkah Kiki.Gemesin,batin Raditya.


"Udah Rin,nih kamu masukin nomer kamu",ucap Kiki sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kirinya dan telapak kanannya memberikan ponselnya pada Riri.


"Ngapain ditutupin mulutnya?" tanya Raditya.


"Takut dicium Didi ya?" ledek Aldo.


"Takut dijepit sama Aldo bibirku",jawab Kiki.


Aldo dan Raditya hanya terkekeh.


Riri menerima ponsel Kiki dan mengetikkan nomernya kemudian mengembalikan ponsel Kiki.


Setelah itu Kiki menelepon Riri,dan ponsel Riri pun bergetar tanda ada telepon masuk.


"Udah masuk kan nomerku Ri?" tanya Kiki.


"Iya nih,udah.Aku save ya",jawab Riri.


"Ok,Kiki manis atau imut ya namanya",ucap Kiki sambil menautkan ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O.


Setelah itu bel masuk berbunyi.Kini jam pelajaran Biologi.Bu Rani masuk kelas sambil membawa beberapa buku.


"Selamat pagi anak-anak.Pelajaran Biologi kali ini saya akan memberikan tugas kelompok untuk mengamati ekosistem.Untuk anggota kelompoknya terdiri dari empat orang.Terserah kalian mau pilih siapa.Hasilnya akan dikumpulkan minggu depan pada waktu jam pelajaran saya.Dan untuk sekarang saya akan menerangkan bab tentang klasifikasi makhluk hidup.Buka buku kalian",perintah Bu Rani,dan kemudian beliau menerangkan bab tersebut.


Setelah itu beliau memberi tugas untuk menjawab pertanyaan yang ada di buku paket.


Sepeninggalan Bu Rani,anak-anak mulai ribut menentukan anggota kelompok.


"Udah dari pada ribut,kita berempat satu kelompok aja.Deal.No debat",ucap Raditya.


"Ngomong aja kalau mau deket-deket Kiki terus",goda Aldo.


"Lah dari pada ribet kan?" sanggah Raditya.


"Ya udah lah,kapan kita ngerjainnya?" tanya Kiki kepada mereka bertiga.


"Nanti gimana?" tanya Raditya.


"Ada yang keberatan gak?" tanya Aldo menyambung pertanyaan Raditya.


"Oke lah.Aku gak ada kegiatan kok pulang dari sekolah.Kamu gimana Ri?" tanya Kiki pada Riri.


*Aku sih terserah aja.Eh tapi apa gak sabtu atau minggu aja pas kita libur,jadi bisa mulai dari pagi",ujar Riri.


"Iya ya,bener juga",kata Kiki menyetujui.

__ADS_1


"Okelah mulai pagi aja biar bisa mengamati",jawab Raditya.


Di kampus.....


__ADS_2