Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
47


__ADS_3

Siang itu jam kuliah kebanyakan sudah selesai. Riri dan Kiki janjian bertemu di kantin. Kiki berjalan menuju kantin. Dinda mencekal tangan Kiki ketika mereka berpapasan.


"Eh ada pelakor, mau kemana? Mau ketemu sama suami orang ya?" senyum smirk tercipta di bibir Dinda.


Kiki menghempaskan tangan Dinda yang mencekal tangannya.


"Maksud kamu apa? Suami siapa? Gak usah ngarang deh", Kiki meninggalkan Dinda.


Ketika Kiki sudah berjalan sekitar satu meter, Raditya menghampiri Dinda dan memperingatkan dia.


"Jangan ganggu Kiki lagi, atau lu habis sama gua !" Raditya mengacungkan jari telunjuknya ke depan muka Dinda dengan wajah yang begitu marah.


Awalnya Dinda kaget,namun sedetik kemudian senyum liciknya terbit, dia meremehkan ucapan Raditya.

__ADS_1


"Dikasih apa sih sampai segitunya belain tuh pelakor?" Dinda menantang Raditya.


Kemarahan Raditya terpancing. Tangannya yang mengepal karena marah, kini terangkat hendak menampar Dinda karena dia sudah terlalu sering membuat masalah dengannya, terlebih lagi dia mengusik Kiki, orang terdekatnya yang juga mengisi hatinya. Tangan Raditya mengayun ke arah muka Dinda, namun tangan Raditya malah mendarat pada pipi Kiki, karena Kiki berlari ketika Dinda bermaksud untuk menghentikan Raditya, bukan bermaksud untuk melindungi Dinda.


Tadi,Kiki menoleh setelah mendengar suara gaduh di belakangnya dan banyak mahasiswa lain sedang menonton di sana. Kiki tidak mau ambil pusing,karena dia tidak mau mengurusi urusan orang lain dan juga dia pasti sudah lama ditunggu oleh Riri di kantin. Baru selangkah dia berjalan sehabis menoleh tadi, Kiki mendengar mahasiswa yang berpapasan dengannya berbicara pada temannya jika yang bertengkar di sana adalah Raditya dan Dinda.


Tanpa pikir panjang Kiki berlari ke sana, dan pada saat dia sampai di sana pas sekali Raditya sedang mengayunkan tangannya hendak menampar Dinda. Dan...... ya.... Kiki lah yang terkena tamparan dari tangan Raditya. Mata Raditya melotot kaget melihat tangannya mendarat pada pipi Kiki yang berada di depannya, dan reflek saja dia memeluk erat Kiki dan mengelus - elus pipi Kiki yang terkena tamparannya tadi dan dia juga melontarkan kata maaf yang tiada henti karena selama ini dia tidak pernah memukul seorang wanita, dan sialnya malah sekarang tangannya itu memukul wanita yang dicintainya. Kiki syok mendapatkan tamparan dari Raditya,sampai - sampai dia tidak sadar sekarang dia dalam dekapan Raditya dan pipinya yang kena tamparan tadi dielus - elus oleh Raditya untuk meredakan rasa sakit akibat tamparannya tadi. Yang dia dengar hanya perkataan maaf yang berkali - kali diucapkan oleh Raditya.


Aldo baru saja datang dari toilet dan melihat kegaduhan yang terjadi di sana.Aldo sangat kaget setelah melihat Raditya memeluk Kiki yang terlihat sangat syok. Setelah melihat kejadian itu, Aldo ketar - ketir takut nantinya mereka menjadi bahan omongan kembali. Dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada salah seorang mahasiswa yang berada di sana. Mereka mengatakan bahwa Dinda menghina Kiki, dan Raditya tidak terima, dia hendak menampar Dinda, namun Kiki yang kena tamparan Raditya karena menghalanginya.


Dengan senyum kikuknya, Aldo memisahkan Raditya dan Kiki sambil memandang ke arah mereka yang sedang menonton, "Biasa, saudara sepersusuan saling melindungi. Hehehe....." Kemudian dia membawa Raditya dan Kiki menuju kantin.


Dinda masih terdiam,dia syok dengan apa yang terjadi, hingga semua orang sudah meninggalkan tempat itu pun, dia masih berdiri bengong di sana.

__ADS_1


Riri heran melihat Kiki,Raditya dan Aldo yang dengan raut wajah yang tidak biasa memasuki kantin dan berjalan ke arahnya. Riri bertanya pada Aldo, dan Aldo menceritakan apa yang dia tahu pada Riri. Raditya yang masih tersulut emosi ikut bercerita. Dia menceritakan dari awal hingga akhir pada mereka, Riri memeluk Kiki dan menenangkannya. Raditya merasa sangat bersalah pada Kiki. Setelah Riri melepaskan pelukan Kiki, segeralah Raditya berlutut di hadapan Kiki yang sedang duduk, dia meminta maaf dan memohon agar di maafkan oleh Kiki. Dan lagi - lagi kejadian itu menjadi sorotan banyak orang yang berada di kantin. Ada yang acuh dan ada juga yang merekam kejadian itu. Bak menjadi artis, mereka berdua kembali viral di medsos. Kiki segera menghentikan Raditya dan menyuruhnya untuk duduk kembali ketika Riri memberitahukannya bahwa banyak mata yang melihat mereka. Kemudian mereka makan ketika Aldo sudah kembali ke meja mereka dengan membawa makanan dan minuman untuk mereka.


Linda melihat kedua video itu di medsos. Dadanya sesak bergemuruh, hawa panas menyeruak ke seluruh tubuhnya, matanya berkaca - kaca, nafasnya naik turun hingga tangannya kini mengepal menyalurkan kemarahannya. Kesabarannya kini sudah pada batasnya. Dia melihat Aydin bersama Kevin dan yang lainnya di taman. Ide gila muncul di benak Linda. Dia ingin membalas perbuatan suaminya dan Kiki. Linda meminta tolong pada Airin, teman dekatnya untuk mengambil fotonya bersama Aydin. Airin menolaknya, jujur dia tidak berani berhadapan dengan ketua BEM yang dingin dan teman - temannya itu. Namun dia terpaksa menyetujui permintaan Linda karema dia menceritakan semuanya padanya dan Linda berani menjamin Airin tidak akan terkena masalah apapun karena Linda sudah memiliki rencana yang tidak bisa dicurigai oleh mereka. Linda berjalan ke arah Aydin dan kawan - kawannya. Dia meminta tolong pada Aydin untuk mau berfoto dengannya dengan alasan dia sedang hamil muda dan sedang ngidam, bayinya ingin foto bersama Aydin. Tentu saja Aydin menolaknya, dengan alasan dia tidak suka difoto dan dia hanya mau foto bersama Kiki, istrinya. Linda tidak mau menyerah, dia memohon dan dengan wajah sedih penuh harap dia juga meminta pada Kevin yang berada disitu untuk membujuk Aydin agar mau berfoto dengannya.


Kevin sangat kasihan melihat raut wajah Linda yang memelas dan memohon, apalagi dengan alasan ngidam, maka Kevin pun membujuk Aydin untuk mau berfoto dengan Linda. Namun Aydin tetap menolak karena dia tidak ingin istrinya salah paham. Apa lagi dengan difoto berarti bisa menjadi barang bukti yang tanpa tahu alasannya menjadi salah sangka bagi orang yang melihat foto tersebut. Namun Kevin janji padanya, dia akan memberi tahu pada Kiki, adiknya yang sekarang menjadi istri Aydin. Dalam diamnya Aydin masih berfikir dan menimbang - nimbang, namun dalam hati kecilnya, dia tidak mau melakukan itu. Karena terlalu lama Aydin berfikir, Kevin, Kenan, Dion dan Sofyan mendesak dan mendorong Aydin berdiri di samping Linda. Karena mereka hanya berdiri berjajar dan agak berjarak, Linda tidak suka, karena jauh dari yang dia rencanakan. Linda meminta Aydin untuk mengelus perutnya yang masih rata. Sontak saja Aydin menolak, karena berfoto berdua dengan kondisi berjarak saja dia merasa berat untuk melakukannya, apa lagi harus mengelus perut Linda, dia tidak akan pernah mau melakukannya.


Namun Linda sudah bertekad untuk membalas perbuatan suaminya dan Kiki, jadi dia harus berhasil. Linda berakting sedih dan matanya berkaca - kaca, dia mengatakan bahwa bayinya yang menginginkan itu. Aydin menoleh pada Kevin, dan dia mendapatkan anggukan darinya.


"Sans Bro, biar boncel gua yang kasih tau", Kevin menepuk - nepuk pundak Aydin. Teman - teman yang lainnya pun menyuruh Aydin supaya cepat melakukannya agar mereka bisa cepat pergi makan siang karena perut mereka sudah sangat lapar.


Aydin pun dengan kikuk mengelus perut Linda. Namun wajahnya datar dan itu pun terlihat di kamera. Airin menginstruksikan agar Aydin tersenyum, namun tetap saja wajahnya datar. Linda pun tidak kurang akal, dia menyuruh Aydin menghadapnya dan masih dengan mengelus perut rata Linda, kemudian Airin mengambil foto mereka. Setelah itu Linda berterima kasih pada Aydin dan berlalu meninggalkan mereka yang juga akan meninggalkan tempat itu. Setelah itu Aydin dan teman - temannya juga meninggalkan tempat itu dan menuju cafe Aydin.


Linda tersenyum melihat fotonya bersama Aydin yang berhasil diabadikan oleh Airin tadi. Terbersit dibenak Linda, keinginan untuk mendapatkan Aydin dan menjadikannya sebagai suaminya untuk menggantikan Raditya. Karena selama ini yang Linda lihat Aydin begitu romantis dan sangat menghargai dan menyayangi Kiki, yang kini menjadi istrinya. Dia ingin sekali berada diposisi Kiki, dia ingin menggantikan kedudukan Kiki menjadi istri Aydin. Tanpa pikir panjang, Linda mengirim fotonya bersama Aydin tadi ke nomer ponsel Kiki.

__ADS_1


__ADS_2