
Di dalam mobil Kenshin hanya berwajah kesal dengan bibir yang maju ke depan, persis seperti Kiki. Memang Kenshin dan Miyuki jika ngambek atau sedang kesal mirip seperti Kiki, mereka memajukan bibirnya ke depan.
Aydin terkekeh melihat wajah Ken yang kesal dengan bibir majunya. Kiki mengikuti arah pandang Aydin, dia heran kenapa suaminya bisa tertawa melihat Ken yang sedang kesal.
"Kenapa Pi? Ada yang lucu?" tanya Kiki dengan wajah bingungnya.
"Lihat, Ken kalau ngambek gitu mirip siapa?" Aydin menahan tawanya ketika bertanya pada Kiki.
"Emang mirip siapa?" bukannya menjawab pertanyaan Aydin, Kiki malah balik bertanya pada Aydin.
"Mirip siapa lagi kalau lagi ngambek atau kesel bibirnya suka maju gitu," Aydin kembali meledek Kiki.
"Hah? Mami?" tanya Kiki pada Aydin ketika Aydin memberi kode dengan menggerakkan dagunya ke arah Kiki.
Aydin menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Iya kan anaknya Mami."
"Untung kan mirip Mami daripada mirip Bik Darmi," ucap Kiki sambil terkekeh membayangkan jika Kenshin berwajah mirip Bik Darmi.
"Ken anaknya Mami ya bukan anaknya Bik Darmi," sahut Kenshin dengan kesal dari kursi di belakang Aydin dan Kiki berjejer dengan Raline dan Miyuki.
Sontak saja Aydin dan Kiki saling menatap dan tertawa dengan sikap Kenshin yang benar-benar mirip sekali dengan Kiki jika sedang kesal.
Akibat dari kekesalan Kenshin, Raline harus menginap di rumah Kiki dan Aydin. Tidak ada yang membantah keinginan Kenshin karena memang tidak ada yang keberatan Raline menginap di sana. Bahkan jika Raline tinggal di sana pun tidak ada yang keberatan, baik dari keluarga Raditya ataupun dari keluarga besar Aydin dan Kiki karena mereka semua sudah menganggap Raline sebagai anak dari Aydin dan Kiki meskipun bukan anak kandung mereka sendiri.
Paginya pada saat mereka berangkat sekolah, Raline, Kenshin dan Miyuki berangkat bersama dengan diantarkan oleh sopir mereka seperti biasanya.
Tristan yang sedang memarkirkan mobilnya melihat Raline yang sedang turun dari mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil miliknya. Tristan hendak menghampiri Raline, namun Tristan juga melihat Kenshin dan Miyuki juga turun dari mobil yang sama dengan Raline.
Kok selalu ada Ken sih? Sebenarnya hubungan mereka apa ya? Kenapa mereka selalu pulang bersama dan sekarang mereka berangkat bersama, Tristan berkata dalam hatinya tanpa beranjak dari tempatnya, dia hanya diam mematung melihat Raline yang tertawa bercanda dengan Kenshin dan Miyuki.
"Bro, ngapain di sini? Yuk buruan, mau bel masuk tuh," tiba-tiba terdengar suara Naufal yang sedang merangkul pundak Tristan.
"Lihat tuh, mereka sebenarnya ada hubungan apa sih? Kok selalu barengan pulang dan bahkan pagi ini mereka berangkat bersama," Tristan menanyakan apa yang mengganggu pikirannya sedari tadi.
"Katanya yang lain sih mereka saudaraan. Entahlah sepupuan atau apa mereka gak tau," jawab Naufal.
"Udah... yuk masuk. Daripada mikir gak tau jawabannya, langsung tanya aja sendiri," ucap Naufal pada Tristan sambil berjalan ke arah kelas mereka.
__ADS_1
"Udah, dari kemarin-kemarin juga udah aku tanyakan. Tapi Raline hanya tersenyum tanpa mau menjawab," ucap Tristan lesu.
"Nanti deh aku bantuin tanya," ucap Naufal yang membuat Tristan menjadi semangat kembali ketika mendengarnya.
"Beneran?" tanya Tristan kembali.
Naufal mengangguk sambil tersenyum lebar membuat Tristan bersorak kegirangan.
"Yess!" seru Tristan seperti pada saat dia memasukkan bola basketnya ke dalam keranjang.
Pada saat jam istirahat, Miyuki mencari Raline di kelasnya. Dan kebetulan pada saat itu ada Tristan dan Naufal di dalam kelas bersama beberapa murid lainnya yang masih berada di sana. Sedangkan Raline sedang ke toilet bersama Rania teman sebangkunya.
"Kalian tau Kakak cantik di mana?" tanya Miyuki pada salah seorang murid di dalam kelas Raline.
"Sepertinya tadi ke toilet," jawab murid yang duduk di bangku di seberang Raline.
"Ya udah deh Yuki tunggu di sini aja," ucap Miyuki pada dirinya sendiri.
Seketika Tristan yang sedang bermain game di ponselnya menoleh ke arah suara yang menyebutkan Kakak cantik. Dan Naufal pun ikut melihat ke arah Miyuki berada.
"Bro, coba tanya sama anak itu. Dia kan selalu bersama Ken dan Raline," Naufal memberikan ide pada Tristan.
Tristan berjalan menghampiri Miyuki dan mendekatinya.
"Hai, kamu cari Raline ya?" tanya Tristan pada Miyuki.
"Iya. Kenapa?" jawab Miyuki dengan sewot.
Memang Miyuki sama persis seperti Kiki. Dia tidak suka dengan cowok yang sok akrab atau mendekati dirinya dengan maksud tertentu.
"Mmm... boleh tau gak Raline sama Ken ada hubungan apa?" Tristan bertanya dengan sangat hati-hati pada Miyuki.
"Ken? Kenshin? Kakakku?" Miyuki bertanya balik pada Tristan.
"Eh iya Kenshin yang selalu pulang bareng kalian itu kan?" Tristan memastikan bahwa benar Ken yang dia maksud adalah Kenshin.
"Iya benar, emangnya kenapa?" tanya Miyuki kembali pada Tristan.
"Raline sama Kenshin Kakak kamu itu hubungannya apa sih?" Tristan menanyakan kembali pertanyaan yang belum dijawab oleh Miyuki.
__ADS_1
"Oh mereka itu... mmmm... mereka seperti itu," Miyuki bingung menjawabnya hingga dia menunjuk dua orang murid cewek dan cowok yang sedang duduk sebangku dengan mengobrol dekat dan saling bercanda karena mereka sedang berpacaran.
Tristan kaget ketika Miyuki menunjuk teman sekelas Tristan yang sedang berpacaran di dalam kelas.
"Beneran?" tanya Tristan ragu.
Miyuki mengangguk dan berkata,
"Mereka memang sedekat itu. Sangaaaaaaat dekat, hingga Yuki dikacangin kalau mereka ada sedang bersama," Miyuki mengatakannya seolah sedang curhat pada Tristan.
"Berarti mereka pacaran?" tanya Tristan untuk memastikan kembali.
"Pacaran?" Miyuki mengulang kembali pertanyaan dari Tristan karena dia sedang bingung.
Jujur saja, Miyuki tidak tahu apa itu pacaran. Dia sangat lugu dan polos. Dia hanya gadis kecil yang sangat manja pada semua anggota keluarga besarnya dan sahabat-sahabat Papi dan Maminya.
"Miyuki?" seru Raline kaget melihat adik manjanya berada dalam kelasnya.
"Kakak cantik sini," Renita memanggil Raline dengan melambaikan tangannya.
Raline mendekat dan memandang Tristan dengan tatapan heran dan bingung melihat Tristan yang sedang bersama dengan Miyuki.
"Kakak cantik, pacaran itu apa sih?" Miyuki bertanya pada Raline.
"Pacaran? Kenapa Princess tanya hal itu? Princess masih kecil gak boleh tau," jawab Raline mengalihkan pertanyaan dari Miyuki.
"Kenapa Kakak cantik? Apa karena Yuki masih suka makan es krim jadi masih kecil, gak boleh tau pacaran?" Miyuki masih saja membahas tentang pacaran.
Tristan si biang masalah hanya tersenyum melihat Raline yang sedang bingung menjawab pertanyaan dari Miyuki.
"Oh iya, Princess ke sini mau ngapain?" tanya Raline dengan gugup karena Tristan menahan tawa karena pertanyaan Miyuki.
"Oh iya Yuki lupa. Tadi Kak Ken nyuruh Yuki mengantarkan ini buat Kakak cantik. Kak Ken gak bisa makan bersama Kakak cantik karena masih ada tugas. Ini coklat dan snack nya disuruh habisin sama Kak Ken biar Kakak cantik gak sakit. Kalau Kakak cantik sakit, Kak Ken pasti nangis kayak dulu itu sampai sakit minta tidur bareng sama Kakak cantik," Miyuki mengatakan semuanya dengan apa adanya.
Raline tersenyum mendengar celotehan Miyuki yang sangat menggemaskan menurutnya, namun pada saat Miyuki mengatakan Ken minta Raline tidur bersamanya ketika sedang sakit, sontak saja mulut Miyuki di dekap oleh Raline.
Tristan yang mendengarnya sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Ti-tidur bersama?" celetuk Tristan membuat Raline merasa malu dan bingung untuk menjelaskannya.
__ADS_1