
Kevin mengajak Raditya,Linda ,baby Raline,Renita,Riri dan Aldo berkumpul bersama dengan yang lainnya di villa Aydin untuk makan malam bersama.Tentu saja mereka masih menunggu Aydin dan Kiki.Mendadak Kevin membuat grup chat yang beranggotakan mereka semua dan tak terkecuali Aydin dan Kiki pun yang di masukkan dalam grup tersebut.
Kevin mengirimkan ke grup tersebut foto-foto Aydin dan Kiki yang begitu romantis tadi hasil jepretan fotonya ala-ala paparazi.Semua foto dia kirimkan,dari pose yang romantis hingga yang bikin meringis,dan juga nangis karena iri.Semuanya Kevin unggah tak terkecuali dengan caption 'pasangan so sweet terbucin'. Tak ayal mengundang komentar mereka semua yang ada di grup,kecuali Raditya yang sudah melihat secara live adegan itu tadi di perkebunan teh.
Kenan.Ken
[Gila si Aydin,mentang-mentang nih tempat milik dia main nyosor-nyosor aja ]
D'On
[Bebek kali nyosor ]
Kevien_
[ Hush...anak dibawah umur dilarang berkomentar ]
So_Fyan
[🎶Sungguh senangnya pengantin baru🎶 ]
Al.Do
[🎵Syalala...lala...lala..🎵]
Padahal mereka sekarang berada di satu ruangan,yaitu di ruang tamu villa Aydin,mereka sedang menonton film di layar TV.
Disaat mereka akan berkomentar kembali,mereka reflek berhenti mengetikkan sesuatu di grup itu,ketika terdengar suara pintu yang dibuka secara kasar.
Braaak...
Kiki masuk terburu-buru dengan muka ditekuk nya dan bibirnya yang mengerucut,ngambek,kesal dan marah Kiki saat ini.Semua mata tertuju pada Kiki yang terlihat uring-uringan.
"Kenapa dek?" tanya Kevin yang tangannya meraih tangan Kiki,menghentikan langkah kaki adiknya itu,kemudian Kevin menarik Kiki untuk duduk di sebelahnya.
"Bete iiiih....",rengek Kiki.
"Abis romantis-romantisan kok bete? Jangan-jangan kamu marah gara-gara Aydin nyium-nyium kamu di tempat terbuka ya",sahut Kenan sok tahu.
Mata Kiki melotot tajam ke arah Kenan.Aydin menutup wajah Kenan dengan bantal sofa yang berada di sebelah Kenan.Entah kapan Aydin sampai di sebelah Kenan,dia tidak tahu,Aydin masuk tanpa bersuara mengikuti Kiki,sedangkan semua mata hanya tertuju pada Kiki yang mukanya terlihat sebal.Aydin duduk di sebelah Kenan,dan menatap Kiki yang memasang muka sebal padanya.
"Kenapa? Gara-gara hujan gak bisa lama-lama di luar?" tanya Kevin meminta penjelasan pada adiknya.
"Sebel ih,masa' Bang Ay pakai dua payung sih,padahal kan bisa sepayung berdua gitu biar romantis,atau gak usah pakai payung,cukup pakai jaket Bang Ay aja buat nutupin kepala kita berdua,biar romantis kayak di drama-drama",Kiki tanpa sungkan mengeluarkan unek-uneknya pada mereka semua yang membuat moodnya berubah dari semula yang senang karena keromantisan suaminya mendadak ambyar gara-gara payung.
Mereka semua bengong dan menahan tawanya ketika Kiki bercerita.Mereka tidak menyangka,Kiki uring-uringan hanya masalah payung.
__ADS_1
"Owalah gara-gara payung to",Kevin mengangguk-anggukkan kepalanya sembari tertawa dan disahuti tawa dari semua orang kecuali Aydin dan Raditya.
Aydin tersenyum mendengar keinginan istri tercintanya itu.Sedangkan Raditya meringis dalam hati,sakit dan perih mendengar keinginan Kiki.Seandainya tadi dia bersamanya,pasti dia akan melakukan apa yang diharapkan oleh Kiki.Batin Raditya menjerit mengatakan itu.
"Ki,kalau mau romantis-romantisan tuh sama Abang aja,jangan sama Aydin",Kenan berseloroh meramaikan suasana.
Aydin kembali meraupkan bantal sofa pada muka Kenan.
"Tadi aja sok-sokan romantis-romantisan dimana-mana,eh giliran ujan malah jalan sendiri-sendiri",sahut Kiki yang masih sewot.
"Bro,lain kali gendong aja si Boncel ini kalau ujan,takut kerendam banjir kalau jalan sendiri",kekeh Kevin menambah keramaian.
"Issh....dasar tiang listrik berjalan,lagian aku ini gak boncel ya,situ aja yang ketinggian.Aku ini imut tau gak? Cewek model kayak gini yang disukai banyak cowok.Bisa digendong-gendong.Tanya aja tuh Bang Ay",Kiki membela dirinya.
"Iya,bisa dikantongi juga",tambah Kevin.
Tak ayal semua orang tertawa menanggapinya,kecuali Aydin tidak berani tertawa,karena takut istrinya marah.Raditya pun hanya menatap sendu kearah Kiki,masih belum rela dia kalau Kiki dimiliki lelaki lain.Sekarang dia tahu apa yang dirasakan dulu oleh Kiki melihat dia jalan dengan cewek lain dan merencanakan tunangan.Pantas saja dia memilih untuk pergi dan melupakan semuanya.Ternyata rasanya sesakit ini.Raditya merutuki kebodohannya dimasa lalu,dimana dia telah menyia-nyiakan cintanya demi janji pada kakeknya,dan sekarang gadis yang dicintainya telah menjadi istri orang lain.
"Harusnya tuh kita bisa pakai satu payung atau pakai jaket Bang Ay aja kan bisa,romantis tuh,badan Kiki bisa di dekap biar gak kehujanan.Gak peka banget sih jadi cowok",mata Kiki melirik Aydin,sedari tadi yang Kiki bahas tentang hujan dan payung,menyindir Aydin supaya peka.
Aydin pun menghampiri Kiki dan menggendong Kiki ala bridal style.
"Yuk kita romantis-romantisan",Aydin menggendong Kiki berjalan menuju kamarnya.Sontak saja tangan Kiki mengalung di leher Aydin.Pipinya bersemu merah,dan wajahnya disembunyikan di dada Aydin.
Semua yang ada di sana kaget dan melongo. Lagi-lagi mereka dibuat heran dengan tingkah Aydin yang tidak biasa.
Raditya menunduk,ingin sekali dia menangis dan berontak marah pada kenyataan.Namun semuanya mustahil.
"Lah makan malamnya gimana bro?" seru Kevin menghentikan langkah Aydin.
Aydin berhenti,menoleh,kemudian berkata,"Delivery aja yang banyak,aku yang bayar,pakai uang kamu dulu,nanti aku ganti",kemudian dia melanjutkan langkahnya,masuk ke dalam kamar.
"Dasar bucin!" seru Kevin.
Kenan,Dion dan Sofyan menggeleng heran melihat perubahan sikap Aydin.
"Gak nyangka si ketua BEM kita yang dingin dan cuek bisa luluh juga sama si Kiki",ujar Dion.
"Nikah duluan lagi dari pada kita",sahut Kenan.
"Kalah start lu!" ejek Sofyan pada Kenan yang terkenal playboy.
"Hahahaha.....",Kenan mendapatkan tawaan dari semua orang yang berada disitu kecuali Raditya yang ingin sekali dia segera pergi dari tempat itu karena merasa tidak tahan lagi melihat gadis yang dicintainya bermesraan dengan lelaki lain,hatinya masih hancur tidak terima.
"Iya loh Kak,aku aja sampai takut kalau berhadapan sama Kak Aydin di kampus",Linda membenarkan ucapan Dion.
__ADS_1
"Loh kamu kuliah di kampus kita?" tanya Kevin kaget mendengar ucapan Linda.
"Iya Kak,cuma waktu itu sempat cuti waktu melahirkan",jawab Linda membenarkan.
"Oh gitu,sorry ya kita gak ngerti sih,gak pernah ketemu juga di kampus jadi gak tau.Lain kali kalau perlu bantuan bilang aja sama kita",ucap Kevin,kemudian dia bangun dari duduknya dan berjalan ke luar untuk memeriksa kedatangan Kang delivery di depan setelah mendapatkan anggukan dari Linda sebagai jawaban dari perkataan Kevin barusan.
Kevin membawa masuk beberapa bungkusan makanan yang barusan diantar Kang delivery. Riri,Renita dan Linda menata makanan dan menyiapkannya di meja makan.Sedangkan baby Raline diserahkan Linda pada Raditya.
"Bro,panggil Aydin gih! Udah lapar nih kita-kita", ucap Sofyan sambil memegangi perutnya yang seolah-olah sudah kelaparan.
"Takut ganggu",jawab Kevin sambil mengetik pesan di ponselnya.
"Yaelah,nungguin mereka bisa mati kelaparan kita",sahut Dion.
"Kamu aja deh Bro",Kevin memukul-mukul pelan pundak Kenan.
"Ck,tega bener,kalau pas aku yang manggil terus kedengeran mereka u-a-u-a gimana?" Kenan melirik Kevin tajam.
"Hahaha...itu sih derita lu! " sahut Dion.
"Ck,males ah! Kamu aja sana yang panggil adi iparmu itu",Kenan mengambil ponselnya dari saku celananya dan menulis pesan di ponselnya.
"Kalian berdua aja deh biar pernah",Kenan menunjuk Dion dan Sofyan dengan ekspresi menggoda.
"Udah dikirim pesan tapi gak respon",Kenan menunjukkan ponselnya pada teman-temannya.
"Lah sama,ini",Kevin menunjukkan ponselnya juga.
"Yang harusnya sungkan kan mereka ya,kenapa jadi kita yang sungkan sama mereka?" heran Sofyan yang mengeluarkan pendapatnya.
"Lah ini kan tempat mereka,kita yang numpang ege....",sahut Kevin sambil melempar kacang sukro yang diambilnya dari meja pada Sofyan.
"Iya juga ya",jawab Sofyan sambil memakan kacang sukro yang ditangkapnya dari lemparan Kevin padanya.
"Udah ah,pokoknya kakaknya yang harus manggil.Sungkan dong kita kalau kit yang manggil",ujar Kenan menengahi.
"Udah deh bro,buruan,lapar nih",sahut Dion.
"Ya udah,tungguin!" Kevin beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar Aydin.
Di dalam kamar,Aydin dan Kiki sedang bersandar pada sandaran kepala tempat tidur. Mereka saling berpelukan erat,menyalurkan perasaan mereka.Kepala Kiki disandarkan pada dada Aydin,sedangkan kepala Aydin menempel pada pucuk kepala Kiki,sesekali dia mencium pucuk kepala istrinya itu.Tangan Aydin merangkul erat pinggang Kiki dan Kiki pun melakukan hal yang sama.Mereka bercerita banyak hal,saling mengeluarkan isi hati mereka.Niat hati Aydin ingin bercocok tanam,namun diurungkannya karena takut terganggu oleh teman-temannya.Apalagi sebentar lagi jam makan malam.
Dan ya.... apa yang ditakutkan Aydin terjadi. Pintu kamar mereka diketuk Kevin dan memanggil-manggil nama mereka dengan keras.Maklum lah ya,Kevin mengetuk pintunya yang pintu kamar,bukan pintu kamar tidur,jadi ya harus keras,takut mereka tidak kedengaran. Secara kamar Aydin begitu luas,di dalam kamar masih ada kamar tidur,ya beginilah nasib orang yang memanggil harus teriak-teriak layaknya tarzan yang ada di hutan.
Aydin membukakan pintu dan menyuruh Kevin masuk,namun Kevin menolak,dan menyuruh Aydin dan kiki segera keluar ke meja makan karena yang lain sudah menunggu dan mereka sudah kelaparan sejak tadi.
__ADS_1
Aydin dan Kiki pun keluar kamar mengikuti Kevin berjalan di belakangnya.Aydin melingkarkan tangannya pada pinggang Kiki,begitupula Kiki,dia juga melingkarkan tangannya pada pinggang Aydin.