
Tadi di kamar,Linda mendengar suara ribut-ribut yaitu tawa dari Aldo dan Raditya.Dan sebelumnya tadi Renita sempat memberitahu Linda bahwa Kiki akan datang.Linda,Kiki dan Renita bertambah dekat karena agenda mereka menonton drama korea bersama,sedangkan Riri,terkadang dia ikut,terkadang juga absen,karena kesibukan mereka yang beda jurusan.
"Ambu,itu anaknya genit banget",jawab Kiki.
Linda yang sudah berada di samping Kiki,menepuk pundaknya lirih.Kiki menoleh dan kembali berucap,
"Suamimu tuh Lin,seneng banget dikerubungi cewek-cewek,jadi aku tarik aja keluar dari gerombolan cewek-cewek tadi.Tuh betah banget,malah tebar-tebar pesona,senyum-senyum ke mereka.Eh malah aku yang mereka tuduh kegatelan sama dia.Ya udah,aku bilang aja kalau aku saudara sepersusuannya",sewot Kiki menjelaskan yang seperti mengadu pada Linda.
Namun ekspresi Linda jauh dari perkiraan Kiki.
Linda menertawakannya.Ambu ikut tertawa mendengar penjelasan Kiki.Tak terkecuali Renita dan Riri ikut tertawa juga selain Aldo dan Raditya yang sedari tadi menertawakannya.
"Tuh kan nyebelin,udah ditolongin malah ngetawain",Kiki melempar kain lap yang ada di meja makan ke arah Raditya.
"Iya...iya makasih ya saudara sepersusuan ku",
canda Raditya memberikan kain lap itu kembali ke tangan Kiki.
"Issh,malah dibalikin.Kan udah tak kasih ke kamu",Kiki melempar kembali kain lap ke arah Raditya.
"Gak mau,bau,aku balikin aja ke kamu",Raditya melempar kembali kain lap itu pada Kiki.
"Semprot parfum dulu biar wangi",jawab Kiki sambil melempar kembali kain lap itu pada Raditya.
"Semprotin dong biar wangi",Raditya melempar kembali kain lap itu,namun Ambu menangkapnya.
"Kalian ini udah besar main lempar-lemparan kain lap.Udah tau kain lap bau malah di lempar-lempar pakai minta disemprotin parfum lagi.Nih Ambu kasih satu-satu kain lap nya biar gak berebut.Terus kalian cuci dan jangan lupa kasih parfum",Ambu memberikan kain lap satu-satu pada mereka berdua.
Raditya dan Kiki saling menatap.Kemudian mereka memeluk Ambu di sebelah kanan dan kiri.Kiki berada disebelah kiri Ambu dan Raditya berada di sebelah kanan Ambu.Mereka benar-benar seperti saudara kandung yang menyayangi ibunya.
"Maaf Ambu,jangan marah.Kiki tugasnya diwakili sama Raditya aja ya Ambu",setelah mengucapkan itu,Kiki melepaskan pelukannya dan menaruh kain lap pada tangan Raditya dan berlari ke arah ruang tamu menarik tangan Renita.
Raditya kaget ketika tangannya diberi lap oleh Kiki.
"Woiii....Ki,ini kain lap nya",teriak Raditya.
"Kerjain sekalian,nanggung kalau cuma satu",balas teriak Kiki dari arah ruang tamu.
"Semprul,sama saudara sepersusuan gak boleh gitu Ki,dosa",teriak kembali Raditya.
"Aa'.....",seru Ambu memperingatkan.
"Maaf Ambu",Raditya nyengir kuda diperingatkan oleh Ambu nya.
Kemudian Linda menyuruh Raditya untuk melihat baby Raline,karena tadi ketika Linda meninggalkannya,baby Raline masih dalam keadaan tidur dalam box bayi.
Setelah itu Aldo bergabung bersama dengan Riri,Renita dan Kiki untuk menonton drama.
Raditya masih di dalam kamar dengan baby Raline,sedangkan Linda membantu Ambu di dapur.
Mereka menonton drama hanya satu episode saja.Karena Renita menagih janji Kiki untuk mengajarinya dance cover I can't stop,Twice.
Renita mengikuti tiap gerakan yang diajarkan oleh Kiki.Awalnya Riri hanya melihat saja,karena merasa malu ada Aldo disitu,kemudian diusirlah Aldo oleh Kiki dan dia sekarang berada di gazebo belakang rumah.
Di tariklah tangan Riri oleh Kiki dan Renita untuk mengikuti gerakannya.
Linda yang melihat keseruan mereka berlatih jadi ingin bergabung dengan mereka untuk berlatih dance.Jadilah kini mereka berempat berlatih dance dengan riangnya diselingi tawa dan canda mereka.
Ambu yang menyiapkan makanan di meja makan tersenyum bahagia melihat mereka berempat,seolah memiliki empat anak gadis,ramai dan seru pikirnya.
Aldo merasa kesepian,padahal baru lima menit dia berada di gazebo sendirian.Sambil melihat empat cewek itu sedang berdance ria,Aldo mengirim pesan pada Raditya untuk menemaninya di gazebo.Ternyata Aldo tidak tahu saja,bahwa Raditya memperhatikan mereka dari atas tangga kamarnya secara sembunyi-sembunyi.
Mana betah Raditya selama itu berada di kamarnya jika ada Kiki dirumahnya.
Raditya yang menerima pesan dari Aldo bergegas menggendong anaknya menuju gazebo.Dilewatinya mereka berempat yang sedang asyik dengan latihan mereka,sampai-sampai Raditya lewat pun mereka tidak tahu.
Baby Raline bangun ketika digendong oleh Raditya,diajaknya turun ke lantai bawah.
Ketika Raditya melewati Ambu,dimintanya baby Raline oleh Ambu untuk digendong.
__ADS_1
Raditya pun memberikan anaknya pada Ambu ,kemudian dia berlalu menuju Aldo yang berada di gazebo.
"Wooo....daebak !!!" seru Kiki kegirangan sambil bertepuk tangan melihat kekompakan mereka meskipun belum penuh satu lagu.
Mereka pun membentuk lingkaran,tangan mereka berada di depan dada dan telapak tangannya saling menepuk telapak tangan yang di sebelahnya sambil melompat-lompat kecil,layaknya habis memenangkan pertandingan.
"Sekali lagi.Oke?" seru Kiki dan memainkan kembali musiknya.
Mereka berada diposisi masing-masing untuk bersiap ketika musiknya akan dimainkan.
"Ngapain disini Bro?" tanya Raditya ketika baru tiba di gazebo sambil duduk disebelah Aldo.
"Diusir mereka,Riri malu kalau ada aku katanya,padahal lagi seru-serunya liat mereka noh",tunjuk mereka dengan dagunya.
Aldo dan Raditya melihat mereka dari arah gazebo yang memang bisa melihat ke arah mereka dengan jelas.
"Bro,menurutmu siapa yang paling keren?" Aldo membuyarkan konsentrasi Raditya untuk menikmati pemandangan yang tidak setiap hari bisa dilihatnya.
Raditya hanya tersenyum tanpa mengalihkan mata dan perhatiannya pada objek yang sedari tadi dilihatnya.Aldo melirik Raditya dan dia mengerti arti dari senyuman itu.Namun kejahilannya muncul kembali.
"Kalau menurutku sih Kiki yang paling keren,tapi kalau menurutmu pasti istrimu",senyum Aldo tertahan untuk menetralkan ekspresi jahilnya.
Raditya menoleh."Gak usah merhatiin Kiki,perhatiin aja noh si Riri",mengucapkannya sambil menjorokkan badan Aldo.
Akhirnya tawa Aldo pun tak bisa ditahannya.
Aldo tertawa sambil berucap,"Cieee...yang udah punya saudara sepersusuan....Ingat gak boleh dinikahi",tawa Aldo kembali meledak ketika melihat Raditya melotot marah padanya.
Latihan mereka berhenti sejenak untuk beriatirahat.Namun,Ambu mengajak mereka ke meja makan untuk makan bersama.
Ayank❤️
[Sayang,lagi dimana?]
^^^[Sayang udah mau pulang?]^^^
^^^[🥰****Sayang jemput dong 😍]^^^
[Dimana? Shareloc ya! ]
^^^[OK ]^^^
[Miss U 😘]
[❤️ U ]
^^^[Miss U too 😘]^^^
^^^[ 💜U too ]^^^
Kiki membalas pesan dari suaminya itu dan mengirimkan lokasinya saat ini.Bibirnya melengkung keatas memperlihatkan lesung pipinya,membuat teman-temannya heran karena tiap Kiki membaca pesan dan membalas pesan pasti tersenyum senang sejak tadi di warung bakso.
"Senyum-senyum mulu dari tadi.Bales pesan pacarnya ya neng?" goda Aldo sambil meletakkan piring di meja.
Raditya melihat Kiki dengan penasaran,namun sedari tadi Raditya tak mendapatkan jawaban dari Kiki.
"Mau tauuuu aja",sambil menjulurkan lidahnya dan menjulingkan matanya ke Aldo.
Baru saja Aldo akan membalas perkataan Kiki,namun Aldo melerai dan menyuruh mereka untuk makan.
Kiki memeriksa kembali ponselnya ketika terdengar suara notifikasi dari ponselnya.
Ayank❤️
[Sayang,kamu dirumah Raditya? ]
^^^[Iya sayang]^^^
^^^[Tadi Renita minta ajarin dance ]^^^
__ADS_1
[Renita,siapa? ]
^^^[Adiknya ]^^^
^^^[Sayang dah sampai mana?]^^^
[Di depan ]
Aydin tidak langsung masuk rumah ketika sudah sampai di depan rumah Raditya.Dia malah mengirim pesan pada istrinya untuk memastikan istrinya itu ada di dalam sana.
Sejujurnya dia sangat cemburu.Namun setelah melihat balasan pesan dari Kiki yang mengatakan tujuannya ke sana karena disuruh Renita,maka Aydin agak luluh hatinya.
Kiki berjalan keluar rumah tanpa mengatakan apapun pada semua orang yang ada di meja makan.Disana ada Renita,Linda,Aldo,Riri dan Raditya.Sedangkan Ambu akan makan nanti bersama Abah ketika Abah sudah pulang.
Mereka semua saling pandang,heran melihat kepergian Kiki yang tiba-tiba meninggalkan meja makan tanpa permisi pada mereka.
Aydin mengajak Kiki langsung pulang,namun Kiki memberi penjelasan pada suaminya itu bahwa sekarang mereka sedang makan,Kiki akan merasa sangat bersalah pada Ambu jika pulang tanpa makan masakan yang sudah disiapkan oleh Ambu.Dan dia mengatakan bahwa sahabat-sahabatnya berkumpul di sana semua.
Mendengar bahwa Kiki bersama sahabat-sahabatnya di sana,Aydin tersenyum tanpa sadar,ada raut kelegaan di wajahnya.
"Hai guys,maaf tadi aku tinggal sebentar ke luar sebentar.Ada Bang Ay yang datang jemput soalnya",ucap Kiki sambil menunjukkan kursi untuk Aydin duduk.
"Kok tumben bukan Bang Kevin yang jemput?" tanya Aldo menanggapi.
"Terserah yang jemput dong",jawab Kiki sambil mengambil piringnya dan mengisinya dengan nasi dan lauk,kemudian memberikannya pada Aydin.
Aydin menerimanya dan menyambutnya dengan senyuman dan ucapan terima kasih.
"Kalian sedang main rumah-rumahan?" sindir Raditya sewot melihat Kiki melayani Aydin dengan mengambilkan makannya seperti layaknya suami istri.
"Enggaklah,kita lagi main suami istri",jawab Kiki dengan senyum manisnya yang masih dalam keadaan saling menatap dengan Aydin.
"Ini suamiku...",Kiki menyodorkan gelas yang berisi air putih pada Aydin.
Aydin menerimanya dengan senyumnya yang mengembang."Terima kasih istriku...."
Aldo tersedak makanan yang dimakannya.
Raditya melongo melihat tingkah suami istri yang baru menikah ini.Namun mereka belum ada yang tahu jika mereka memang suami istri.
Kemudian Kiki pergi ke dapur untuk mengambil piring dan gelas yang baru untuknya.
Sedangkan Renita,Linda dan Riri biasa saja karena tahu kejahilan Kiki.
"Gayamu jadi istri,wong masak aja gak bisa",
sahut Aldo.
"Yeee...kan Bang Ay cari istri bukan cari pembantu",Kiki menjulurkan kembali lidahnya meledek Aldo.
"Iya kan Bang Ay?" tanya Kiki sambil mengalihkan perhatiannya pada Aydin dengan senyum manisnya.
"Iya istriku.....",jawab mesra Aydin dengan senyum menahan tawa,lucu melihat tingkah dan perkataan istrinya itu.
"Tuh kan,gapapa kan Bang Ay kalau Kiki gak bisa masak?" Kiki bertanya kembali,kini dengan mengedip-ngedip kan matanya.
"Hahaha...iya gapapa,makanan mah gampang bisa beli atau delivery",Aydin menjawabnya dan melihat ekspresi senang dari istrinya itu.
Kiki kembali menjulurkan lidahnya pada Aldo,meledeknya kembali,persis bocah yang lagi meledek temannya.
Raditya terdiam,bingung harus bereaksi seperti apa.
"Apakah semua ini benar atau hanya kejahilan Kiki semata.Tapi kalau memang mereka sudah menikah,mengapa tidak ada yang tau,dan kapan terjadinya.Apa mereka sekarang berpacaran dan berencana akan menikah?" pikiran Raditya berkelana mencari jawaban pada dirinya sendiri.Bingung,sedih,sakit hati sekarang ini yang dia rasakan.
Nafsu makannya kini hilang.Makanan di hadapannya hanya diaduk-aduk saja.
Riri dan Renita yang mengetahui itu saling melirik dan mereka berdua sangat iba pada Raditya.
Renita menggedikkan bahunya dan Riri menggeleng.Reflek mereka melakukannya secara bersamaan ketika mata mereka saling menatap.
__ADS_1