
Setelah selesai makan dan ngobrol-ngobrol sebentar,Aydin mengajak Kiki untuk pamit kepada Ambu dan Abah yang sedang berada di gazebo belakang.
Setelah itu mereka pulang ke rumah orang tua Aydin.
Ayah dan Bunda Aydin sudah pulang dari rumah sakit.Mereka melaksanakan makan malam bersama.Bunda dan Ayah senang karena momen seperti ini menjadikan mereka keluarga yang utuh.Mereka senang sekali melihat Aydin dan Kiki terlihat sangat romantis dan bahagia meskipun awalnya pernikahan itu dilaksanakan karena permintaan Ayahnya.
Kiki mengambilkan makanan dan minuman untuk suaminya.Dari situ Ayah dan Bunda menilai bahwa keputusan mereka memang sudah benar.
Seusai makan malam Aydin dan Kiki kembali ke kamar mereka karena tugas mereka yang begitu banyaknya.Mereka berkutat dengan tugas mereka masing-masing.Hingga akhirnya Aydin sedikit bosan dan capek.Ia melirik ke arah Kiki yang begitu konsentrasi mengerjakan tugasnya.
Aydin mengerjakan tugasnya di meja belajarnya.Sedangkan Kiki lebih memilih mengerjakan tugasnya di atas karpet bulu yang tebal,dia lebih suka dan lebih nyaman mengerjakan tugas di lantai karena begitu banyak buku yang dia buka,bahkan kadang berjejer berserakan dikeliling tempatnya duduk,sehingga lebih leluasa duduk dibawah.
Aydin memanggil Kiki untuk mendekat ke arahnya.
"Sayang....sini bentar",Aydin melambaikan tangannya kepada Kiki untuk memanggilnya.
"Apaan sih Bang? Kiki lagi sibuk nih,tanggung",tolak Kiki yang hanya menoleh sebentar ke arah suaminya dan kembali lagi fokus pada bukunya.
Memang Kiki jika sudah belajar,pasti susah di ganggu jika belum selesai,meskipun itu masalah perut.
"Sini deh,bentaaaar aja",rayu Aydin.
Kiki pun berdiri dari duduknya dan beranjak berjalan ke arah meja belajar dimana Aydin sedang duduk di kursinya.
"Kenapa Bang,minta diajarin?" canda Kiki sambil tersenyum menggoda.
Aydin meraih pinggang Kiki dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Iiih....Abang.....",Kiki kaget.Kini dia sudah berada dipangkuan suaminya,pipinya merah merona karena malu.
"Kenapa hmmm?!?! " senyum Aydin menggoda sambil menatap intens mata Kiki.
"Kan kita lagi sibuk ngerjain tugas Bang,kok malah main pangku-pangkuan?" Kiki mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.Karena menatap mata Aydin sangat tidak baik untuk kesehatan jantungnya.
Aydin berniat menggoda istrinya ini,dia menatap lekat matanya,kepalanya sedikit demi sedikit maju,sehingga tak berjarak.Kiki yang masih menatap ke arah samping merasakan hembusan nafas dari suaminya.Kemudian dia menoleh,namun bibir Kiki menempel pada bibir Aydin.Dengan ekspresi kaget,Kiki hanya diam saja.Aydin menempelkan bibirnya pada bibir Kiki lebih menempel dari pada sebelumnya.
Semula hanya menempel saja,namun lama kelamaan menghisap bibir empuk yang basah dengan salivanya itu.Kini Aydin telah meluluh lantahkan benteng pertahanan gadis di depannya yang berstatus sebagai istrinya ini.
Kiki ikut hanyut dalam sensasi manis,licin,hangat dan menggebu-gebu.
Bibit mereka jadi saling memagut dan menghisap.Ternyata Kiki sudah ada kemajuan setelah mendapatkan pelatihan dari suaminya ini.
"Rasanya bikin nagih",batin Kiki.
Tangan Aydin mengusap punggung Kiki,namun tangan Kiki malah meremas rambut belakang Aydin,sepertinya dia sangat menikmatinya.
Suara decapan dari mereka menggantikan suara sunyi di dalam kamar ini.
"Mmmhhh....",Kiki mengadu saat tidak sengaja Aydin menggigit bibir Kiki.
Ciuman mereka berakhir.Kiki salah tingkah,dia mengibas-ngibaskan kedua tangannya untuk meredakan rasa panas di wajahnya dan pipinya yang memerah.
Aydin hanya memperhatikan reaksi istrinya itu dan dia menghapus keringat yang membasahi wajah Kiki.Kemudian dia mengusap bibir Kiki bekas pertukaran saliva mereka.
Aydin pun juga demikian,sebenarnya dia sangat gugup ,namun dia menutupinya agar tidak bisa diketahui oleh istrinya.Setelah kecanggungan itu,Kiki turun dari pangkuan Aydin dan kembali pada buku-bukunya.Sialnya dia tidak bisa berkonsentrasi pada buku-bukunya,yang ada malah bayangan kejadian tadi berputar terus di otaknya bak kaset video yang selalu diputar-putar ulang.
Aydin pun juga tidak bisa berkonsentrasi,rasanya melihat buku-buku tidak menarik sama sekali.Ingin sekali melanjutkan kegiatannya tadi bersama istrinya itu,namun apa daya,tugas mereka begitu banyak,hingga menyita waktu mereka untuk berduaan.Tadi pun jika Aydin tidak mencuri-curi waktu untuk menjahili Kiki,pasti tidak akan ada momen romantis yang terjadi malam ini.
Bahkan belum bisa dipastikan juga,tugas mereka akan selesai sampai jam berapa.
Tak terasa sudah tiga bulan lamanya Kiki dan Aydin menikah.Karena kesibukan mereka yang luar biasa,mereka belum merencanakan untuk pesta pernikahan mereka,meskipun orang tua mereka berdua mengatakan mereka yang akan mengurusinya.Untung saja urusan di KUA sudah diurus oleh orang kepercayaan Ayah pada saat Ayah masih dirawat di rumah sakit waktu itu.Jika tidak,sudah bisa dipastikan bahwa mereka belum mengurusnya.
__ADS_1
Sampai pada saat Ayah memberikan buku nikah pada mereka,tentu saja mereka sangat kaget karena mereka memang kelupaan untuk mengurus berkas-berkasnya.Semua berkas Kiki di dapatkan Ayah dari Papanya,sedangkan berkas Aydin sudah pasti Bunda yang mempersiapkannya.Mereka sangat berterima kasih karena sudah menyelesaikan urusan di KUA yang mereka sendiri tidak ada yang ingat akan hal itu.
Untuk rumah pun mereka masih belum memikirkannya.Aydin menjelaskan bahwa mungkin setelah mereka mengadakan pesta,mereka akan membeli rumah.Namun Bunda sangat keberatan karena merasa kesepian di rumah tanpa mereka.
Hari ini diadakan pengajian rutin ibu-ibu komplek di rumah orang tua Kiki.Maka dari itu,Kiki dan Aydin ke rumah orang tua Kiki untuk membantu Mama menyiapkan semuanya.Kebetulan hari ini hari minggu,jadi mereka tidak ada kegiatan di kampusnya.
Kiki mengamati tampilannya di cermin.Aydin yang sedang duduk di sofa memperhatikannya,kemudian dia mendekatinya dan mencium leher Kiki dari belakang dan melingkarkan tangannya pada pinggang Kiki.Meskipun tertutup hijab,namun ciuman itu berhasil membuat bulu Kiki meremang,dia bergidik,hembusan nafas Aydin menembus hijabnya.Kiki menoleh ingin memberi peringatan,namun bibir Kiki malah disambut oleh bibir Aydin dan kemudian Aydin **********,hanya sebentar karena Kiki sudah memukul-mukul dadanya,minta dilepaskan.
"Apaan sih Bang cium-cium.Bukan mahram.Ini tampilan udah solehah pakai hijab,malah bibirnya di cium-cium Abang.Please ya jangan jadikan aku yang sekarang solehah jadi solehot",muka Kiki cemberut membuat Aydin semakin gemas padanya.
"Lah kan udah mahram,cuma belum di unboxing aja,jadi lupa kan kalau kita suami istri",kini giliran Aydin yang cemberut membalas Kiki.
"Oiya ya...hehehe...maaf suamiku,sudah halal ya kita,hehehe...",cengir Kiki menunjukkan barisan giginya sambil menangkupkan kedua telapak tangannya pada kedua pipi suaminya yang ada di depannya itu.
"Mangkanya segelnya harus dibuka dulu itu biar gak lupa",sewot Aydin sambil melepaskan kedua telapak tangan Kiki dari kedua pipinya.
Kiki hanya tersenyum lebar memperlihatkan lesung pipinya yang sangat membuat Aydin menjadi gemas ingin memainkan pipi istrinya ini.
Hari sudah larut,mereka mau pulang namun ditahan oleh Mama dan Papa.Mereka menginginkan anak dan menantunya itu untuk menginap di sana malam ini.
"Wuiiih...serba lilac nih",Aydin masuk kamar Kiki dan menatap sekeliling kamar Kiki yang dekorasinya warna lilac dan ungu.Semua benda dan temboknya pun berwarna lilac.
"Baru tau ya",Kiki mendudukkan bokongnya di tempat tidur kesayangannya itu.
Kiki merebahkan tubuhnya telentang dan membentangkan tangannya ke atas.Aydin yang melihat istrinya di atas tempat tidur seperti itu membuat dirinya juga ingin merebahkan tubuhnya di samping istri imutnya itu.
Aydin terlentang di sebelah istrinya.
Kiki tidak mengetahuinya karena mata Kiki yang sudah terpejam,namun Kiki bisa merasakan pergerakan dari kasurnya itu.Tapi dipikirnya suaminya hanya duduk saja,dia tidak berpikir bahwa suaminya tiduran di sebelahnya,karena mereka belum mandi dan ganti baju.
Tangan Aydin meraih pinggang Kiki,mendekatkan tubuh Kiki pada tubuhnya,sehingga kini Kiki berada dalam dekapannya.Reflak mata Kiki terbuka karena gerakan cepat Aydin yang membawanya berubah arah menjadi menghadap padanya bahkan berada pada dekapannya.
Memang mata Kiki hanya terpejam,belum seutuhnya tidur.Namun tetap saja kaget dengan apa yang dilakukan suaminya itu.
Melihat mulut istrinya terbuka,reflek bibir Aydin menyatu dengan bibir Kiki yang terbuka itu.Dilepaskannya tangannya itu dari hidung Kiki.Aydin memberi sensasi kenyamanan,kehangatan,dan menggelitik di dalam mulut Kiki,hingga seluruh tubuhnya meremang,ikut terbuai dalam ke khusyukkan lidah mereka yang saling bertaut dan bertukar saliva,saling mencecap kemanisan bibir lawannya.
Aaah,ada sensasi aneh yang mereka rasakan,dan ingin segera dituntaskan.Mata Aydin berkabut nafsu,nafasnya menggebu-gebu,hingga akhirnya dia melepaskan tautannya dan berkata,
"Sayang,boleh ya malam ini".Suara parau Aydin menghipnotis Kiki yang juga terengah-engah karena ciuman tadi dan karena menahan sesuatu yang entah apa Kiki tidak tahu,namun rasanya ingin sekali dia menuntaskannya.
"Maksudnya?" Kiki menatap lekat mata suaminya yang masih mengharap itu.
"Hak aku,suami kamu",Aydin mengusap bibir Kiki perlahan namun membuat Kiki semakin terbuai.
"Boleh,tapi jangan disini ya.Malu ada Mama,Papa sama Kak Kevin.Kita honeymoon atau liburan aja yuk,biar tambah romantis",bujuk Kiki menatap dalam suaminya dan mendekatkan kembali bibirnya pada bibir suaminya itu,hanya kecupan singkat.
"Tapi pengennya sekarang cinta...",Aydin mendadak lesu tak bertenaga.
"Tahan bentar aja,kan abis ni udah liburan,kita unboxing deh",senyum Kiki merayu dan kembali mengecup singkat bibir Aydin.
"Beneran ya,anu buka segelnya terus aku kasih stempel hak milik aku ya",Aydin melirik tanpa membalas kecupan Kiki.
"Iya sayangku,cintaku,suamiku,Bang Ay-Yangku permata hatiku",rayu Kiki semakin gencar agar suaminya itu tidak ngambek.
"Pokoknya janji ya.Awas aja kalau bohong,akan aku hukum kamu wahai istriku yang paling aku sayangi dan paling aku cintai",Aydin membawa tubuh Kiki dalam kungkungannya,hingga tubuh Kiki sekarang berada di bawah tubuhnya.
Glek....
Kiki menelan air liurnya.Kali ini dia yang takut kebablasan jika dalam posisi yang seperti ini,dia takut tidak bisa menahan gerakan tubuhnya yang akan membawa kenikmatan yang hakiki.
"Sayang,kalau kayak gini malah jadinya sekarang loh,kan gak seru mainnya disini.Kalau diintip Kak Kevin gimana hayo?" Kiki menusuk-nusuk dada Aydin yang beberapa kancing bajunya sudah terbuka akibat dari ulah Kiki ketika berciuman tadi.Kiki terhanyut dalam ciuman Aydin hingga menarik baju suaminya yang mengakibatkan beberapa kancing bagian atas terlepas.
__ADS_1
Dada bidang yang penuh otot itu begitu menawan di mata Kiki,hingga membuat mata Kiki betah menatapnya dan ingin sekali menyentuh semua bagian itu.
Tangan nakal Kiki mulai bergerak menelusup ke dada suaminya.Aydin tersenyum melihat Kiki yang sudah terpancing olehnya.
"Jadi sekarang bikinin mereka cucu?" Tangan Aydin mulai lincah berkelana menyusuri gunung kembar milik istrinya.
Pas sekali ukurannya dengan telapak tangan Aydin.Dia tersenyum senang seolah menemukan harta karun.
"Cucu? Emmm.....Aawww....Uuuuh...",desah Kiki yang membuat Aydin semakin bersemangat menjelajah.
"Iya sayang,orang tua kita selalu mengatakan untuk segera memberikan mereka cucu",bisik Aydin di telinga kanan Kiki tanpa melepaskan tangannya menjelajah bagian-bagian sensitif tubuh istrinya.
Orang tua mereka selalu mengingatkan bahwa Aydin dam Kiki terlalu sibuk hingga melupakan kewajiban mereka memberikan cucu kepada orang tuanya.Setiap waktu Mama,Papa,Bunda dan Ayah selalu menyuruh untuk berlibur pada saat week end agar mereka bisa quality time agar bisa memberikan mereka cucu.
Namun kesibukan mereka akhir-akhir ini pun tidak bisa meninggalkan week end untuk bersantai.Karena mereka ingin lulus dengan cepat dan bekerja sehingga bisa menjadi orang dewasa yang seutuhnya.
"A - a - aku mau,tapi jangan sekarang,jangan disini ya.....",Kiki membelai pipi Aydin dan ketika Aydin lengah,Kiki berguling ke samping untuk melepaskan diri dari kungkungan suaminya.
"Yaaa...gagal lagi deh",lemas Aydin merubah posisinya menjadi terlentang,menatap langit-langit kamar.
"Sabar ya...orang sabar tuh dapatnya banyak",Kiki terkekeh dengan kalimat yang diucapkannya.
Aydin menoleh menghadap Kiki.Dia teringat sesuatu.
"Sayang,credit card&kartu debit yang aku kasih ke kamu kok gak digunakan? Selama ini kamu gak pernah jajan?" Aydin menyanggah kepalanya menyamping menghadap Kiki.
"Jajan,tapi pakai punya aku sendiri",Kiki pun ikut menyanggah kepalanya menghadap Aydin.
"Kenapa gak digunakan? Itu kan memang aku kasih buat istriku,buat kebutuhan kamu,dan nantinya kalau kita sudah punya rumah sendiri kamu yang mengatur keuangannya",kesal Aydin mencubit hidung Kiki lalu melepaskannya.
"Suka kelupaan,udah kebiasaan pakai punya sendiri dari dulu,jadi lupa",cengir Kiki.
"Mulai sekarang pakai yang Abang kasih,punya kamu simpan aja buat kamu.Kan sayang kalau gak digunakan,isinya banyak loh",goda Aydin mengiming-iming Kiki.
"Oh ya? Beneran banyak? Ada berapa? Kok bisa?" Kiki memberondong Aydin dengan pertanyaannya karena penasaran.
"Ya iyalah,kamu pikir suamimu ini gak kerja apa.Meskipun masih kuliah,Abang kan udah ada penghasilan.Kamu lupa cafe Abang? Kamu pasti belum tau juga bisnis Abang yang lain",
jawab Aydin dengan menyelipkan rambut Kiki ke telinganya dan membelai pipinya.
"Pantesan main laptop mulu sampai akunya dikacangin",bibir Kiki mengerucut,tanda ngambeknya tiba.
Aydin tambah gemas dan mencium singkat bibir Kiki kemudian membawa tubuh Kiki kedalam dekapannya.
"Maaf,maafin Abang ya,gak maksud gitu,cuma pengen fokus aja biar cepat selesai dan main sama kamu",Aydin mengendurkan dekapannya dan mencium kening istrinya singkat kemudian mendekapnya kembali dengan erat.
Dia tidak mau mencium Kiki lama-lama,takut juniornya yang di bawah gak kuat pengen keluar dari sangkar kainnya.
"Ya udah yuk kita bobok aja,besok pagi kita pulang dulu ke rumah sebelum berangkat kuliah"
"Langsung tidur ini?" tanya Kiki yang masih PeWe dalam dekapan Aydin.
"Lah tadi diajakin bercocok tanam gak mau",Aydin bertambah gemas,memeluk istrinya semakin erat.
"Bercocok tanam? Ngapain malam-malam malah bercocok tanam? Abang pengen jadi petani? Apa bisnis Abang ada yang merambah ke pertanian?" Kiki menyerbu Aydin dengan banyak pertanyaan padahal posisinya masih dalam dekapan suaminya.
"Bukan bercocok tanam yang itu sayang....besok deh Abang kasih tau caranya",Aydin mengelus-elus punggung Kiki.
"Bang ini gak pakai ganti baju apa?" tanya Kiki.
"Langsung tidur gini aja,kalau pakai ganti takut ada yang khilaf gak bisa ditenangkan lagi,nih dari tadi aja udah berontak minta beraksi.Udah gantinya besok aja pas mau pulang",Aydin memejamkan matanya.
__ADS_1
"Good night my lovely wife"
"Good night my husband sayang",Kiki pun memejamkan matanya meresapi kehangatan tangan suaminya yang masih setia mengelus-elus punggungnya.