Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
141


__ADS_3

Raditya terperangah melihat Linda berada di depannya dan dia bertabrakan dengan Raline. Sungguh Raditya tidak pernah menduga jika mereka berada dalam situasi seperti ini. Raditya takut jika Raline kembali bersedih ketika melihat ibunya lagi, sedangkan kali ini mereka semua sedang berusaha membuat Raline lupa tentang ibunya agar dia tidak bersedih kembali.


"Sayang kamu gapapa kan?" Pak Gunawan mencoba menyadarkan Linda yang masih dalam posisi kaget sehingga dia bengong tanpa sadar.


"Sayang?" kini Kenan yang mengulang panggilan Pak Gunawan pada Linda.


Semua orang menoleh ke arah Kenan yang mewakili keheranan mereka. Dan apa yang diucapkan oleh Kenan sama dengan apa yang mereka pikirkan.


"Eh, emmm... gapapa," ucap Linda kikuk dengan merapikan pakaiannya.


"Maaf ya dek, Tante ini gak sengaja," ucap Pak Gunawan sambil membungkuk melihat Raline yang masih membersihkan telapak tangannya.


"Kakak cantik sakit tangannya tau gak om?" Ken membela Raline dengan tegas.


"Maaf ya," Pak Gunawan kembali melayangkan kata maafnya.


Semua orang bengong melihat Linda dan Pak Gunawan, hingga mereka melupakan Raline yang sedang jatuh terduduk di tanah dengan telapak tangan yang sakit karena terkena kerikil-kerikil yang tajam.


Sedangkan Linda sedari tadi menatap anak perempuan yang ditabraknya, anak perempuan yang disebut kakak cantik oleh anak laki-laki yang ada di sampingnya. Dan dia baru sadar jika anak perempuan itu adalah Raline, anak kandungnya.


"Apa dia istrinya?" Sofyan membisikkan pertanyaan itu di telinga Dion.


"Apa dia istri Bapak?" tanya Dion yang tiba-tiba nyeplos tanpa sadar karena dibisiki oleh Sofyan.


Semua orang membelalakkan matanya mendengar Dion menanyakan hal itu pada Pak Gunawan.


Langsung saja Raditya menggendong tubuh Raline menjauh dari ibunya.


"Mami... sakit... tolongin Raline...," rengek Raline ketika digendong oleh Raditya.


Langsung saja Kiki mengikuti Raditya yang berjalan menggendong Raline tanpa memperhatikan Linda melihatnya atau tidak.


"Kakak cantik tunggu... Ken ikut.... Mami... Ayah... tunggu...," Ken teriak menyusul Raditya yang menggendong Raline dan Kiki yang mengikuti mereka.


Aydin pun berlari mengejar mereka. Sedangkan yang lainnya masih berada di sana menunggu jawaban dari Pak Gunawan tentang pertanyaan Dion yang menanyakan hubungan Pak Gunawan dengan Linda.


"A-ayo kita pergi," Linda menarik tangan Pak Gunawan menjauhi mereka.


"Istrinya malu ya Pak," Sofyan meledek mereka ketika mereka baru selangkah meninggalkan mereka.


"Sayang kita mau kemana?" tanya Pak Gunawan yang masih ditarik tangannya dengan berjalan sangat cepat oleh Linda.


"Cieee Sayang....," Kenan ikut menimpali ledekan Sofyan.


Mereka semua tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat Linda yang mempunyai panggilan sayang dengan bapak-bapak.


"Eh beneran Linda nikah sama bapak-bapak itu?" Renita menanyakan apa yang ada di pikirannya.


"Gak tau, tapi masa' iya seusia itu bapak itu tadi belum punya istri? Atau istrinya udah duda?" jawab Kenan mengira-ira.

__ADS_1


"Apa Linda jadi pelakor?" celetuk Riri tiba-tiba.


"Huss... omongannya....," Aldo menjapit bibir Riri dengan jari-jarinya.


"Eh tapi bisa juga loh. Bukannya dulu Linda menggoda Aydin hingga dijebloskan ke penjara sama Aydin?" Dion mengingatkan mereka semua kejadian beberapa tahun yang lalu.


"Iya juga ya. Tapi Riko gimana nasibnya?" tanya Sofyan.


"Auh ah gelap. Ngapain jadi mikirin nasibnya Riko sih? Kali Linda ninggalin dia kayak dia ninggalin Raditya," ucap Kevin yang sedari tadi diam mendengarkan obrolan mereka.


"Dengan bapak-bapak itu?" tanya Sofyan meyakinkan pendengarannya.


"Ya iya, sama siapa lagi. Sama kamu?" jawab Kevin.


"Ih ogah, udah bekasnya orang banyak," jawab Sofyan sambil bergidik ngeri.


Dan mereka semua tertawa melihat reaksi Sofyan yang seolah jijik dengan Linda.


"Udah yuk susulin mereka, palingan udah nyampe villa," Kevin mengajak mereka berjalan kembali ke Villa.


Di dalam Villa milik Raditya, Raline diobati oleh Kiki sambil menjerit kesakitan seperti anak kecil pada umumnya. Raditya membawa Raline masuk ke dalam Villa miliknya karena Villa mili Raditya lebih dekat dari tempat mereka tadi dibandingkan Villa milik Aydin.


Mereka semua berkumpul di sana, di taman depan Villa sambil menikmati kopi dan teh yang dibuatkan oleh penjaga Villa di sana. Penjaga Villa itu memang setiap hari datang ke Villa untuk membersihkan Villa dan mereka pulang ke rumah mereka sendiri ketika pekerjaan mereka selesai di villa tersebut.


Pak Ali dan Bu Ningsih adalah sepasang suami istri yang dipekerjakan oleh Abah untuk menjaga Villa mereka dan membersihkannya setiap hari. Pak Ali dan Bu Ningsih juga bekerja di peternakan milik Abah, namun kadang mereka juga membantu pekerjaan di perkebunan jika perkebunan membutuhkan tenaga mereka.


Setelah diobati oleh Kiki, Raline bergabung dengan Ken untuk menonton tayangan kartun sambil memakan snack yang banyak disediakan untuk mereka.


"Lagi ngomongin apaan?" tanya Kiki yang tiba-tiba datang bergabung dengan mereka di taman.


"Ngomongin mantannya Raditya noh," jawab Sofyan sambil terkekeh.


"Gak usah disangkut-sangkutin deh Bang namaku," Raditya mendengus kesal mendengar namanya dipergunakan untuk menyebut nama Linda.


"Hahaha... iya maaf. Cuma kita semua pada heran, kenapa dia bisa di sini sama bapak-bapak tadi? Manggilnya sayang lagi. Apa mereka udah nikah?" kini Sofyan menanyakan pertanyaan yang membuat mereka semua bertanya-tanya.


"Bukan. Bapak tadi udah punya istri dan anak. Mereka cuma saling menguntungkan saja. Bapak tadi mencari kepuasan dari Linda, dan Linda dapat duit banyak dari bapak tadi," ucap Aydin sebelum menyeruput kopinya.


"Hah?! Beneran?" tanya Dion mewakili rasa penasaran mereka semua.


Aydin pun mengangguk dan kembali menyeruput kopinya.


"Lah kamu tau dari mana Bro? Jangan bilang kalau kamu masih menyelidiki dia," Dion bertanya kembali.


"Ogah. Ngapain nyelidiki orang yang gak penting. Pernah aku ketemu sama mereka di hotel tempat klien kita. Ingat gak Bro?" Aydin mengingatkan kembali pada Kenan.


"Hah?! Kapan?" tanya Kenan bingung.


"Yang di hotel Pak Bani seminggu yang lalu. Kita liat dia kan keluar dari kamar hotel?" Aydin kembali mengingatkan Kenan yang sepertinya kini sudah menjadi pelupa sejak dia sudah menikah dengan Renita.

__ADS_1


"Oh yang pada saat kita lihat-lihat kamar VIP itu?" tanya Kenan yang sepertinya sudah sedikit mengingat.


"Iya benar, yang waktu Pak Bani bilang jika mereka itu pasangan selingkuh. Ingat kan? Terus kenapa kamu gak tau dari tadi?" ucap Aydin kesal untuk menjelaskan agar membuat Kenan kembali mengingat pada saat itu.


"Kan waktu itu aku lagi balas chat dari istri, jadi mataku gak liat kemana-mana, fokusku cuma ke HP aja," ucap Kenan sambil tersenyum lebar.


"Ck, untung gak nabrak," ucap Aydin sambil menoyor kepala Kenan.


"Aman dong, kan ada penunjuk arahnya," jawab Kenan sambil menunjuk Aydin.


"Sialan," Aydin mengumpat Kenan dan menoyor kepala Kenan kembali.


"Berarti dia lebih parah lagi dong daripada yang dulu. Apa Riko gak ngasih duit ke dia? Atau bahkan mereka belum menikah?" Dion menanyakan kembali rasa ingin tahunya.


"Gak tau ah, ngapain jadi mikirin dia sih," sahut Raditya yang sudah malas mendengar apapun tentang Linda.


"Eh Bro, tapi Lu untung banyak. Yang bobol dia kan Lu," canda Sofyan yang disahuti tawa semua orang.


"Biarin mereka dapat bekas gua Bang," ucap Raditya sambil terkekeh.


"Eh tadi dia tau Raline gak ya? Kok dia diem aja gitu tadi pas liat Raline," Renita menanyakan apa yang ada dipikirannya.


"Lah malah semalam di kirim pesan di media sosial milik Bang Ay," sahut Kiki yang membuat mereka semua terkejut mendengarnya.


"Serius?" tanya Dion.


"Ngomong apa dia?" tanya Kevin.


"Nih lihat aja sendiri," Aydin memberikan ponselnya pada mereka.


Dan benarlah, mereka bereaksi sama seperti Kiki semalam. Mereka penasaran apa maksud dari pesan yang dikirim Linda pada Aydin.


"Kayaknya nih anak lihat unggahan foto kalian berdua nih," Kevin menunjuk Kiki dan Raditya.


"Yang semalam? Foto Ken sama Raline?" tanya Renita penasaran.


"Iya, pas banget kan waktunya. Eh gak taunya paginya malah ketemu di sini. Pasti mereka lagi menginap di sini," jawab Kevin membenarkan.


"Gila... gila... gila.. gila.. jangan sampai punya bini kayak gitu," seru Sofyan sambil bergidik ngeri.


"Eh liat nih, banyak duitnya dia. Liat tuh barang-barangnya pada dipamerin semua," ucap Renita sambil melihat akun media sosial milik Linda.


"Ya kan punya bapak-bapak yang ngasih duit banyak. Gampang ajalah kalau cuma buat beli barang kayak gitu," ucap Kenan yang ikut melihat di ponsel Renita.


"Amit-amit deh. Pokoknya kita harus bisa didik Raline biar gak kayak dia A'," ucap Renita pada Raditya.


"Dan aku harap kita semua jangan sampai keceplosan menceritakan tentang wanita ini pada Raline," Raditya meminta bantuan pada mereka semua.


Semuanya setuju untuk menyembunyikan tentang Linda dari Raline.

__ADS_1


__ADS_2