
Pagi harinya Kevin,Kenan,Dion dan Sofyan pulang menggunakan mobil Kenan.Sedangkan rombongan Raditya pulang dari villa Raditya tanpa mampir atau pamit ke villa Aydin.
Aydin dan Kiki benar-benar menikmati liburan mereka hanya berdua,hitung-hitung honeymoon lah,padahal mereka sudah merencanakan honeymoon setelah pesta pernikahan mereka diadakan.Mereka berkeliling perkebunan,peternakan dan tempat-tempat wisata lainnya di daerah tersebut.Tidak lupa Aydin mengambil foto-foto Kiki di spot-spot yang begitu indah dijadikan tempat untuk berfoto.Dari yang rencananya hanya sampai sore di tempat itu kemudian mereka akan kembali pulang,akhirnya molor jadi dua hari mereka di sana.Aydin menawarkan Kiki untuk tinggal di sana beberapa hari lagi,namun Kiki menolaknya,karena masih ada beberapa tugas yang harus dia kerjakan.
Kiki mengunggah foto-foto liburannya kemarin di medsosnya.Beberapa foto dengan pemandangan yang indah dan orang yang cantik mengundang banyak like dan komentar yang tentunya kebanyakan memujanya.Namun ada beberapa komentar yang mencibirnya dan itu hanya dilakukan oleh satu orang,yaitu Dinda. Tidak ada habis-habisnya dia selalu membuat komentar negatif di setiap postingan foto atau video pada akun Kiki di medsos. Terlebih,komentar Dinda sangat begitu pedas pada foto Kiki dan semua orang yang ikut liburan kemarin,tak terkecuali ada Raditya disitu.Dinda begitu mencerca dengan gunjingan-gunjingan,sindiran-sindiran dan kata-kata tidak pantas yang tidak kalah pedasnya dengan seblak level sepuluh pada foto tersebut yang ada pada akun medsos Kiki. Heran saja Kiki membacanya,jika Dinda begitu benci padanya,mengapa dia malah mengikuti akun medsosnya,aneh kan.Sengaja memang Kiki tidak menanggapi komentar ataupun mengeblok akun Dinda,dia ingin tahu sejauh mana Dinda bertindak.
Notifikasi berbunyi di ponsel Raditya.Ternyata itu notifikasi dari akun medsos Kiki.Saking apanya coba,dia sampai mengaktifkan notifikasi akun medsos Kiki di ponselnya. Dibukanya notifikasi itu dan wooow.....mata Raditya melotot,bibirnya melengkung ke atas,jantungnya berdebar seperti sedang lomba lari maraton.Dia begitu takjub pada sosok wanita di foto tersebut,dan dia membubuhkan tanda like di setiap foto yang Kiki unggah. Hatinya begitu terpacu dan akal sehatnya seolah hilang,dia ingin sekali memiliki wanita yang dicintainya sejak dulu itu,dia ingin membawanya pergi,tidak peduli tentang statusnya kini.
Liburan telah usai.Hari ini mereka semua mulai dengan aktifitas dan kesibukannya masing-masing.Sepulang kuliah,Aldo dan Raditya menyempatkan dirinya untuk berlatih di ruang banda.Niat hati mereka ingin makan di kantin bersama Riri dan Kiki,namun mereka berdua masih ada jam kuliah,jadilah disini sekarang mereka berdua,di ruang latihan band sambil menunggu Kiki dan Riri selesai.Raditya mencoba memainkan gitarnya.Kemudian dia mencari nada,namun sekelebat foto-foto Kiki yang dilihatnya di medsos kemarin terbayang wira-wiri di kepalanya.Rasa ingin memiliki yang dia rasakan malam itu kembali hadir,dia dibutakan oleh cinta yang tak tersampaikan itu. Disuruhnya Aldo untuk merekamnya ketika menyanyikan sebuah lagu dengan memainkan gitarnya.
🎶
Kamu, aku, cocok
Sejak dulu sudah bersama
Boleh dibilang berpacaran
Berdua kita serasi
Tapi kini lain
Kau malah berpaling dariku
Dan berjanji dengan yang lain
Aku ini kau campakkan
Namun cintaku tak bisa
Begitu saja menerima
Aku masih tetap cinta
Lalu kuputuskan, kutunggu jandamu
Kutunggu jandamu
Maaf bila ku menyumpahi
Saking aku cinta padamu
__ADS_1
Kau janda pun aku mau
Namun cintaku tak bisa
Begitu saja menerima
Aku masih tetap cinta
Lalu kuputuskan...
Kuputuskan, kutunggu jandamu, wo-wo
Kutunggu jandamu
Maaf bila ku menyumpahi
Saking aku cinta padamu
Kau janda pun aku mau, hu-hu-hu-ho-wo
Namun cintaku tak bisa
Begitu saja menerima
Aku masih tetap cinta
Lalu kuputuskan, kutunggu jandamu
Tak bisa terima kau pergi dariku
Aku masih tetap cinta
Lalu kuputuskan, kutunggu jandamu
🎶
Aldo tak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya kini.Menurutnya Raditya yang sekarang benar-benar sudah berubah semenjak mengetahui Kiki sudah menikah dengan Aydin.
Karena Kiki dan Riri tak kunjung datang ke kantin,Raditya dan Aldo memutuskan untuk pulang.
Baru saja Raditya dan Aldo beranjak dari duduknya dan berbalik hendak melangkah keluar kantin,langkah kaki mereka dihentikan oleh suara Dinda.
__ADS_1
"Katanya saudara,tapi kok nempel terus kayak orang pacaran? Kasihan ya istrinya ditikung orang yang dekat dengannya.Dasar tuh pelakor murahan,malah berani pasang foto bareng-bareng lagi,gak tau malu".
Raditya mengepalkan tangannya dan hendak melangkah maju mendekati Dinda,namun tangan Aldo mencegahnya.Aldo menggeleng dan berbisik,"Gak usah diladenin".
Raditya melepaskan kepalan tangannya dan menghentikan niatannya untuk melangkah maju mendekati Dinda.Dalam posisinya saat ini dia berbicara,"Jaga bacot lu! Gak usah ngurusin urusan orang lain.Lu gak sebanding sama Kiki.Dia jauh lebih di atas lu!"
Tanpa menunggu jawaban dari Dinda,Raditya berbalik hendak pergi,namun langkah kakinya kembali terhenti disaat dia mendengar kembali suara Dinda yang begitu membuat Raditya begitu geram,dia sangat marah,sampai-sampai dia ingin memukul ataupun menampar mulut wanita yang telah berani menghina Kiki,wanita yang selalu ada di hatinya.
"Gak mungkin kalau cuma saudara dibelain sampai segitunya.Pasti ada apa-apanya.Pantes aja dibelain terus",seru Dinda berapi-api.
Raditya menoleh ke belakang menghadap Dinda,dengan songongnya wanita itu maju mendekati Raditya dan berkata dengan sinis. "Buktikan kalau kalian memang gak punya hubungan khusus!",senyum licik tercetak di bibir Dinda.
Tangan Raditya yang mengepal hendak terangkat,namun segera dicekal oleh Aldo.
"Sans Bro,jangan ngotori tanganmu karena wanita yang tidak berharga seperti dia",Aldo melirik sinis Dinda.
Dinda melotot penuh amarah pada Aldo karena mendengar hinaan dari mulutnya.Raditya meninggalkan kantin dengan amarahnya dan diikuti oleh Aldo di belakangnya.Moodnya kini memburuk karena omongan Dinda.Akhirnya mereka pulang karena Kiki dan Riri tak kunjung menghubungi mereka.
Sampai di rumah,Raditya bermain dengan baby Raline karena Linda sedang mempersiapkan makanan untuk baby Raline.Terdengar suara notifikasi di ponsel Raditya.Segera dibukanya notifikasi itu berharap Kiki menghubunginya karena tadi mereka berempat janjian makan siang.Ternyata Aldo yang mengirim video Raditya yang menyanyikan lagu 'Ku tunggu jandamu' yang tadi dia nyanyikan di ruang latihan band.Dia tersenyum melihat kekonyolan dirinya sendiri yang jelas-jelas sudah saling memiliki pasangan.
Linda datang membawa makanan untuk baby Raline.Raditya pamit ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.Ponsel Raditya diletakkannya di atas meja belajarnya.Pada saat Raditya di dalam kamar mandi,suara notifikasi kembali berbunyi di ponsel Raditya. Sejak peristiwa di villa itu,Linda begitu penasaran dengan isi ponsel suaminya.Namun belum ada kesempatan untuk melihatnya.
"Mumpung orangnya lagi mandi,bisa ding intip dikit",batin Linda berkata demikian.
Dinyalakannya ponsel itu,namun kata sandi yang dia masukkan salah.Baby Raline sibuk dengan mainannya sendiri. Hal itu dimanfaatkan Linda untuk berusaha membuka kata sandi ponsel suaminya.
"Sejak kapan kata sandinya berubah?" batin Linda kembali bertanya - tanya. Namun dia tetap berusaha untuk membukanya. Dicobanya semua angka yang dia ketahui,dari tanggal lahir Raditya, Linda, Baby Raline namun tidak ada yang cocok. Terbersit tanggal lahir Kiki, dia ingat waktu itu dimana Kiki berulang tahun. Dimasukkannya tanggal lahir Kiki,dan .... Ah, Linda menghela nafas berat, matanya berkaca - kaca, tidak percaya dengan yang dilihatnya. Terbukalah kunci ponsel itu dengan menggunakan sandi tanggal lahir Kiki. "Secinta itukah kamu A' sama Kiki?" Linda menangis dalam batinnya. Segera diusap air bening yang akan keluar dari sudut matanya. Dibukanya notifikasi tersebut. Dan .... Ah .... dia kembali mendesah kecewa dengan apa yang dilihatnya.
Kiara_Kiki
[Wong edan !!! ]
Riri.rie
[Cieee... Ku tunggu jandamu 😂😂😂]
Linda merasa dadanya bergemuruh,apalagi dia melihat video Raditya yang menyanyikan lagu 'Ku tunggu jandamu'. Dia amat sangat geram dan marah. Di scroll nya ke atas dan seperti menemukan harta karun,dia terperangah namun dia tidak senang,bedanya jika menemukan harta karun pasti terperangah dan senang, berbeda dengan Linda yang terperangah dan dadanya terasa sesak.Banyak sekali video Raditya yang sepertinya menyuarakan isi hatinya pada Kiki. Segera dimatikannya dan dikembalikannya ponsel Raditya ke tempat semula ketika dia tidak lagi mendengar suara gemericik air. Linda segera menyuapi baby Raline,berakting seolah dia baik - baik saja dan sedari tadi menyuapi anaknya itu.
Raditya keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap. Dia tersenyum ketika Linda menatapnya,berjalan mendekati anak dan istrinya, kemudian dia bercanda dengan anaknya. Linda hanya terdiam melihat suaminya, dia tidak menyangka jika suaminya yang begitu perhatian dan sayang pada anaknya bisa mencintai wanita lain.
Raditya menengok ke arah Linda, "Kamu sudah makan? Kalau belum,kita cari makan di luar yuk, udah lama kita gak makan di luar", Raditya tersenyum dan mengelus punggung telapak tangan istrinya itu. Linda terhenyak dari lamunannya,dia kembali tidak menyangka jika memang suaminya ini mencintai wanita lain selain dirinya. Jika memang dia mencintai wanita lain, mengapa dia begitu perhatian dan menunjukkan kasih sayang padanya selama ini. Linda segera menepis pikiran negatifnya. Karena pemikirannya itu belum terbukti. Jika sudah terbukti benar, entah apa yang akan diperbuatnya. Semoga dia tidak akan lepas kendali. Linda membalas senyum Raditya dan mengangguk setuju atas ajakannya makan di luar.
__ADS_1