
"Jadi,selama ini Kiki di Surabaya Bang?" tanya Raditya penasaran.
"Gak jadi,karena pada saat itu rumah yang di Surabaya ada yang ngontrak.Akhirnya dia disuruh berlibur di rumah Kakek Nenek di Malang.Cuma liburan,Mama Papa gak bakal ngasih ijin kalau dia tinggal sendiri.Eh ternyata pas nyampe Malang,Kakek malah sedang dirawat di Rumah sakit.Nah Kiki bilang mau pindah sekolah di sana aja biar bisa nemenin Kakek sama Nenek katanya.Dan akhirnya,Mama sama Papa ikut pindah sana sampai akhirnya Kakek sama Nenek meninggal di waktu yang berbeda.Mangkanya,Mama maksa Kiki balik kesini meskipun dia gak mau.Entah kenapa dia sampai gak mau pindah lagi kesini.Eh masa' kamu gak tau pas hari terakhir semesteran itu mungkin ada masalah atau apa gitu yang bikin Kiki jadi sedih sampai mau pergi?" Cerita Kevin sambil menerawang kejadian pada waktu itu.
Hati Raditya bagai teriris,nyeri sekali rasanya mendengar cerita bahwa Kiki menangis tersedu hingga sesegukan karena kejadian di Mall waktu itu.Salahnya,itu sudah pasti salah dirinya.Dia yang menyebabkan Kiki menangis dan pindah sekolah.Dia merasa amat sangat bersalah.Dia ingin bicara dan meminta maaf pada Kiki.Namun,Kiki tidak keluar sama sekali dari kamarnya.Pantas saja dia sepertinya tidak mau dekat-dekat dengannya lagi.
"Loh,ada Raditya,sudah lama?" Mama keluar dari kamarnya ,sudah rapi dan menenteng tas branded nya.
"Eh iya Ma,tadi nganter Kiki pulang.Mama apa kabar?" Raditya beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Mama dan mencium punggung tangannya.
"Alhamdulillah kita semua baik.Kamu dan keluarga gimana?" tanya Mama.
"Alhamdulillah baik semuanya Ma",jawab Raditya.
"Eh Kiki tadi kamu antar pulang? Pantesan tadi kok gak mau dijemput Kevin",Mama masih berdiri tidak jauh dari Raditya dan Kevin duduk.
"Tadi habis dari rumah Ma,disuruh Ambi makan dulu.Kebetulan Ambu masak makanan kesukaan Kiki.Setelah itu seperti biasa Ma,Kiki nonton drama Korea bareng Renita",Raditya menjawab dengan tersenyum.
"Owalah...pantes gak mau diganggu",ucap Kevin.
"Eh,Mama tinggal dulu ya,mau ke kantor Papa,udah ditungguin dari tadi",pamit Mama pada Kevin dan Raditya.
"Halah,bilang aja mau pacaran",seru Kevin.
"Nah tuh tau.Kalau nanti Mama sama Papa belum pulang,kalian beli makan di luar atau delivery aja ya.Mama tinggal dulu",ucap Mama sambil berlalu terburu-buru.
"Ck,kayak anak muda aja mereka.Gak mau kalah sama anak-anaknya",Kevin masih menatap kepergian Mamanya yang sudah tidak terlihat.
"Mereka masih berjiwa muda Bang",Raditya terkekeh menanggapi ucapan Kevin.
"Eh yuk ah mabar,mumpung Kiki belum turun",ajak Kevin.
Baru saja Raditya mengeluarkan ponselnya dari sakunya.Namun deringan ponselnya mengagetkannya,tertera nama Aldo di sana.
Raditya menekan tombol jawab dan mengangkat panggilan telepon dari sahabatnya itu.Ternyata Aldo mengajak Raditya bertemu bersama teman-teman band lainnya di cafe yang biasanya mereka kunjungi.Cafe ini milik Aydin.Dan dari situlah Raditya dan Aldo kenal dengan Aydin.
"Bang maaf,mabarnya lain kali aja ya,ini sudah ditunggu teman-teman",Raditya mengatakan dengan rasa sungkan.
"Ya udah gapapa.Eh tapi gak nunggu Kiki dulu?Apa dipanggil aja Kiki nya?" tanya Kevin.
"Gak usah Bang.Nanti sampein aja ke Kiki nya",Raditya bersalaman dengan Kevin dan beranjak dari duduknya.
"Balik dulu ya Bang.Assalamualaikum",pamit Raditya.
Kevin menganggukkan kepalanya dan bersalaman dengan Raditya.
"Waalaikumsalam"
Raditya melajukan motornya keluar dari halaman rumah Kiki dengan perasaan yang....
__ADS_1
Entahlah,Raditya tidak bisa menggambarkannya.
Perasaan sedih dan bersalah karena melukai perasaan Kiki.Perasaan senang karena sudah bertemu kembali dengan Kiki.
Ingin rasanya dia egois,ingin sekali berdekatan dengan Kiki seperti dulu ketika Raditya mengetahui perasaannya sama dengan perasaan Kiki,rasa ingin memiliki.Namun semua itu hanya keinginan semata yang tidak bisa terwujud.
Raditya mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang.Melewati jalan yang penuh kenangan bersama Kiki.Bibirnya terangkat tersenyum tatkala melewati jalan yang pernah menorehkan cerita bersama Kiki.
Kini motor Raditya sudah memasuki pelataran parkiran cafe tempat Aldo menunggunya.
Raditya melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe tersebut.Disana nampak Aldo sedang bercanda dengan teman-teman band kampus mereka.Aldo dan teman-temannya itu sengaja mengajak Raditya bertemu di luar rumah karena ingin mengetahui apa yang terjadi dengannya dan Dinda.
"Assalamualaikum Bro,udah lama?",sapa Raditya.
"Waalaikumsalam,lumayanlah",jawab Aldo sembari bertos ria ala mereka.
"Sorry,abis nganterin Kiki pulang,terus diajakin ngobrol sama Bang Kevin",Raditya mengambil duduk di dekat Aldo.
"Kiki? Kiara?" tanya Aldo heran.
Raditya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Udah ketemu dia?" tanya Aldo kembali.
"Dia kuliah di kampus kita",Raditya menjawab sambil meminum minuman yang ada di depannya,sudah dipesankan Aldo tadi sekalian untuknya.
"Hah? Kok bisa? Terus dia tau kamu udah nikah?" Aldo tiba-tiba jadi kang kepo,layaknya polisi yang sedang menginterogasi.
"Wah...tenang Bro,Kiki buat Aldo aja",goda Aldo sambil memegang pundak Raditya.
"Riri dikemanain?" seru Raditya dengan menghempaskan tangan Aldo dari pundaknya bak menyalurkan kekesalannya karena ucapan Aldo barusan.
"Tau tuh anak gak ada kabar setelah Kiki ngilang,eh ikut-ikutan ngilang dia",jawab Aldo.
"Gak kamu coba cari?" Raditya mengalihkan pembicaraan mereka tentang Kiki.
"Lah ngapain,pacar aja bukan.Kalau Kiki mah bakalan aku kejar",Aldo tertawa lebar karena senang menjahili sahabatnya ini.
Raditya sangat sensitif jika Aldo menggoda Kiki.
"Ck.....",desah Raditya sambil menunduk menguatak-atik ponselnya.Dia baru ingat belum berpamitan pada Kiki.
[ **Ki,aku sudah pulang,tadi aku nunggu kamu lama,kamu gak turun-turun ]
[ Ki,maafin semua kesalahanku ]
[ Ki,aku bersama Aldo sekarang.Aldo menanyakan tentang Riri.Apa kamu tau kabarnya**? ]
Pesan beruntun dikirim oleh Raditya,namun belum dibalas satu pun oleh Kiki.
__ADS_1
Melihat pesannya hanya dibaca saja oleh Kiki,Raditya merasa senang sekaligus sedih.Senang karena Kiki mau membaca pesannya,namun sedih karena Kiki tidak membalasnya.
Kemudian Raditya mengirim pesan pada istrinya jika sekarang dia sedang bersama Aldo dan teman-teman bandnya yang lain.
Kemudian mereka membicarakan tentang apa yang terjadi dengan Raditya dan Dinda.
Mereka menyesal tidak bisa membantu Raditya pada saat itu.Dan mereka semua sudah terkecoh oleh sekar,dijauhkan dari Raditya dan ruang latihan band agar rencana Dinda berhasil dijalankan.
"Btw,Kiki itu siapa sih?" Mantan kamu Bro?" Wawan yang penasaran sedari tadi mulai bertanya.
Raditya tersenyum dan berkata,"sahabat,dekat"
Namun ekspresinya mengatakan kesedihan.
"Sahabat kita dulu saat SMA",sambung Aldo menetralkan suasana.
Kiki berlatih dance di kamarnya.Kali ini dia berlatih dance Loco,Itzy.
Tiba-tiba dia dikagetkan oleh suara notifikasi ponselnya.Dibukanya notifikasi tersebut,ternyata pesan dari Raditya.Dibacanya pesan itu,namun tidak dibalasnya.Kiki takut jika dia membalas pesan itu,mereka akan sering berkirim pesan dan bahkan mungkin akan menjadi kebiasaan seperti dulu.Kiki tidak ingin gagal move on.Udah susah payah move on bertahun-tahun,bahkan sampai hijrah ke kota lain untuk bisa move on,masa' iya cuma dalam sehari bisa gagal move on,gak banget kan.
Namun Raditya malah terus-terusan mengirim pesan pada Kiki,mungkin karena belum dibalasnya.Oleh karena itu Kiki membalasnya,namun hanya singkat padat dan jelas.
[ OK ]
Seketika Kiki teringat pesan terakhir yang dikirim Raditya,nama Riri terngiang dipikirannya.Tiba-tiba dia kangen akan sahabat SMA nya itu.Kiki mencoba mengirim pesan pada nomer kontak Riri yang masih tersimpan pada SIM-card lamanya.Ternyata diluar dugaan,pesan itu segera terbaca dan dibalas oleh Riri.Mereka bertukar kabar dan berita banyak.Bahkan bertelepon karena saking banyaknya yang akan mereka ceritakan.
Dan Kiki tidak menyangka bahwa Riri juga berkuliah ditempat yang sama dengannya,Raditya dan Aldo.Setelah itu mereka janjian untuk bertemu besok di kampus.
Berkirim pesan dan bertelepon dengan Riri mengingatkan akan ponselnya yang dibanting Dinda.Dia begitu kesal karena foto-foto lamanya bersama sahabat-sahabatnya yaitu Raditya,Aldo dan Riri pada saat SMA ada di ponsel tersebut.Dan dia baru ingat kalau ponselnya itu sekarang berada di tangan Raditya.
Dikirimnya pesan ke nomer Raditya.
[ HP aku yang dibanting Mak Lampir gimana? Aku mau foto-foto lama kita berempat pada saat SMA harus ada!!! ]
Sebenarnya Kiki masih bisa mengambil foto-foto mereka dari cloudnya,namun Kiki sangat menyayangi ponsel bercashing lilac itu.
Menurut Kiki pansel itu sangat bersejarah baginya.Banyak hal berkesan pada saat memakai ponsel itu,terutama pada saat SMA nya di Bandung.
Raditya menatap ponselnya yang mendapatkan pesan dari Kiki.Seketika senyumnya mengembang karena membaca pesan Kiki yang memintanya untuk mengembalikan ponselnya.Ah lebih tepatnya foto-foto lama mereka.
Seperti ada gelitikan pada perutnya.Hatinya cerah kembali ketika mendapati Kiki masih mengenang masa lalu mereka meskipun tidak mungkin untuk bersatu.Hanya dekat seperti ini dulu saja,sudah cukup bagi mereka berdua.
Raditya membalas pesan Kiki.
[ Wait bawel 🤪 ]
Kemudian Raditya mengajak Aldo ke Mall untuk membenarkan ponsel Kiki.Ternyata ponsel Kiki tidak bisa dibenahi.Jadilah Raditya membelikan Kiki ponsel baru yang harganya juga bisa dibilang lumayan mahal lah ya,dan hang terpenting bercashing lilac.
Hal yang wajib untuk barang Kiki,karena itu warna kesukaan Kiki.
__ADS_1
Kalau Raditya ditanya dapat uang dari mana,jawabannya karena Raditya sudah mulai bekerja setelah dia tunangan.Sementara sebelum dia dapat pekerjaan sesuai dengan jurusan yang dia ambil,dia bekerja bersama Abah,mengurus semua usaha Abah,sebagai penerus juga sih sebenarnya.Jadi nantinya jika dia memang benar-benar bekerja di luar,dia masih tetap mengurus usaha Abah.