Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
153


__ADS_3

Raline kini untuk sementara dia tinggal di rumah Aydin dan Kiki. Kenshin dan Miyuki sangat senang karena mendapatkan perhatian dari seorang kakak yang sangat memanjakan mereka.


Raline bersekolah di sekolah internasional bersama dengan Kenshin yang bersekolah di sekolah tersebut. Hanya saja gedung mereka berbeda karena Ken masih SD dan Raline sudah SMP. Sekolahan tersebut sangat besar dan luas sehingga bisa menampung siswa dari SD hingga SMA dengan gedung yang berbeda.


Aydin, Kiki dan Raditya yakin jika Linda tidak akan bisa menemukan Raline jika bersekolah di tempat yang seketat itu penjagaannya, namun mereka tetap menugaskan orang untuk menjaga Ken dan Raline seperti biasanya.


Hari-hari berlalu begitu cepat, hingga dengan cepatnya tahun berganti. Dan kini Raline tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang sudah menginjak remaja. Raline tetap bersekolah di sekolah tersebut bersama dengan Ken, Miyuki, Lucas dan juga Max.


Ken selalu menjadi penjaga Raline ketika di dekati oleh cowok, sehingga Raline sampai detik ini belum mempunyai pacar dan mereka mengira Raline berpacaran dengan Ken yang meskipun lebih muda darinya, tapi penampilannya tidak seperti anak SMP sebayanya.


"Kakak cantik, ayo buruan naik, Mami sama Papi udah nunggu," ucap Ken sambil menarik tangan Raline ketika Raline sedang berbincang dengan teman-teman sekelasnya.


"Cieeeee.....," seru teman-teman Raline meledek Raline mengiringi kepergian Raline dan Ken yang menjauh dari mereka.


"Ken... kamu gak malu diledekin gitu sama temen-temen aku?" tanya Raline pada Kenshin pada saat mereka berjalan menuju mobil jemputan mereka.


"Ngapain malu? Kakak cantik malu kalau jalan sama Ken?" kini giliran Ken yang bertanya pada Raline.


"Enggaklah, ngapain malu jalan sama Tuan Muda ganteng Kenshin," jawab Raline sambil mencubit pipi Ken dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya digandeng oleh Kenshin.


"Awas aja kalau Kakak cantik jalan sama cowok lain, bakalan Ken-"


"Iya... iya... Tuan muda ganteng Kenshin," Raline menyela ucapan Ken karena Raline tahu apa yang akan diucapkan oleh Ken.


Ken selalu mengancam semua cowok yang mendekati Raline. Tak terkecuali cowok populer yang menjadi incaran para cewek di sekolahan itu. Banyak siswa SMP dan SMA yang tergila-gila pada Gavin, sayangnya dia hanya menambatkan hatinya pada satu orang gadis saja, Raline Putri Pratama, nama gadis yang sudah mencuri hatinya sejak menjadi murid pindahan di sekolah tersebut.


"Halo Kakak cantik, lama banget sih. Miyuki capek tau gak nungguin kalian dari tadi," Miyuki mengerucutkan bibirnya mirip seperti Kiki jika sendang kesal.


"Salah siapa gak mau pulang duluan padahal kan pulangnya udah dari tadi," jawab Ken yang sudah duduk bersama dengan Raline di dekatnya.

__ADS_1


"Loh Yuki, Lucas sama Max kok gak pulang duluan sih, Yuki gak dicariin Mami sama Papi? Lalu Max apa Aunty sama Uncle gak marah jam segini kamu belum pulang? Lucas juga, apa Aunty sama Uncle gak marah kamu belum pulang jam segini?" Raline mengomel pada Yuki, Lucas dan Max ketika baru saja duduk di dalam mobil.


"Yuki ngajakin Max dan Lucas makan es krim di cafe depan Kak," jawab Max membela dirinya.


"Kamu juga mau tuh, gak usah nyalahin Yuki ya," Miyuki menyahut ucapan Max dan membela dirinya sendiri.


"Dasar kalian berdua, selalu saling menyalahkan, padahal dua-duanya sama-sama mau," Lucas menyindir Yuki dan Max yang saling menyalahkan.


"Kalian udan bilang sama orang tua kalian belum? Kakak gak mau ya kalau orang tua kalian gelisah karena kalian belum pulang," Raline kembali mencari tahu yang sebenarnya.


Raline yang paling tertua diantara mereka berempat, sehingga dia merasa bertanggung jawab menjaga mereka bertiga layaknya seorang kakak tertua.


"Udah dong, tadi Yuki yang imut ini telepon Papi minta ijin sekalian Papi Yuki perintahkan untuk memberitahu pada Uncle Kenan bahwa Lucas ada sama Yuki makan es krim di cafe depan, dan pulangnya sekalian sama Kak Ken dan Kakak cantik. Kalau Max udah Yuki ijinkan ke Uncle Kevin," Miyuki menceritakan apa yang tadi dia sampaikan pada Papinya dan Kevin sewaktu meminta ijin padanya.


"Yuki Sayang... itu bukannya minta ijin, itu malah kamu yang memerintahkan Papi supaya ngijinin kamu sama memerintah Papi buat ngomong ke Uncle Kenan," Raline menjelaskan kesalahan Miyuki.


"Biarin aja, orang Papi aja gak keberatan kok, malah seneng tadi pas tau Yuki telepon," jawab Miyuki tidak mau kalah.


"Udah... udah yuk kita pulang, Mami pasti udah nunggu lama kita di rumah. Jalan Pak," Raline melerai perdebatan adik kakak yang sedarah itu dan memerintahkan sopir untuk segera berangkat.


Semua orang tidak tahu jika sebenarnya empat orang anak itu tiap hari dikawal dan dijaga oleh bodyguard yang tentu saja menjadi kepercayaan daei Aydin.


Aydin memang sengaja menyuruh para bodyguard itu untuk menjaga empat orang anak itu semenjak Ken bersekolah di tempat itu, hingga kini Ken bersekolah dengan Raline dan juga Miyuki, Lucas serta Max.


Mobil yang mereka tumpangi berjalan dengan kecepatan normal dan tentu saja dengan kicauan Miyuki yang selalu membuat suasana menjadi ramai dan menyenangkan.


Ken segera menarik tangan Raline ketika sudah sampai di rumahnya. Rumah yang sangat mewah itu menjadi saksi pertumbuhan Raline meskipun Raline bukan anggota asli dari keluarga tersebut.


Raline berdiri di depan rumah itu dan memandang bangunan mewah itu dengan tersenyum. Dia sangat bahagia dan bangga menjadi bagian dari keluarga yang menempati bangunan mewah dan elegan itu.

__ADS_1


"Kakak cantik, ayo buruan masuk, ngapain berdiri disitu?" Ken menghampiri kembali Raline yang masih berdiri di halaman dan menarik tangannya agar mengikutinya masuk ke dalam rumah.


Raline pun masuk ke dalam rumah tanpa protes tangannya ditarik oleh Ken. Sedangkan Miyuki, Lucas dan Max sudah makan camilan di depan TV menonton acara kesayangan mereka.


"Hai cantik, sini bantuin Mami angkat minumannya buat kalian. Taruh di meja situ seperti biasanya," Kiki menyuruh Raline dan menunjuk meja depan TV tempat biasanya mereka berkumpul.


"Ok Mami yang super cantik," jawab Raline sebelum membawa minuman-minuman itu menuju ruang tengah, tempat mereka menonton TV.


"Mi, Ken pakai baju yang mana?" teriak Ken dari dalam kamarnya.


"Pakai baju yang udah disiapin Mami Ken," jawab Kiki dengan berteriak.


"Ayo... ayo semuanya ganti bajunya dulu, udah Mami siapkan semua di kamar masing-masing," Kiki menyela Yuki yang sedang memakan camilan favoritnya.


"Mau ke mana sih Mi?" protes Miyuki yang masih asyik mengunyah keripik kentangnya.


"Mau ada acara di restoran, jadi kalian harus memakai pakaian yang sesuai dengan acaranya. Semuanya udah Mami siapkan, kalian tinggal pakai aja. Ok anak-anak?" Kiki menjawab pertanyaan dari putri manjanya.


"Siap Mami-Mami," jawab Miyuki yang ditertawakan oleh semua orang yang ada di situ.


Memang Kenshin dan Miyuki mempunyai keahlian sendiri-sendiri untuk menghibur orang lain.


"Mami... Yuki pakai baju princess warna pink kan?" tanya Miyuki sebelum masuk ke dalam kamarnya.


"Iya Princess manis, semuanya serba pink buat proncess nya Mami," jawab Kiki menirukan panggilan Miyuki yang diinginkan oleh Miyuki.


"Wow kakak cantik kayak princess beneran pakai gaun putih gitu. Mami.... Yuki mau pakai gaun kayak kakak cantik," teriak Miyuki ketika melihat Raline keluar dari kamarnya.


"OMG... princess....," ucap Kiki sambil menepuk dahinya.

__ADS_1


__ADS_2